
Wei Feng terlihat lebih gusar dari sebelumnya, dia tidak suka Xin Chen malah membayar utangnya tadi. Terasa tidak pantas anak kecil yang menolongnya hanya karena uang seperti tadi.
Xin Chen dapat membaca kekesalannya itu dan bersikap cuek, salahnya sendiri tak mau membayar dan malah membuat desa ribut karena ulah mereka.
"Menurutmu kita harus ke mana untuk menemui paman Gu Long itu?"
"Pergi ke sektenya, dia pasti sedang menunggu di sana."
"Kau tahu di mana tempatnya?"
"Tahu, setidaknya setengah jam perjalanan kalau mau berlari."
"Setengah jam? Tidak bisa lebih cepat lagi?"
"Hei, kubilang saja. Kalau berlari kencang saja sudah membutuhkan waktu setengah jam. Kau bayangkan sendiri jaraknya dengan otakmu."
Pundak Xin Chen menurun, dia ingat sudah berjanji pada Jin Sakai akan kembali dalam setengah jam lagi untuk menempa pedangnya. Tidak sopan jika dia malah datang terlambat padahal dia sendiri yang mengatakannya.
Xin Chen mengalihkan pikirannya ke tempat lain, sedikit terkejut saat suara dedaunan kering terdengar dan melihat ekor naga di balik batang pohon besar.
"Ye Long?"
"Kau mengatakan siapa, Iblis Kecil?"
"Ti-tidak ada siapa-siapa..." Xin Chen mendorong tubuh Wei Feng agar segera meninggalkan tempat itu, tangannya seketika lemas saat Ye Long malah menampakkan dirinya. Membuat Wei Feng kaget setengah mati, dia jatuh tersungkur sambil menyeret kakinya.
"A-apa itu...?!"
Ye Long semakin mendekat pada Wei Feng, mengendus pria itu menggunakan hidungnya dengan sikap terancam. Dari sikapnya naga itu tak begitu menyukai Wei Feng, terlebih lagi saat Wei Feng malah lari terbirit-birit seperti dikejar hantu.
"Kak Wei, dengar dulu apa kataku!"
__ADS_1
"Pe-peduli setan! Naga itu akan membunuhmu, Chen! Cepat lari atau tidak ada hari esok lagi untukmu!" Teriaknya, dia melirik sedikit ke belakang mendapati Ye Long mengejarnya, membuat bumi bergetar oleh hentakan kaki yang keras.
Sayap hitamnya terkepak lebar dan terbang tinggi menyusul Wei Feng.
Wei Feng menjerit saat kedua pundaknya dicengkeram oleh kaki Ye Long, naga itu membawanya terbang ke tempat Xin Chen berdiri, anak itu menepuk jidatnya tak habis pikir.
Permasalahan ini akan semakin panjang jika dia tak menjelaskannya segera pada Wei Feng.
"Kak Wei, perkenalkan dia Ye Long. Dan Ye Long, dia Wei Fei. Tenang saja dia tidak akan menggigitmu," ujar Xin Chen mengelus kepala naga itu. Wei Feng menyeru sebal. "Seharusnya kau katakan itu padaku, Iblis Kecil! Lagipula apa-apaan binatang itu? Dia seekor naga?!" Jari telunjuknya menunjuk Ye Long gemetaran.
"Tenang dulu, bagaimana aku bisa menjelaskan kalau kau sepanik itu?"
Baru kali ini Wei Feng bertemu dengan naga asli, dia hanya tahu mitos tentang mereka lewat buku-buku, tidak lebih. Tidak ada yang lebih mengejutkan lagi saat tahu Xin Chen sudah lebih dulu mengenal naga ini, Wei Feng curiga naga yang diberi nama Ye Long ini adalah peliharaannya.
Usai menarik napas panjang Xin Chen mulai berbicara, "Aku menemukannya kemarin saat di hutan siluman. Dan sebenarnya.."
"Dia yang membuat tubuhku terbakar juga, bukan? Aku sudah bisa menebaknya, Chen. Apa yang sedang kau pikirkan? Naga itu jelas-jelas tak bersahabat dengan manusia."
"Bukan begitu, Kak Wei. Tapi saat itu kau dirasuki roh dan dia mencoba menyerang roh, itu bukan dirimu. Kau tahu sendiri binatang seperti mereka memiliki insting untuk mempertahankan diri. Dia takkan menyerangmu kalau kau duduk diam seperti ini."
"Kau lihat dulu dirimu sendiri, Tuan Wei yang terhormat. Kau pikir Kukang kecil itu takkan menggigitmu?"
"Kukang? Menggigit?" Wei Feng mencari-cari, sewaktu melihat pundaknya Wei Feng dibuat gempar oleh muka seekor Kukang, dia hinggap di bahunya sejak bangun tidur tadi tanpa di sadari.
"Kau lagi... Kau lagi! Argh! Awas kalau kau menggigitku, kubakar kau di api pemanggangan!"
"Jadi kau mau merahasiakan tentang Ye Long atau tidak? Dia tak berbahaya seperti yang kau pikirkan." Xin Chen membujuk sekali lagi, berharap Wei Feng mau menuruti permintaannya yang ini.
Jika saja penduduk Desa mengetahui tentang keberadaan Naga Hitam bernama Ye Long ini di pemukiman mereka, mungkin saja situasi akan berubah buruk.
Karena selama ini tak pernah terlihat naga berkeliaran di dunia manusia. Mereka tinggal di tempat terpisah yang sangat tersembunyi. Sama halnya seperti para Siluman Penguasa Bumi yang mengasingkan diri hingga sulit dijangkau oleh manusia.
__ADS_1
"Baiklah, baiklah. Anggap saja rasa terimakasih setelah kau membayar hutangku tadi. Tapi ingat!" Wei Feng menunda pembicaraannya sebentar, menatap tajam ke arah Xin Chen.
"Ingat apa?"
"Yang kau bayar tadi bukan hutangku!"
Wei Feng berlalu begitu saja, Xin Chen tertawa kecil. Merasa lega setidaknya keberadaan Ye Long masih bisa dirahasiakan. Entah ini akan bertahan lama atau tidak, dan bagaimana nasib Ye Long ke depannya dia juga tak tahu.
Seperti kata Rubah Petir semalam, memelihara Naga bukanlah hal umum. Mereka termasuk binatang yang sangat-sangat langka. Termasuk legenda dan dikenal sangat kuat sepanjang sejarah.
Xin Chen begitu teringat dengan kejadian dua tahun yang lalu, saat perlambangan sosok Pejuang yaitu siluman kucing dengan sinar bola mata biru harus mati dalam pertarungan. Dia diperebutkan oleh para manusia yang tergila-gila akan kekuatan.
Sejak terdengar kabar bahwa permata di tubuh kucing itu memiliki khasiat hebat. Dan kabar tersebut meluas bagaikan api yang menjalar. Terdengar hingga di telinga para pembunuh bayaran dan pendekar aliran hitam.
Malam berdarah terjadi begitu saja, pertempuran hebat tak dapat terelakkan saat itu. Di usia yang masih sangat kecil Xin Chen dapat melihat bagaimana darah mencuat tinggi saat kepala siluman kucing yang sudah terkenal akan jasanya terpotong, ketika siluman itu berusaha melindungi beberapa penjaga Istana Kaisar.
Ketika itu Xin Chen berada persis di dekatnya dan tak bisa melakukan apa-apa selain melihat ketakutan. Dia hanya bisa menunggu orang lain menyelamatkan, meski tahu kucing besar itu meronta kesakitan. Hanya saja Xin Chen tak memiliki kekuatan untuk menghadapi para pendekar jahat yang mengerubunginya.
Malam itu sebenarnya Xin Chen sedang berkunjung ke kediaman Kaisar Qin bersama ibunya dan Xin Zhan, sedang Ayahnya pun pergi ke kota seberang untuk perjalanan misi.
Xin Chen menyesali dirinya sendiri, andai hari itu dia bisa melakukan sesuatu tentu hari pemakaman si kucing bermata biru itu takkan pernah terjadi. Hari di mana seluruh Pejuang dari Kekaisaran Shang berkumpul untuk pertama kalinya dan memberikan penghormatan terakhir.
Penyesalan itu disingkirkannya sementara, Xin Chen menatapi Ye Long dalam diam. Tentu dia tak ingin naga ini juga bernasib sama seperti Pimpinan Pejuang itu. Dia tak ingin mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya.
"Ye Long, aku berjanji takkan membiarkanmu dibunuh."
***
sekali lg author bnr2 minta maaf klo PPI 2 gk sesuai ekspektasi, bbrp pembaca mengeluh krn hal itu dan jujur aku jg sedih, gk bisa berbuat apa lg selain memperbagus ceritanya biar pembaca gk bosan😥 btw makasih tetap membaca sampe chapter ini, aku bnr2 senang klo kalian suka dgn cerita Xin Chen:D
saran dan kritik kalian author terima utk membenahi diri, bbrp menjadi catatan agar aku bisa mengoreksi kesalahan2 lainnya
__ADS_1
Tapi kalau msih ttp gk sesuai keinginan, itu brrti aku msi harus belajar bnyk, dan ya aku sbg author ttp bekerja keras buat bahagiain readersnya dan terakhir dukungan kalian semua kutrima dengan senang hati🤗
makasih udh ttp membaca♡♡🐣