
Hal itu membuat monster tersebut mengetahui lokasinya, Xin Chen langsung melepaskan anak panahnya kembali pada Belut Listrik di hadapannya. Dari tiga tembakan dia hanya bisa mengenai satu. Dikarenakan situasi yang sangat mendesak ini dan juga sekarang tubuhnya sudah sepenuhnya terlihat oleh sang monster.
Xin Chen mencoba melepaskan tiga bidikan lagi. Tidak ada satupun yang mengenai belut listrik sasarannya dan di belakangnya monster Belut telah menciptakan lima bola petir sekaligus. Setiap kepala yang tumbuh di tubuhnya masing-masing menciptakan satu dan mengarahkan serangan itu ke arah Xin Chen.
Seakan tak mau tahu dengan apa yang terjadi di belakangnya Xin Chen masih fokus dengan dua Belut Listrik itu. Beberapa kali menembak akhirnya dia menembak tepat di kepala mereka dan langsung memasukkannya ke cincin ruang. Di waktu yang bersamaan pula, dua dari lima bola petir menghantam tubuhnya dan meledak begitu saja.
Suara ledakan itu menggema keras, bahkan terdengar hingga di sarang siluman di atas laut.
Di tempat lain Raja Belut Listrik mondar-mandir di sarangnya, dia terlihat sangat cemas akan sesuatu dan masih terus berjalan seperti itu dalam waktu yang cukup lama. Guncangan di bawah sana lah yang membuat dirinya khawatir, dia tahu betul apa yang sedang terjadi dan bimbang akan keputusan yang diambilnya.
Dan juga tak begitu lama, dentuman ledakan petir terdengar lima kali berturut-turut menggema di dasar laut. Saat Raja Belut Listrik melihat ke sungai sarang para Belut Listrik dan tetap tak melihat Xin Chen kembali pikirannya menjadi semakin kacau.
Yang dia lihat justru uap serta buih dari air sungai yang seolah mendidih dari bawah sana. Hal itu menandakan keadaan di bawah sana sudah terlalu panas dan jika dibiarkan, Xin Chen bisa saja mati.
"Sial, ini salahku. Bagaimana bisa aku lupa untuk menyuruhnya agar tidak mencari masalah dengan siluman itu..." suaranya terdengar getir, Monster Belut itu tak sama seperti mereka yang bersarang di dalam gunung ini. Dia lebih memilih hidup menyendiri di bawah permukaan laut.
Namun karena tidak ada makanan di tempatnya tinggal, maka setiap dia kelaparan monster itu akan membunyikan sesuatu yang secara alami memanggil para Belut Listrik ke tempatnya untuk dijadikan santapan.
Saat sedang disibukkan dengan kegelisahannya sendiri, ternyata Rubah Petir sudah menyelesaikan meditasinya dan menatapi siluman itu dengan penuh tanda tanya.
"Aku merasakan kekuatan asing di tempat ini, dan juga... Ke mana Xin Chen berada? Bukannya aku menyuruhmu untuk mengenalkannya pada elemen petir dan api di tempat ini?"
__ADS_1
"A-a-aaa... Itu... Aku memberinya semacam tes untuk menguji apakah dia layak mendapatkan kekuatan murni petir dan api..."
"Jadi? Kenapa wajahmu sepucat itu?"
Raja Belut Listrik bergerak dengan gelisah, wajahnya yang seharusnya terlihat mengerikan kini lebih mirip seperti kucing kelaparan di hadapan Rubah Petir. Dia beringsut-ingsut dari tempatnya, mendekat ke Rubah Petir dalam wajah penuh penyesalan.
"Aku menyuruhnya menangkap dua puluh Belut Listrik di tempat ini.."
"Bukannya itu tugas yang cukup mudah? Dan kenapa dia masih belum kembali? Menurutku Belut Listrik tidak terlalu sulit ditangkap kecuali jika dia terlalu bodoh dan malah menangkap kerang di dasar laut sana."
Raja Belut Listrik seperti ingin berbicara tapi kata-katanya tertahan di tenggorokan, saat membaca situasi ini dan paham ternyata Rubah Petir tak tahu menahu perkara Monster Belut yang tinggal di dasar laut sana, dia jadi semakin takut untuk memberitahu.
"Ke mana perginya Xin Chen?"
"Dia mengejar para Belut Listrik di dasar laut..."
"Kenapa belut-belut itu pergi ke laut? Bukan kah sarang mereka di sini?" tanya Rubah Petir kemudian, Raja Belut Listrik menarik napas berat. "Haiss.... Ku pikir Landak Api dan Katak Daun sudah memberitahu tentang masalah ini...."
"Masalah apa?" Rubah Petir mendesak, setelah sekian lama tak berjumpa dengannya Raja Belut Listrik sadar rubah itu jadi lebih pemarah dan terkhususnya jika menyangkut Xin Chen. Rubah itu bahkan sengaja menekankan aura di sekitarnya agar Raja Belut Listrik mengeluarkan informasi apapun yang dia miliki.
"Jadi begini... Akhir-akhir ini tak tahu entah dari mana asalnya, seekor Monster Belut muncul di kedalaman laut. Dia memanggil para belut di sini ke tempatnya dan saat kembali ke sini, jumlah mereka berkurang sangat banyak."
__ADS_1
"Monster?"
"Iya, ketika aku ingin menyuruh Xin Chen menangkap Belut Listrik dia tiba-tiba saja memanggil para belut itu, karena sudah terlanjur ku suruh aku tak memperhitungkan lagi apakah ini berbahaya untuknya atau tidak. Lagipula anak itu sudah berhasil mengalahkanku dan dia pergi begitu saja. Tetapi..."
"Kau tidak memperhitungkan satu hal lainnya?" Rubah Petir bisa menebak jalan pikiran Raja Belut Listrik, dilihat dari wajah cemasnya serta dentuman besar yang sebelumnya terdengar di bawah sana sudah menggambarkan sedikit bagaimana kekuatan monster yang dimaksud oleh Raja Belut Listrik.
"Ya, Xin Chen tetap manusia. Dia akan kesulitan bernapas di bawah laut dan juga... Monster itu, semakin banyak dia melepaskan ledakan petir maka suhu air akan semakin naik. Jika sudah terlalu parah bisa-bisa membuat kulitnya terkelupas atau bahkan meleleh di bawah sana." Penjelasan Raja Belut Listrik terhenti, dia berusaha melihat wajah Rubah Petir dan bersiap-siap akan dibunuh.
Mengenai monster itu sendiri masih misterius, Raja Belut Listrik tak sengaja menemukannya setelah beberapa kali terdengar suara mencurigakan dan karena berkurang drastisnya para Belut Listrik di tempat ini. Dia sama sekali tidak bisa berkutik di hadapan Monster Belut itu, belum-belum saja ledakan petir sudah mengejarnya dan yang terjadi kemudian suhu dalam air seperti merebus tubuhnya.
Dan di saat-saat seperti ini dia baru menyadari seberapa fatal kesalahannya membiarkan Xin Chen memasuki dasar laut yang mengerikan itu.
Akan tetapi saat Raja Belut Listrik menatapi wajah Rubah Petir tidak ada tanda-tanda marah ataupun panik di sana, Raja Belut Listrik agak kebingungan dan memutuskan berbicara lagi. "Apakah aku harus turun ke bawah untuk menyelamatkannya?"
Tidak mendengar jawaban, Raja Belut Listrik kembali bersuara. "Baiklah aku akan turun ke bawah. Memang ini salahku menyuruhnya masuk ke sarang Monster itu."
"Tidak perlu." Rubah Petir menyahut kemudian, kata-katanya membuat Raja Belut Listrik membuka mulutnya heran. Seolah-olah mempertanyakan apa memang Rubah Petir ingin membunuh muridnya sendiri atau terlalu tidak peduli dengan keselamatannya.
"Hei...?" Rubah Petir berlalu pergi dari hadapannya, dia kembali ke tempat semula sembari menunggu Xin Chen kembali. Sementara Raja Belut Listrik dihantui oleh ribuan pertanyaan di kepalanya. Sesaat dia berpikir memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan atas keselamatan Xin Chen, tapi karena dia merasa ini adalah kesalahannya, tidak ada salahnya untuk melihat keadaan di bawah sana.
***
__ADS_1