Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 79 - Mata Ilusi


__ADS_3

"Emm... Itu... Aku hanya latihan memanah saja tadi."


Pohon besar tumbang digerakkan oleh para roh untuk menimpa tubuh Wei Feng, mereka hendak menghancurkannya ke tanah menghantam Wei Feng seperti tepung. Wei Feng berlari kencang, tak tahu alasan mengapa dia malah terpikirkan untuk memanah si Pengendali Roh tersebut.


Jelas Wei Feng sadar betul siapa yang dihadapi oleh Rubah Petir, dia adalah sosok yang pernah dikatakannya katakan pada Xin Chen di awal bertemu dulu. Sosok yang cukup terkenal di Kekaisaran Wei itu di yakini sebagai pelaku dari kasus pembunuhan massal yang berlangsung tak lebih sejam di Kekaisaran Shang. Pria itu membuat roh yang merasuki tubuh manusia terbakar, membuat mereka mati tanpa menyisakan abu.


Wei Feng menyayangkan nasib Xin Chen dan sosok berjubah itu, mereka sangat tak beruntung berhadapan dengan orang bernama Zhang Ziyi, sudah bukan rahasia lagi sosoknya begitu ditakuti di Kekaisaran Wei.


Dalam pembunuhan massal dia sering disewa oleh pendekar aliran hitam maupun pembunuh kelas atas. Terutama untuk memusnahkan sebuah klan. Hanya dengan menjentikkan jari, seratus orang pun akan mati tak berdaya di tangan Zhang Ziyi.


Dan sekarang dia menyayangkan nyawanya sendiri karena berani merecoki pria tersebut, posisi mereka bertiga sama-sama tak bisa dibilang baik, malah tambah buruk. Rubah Petir terkunci oleh cambuk roh yang mengunci tubuhnya hingga tidak bisa bergerak.


Sedang Xin Chen, tak ada lagi yang bisa diharapkan darinya. Anak kecil itu telah kehilangan kesadaran sepenuhnya dan kini yang tersisa hanya Wei Feng.


Nasib pria itu sudah berada di ujung tanduk kala melihat cakar roh mengintainya dari balik bayangan. Bergerak gesit dan menangkap kaki Wei Feng, lalu melemparkan tubuh pria itu membentur sebuah tebing batu.


Wei Feng memuntahkan banyak darah dari mulutnya, hantaman tadi membuat beberapa tulangnya berbunyi gemeretak. Pria itu masih berusaha melepaskan diri. Dan selagi Zhang Ziyi disibukkan oleh Wei Feng, Rubah Petir menoleh ke sampingnya.


'Apakah jiwanya masih tersisa? Aku tak yakin Xin Chen bisa bertahan dengan jurus roh pemangsa ini. Kekuatan merekal di luar nalar.' Rubah Petir hanya bisa mengeluarkan kekhawatirannya dalam hati, tak melihat pergerakan apapun dari Xin Chen membuat dirinya tak bisa tenang.


Wei Feng jatuh tersungkur ke depan, sebuah batang kayu menghalau jalan dan dia tersandung karenanya. Ketika pria itu membalikkan badan, sebuah lubang hitam terbuka dan keluar tangan hitam dari sana. Mencekiknya kuat sampai tak bisa menarik napas.


Kaki Wei Feng tak dapat menjangkau tanah lagi, suara menjerit kesakitannya terputus-putus terdengar saat berusaha melepaskan tangan roh tersebut. Di waktu itu pula langit sore yang telah menggelap oleh awan memunculkan sinar bulan di baliknya.

__ADS_1


Awan-awan gelap perlahan-lahan bergerak saat roh menyusupi ke awan tersebut, melingkari lingkaran bulan hingga membentuk sebuah mata yang seolah-olah tengah mengintai manusia di bumi.


"Ju-jurus apa itu...." Napas Wei Feng tertahan, tak memikirkan rasa sakit di bagian lehernya lagi sekarang. Tidak salah Zhang Ziyi dikenal sebagai salah satu pendekar aliran hitam terkuat dari Kekaisaran Wei. Ilmu hitam tingkat tinggi seperti ini takkan ditemukan di bagian Kekaisaran Shang manapun. Jika seribu orang prajurit melawannya, Wei Feng yakin semuanya akan mati tanpa jasad.


Jurus tersebut bisa dikatakan sebagai ilmu ilusi yang hanya menjangkau hingga wilayah tertentu, Wei Feng yakin tekanan udara yang menipis ini adalah karena ulah Zhang Ziyi dan khawatir penduduk desa pun merasakan hal yang sama seperti yang terjadi di sini.


Jantung Wei Feng berdenyut perih, Rubah Petir merasakan hal yang sama walau tak sebegitu parah. Leher Wei Feng bergemetaran kuat, susah payah mengangkat wajahnya ke atas di mana lingkaran bulan mulai menghitam oleh kepulan asap roh.


"Pengendali Roh... A-aku sering mendengar namamu..."


"Huh? Berarti setidaknya kau tahu bagaimana kekuatanku, kenapa masih nekat menyerang seperti orang bodoh?" Tubuh Wei Feng sudah tak sanggup lagi mencegal tangan besar roh yang mencekiknya. Dia pasrah, menahan sakit berkepanjangan yang tak henti-hentinya.


Zhang Ziyi bagaikan mimpi buruk untuknya. Lelaki itu memiliki tatapan mata yang dingin dan tak kenal ampun. Bertangan besi dan berdarah dingin. Pembantaian massal bahkan sudah menjadi pekerjaan hariannya. Maka mengampuni nyawa Wei Feng sekalipun takkan pernah terpikirkan lagi oleh pria itu.


"Cih, hahahaha! Polos sekali pertemanan kalian. Lihat saja saat nanti, ketika kalian dihadapkan pada situasi untuk membunuh satu sama lainnya demi bertahan hidup. Kata teman itu hanya akan menjadi sampah. Hanya sampah." Jubah besar lelaki bernama Zhang Ziyi melambai pelan tersapu angin, keheningan malam menambah suasana mencekam yang terus berlarut.


Zhang Ziyi sudah mengangkat tangannya, bulan dan kekuatan yang menyinari hutan tersebut bersinar. Membuat suara berdenging di telinga, Wei Feng berupaya menutup telinganya, ada sesuatu seperti rohnya ditarik keluar dari tempatnya.


**


Di tempat lain Youji menopang tubuhnya dengan tangan agar bisa berdiri, setelah mengasingkan diri di balik kaki bukit selama beberapa lama akhirnya pemuda itu memutuskan untuk kembali ke desa. Menerima keadaannya dengan lapang dada. Sewaktu pandangannya terpusat ke seluruh penjuru desa, dia mendapatkan keanehan di sana.


Dedaunan kering melintas tersapu angin, para penduduk keluar dari rumahnya masing-masing dengan mata terus menghadap pada langit. Bingung dengan apa yang sedang mereka lihat, Youji juga menatap ke arah sana.

__ADS_1


Jantungnya terasa seperti diserang, berdetak sangat kencang hingga tubuhnya jatuh berlutut. Youji menutup telinganya menahan suara berdenging tersebut, seperti sebuah irama mematikan yang menyerap jiwanya ke atas. Menyatu dengan para roh di atas awan.


"Si-sial... Jika terus dibiarkan semua penduduk desa ini akan mati-" Youji berhenti berbicara, dia seperti kehilangan kesadaran dan mulai tak bisa merasakan tubuhnya sendiri.


Saat dia membuka mata, satu hal yang pertama Youji lihat adalah dirinya sendiri yang sedang menatap hampa ke atas langit.


"I-inikah..." Youji tak dapat menahan rasa kagetnya, dia sadar ini bukan mimpi. Justru rohnya sudah terpisah dari tubuh dan melayang begitu saja. Menuju tempat Zhang Ziyi berada.


Di tempat lain Rubah Petir menggunakan petir-petirnya lebih besar dari sebelumnya, tak peduli akan menarik perhatian manusia atau tidak.


Setelah melihat kondisi gawat ini dia tak bisa meremehkan Zhang Ziyi lagi, pria ini sama menyeramkannya dengan menghadapi siluman berbahaya. Dia dapat mengendalikan roh dengan mudah meski jumlahnya ribuan dan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya korban berjatuhan.


Rubah Petir menatap Ye Long yang mengintip dari balik semak-semak, meliukkan kepalanya ke kanan kiri memastikan keadaan aman sebelum beralih pada Rubah Petir.


Rubah Petir tak bisa berkata apa-apa, cambuk yang mengikatnya sudah terlepas dan kini yang diperlukan hanya cara agar jiwa Xin Chen kembali ke tubuhnya. Karena saat Rubah Petir mencoba merasakan hawa manusia pada tubuh Xin Chen tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di sana.


Naga Hitam mengendap-endap hingga dagunya menyentuh tanah, saat berhasil menjangkau Xin Chen, Rubah Petir dibuat bingung dengan apa yang dilakukannya. Ye Long meletakkan tangannya pada kening Xin Chen, membuat sesuatu terbakar di dahi Xin Chen.


"Bunga Api-?! Ye Long, katakan padaku darimana kau tahu tentang ini..." Tenggorokan Rubah Petir terasa tercekat di dalam sana, tak mengerti siapa Ye Long sebenarnya walaupun sudah satu bulan bersamanya.


Hanya saja naga kecil itu masih tergolong muda untuk seukuran siluman, dia tak memiliki kemampuan berbicara seperti dirinya selain hanya memahami apa yang dikatakan.


Ye Long membuka mulutnya, membuat sinar berwarna merah muncul dari mulutnya hendak mengeluarkan api.

__ADS_1


Sayang Zhang Ziyi lebih dulu menyadari kehadiran Ye Long, pria itu memelototi ganas. "Serang naga itu!"


__ADS_2