Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 345 - Kepercayaan dan Pengkhianatan


__ADS_3

"Sudah lama sekali semenjak distrik-18 mendapatkan prestasi dan penghargaan dari Kaisar Yin. Sebenarnya aku menemuimu karena ada satu-dua hal yang mungkin membuatmu tertarik."


Jenderal-18 mulai menjelaskan. "Jenderal-19 dari selatan telah jatuh diakibatkan pertempuran di perbatasan perairan dengan aliansi dari Kekaisaran Wei. Mereka di serang dengan senjata ilmiah yang memiliki racun mematikan. Saat ini kondisi mereka belum begitu stabil dan dalam beberapa periode mendatang akan dilakukan pemilihan pimpinan distrik baru."


"Aku tidak menangkap kaitan apa pun dengan pembicaraan kita saat ini."


Dia memaklumi Xin Chen belum mengetahui apa-apa soal sistem pemerintahan yang rumit di Kekaisaran Qing.


"Kau pasti mengerti tentang sistem naik pangkat, bukan?"


Xin Chen mengangguk.


"Aku akan mengangkatmu sebagai bawahan terlebih dahulu dengan begitu kau bisa mendapatkan posisi di Kekaisaran. Setelah itu aku yakin mereka akan melirik potensimu, kau harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Hingga saat pemilihan penguasa distrik baru, kau mendapatkan tempat itu."


"Ini terlihat mencurigakan." Xin Chen Ingin segera menolak hal merepotkan ini, tapi dia juga ingin mengetahui alasan Jenderal-18 yang terlihat sangat terdesak. Apalagi sampai membicarakan sesuatu yang penting seperti ini pada orang baru sepertinya.


"Aku yakin hanya kau yang dapat berduel mengalahkan Feng Zi. Tangan kanan penguasa distrik-1 yang berambisi untuk menghancurkan distrik ini."


Jenderal-18 tahu permasalahan ini rumit hingga sulit dijelaskan pada orang baru seperti Xin Chen. Dia menjelaskan secara detail dan tegas.


Setiap distrik diharuskan untuk bersaing dengan melatih prajurit-prajurit unggul yang akan ditugaskan untuk melindungi wilayah perbatasan serta mengantisipasi adanya serangan internal kekaisaran. Berkat kuatnya prajurit ini tak heran Kekaisaran Qing jarang mendapatkan kekacauan akibat penyerangan dari sekelompok pendekar aliran hitam seperti halnya Kekaisaran Shang.

__ADS_1


Tingginya kekuasaan dan pengaruh pemerintahan di Kekaisaran ini menjadikan wilayah Kekaisaran Qing terkontrol dengan baik. Dengan itu setiap tahunnya mereka memperkerjakan banyak prajurit. Di tempat ini nyaris tidak ada orang kekaisaran lain yang masuk. Pengawasan yang ketat dan terjaga dilakukan 24 jam setiap harinya.


Dikatakan perang yang akan terjadi dalam kurun waktu kurang dari sebulan ini akan memakai setidaknya empat puluh persen kekuatan militer Kekaisaran. Ada beberapa jabatan yang kosong belakangan ini dikarenakan Kekaisaran Wei mulai melakukan pergerakan. Kabar tentang kekuatan Naga Kegelapan dan juga Pedang Iblis yang berada di Kekaisaran Qing membuat pihak lain merasa terancam.


Jika Kekaisaran Qing terus-terusan mengumpulkan kekuatan untuk menyaingi dua Kekaisaran lainnya, bukan tidak mungkin mereka bermaksud untuk memperebutkan wilayah menggunakan kekuatan tersebut. Kaisar Yin yang menguasai Kekaisaran Qing dikatakan sangat tergila-gila dengan kekuasaan. Hingga dia akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan musuhnya. Bukan hanya tentang perebutan wilayah, tetapi juga tentang perebutan ketujuh pusaka langit.


Dengan tingginya persaingan antar distrik, ada beberapa orang yang ingin menyingkirkan posisi Jenderal-18 atau bahkan menghancurkan distrik-18. Sehingga wilayah dan kekuasaannya di tempat itu akan diambil alih oleh distrik lain.


Distrik-1 dikenal karena penguasanya yang kejam dan tanpa ampun. Hampir semua prajuritnya dilatih mati-matian dalam arti mati yang sebenarnya. Mereka dipaksa berperang membunuh rekan sendiri, melatih kekuatan tubuh dengan cara yang ekstrem dan beberapa kali uji coba yang mempertaruhkan nyawa. Jika saja Xin Chen dan yang lain masuk ke distrik itu beberapa dari mereka mungkin tak akan bisa selamat hidup-hidup. Baru-baru ini terdengar kabar bahwa penguasa distrik-1 membantai lima puluh orang di hari pertama seleksi. Nyaris tanpa ampun.


Pembicaraan tentang Distrik-1 memang seperti tidak ada habisnya. Tapi justru penguasa wilayah itulah yang paling disenangi oleh Kaisar Yin. Hingga Kaisar Yin tidak segan-segan memberikan wilayah kepada tangan kanan penguasa distrik-1 yang terkenal sama kejamnya.


"Distrik-19 terletak di sebelah distrik ini. Mereka cukup luas dan memiliki kekuatan yang hampir sama dengan distrik-1. Bayangkan saja mereka bersekongkol menghancurkan tempat ini."


"Memang itu boleh dilakukan?"


"Di tempat ini siapa pun yang kuat dia lah yang dianggap. Orang lemah tidak punya jaminan hidup. Kau lihat mereka yang tinggal di pedesaan atau kota-kota? Menurutmu orang lemah seperti mereka akan dilindungi?"


Jenderal-18 tak bisa menebak apa yang dipikirkan Xin Chen saat ini. Dia memang membahas sesuatu yang rumit. Sebenarnya dia telah membicarakan hal ini kepada Yan Xue tapi laki-laki itu pernah dibuat sekarat saat bertarung melawan Feng Zi. Jika saja dirinya bisa turun tangan, mungkin akan dilakukannya. Tapi posisinya sebagai penguasa tidak membolehkan dirinya untuk berbuat gegabah. Karena itu Jenderal-18 membutuhkan orang kuat lainnya untuk dapat menyingkirkan Feng Zi sebelum orang itu menghancurkan mereka semua.


"Jika orang bernama Yan Xue itu adalah prajurit utama, berarti siapa tangan kananmu?"

__ADS_1


"Aku memang memiliki tangan kanan." Jenderal-18 akhirnya membahas orang itu. Sebenarnya Xin Chen tahu dia siapa tapi berpura-pura tidak tahu. Karena baginya sosok itu cukup mengancam penyamarannya. Apalagi sejak awal dia sudah mengatakan dengan terang-terangan akan memata-matai dirinya, Wei Feng, Yu Xiong dan juga Youji.


"Tapi dia tidak pernah mengucapkan sumpah setia pada Kekaisaran. Dengan ancaman apa pun yang aku berikan. Aku rasa orang-orang kuat di distrik ini begitu sulit ditemukan. Tapi sekalinya muncul yang ada hanya membuatku sakit kepala."


Laki-laki itu mulai sakit kepala mengingat permasalahan distrik ini yang seperti tidak ada habisnya. Para prajurit yang kerjanya hanya berpesta dan melakukan banyak kesalahan, tangan kanan yang tidak bisa dipercaya serta orang-orang hebat yang ingin menjatuhkannya.


Jenderal-18 tidak menyebutkan nama orang tersebut yang jelas saat ini laki-laki itu sering meninggalkan distrik. Dia hampir setiap pekan dipanggil ke pusat mengurus beberapa data. Tampaknya dia mendapatkan kepercayaan dari orang-orang penting. Hanya saja saat Jenderal-18 mengatakan tentang Feng Zi, dia tidak bersedia ikut dalam perebutan posisi penguasa distrik-19.


"Bisa kubilang tangan kananku itu bukan seorang petarung. Dia hanya memiliki kepintaran di atas rata-rata dan juga pandai berbicara di depan orang banyak. Dengan begitu dia dengan mudah mendapatkan kepercayaan orang-orang."


" Sepertinya aku juga akan mengatakan tidak bersedia. Mengingat tujuanku ke sini hanyalah menjadi prajurit dan pulang setelah perang selesai. Kami datang dengan paksaan dan harus pulang dengan selamat."


"Pemilihan penguasa distrik-19 masih cukup lama. Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir. Jika kau mau kau bisa menjadi bawahanku. Hidupmu akan terjamin dengan menjadi prajurit tetap." Jenderal-18 hampir melupakan sesuatu.


"Kau ingat, kau belum mengucapkan sumpah apa pun? Jika tidak melakukannya aku tidak akan membiarkanmu pergi hidup-hidup dari sini."


"Aku bersumpah setia pada penguasa distrik-18 demi kepercayaan yang telah diberikan padaku."


'Dan aku akan berkhianat setelah kepercayaan itu hancur sebelum perang terjadi.'


***

__ADS_1


__ADS_2