Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 102 - Kekuatan Alam


__ADS_3

Xin Chen tertegun sebentar, Rubah Petir memang paling tahu akan keinginannya untuk membunuh semua orang yang menjadi musuh lama Ayahnya.


"Meskipun orang yang kau selamatkan belum tentu akan menghargaimu," tambah Rubah Petir agak menusuk, Xin Chen masih bisa mendengarnya walau sekilas dan hanya bisa termenung dalam diam. Meski sekarang dia merasa kekuatannya sudah lebih baik dari sebelumnya tapi mengenai perkembangan latihannya ini tidak ada yang mengetahui selain Rubah Petir dan orang-orang yang dia jumpai selama perjalanan.


Tak lama Rubah Petir berbalik badan berniat mengumpulkan kekuatannya seperti biasa. Hal ini bertujuan untuk memperpanjang usianya, tak jarang siluman sepertinya memiliki usia hingga jutaan tahun. Bahkan walau dalam keadaan kritis sekalipun mereka bisa menggunakan kekuatan tanpa batas untuk memulihkannya kembali.


Kini hanya tinggal Xin Chen dan Ye Long, tak memikirkan perkataan Rubah Petir tadi akhirnya Xin Chen melanjutkan latihan kembali. Menguasai teknik Hujan Petir tampaknya akan menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan.


Mengingat kemampuan mengendalikan alam adalah salah satu jurus tingkat tinggi maka Xin Chen harus lebih hati-hati dalam menggunakannya. Memang jika dipikir-pikir lagi sekarang ini jurus yang diajarkan oleh Rubah Petir hanya diperuntukkan kepada Siluman Penguasa Bumi yang memiliki kelebihan menguasai berbagai elemen alam.


Xin Chen mengangkat pedangnya dengan kedua tangan, mendongakkan kepalanya ke atas langit meskipun air hujan dengan mudahnya masuk ke dalam mata.


Dia memejamkan mata sembari mengeluarkan kekuatan petir perlahan sayangnya energi petir tersebut justru bergerak tak terkendali. Mereka merambat ke atas langit dalam kecepatan tinggi dan dua detik kemudian jatuh menghujam ke langit dengan jumlah yang sepuluh kali lebih kuat dari kekuatan aslinya.


"Si-sial... Petir itu menyatu dengan kekuatan alam. Kalau tadi petir itu menyambar manusia bisa berbahaya." Ucapnya agak takut, asap akibat sambaran petir yang mengenai pepohonan masih terlihat mengudara meskipun air hujan membasahinya.


Ye Long mulai protes saat Xin Chen kembali melatih teknik Hujan Petirnya, bukan tanpa alasan naga itu marah. Air yang menggenang di tanah saja sudah mulai terlihat tak biasa. Akar-akar petir seperti menjalar di dalam genangan air tersebut dan jika Ye Long menginjakan kakinya ke sana sudah pasti dia akan diserang oleh kekuatan petir tersebut.


Semakin Xin Chen mencoba maka kekuatan petir baik yang berada dalam tubuhnya maupun dari energi alam bertambah kian besar, sadar tak sadar gulungan awan besar bergerak beriringan ke atasnya dan menyatu di sana. Xin Chen baru mengetahuinya saat Ye Long mendesis terancam ke arah sana.


Naga itu lebih sensitif terhadap bahaya, maka dari itu saat dia merasakan kekuatan tak biasa menyatu dan mengancam nyawa mereka dia langsung menunjukkan sikap waspada.

__ADS_1


Napas Xin Chen seakan tertahan, selama ini dia tak pernah menemukan sebuah jurus yang langsung berhubungan dengan kekuatan maupun energi alam. Paling sering ditemuinya juga adalah perubahan energi angin, api, air dan masih banyak lagi dan itupun dilakukan dengan menggunakan perubahan energi dari manusia.


Tapi kali ini awan-awan mendung di atasnya bergerak membuat sebuah lubang besar dalam yang begitu mengerikan, rantai-rantai petir bersambung di dalam awan bagaikan belut listrik. Saat Xin Chen terhipnotis dengan fenomena alam di atasnya Rubah Petir datang dan hampir tak bisa bernapas melihat apa yang terjadi di sana.


"Chen, apa yang kau lakukan?!" Baru kali ini Rubah Petir menjadi sepanik itu. Dia bergerak dengan sangat-sangat cepat dan mengeluarkan dua puluh persen kekuatannya untuk mengeluarkan wujud cakar siluman rubah dari tubuh aslinya.


Cakar berukuran besar itu melindungi tubuh Xin Chen dan Rubah Petir. Tepat di saat Rubah Petir melindunginya bumi mulai bergetar hebat, Xin Chen tak bisa melihat apa yang terjadi di atas dengan jelas.


Tapi ketika dia mengintip melalui celah-celah cakar Rubah Petir sebuah cahaya terang datang dan jatuh dari langit ke permukaan bumi dalam kecepatan begitu tinggi kemudian menghantam seluruh tempat hingga bunyi dentuman terdengar bertubi-tubi. Tanah seolah-olah retak akibat serangan dari atas langit itu dan goncangan besar datang di waktu yang sama pula.


Beberapa detik Xin Chen dapat mendengar suara-suara mengerikan terdengar dari atas langit. Sempat terpikirkan sebelumnya kekuatan itu berasal dari Rubah Petir tapi saat memikirkan lagi bahkan rubah itu terkejut saat hal ini akan terjadi Xin Chen yakin yang menyerangnya tadi bukanlah sebuah yang biasa.


"A-apa yang terjadi?" Xin Chen mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati rumah yang mereka singgahi tadi telah hancur berkeping-keping dengan asap menyebar di sekitarnya. Puluhan pohon pun ikut tumbang akibat sambaran petir tadi.


Rubah Petir juga tak merasakan hawa keberadaan naga itu, dia membalikkan badan untuk bisa melihat sekitar dengan jelas. Tak berapa lama dia berbicara pelan, "Naga Hitam itu... Dia sepertinya terkena petir kutukan."


"P-petir kutukan?! Kau tak mengatakan apapun tentang itu sebelumnya padaku!" Raut wajah Xin Chen berubah drastis, dia panik di waktu yang sama.


"Aku memang tak mengatakannya karena ku pikir hal ini tak akan mungkin terjadi." Rubah Petir berkata sedikit ragu-ragu, "Sebagai manusia kau tak memiliki kekuatan spesial seperti Siluman Penguasa Bumi untuk mengendalikan alam."


"Dan kenapa kau mengajariku teknik Hujan Petir ini? Lagipula aku hanya menggunakan sedikit kekuatanku untuk membuat Hujan Petir."

__ADS_1


"Kau salah," potong Rubah Petir pendek. "Kekuatan petir yang selama ini mengalir di tubuhmu adalah dari energi murni di dalam diriku. Tubuhmu terbiasa dengan kekuatan petir dan juga kau sering menggunakannya dalam pertarungan. Hal itulah yang membuat kekuatan petir itu semakin membesar di dalam tubuhmu."


Rubah Petir melanjutkan, "Dengan semakin banyaknya energi petir murni yang tumbuh dalam tubuhmu, maka mengendalikan alam dengan kekuatan manusia pun bisa saja terjadi. Alam hanya mencoba menolak kekuatan itu benar-benar terjadi, seperti yang kau lihat tadi. Itulah yang ku sebut sebagai Petir Kutukan."


"Hei penjelasanmu agak sulit ku pahami..."


"Suatu saat kau akan mengerti bahwa untuk melindungi apa yang ingin kau lindungi dibutuhkan kekuatan yang melebihi manusia terkuat sekalipun. Jika kekuatanmu sudah cukup kau bisa menantang langit seperti tadi, untuk bisa menundukkan alam kau perlu mengalahkannya."


"Tunggu, mengalahkan siapa katamu?"


"Mengalahkan Roh Dewa Petir."


Nyaris Xin Chen tersedak, sejak awal seharusnya dia tahu mengenal Siluman Penguasa Bumi seperti Rubah Petir memang bukanlah suatu hal yang biasa. Terlalu banyak kekuatan di luar nalar manusia yang tak pernah dia jumpai kini terlihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Lelucon ini sama sekali tidak lucu Guru Rubah, hahaha kurasa kau harus berlatih bercanda dulu. Wajahmu terlalu serius untuk dibawa bercanda.."


"Aku sama sekali tidak bercanda. Roh Elemen Petir adalah salah satu rahasia yang tak pernah diketahui oleh manusia. Sebagai Siluman Penguasa Bumi yang sudah hidup jutaan tahun tentu aku tahu banyak persoalan ini, bahkan saat kalian semua para manusia belum menapak di bumi. Aku sudah merasakan waktu di mana para Roh Elemen ini menghancurkan seisi dunia."


Rubah Petir mengatakan sesuatu yang di luar bayangan Xin Chen, saat-saat rubah tersebut masih berumur muda dia pernah merasakan waktu di mana dunia membeku oleh Roh Elemen Es dan dipenuhi oleh lahar api akibat perbuatan Roh Elemen Api.


Dan untuk menciptakan perdamaian maka masing-masing para Roh Elemen ini menyembunyikan diri mereka dengan memberikan batu spiritual pada siluman-siluman terkuat. Untuk memastikan kekuatan mereka tetap ada dan memberikan kekuatan spesial kepada para siluman tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2