
Situasi menjadi semakin di luar kendali, Empat Unit Pengintai sama sekali tak memberi jeda dalam setiap serangannya untuk menangkap Xin Chen. Hal ini menyebabkan beberapa rumah warga terkena dampak oleh sayatan pedang besar mereka. Tentu saja pertarungan ini menarik mulai menarik perhatian.
Banyak orang menyayangkan situasi tersebut namun tak bisa membantu. Beberapa pendekar memilih diam karena sadar mereka bukan tandingan Empat Unit Pengintai. Selama tujuh hari menguasai Desa Shengyou kelompok ini telah menampakkan dominasi kekuasaan mereka secara terang-terangan. Banyaknya korban jiwa dari mereka yang melawan Empat Unit Pengintai telah banyak terjadi.
Maka dari itu jika terjadi pertarungan seperti sekarang ini mereka hanya mengabaikan, malah beberapa bersikap seolah tak tahu apa-apa agar tak ikut terlibat di dalamnya.
Pertarungan menjadi semakin sengit seiring dengan berjalannya waktu, beberapa kali Xin Chen dipukul mundur dan dia terus memaksa maju. Membuat empat orang lawannya pun sempat menarik diri walau hanya sebentar.
"Hei bukankah itu Tuan Muda Xin kedua?"salah satu pendekar bercelutuk pada temannya saat mereka tak sengaja melihat, temannya meletakkan jari telunjuknya di bibir.
"Sssttt! Diam saja. Aku tak mau ikut campur dalam urusan mereka. Jika kau mau membantunya silakan saja, itupun kau hanya menyumbangkan nyawa, membantu saja aku yakin belum tentu bisa."
"Tapi kau lihat dulu, orang-orang dari Empat Unit Pengintai mundur dari formasi mereka? Ini tak seperti yang pernah aku lihat sebelumnya..."
lantas temannya memberanikan diri untuk melihat, sedikit tercengang saat melihat cara bertarung dan aliran pedang Xin Chen sangat berbeda dari ajaran di Lembah Kabut Putih.
"Cara bertarung itu..." ucapnya perlahan-lahan, "Kukira Empat Unit Pengintai mundur bukan karena takut dengan serangannya."
"Maksudmu?"
"Dia memiliki jiwa petarung alami, hal itu membuat setiap pergerakannya secara tak sadar menumbangkan semangat bertarung lawan-lawannya."
Mereka memilih menonton pertarungan tersebut dari jauh, terlihat sebuah pedang petir berhasil menembus kaki salah satu dari Empat Unit Pengintai sehingga membuat lawannya jatuh berlutut.
__ADS_1
Xin Chen mengincar temannya yang lain dan mengubah energi yang mengalir di tangannya menjadi kobaran api berkekuatan tinggi. Kobaran api tersebut membakar jubah musuhnya yang langsung mundur ke belakang. Lelaki itu dibantu teman-temannya untuk memadamkan api dengan cepat.
Kekuatan Xin Chen terasa semakin menurun, dua orang ini saja sudah menghabiskan terlalu banyak tenaganya dari tadi. Selain karena memang tak membuka celah pengalaman bertarung mereka di atas para pendekar di Kekaisaran Shang.
Mendadak bilah pedang tajam meluncur deras menghantam ke bawah dalam kecepatan sangat tinggi sehingga saat Xin Chen menghindar luka tebasan masih terasa walau tak begitu parah.
Xin Chen terlambat menyadari musuhnya yang satu lagi menghilang, di depannya hanya berdiri tiga orang. Dua sudah berhenti menyerang dan yang satunya lagi sedang berhadapan dengannya. Saat arah matanya bergerak ke belakang Xin Chen dapat melihat sebuah belati menuju tepat hendak menusuk bola matanya.
"Grroaahh!"
Sesuatu menubruk lelaki tersebut membuat belati di tangannya terlempar jauh dan menggelinding di lorong-lorong perumahan. Sebuah api besar menyebar bersama bunyi nyaring berkekuatan tinggi yang memekakkan telinga.
Tiba-tiba dari balik kepulan awan muncul Ye Long memutar balik arah tubuhnya dan kembali terjun bebas ke bawah menyerang musuh Xin Chen.
Semburan api Ye Long meledakkan wilayah tempat pada Empat Unit Pengintai berdiri, situasi menjadi semakin runyam ketika para pendekar berkerumun untuk melihat binatang apa yang menyerang mereka.
Kekacauan terjadi di mana-mana sewaktu api menjalar membakar gudang penyimpanan. Meledakkan kendi arak dan bahan-bahan makanan di dalamnya..
Saat Empat Unit Pengintai tersadar dan kembali memfokuskan diri mereka pada Xin Chen, dia telah menghilang dan tak dapat ditemukan di mana pun. Sementara tempat mereka bertarung kini telah ramai oleh orang-orang hingga mereka sulit mencari ke mana Xin Chen melarikan diri.
"Tch, sial! Cari anak itu sampai dapat!" perintah salah satu dari mereka dengan ekspresi wajah kian kesal, dia meletakkan kembali pedangnya ke punggung dan berbalik badan. Sedangkan ketiga temannya berpencar ke segala arah.
"Untuk siapapun yang ada di sini! Dengar aku baik-baik!" Teriaknya dengan nada yang sengaja dikeraskan, membuat puluhan tatap mata saling beradu pandang. Mereka baru saja dikejutkan oleh penampakan sosok naga dan masih belum mengerti mengapa binatang langka itu melindungi Xin Chen dan kini pria itu malah mengalihkan perhatian mereka semua.
__ADS_1
"Ku umumkan untuk siapa saja yang berhasil menangkap anak kecil tadi akan kami hadiahi lima puluh ribu keping emas! Aku akan menambah kali lipatnya jika kalian berhasil menangkap naga itu juga!"
Bisik-bisik terdengar pelan di antara mereka yang berdiri tak jauh darinya, pria itu mengalihkan pandangannya tak peduli sembari mengangkat kepalanya ke atas langit. Merasa tak asing dengan kekuatan yang menghancurkan tadi. Api dari naga seperti Ye Long sangat sulit untuk dipadamkan, bahkan hingga detik ini api tersebut telah meluluhlantakkan tempat mereka berdiri hingga dua puluh meter jauhnya.
Matanya memicing sebentar, melihat serangan naga hitam itu hanya menyerang di satu titik saja sudah pasti alasannya karena anak kecil yang mereka lawan tadi adalah pemiliknya. Dalam artian lain dia datang untuk melindungi sang majikannya.
"Pedang Baja Phoenix dan Naga Hitam? Anak yang sangat menarik."
Jubah pria itu berterbangan disapu angin, dia meninggalkan tempat tersebut begitu saja tanpa mengganti kerugian barang sepeserpun. Hal ini sebenarnya sudah sering dirasakan oleh para penduduk desa hingga kesabaran mereka telah habis dibuatnya.
Tapi mau bagaimana lagi, tidak dilahirkan menjadi petarung memaksa mereka berpasrah diri. Bagaimana pun bilah pedang Empat Unit Pengintai siap menggorok leher mereka kapanpun jika mereka memberontak.
*
Ye Long mengepakkan sayapnya semakin pelan saat mendarat di atas sebuah bukit tinggi, setelah membawa Xin Chen ke sana dia kembali menoleh ke belakang. Memastikan tidak ada yang mengejar mereka di tempat ini.
"Ye Long, aku tidak bisa lari begini. Aku harus kembali." Xin Chen melalui Ye Long begitu saja namun naga itu menggigit ujung bajunya, membuat dia terseret ke belakang dan tak bisa maju ke depan. Xin Chen beberapa kali mencoba melepaskan gigitan Ye Long namun tak berhasil.
"Ye Long, sudahlah. Seharusnya kau tahu... Pedang Baja Phoenix sangat berharga bagiku. Pedang itu.. Aku sudah berjanji untuk menjaganya dan memastikan tidak akan jatuh ke tangan lain. Jika begini, pengorbanan kakek penghuni Baja Phoenix selama ribuan tahun akan sia-sia."
Ye Long sekilas menggelengkan kepalanya, dia mengeluarkan api dari mulutnya dan menyemburkannya ke tanah bebatuan tempat mereka berpijak lalu berjalan memutar sambil membuat lingkaran hitam dengan api tersebut.
"Apa maksudnya ini?" Xin Chen berjongkok pelan, menyentuh bentuk lingkaran tersebut dalam tanda tanya besar. Ye Long menyemburkan apinya lagi di satu titik. Lalu mendekat ke arah Xin Chen untuk membuat bentuk lainnya.
__ADS_1