
Ratu Iblis mendongak, tertawa terbahak-bahak seperti sedang menonton pertunjukan yang seru. Matanya membuka lebar hingga akhirnya bola mata tersebut jatuh ke arah Xin Chen, di atas wanita itu muncul bebatuan besar yang ukurannya sampai melebihi satu rumah. Tak perlu menunggu lama lagi, dia menurunkan tangan lentiknya. Segera bebatuan itu terjun merobohkan seisi Kota Renwu.
Tanah-tanah tempat berpijak tak lagi berbentuk, rupa wanita iblis itu makin menjadi-jadi saja. Dia mengikuti Xin Chen berlari dan berkali-kali membunuhnya. Membuat lawannya itu tak mampu menghindar dan menahan serangan yang datang. Sayangnya salah satu tikaman besi panas yang muncul di dalam telapak tangan Ratu Iblis menembus pundaknya, Xin Chen berusaha melepaskan diri. Roh-roh miliknya tak berdaya menghadapi wanita iblis ini dan sekarang dirinya dihadapkan pada sebuah pedang roh yang siap menghabisi tubuh sekaligus jiwanya.
"Tidak ... Sial, iblis ini ...." decaknya nyaris kehabisan napas. Wanita iblis itu meniup sesuatu ke wajah Xin Chen, setelah itu entah apa yang masuk ke dalam dirinya. Xin Chen merasa seperti benar-benar akan mati, untuk yang pertama kali dalam hidupnya. Dia meregang nyawa di dalam cengkraman Ratu Iblis.
Rubah Petir tak bisa menjangkaunya karena iblis-iblis lain bergerombol menyerbu siluman itu, sama seperti Lan An dan dua orang yang menjaga Xin Fai agar tetap fokus di alam bawah sadarnya.
"Kau tahu, perbedaan antara kau dan aku?" Bibirnya yang merah seperti darah menampilkan senyuman menusuk, sama seperti matanya yang tajam. "Kau manusia, hina, lemah, dan serakah. Sedangkan aku iblis, memiliki umur yang panjang, kekuatan tak terhingga dan juga ... Aku bisa menciptakan sesuatu yang mutlak. Kau takkan bisa membandingiku. Bocah hina."
Xin Chen meludah tepat di wajah Ratu Iblis, seketika wanita itu terdiam dan memuncak emosinya. Xin Chen terlampau kesal, dia benci dengan orang-orang yang mengacaukan satu Kota Renwu. Dia membenci rumahnya dihancurkan hingga tak bersisa. Dan sekarang, dia membenci kenapa harus bertemu dengan sosok legenda lama yang menjadi musuh paling ditakuti leluhur di Kekaisaran Shang.
"Kenapa kau tidak mengerti juga, iblis bodoh! Ayahku dan suamimu mati-matian bertarung hanya demi perdamaian ini, mereka babak belur sampai sejauh ini karena ingin dunia antara manusia dan kalian damai! Apa sependek itu akalmu hanya untuk memahaminya?!"
"Jangan berani-beraninya mengataiku, manusia hina!" Ratu Iblis mengeluarkan kembali kekuatannya. Xin Chen tetap tak bisa lepas dari tangannya. Hanya butuh sebentar lagi hingga para roh dan Xin Chen mati digerogoti oleh kutukan dari mulutnya.
"Hari itu ... Kau tahu seberapa banyaknya manusia yang mati di pertempuran itu? Puluhan-mungkin ratusan ribu manusia mati hanya demi melindungi anak-anak mereka di masa depan. Untuk menghentikanmu memunculkan kekacauan lagi, dan sekarang pengorbanan mereka sia-sia oleh si Busuk Bertopeng Gagak itu!"
__ADS_1
"Diam kau! Tidak sepantasnya kau berteriak di sini! Kau tahu ras ku bahkan lebih menderita daripada kalian! Camkan itu baik-baik, dan matilah dengan hina!"
Xin Chen merasakan sesuatu mengikat leher dan tubuhnya, meski tengah sekarat tak sedikitpun dia terlihat gentar. Matanya lurus menatap sang Ratu yang kini ikut mengamuk saat dirinya memaki.
Melihat Xin Chen tak berkutik membuat Ratu Iblis perlahan kehabisan kesabaran, dia tak tahu apa yang begitu mengusik hatinya. Tatapan anak manusia itu, sama seperti tatapan Ayahnya dulu. Mereka menginginkan satu hal yang tak mungkin; perdamaian. Sesuatu yang harus ditempuh dengan jalan berdarah, membuang kemanusiaan dan kebahagiaan mereka dalam peperangan.
Namun mata wanita itu kembali gelap, amarah kembali meluap saat mengingat hari di mana pembantaian keluarganya di masa dulu. Tak ada manusia yang memasang sedikit pun wajah kesedihan saat dirinya meraung-raung, meminta pengampunan atas keluarganya yang tidak bersalah.
Lama keduanya mematung di tempat yang sama, sebelah mata Ratu Iblis mulai meneteskan air mata.
Wanita itu terluka begitu dalam, sampai-sampai dia merasakan sesak yang seakan-akan takkan pernah sembuh. Ratu Iblis merasa dengan pemanggilan jiwanya yang dipenuhi hasrat dendam ini adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa duka di hatinya. Tapi tak semudah itu, perang adalah luka yang tak berkesudahan. Dan dia paling paham betul akan hal itu.
"Kau tahu, di dunia ini bukan hanya kau satu-satunya yang menderita." Xin Chen mundur merasa cengkraman mulai melonggar, "Aku melihat banyak yang kehilangan rumah, keluarga dan rekan-rekannya. Tapi mereka hidup, seperti tak mengenal rasa sakit. Kau tahu kebahagiaan bukan cuma tentang orang yang kau kenal. Hal yang paling kau cintai itulah yang membuatmu sangat terluka."
Awalnya Xin Fai khawatir akan keselamatan anaknya, mulutnya mulai digenangi aliran darah. Dia tak yakin bisa mengalahkan Naga Kegelapan ini, jika tanpa Shui atau siapa pun untuk menolongnya. Mengalahkan Naga Es saja dia perlu waktu yang cukup lama sebelum berhasil membunuhnya.
Saat ini Naga Kegelapan sedang menyerang dinding pembatas alam bawah sadarnya. Xin Fai menahannya sekuat tenaga, tapi keadaan di luar pun tak membuatnya bisa berkonsentrasi. Mau bagaimana pun juga Xin Chen adalah anaknya, dia tidak bisa membiarkannya mati di tangan musuh yang bukan tandingannya.
__ADS_1
Ratu Iblis masih bersimpuh, namun tak begitu lama dia kembali tertawa-tawa seperti orang gila. Suaranya menggema seakan-akan mengoyak langit. Sejurus kemudian wanita itu mengamuk sejadi-jadinya, dia menghamburkan apa pun yang ada di sekitarnya untuk membunuh Xin Chen.
Sementara Xin Chen akhirnya melemah, kutukan tadi membuat dirinya kehilangan keseimbangan selama beberapa saat dan dalam detik yang sama Ratu Iblis mencekiknya kuat. Hanya tangannya yang menghitam mengikuti perubahan wujud roh, agar bisa menyentuh Xin Chen. Kembali manusia itu terjebak di tangannya. Segala apa pun cara takkan mempan untuk mengelabui iblis itu.
Napasnya tersengal-sengal, Xin Chen mengumpat dalam hati. Di hadapan musuh yang ini dia sama sekali tidak bisa berkutik. Untuk menyerang saja rasanya sudah cukup sulit, Xin Chen mencoba membakar iblis itu bersamanya dalam Api Keabadian namun itu sama sekali tidak berhasil. Justru Ratu Iblis meniru kekuatannya dan membalas dengan lebih besar, Xin Chen tak bisa merasakan apa-apa lagi ketika dia dipaksa menahan segala serangan tersebut. Dirinya terjebak tanpa bisa meloloskan diri dari sana.
Tawaan Ratu Iblis meledak kembali, dia puas dengan apa yang diperbuatnya. Kehancuran di mana-mana dan mayat yang bergelimpangan seperti semut. Satu-satunya hal yang membuat dia bersedih adalah kenyataan bahwa itu semua tidak menghapus dendamnya.
Perlahan tawa itu terhenti, meski tak berdarah Ratu Iblis yakin nyawa Xin Chen sudah berada di ujung tanduk. Seluruh rohnya mati oleh Ratu Iblis dan yang tersisa hanyalah Kitab Pengendali Roh.
"Boleh aku meminta satu hal saja sebelum kematianku?"
"Masih berani kau berbicara? Hahahah, karena kasihan mungkin aku akan mengabulkannya."
Suara Xin Chen serak, jelas dia sedang menanggung sekarat.
"Biarkan aku bunuh diri, dengan begitu aku akan mati dengan terhormat."
__ADS_1