
Xin Chen terkesiap sementara itu Ye Long berkali-kali mengerutkan keningnya, dia menatap majikannya dan Xin Zhan bergantian.
"Apa kau sedang membelah diri? Hei, kemampuan barumu bagus juga! Tapi agak tidak mirip, mata yang ini lebih hitam dan kulitnya tidak seperti majikanku."
Xin Zhan tak beda heran dengan apa yang Ye Long gumamkan, terlebih lagi mahkluk itu menyembunyikan diri di balik jubah besar. Lebih seperti siluman langka yang jarang terlihat. Saat itu dia hanya memaklumi sebagai sosok yang telah merebut nama Empat Unit Pengintai yang dikenal sangat banyak memelihara siluman-siluman aneh, bukan tidak wajar pemimpin mereka ini memiliki hewan-hewan unik.
"Kulit majikanku lebih seperti ayam yang sedang mengeram telur-hei, sakit!"
"Ribut sekali kadal satu ini."
Xin Zhan berdeham, berusaha menarik senyumnya yang sempat menghilang tadi. Mencoba berbicara seramah mungkin.
"Apakah Tuan Muda berkenan mendengar pesan Kaisar Qin?"
Xin Chen berbicara dengan intonasi yang sedikit berat, terlebih lagi saat dia melihat alis tebal Xin Zhan berkerut seolah-olah mengenali suaranya.
"Tidak perlu berbasa-basi, kami bukan seperti bangsawan Kekaisaran busuk ini. Banyak omong, yang bekerja orang lain," sindir Xin Chen dengan cukup menusuk, membuat wajah Xin Zhan sedikit terusik. Berulang kali dia mencoba mencuri pandang ke dalam tudung jubah itu, tidak terlihat paras sosok di hadapannya barang seujung kuku pun.
"Maksud Anda?"
"Kami tidak akan mengusik siapa pun di Kekaisaran ini dan tidak akan menjalin kerja sama apa pun dengan kalian. Jika kami melakukannya maka aku yang pertama kali akan memotong lidahku. Pergilah. Tidak ada yang sukarela menawarkanmu tempat tinggal di sini."
Mata Xin Chen sempat tertuju pada jalinan tali dengan mata kerang di pergelangan tangan Xin Zhan, bukan hanya satu melainkan dua. Sementara itu Xin Zhan yang cukup terkejut dengan jawabannya hanya bisa mengangguk walaupun tak setuju.
__ADS_1
"Pesan dari Kaisar Qin, beliau tahu anda bukanlah orang jahat dan berniat memanggil anda untuk sebuah misi yang gagal Pilar Pertama kami laksanakan."
Xin Zhan meneruskan bahkan tanpa sosok tersebut meminta. "Beliau ingin anda membawa kembali Pedang Iblis. Dan dengan itu Kaisar Qin akan membayar kau dengan sepuluh juta koin emas serta seluruh tanah di lembah ini menjadi milikmu. Seutuhnya. Maaf saya terlalu lancang begini mengatakannya. Tapi saya juga tak memiliki pilihan lain, hanya agar pesan ini tersampaikan pada Anda."
Sekilas, di balik tudung jubah yang hitam itu Xin Zhan dapat melihat sosok itu membuka matanya, sepintas cahaya biru terlihat walau hanya samar-samar. Sosok tersebut melaluinya tanpa mengatakan apa-apa lagi. Pintu gerbang terbuka lebar, orang-orang Empat Unit Pengintai yang berjaga di pintu gerbang telah menyadari kedatangannya semenjak beberapa menit lalu.
Di samping itu Xin Zhan hanya dapat membalikkan tubuhnya, melihat sosok itu berlalu tanpa memalingkan wajahnya kembali. Dia mengepalkan tangannya erat untuk sesaat, mengharapkan sesuatu dari pertemuan ini yang mungkin dapat meyakinkannya. Bahwa ayahnya masih dapat terselamatkan, dengan cara apa pun, bahkan tanpa kehadiran Lan An yang kini diputuskan berhenti sepihak oleh Kaisar Qin beberapa hari lalu.
Lan An tak bisa lagi bertugas, kutukan dalam dirinya memang telah menghilang tetapi luka fatal di tubuhnya tak dapat sembuh dalam tiga tahun ke depan. Dia dihabisi sampai ke tulang-tulangnya, hingga berdiri bahkan sangat sulit untuk dilakukan. Namun dibandingkan itu semua, hal yang patut disyukuri adalah lelaki itu masih hidup. Dan saat ini kursi Pilar Pertama sedang kosong.
Di dalam situasi yang serba kacau ini, semua orang menunjuk dirinya menggantikan posisi Lan An. Xin Zhan tak bisa berbuat apa-apa, dia juga merasa tak berdaya di hadapan Kekaisaran Qing yang menahan ayahnya di dalam penjara terdalam. Pemuda itu menunduk menatapi tanah yang mulai basah oleh rintik hujan di bawah kakinya, beberapa pengawal di sampingnya menyadarkan Xin Zhan bahwa hujan mulai turun dan mereka harus bergegas pergi sebelum semakin deras
Hanya saja angin badai sangat cepat datang dan menyapu tanah berdebu dengan air hujan, Xin Zhan tak bergeming di tempatnya dan hanya menatap gerbang tinggi di depan. Tak ingin beranjak dari sana sebelum Pemimpin Empat Unit Pengintai memberikan jawabannya. Dua pengawal mulai kelabakan untuk membujuknya pergi, mereka sudah terlanjur basah kuyup. Hujan di sertai petir datang tanpa tanda.
"Aku tidak ingin melihat ibu menangis lebih lama lagi ..." gumamnya dengan tatapan sayu pada langit hujan yang gelap. Pengawal yang datang seiring dengannya hanya bisa menunggu hingga Xin Zhan pergi. Mereka tidak bisa meninggalkannya sendiri di sini.
Laporannya sudah jelas. Pemimpin Empat Unit Pengintai tak ingin menjalin kerja sama apa pun dengan orang luar. Dan kesepakatan untuk misi rahasia yang ditawarkan Kaisar Qin ditolak mentah-mentah olehnya.
Dua jam berlalu dan kulit jari Xin Zhan mulai membiru, darah di sekujur tubuhnya seolah-olah habis oleh dinginnya air hujan yang terus mengguyuri daratan di tengah lembah tersebut. Pengawalnya sudah kehabisan akal untuk membujuk Xin Zhan tetapi pemuda itu tetap bersikukuh untuk menunggu.
"Bahkan jika aku harus menunggu sampai satu minggu di sini ...."
Tetesan air jatuh di ujung rambutnya yang basah, Xin Zhan menatap gerbang itu.
__ADS_1
"Tuan Muda Xin, kau sudah menjatuhkan harga diri klan Xin!" akhirnya pengawalnya mulai naik pitam, dia terlalu kedinginan untuk sekedar memikirkan sopan santunnya kembali. Dan perbuatan anak muda yang menurutnya belum paham apa-apa itu seolah-olah tidak memikirkan bagaimana nasib kehormatannya sendiri.
"Untuk apa aku memikirkan harga diri jika orang itu bahkan sudah menyelamatkan nyawaku. Dan juga, nyawa Paman Lan."
"M-maksud Anda?"
Terjadi keheningan selama beberapa saat, Xin Zhan tak ingin meneruskan kalimatnya bahkan saat pengawal itu sibuk menanyakannya berulang-ulang. Itu membuatnya mulai jengkel dan nyaris mengeluarkan suara sebelum dari arah dalam terdengar suara-suara berbising. Besi saling bergesekan dan pintu besar terbuka lebar-lebar. Hanya untuk membuka pintu gerbang saja dibutuhkan sepuluh lelaki dewasa agar bisa membuat benda itu bergerak.
Dari sana terlihat seseorang telah bersiap-siap kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini dia hanya memakai caping pelindung, memperlihatkan separuh wajah bagian bawahnya. Xin Zhan tak terlalu memperhatikan itu. Pikirannya dipenuhi oleh pesan yang dibawanya dari Kaisar Qin.
"Apa yang bisa ku lakukan agar bisa mendengar jawaban anda?"
"Aku sudah menolaknya dengan jelas. Apa lagi yang harus ku luruskan?"
Xin Chen dan Ye Long berjalan di sisinya, pemuda itu menyentuh ujung gagang pedangnya dengan tatapan yakin.
"Bertarung lah denganku. Jika aku menang kau harus menyetujuinya. Jika aku kalah, aku takkan pernah menginjakkan kakiku lagi di sini."
***
Bukan ku tak mau up banyak2, thor lagi ngurusin dua buku di waktu yang bersamaan. Keteteran sana sini. Kuliah pun sampe ketinggal. Nnti deh, bab2 yang kurang ini bakal diganti sma crazy up. Jadi tetap santuy my friend mwehehe
Salam sehat dan jangan lupa bahagia!
__ADS_1
( ˊᵕˋ )ノ♪