
"YuangXe menolak bersatu dengan Kekaisaran Shang, itu sebabnya mereka tidak di akui di kekaisaran mana pun. Dan tujuan kami ke sini hanya untuk mengamankan pusaka langit itu. Tetapi ..."
Xiu Qiaofeng menatap Xin Chen serius hingga kedua alisnya menukik. "Kau yang sekarang, aku yakin semua ini memiliki kaitan denganmu. Kitab Pengendali Roh di tangan Zhang Ziyi tujuh tahun lalu ... Itu seharusnya ada di tanganmu, bukan?"
"Kaisar Qin mengatakan apa soal YuangXe?"
Dialihkan pembicaraan seperti ini mau tak mau Xiu Qiaofeng menjawabnya, "Tanah ini bukan lagi milik mereka. Kekaisaran dalam bahaya karena mereka dan berniat mengusir orang YuangXe setelah pusaka langit itu di temukan."
"Berjanjilah untuk tidak mengatakan hal ini pada siapa pun. Dengan begitu aku akan meringankan tugasmu."
Sekitar mereka yang begitu ricuh membuat suara Xin Chen kurang jelas, namun Xiu Qiaofeng masih bisa mendengarnya.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?"
"Aku hanya memintamu diam dan menurut. Tutup mulut soal keberadaanku."
Xiu Qiaofeng menopang dagu dengan tangan, berpikir keras meskipun situasi di sekitar semakin kacau.
"Lalu apa maksudmu meringankan bebanku?"
"Armor dewa perang di tanganku."
Xiu Qiaofeng membelalakkan matanya.
"Jangan berpikir aku akan memberikannya padamu."
Pipi gadis itu mengembung, "Lalu bagaimana aku bisa menjelaskannya pada mereka? Diambil oleh seseorang yag tidak diketahui namanya?"
"Pimpinan Empat Unit Pengintai. Katakan itu saja. Pilar Pertama kalian saat ini sudah mengatakan akan bekerja sama dengan kami."
Xiu Qiaofeng terdiam. "Coba ulang? Pimpinan Empat Unit Pengintai?"
Ada rasa iri saat mendengar itu. Jika benar yang Xin Chen katakan maka secara tak langsung rivalnya itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Rumor tentang Pimpinan Empat Unit Pengintai sudah menjadi berita hangat yang terus dibicarakan beberapa bulan belakangan. Tak bisa dipungkiri sosok tersebut menjadi terkenal di Kekaisaran Shang.
"Aku baru mendengarnya, soal kerjasama ini-itu artinya Tuan Muda Xin pertama sudah tahu kau masih hidup?! Jadi untuk apa kau menutup-nutupi ini lagi?"
__ADS_1
"Dia tidak tahu."
Mata Xiu Qiaofeng yang sempat berbinar-binar perlahan memudar, dia tersenyum canggung lalu terlihat sedikit sedih.
"Terus terang aku juga sedih setelah mendengar kabar kematianmu."
"Apa?"
Xiu Qiaofeng tersadar dan melambaikan tangannya kikuk. "Tidak. Maksudku, ibumu."
Kesehatan Ren Yuan tentu menjadi perhatian klan Xiu, semakin hari semakin parah tetapi wanita itu menutupinya. Dia terus mengabdikan diri sebagai ahli obat, juga pernah terdengar kabar bahwa wanita itu sudah mengakui kebenaran kabar kematian Xin Chen. Pada pergantian tahun Ren Yuan menenggelamkan bunga di laut Fanlu yang berseberangan dengan Kota Renwu. Mengingat kembali putra keduanya yang telah tiada.
"Ada apa dengannya?"
"Lihatlah jika kau ingin tahu."
Xiu Qiaofeng tak ingin membahas hal itu lagi dan mengeluarkan sebuah benda yang disembunyikannya di dalam lipatan kain. Kitab Pembasmi Roh yang sebelumnya ada di tangan Yuhao kini telah diamankan oleh gadis itu.
"Kitab ini disegel sementara, mungkin juga akan dihanguskan di Kota Fanlu."
"Kau ingin membawanya?"
"Tidak akan. Itu hanya akan melemahkan kekuatan rohku. Untuk sementara di tangan kalian saja, sampai nanti aku dapat menguasai kekuatan seperti Yuhao. Pastikan kitab itu masih ada di tanganmu dan jangan pernah beritahu siapa pun. Termasuk Kaisar Qin dan kelurga Xiu.
Tersenyum pelan, Xiu Qiaofeng menjawab cepat. "Pastinya. Kau akan kembali. Ingat untuk datng padaku saat hari itu tiba."
"Aku pergi dulu." Xin Chen membalas sekenanya, ada begitu banyak masalah YuangXe yang harus dia selesaikan. Namun ketidakpeduliannya itu membuat Xiu Qiaofeng terluka. Padahal dia mengatakan sesuatu yang begitu penting baginya dan Xin Chen menganggap hal itu seperti angin lalu.
Xin Chen telah pergi dari hadapannya, namun bayangan wajah pemuda itu masih belum hilang di kepalanya. "Kau sudah berubah. Sekarang kau semakin hebat." Dia menarik napas, merasa tak akan mampu lagi mengejar ketertinggalannya dengan saingannya di masa kecil itu.
Tanpa sadar dia tersenyum kecil, "Aku akan menunggumu."
*
Kekuatan roh dalam tubuhnya semakin meledak, Xin Chen tak yakin apakah hal itu adalah hal yang bagus karena kesadarannya semakin kacau. Jika terus-menerus membunuh lawan dan menjadikannya roh, Xin Chen yakin kekuatan ini akan mengambil alih dirinya karena sulit dikendalikan.
__ADS_1
Daripada membunuh mereka dengan kekuatan roh, Xin Chen beralih menggunakan Hujan Petir secara beruntun. Satu per satu musuh mati, hingga akhirnya para mayat terbujur tak bernyawa.
Namun hal itu mendatangkan bencana lain, kekuatan rohnya tanpa disuruh memakan jiwa-jiwa dalam tubuh yang baru saja mati itu. Memperkuat penggunanya adalah salah satu tujuan Kitab Pengendali Roh.
Xin Chen mengepalkan tangan kencang, ribuan nyaris menyentuh puluh ribu roh dalam kitab tersebut memberontak di bawah kendalinya. Semakin sulit untuk merebut kembali alam bawah sadarnya. Matahari sebentar lagi akan terbenam, Ye Long akan kembali sebentar lagi namun musuh tak kunjung habis. Orang-orang kuat semakin berdatangan mengepungnya hingga membuat Xin Chen terpaksa mundur. Dia takkan bisa bertarung dengan pikiran yang kacau.
Seluruh YuangXe benar-benar hancur tak bersisa, ledakan tak habis-habisnya membakar hutan dan rumah-rumah kecil di tempat tersebut. Xin Chen sudah memberitahu kan pada pemimpin wanita YuangXe akan kedatangannya, namun wanita itu bersikeras menyuruh orang-orangnya bertarung.
Meski dihadapkan pada situasi sulit, orang YuangXe paling tahu cara mempertahankan dirinya. Terlihat jelas saat ini, hanya seperempat dari mereka yang tumbang sementara pendekar yang mengepung mereka nyaris mendekati angka ribuan. Walaupun pimpinan mereka sudah mati, sebagai istri yang menggantikannya, wanita itu terus mewariskan semangat tempur suaminya.
"Mundur!"
Xin Chen tak bisa menahan kekuatan roh di tubuhnya lebih lama, dia tahu ada yang salah semenjak dia memasuki Tanah YuangXe. Tentang kekuatan dari Kitab Pengendali Roh yang tak sepenuhnya dia ketahui dan jumlah kekuatan yang semakin menggila saat semakin banyak yang terbunuh oleh pusaka itu.
Orang-orang YuangXe yang sebelumnya fokus dalam pertempuran terdiam saat mendengar teriakan yang lebih terdengar seperti bentakan tersebut. Pimpinan YuangXe menangkap ada yang tak beres dan segera menyuruh orang-orangnya mundur.
Mereka yang kini terkepung di berbagai sisi tak dapat melakukan apa-apa, Xin Chen membukakan jalan dengan menebas kerumunan pendekar di depan mereka.
"Cepat atau terbakar bersama mereka!"
Segera saja mereka berlari cepat, rombongan orang-orang tinggi itu memasuki hutan dan menghilang begitu saja. Xin Chen menghadap ke belakang, ada rasa sesal di hatinya mengapa dia terus menggunakan kekuatan roh. Sementara Api Keabadian telah mempercayainya tanpa harus menghancurkan jiwanya.
"Bakar mereka, hancurkan semua sampai ke tulang-tulang."
Detik itu pimpinan wanita itu tak tahu apa yang terjadi di YuangXe, dia hanya dapat mendengar erangan sekarat yang menggema begitu keras.
Itu adalah di mana orang-orang sekarat di Tanah Kehormatan.
***
Semoga besok bisa crazy up deh, niatnya mau nabung bbrp chapter. Entah bisa 10 chapter atau enggk(-_-') seperti biasa, Thor gak janji𤣠siapa tau bsok ada urusan mendesak. Mana ada yg nagih crazy up sampe di ig lagi, kirain mau krisar atau kasih tau ada plot holešæ
Iya, iya. Thor gak lupa kok pernah janji crazy up wkwk dibawa santai aja
oke, see ya!
__ADS_1