Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 115 - Kedalaman Laut


__ADS_3

Xin Chen menjadi panik, Raja Belut Listrik tiba-tiba saja menyerangnya padahal tidak terpikirkan sama sekali siluman itu akan menyerang karena merasa pertarungan telah berakhir. Sejak tadi sama sekali tidak terasa lagi hawa bertarung dari siluman itu, dan juga dari caranya berbicara Xin Chen merasa tak ada lagi niat untuk membunuhnya.


Namun seperti biasa, semua berjalan di luar kendali Xin Chen. Tubuhnya terhempas jauh dan kehilangan pijakan sementara itu jeritan kelelawar terdengar nyaring merobek gendang telinga.


Puluhan kelelawar api beterbangan lurus ke arahnya dan menarik baju Xin Chen dengan kaki mereka, membuatnya tidak jatuh secara langsung ke sungai namun tetap menyeretnya ke sana. Xin Chen tak mengerti dengan apa yang terjadi dan tujuan Raja Belut Listrik melakukan ini semua. Melihat dirinya sekarang dikepung dalam kandang musuh dan tidak ada satupun tempat paling aman Xin Chen hanya bisa pasrah.


Cakar-cakar milik Kelelawar api terasa seperti merobek kulitnya, Xin Chen memprotes dengan nada kesal.


"Hei, hei. Kalian sepertinya memang berniat menyiksaku, ya?" Kakinya berkali-kali menendang udara, dia sama sekali tak bisa melepaskan diri dari para kelelawar ini dan di atas sana Raja Belut Listrik sudah kembali turun dengan melingkari bebatuan untuk mengikutinya.


"Habis sudah..." Sungai Belut Listrik sudah tak berapa jauh lagi darinya, hanya tinggal menunggu para kelelawar ini melepaskan dirinya maka Xin Chen langsung tercebur ke sana. Meskipun hanya dilihat sekilas binatang saja pasti tahu, aliran listrik yang muncul di atas permukaan sungai itu berbahaya. Bahkan setelah melihat kekuatan para kelelawar api di tempat ini, Xin Chen bisa memperhitungkan seberapa besar kekuatan satu Belut Listrik saja.


Apalagi para belut itu hidup langsung di air yang setahu Xin Chen, energi alam mengalir sangat deras di dalamnya. Di Kekaisaran Shang sendiri air terjun sering digunakan untuk melatih ketahanan tubuh. Bahkan di beberapa tempat ditemukannya air terjun dengan energi alam yang besar telah dibangun sebagai tempat latihan bela diri. Dan dari sini Xin Chen tahu betul, melukai satu belut atau kelelawar di tempat ini sama saja seperti menggores logam dengan pedang tumpul. Sama sekali tidak berpengaruh. Kecuali jika dia hanya ingin cari mati.


Saat kakinya hanya beberapa meter lagi dari sungai, sesuatu meloncat dengan sangat cepat membuat Xin Chen terkejut. Dia tak bisa melihat jelas mahkluk apa yang meloncat tadi dan menebak saja pasti itu Belut Listrik yang ukuran tubuhnya dua kali dari yang pernah dilihatnya. Walaupun hanya sebentar tapi Xin Chen bisa melihat Belut Listrik ini amat berbeda. Mereka memiliki warna agak kebiruan serta lebih terang seperti bersinar oleh cahaya.


'Jangan bilang umur mereka sudah mencapai seratus tahun?' batinnya dalam hati, sepengetahuannya wujud perubahan seperti itu hanya akan dimiliki seiring bertambahnya umur siluman. Dia berusaha melihat para kelelawar di atasnya, mereka memiliki corak kemerahan.

__ADS_1


'Pantas saja kulit mereka setebal itu... Kalau hanya satu saja masih bisa ku lawan, tapi jumlah mereka...' Xin Chen rasanya ingin menangisi nasibnya. Tak lama lagi dia akan menjadi umpan untuk para Belut Listrik.


Namun hal yang dibayangkannya itu tak kunjung terjadi, Xin Chen kembali membuka matanya dan menyadari para kelelawar ini membawanya ke tempat yang kering. Dia diturunkan di seberang sungai di mana Raja Belut Listrik sudah menunggunya.


"Hah... Seharusnya saat pertarungan tadi kau tidak usah serius membunuhku." Mendadak Raja Belut Listrik mengeluh, kemudian dia kembali berkata. "Sebenarnya pertarungan tadi hanya tes apa kau pantas untuk menerima kekuatan petir murni atau tidak."


"Ah... Begitu ya, kau tidak memberitahu. Lagipula mana bisa aku membiarkan diriku terkena bola petir sebesar itu."


"Cih, kau malah nekad memegangnya dan mendorongnya masuk ke mulutku. Aku penasaran apa semua manusia di luar sana segila dirimu atau hanya kau saja yang demikian bodohnya."


Selagi Xin Chen disibukkan dengan pemikirannya sendiri Raja Belut Listrik bersuara, seperti memberi pertanda pada para Belut Listrik di dalam sungai. Lalu kembali menghadap Xin Chen.


"Sebagai tes kedua, kau harus menangkap setidaknya dua puluh Belut Listrik dari sungai ini dan membawa mereka keluar. Sederhana saja."


Xin Chen menyipitkan mata curiga, tentu tidak akan semudah itu melihat pertarungannya dengan Raja Belut Listrik saja dia sudah mati-matian melawan. "Menangkap dua puluh?" Dia membalikkan badan untuk bisa melihat sungai di mana para Belut Listrik bersarang. Mulutnya langsung mengumpat, "Nah, kan! Para Belut Listrik ini menghilang. Sudah kutebak."


"Tidak, mereka tidak menghilang. Kau hanya perlu menyelam ke dalam sungai itu untuk bisa menangkap mereka."

__ADS_1


"Menyelam? Bukannya itu hanya sungai? Kelihatannya dangkal..." Xin Chen mendekati sungai tersebut, hanya perkiraannya saja. Karena memang biasanya sungai seperti ini hanya memiliki kedalaman sedikit. Untuk memastikan dugaannya Xin Chen mengambil sebuah batu yang seukuran tangannya dan melemparkan ke dalam air. Satu detik, hingga detik ke sepuluh tidak terdengar suara batu itu menabrak dasar sungai.


Xin Chen yakin dia bisa mendengar jelas suara tersebut tapi tak kunjung mendengar bunyi selain suara arus air, tiga puluh detik terlewatkan dan sama sekali tak tahu seberapa dalam sungai tersebut, akhirnya Xin Chen memutuskan untuk menceburkan wajahnya ke dalam sana.


Akan tetapi saat dia hendak melihat isi di dalam sungai itu salah satu belut listrik melompat dan menampar wajahnya dengan ekornya yang agak tajam, Xin Chen mundur sembari memegang pipinya kesal.


"Yang benar saja... Aku tidak tahu seberapa dalamnya sungai itu dan kau mengatakan aku harus mengumpulkan dua puluh?"


"Ya, bukannya mudah? Kau bahkan sudah membuatku hampir celaka. Menangkap mereka bukan hal yang sulit lagi. Dan juga jika kau berhasil mengumpulkannya kau boleh menggunakan mereka untuk meningkatkan tenaga dalammu."


Xin Chen melihat Raja Belut Listrik dan sungai itu secara bergantian, merasa ada yang salah dengan sarang Belut Listrik itu.


Raja Belut Listrik menyadari sikap Xin Chen dan akhirnya menjelaskan, "Sungai yang kau lihat itu tak sepenuhnya seperti sungai biasa. Di belakang gunung tempat kami tinggal ini, apa kau melihat laut lepas? Sungai yang kau lihat ini tersambung dengan laut tersebut. Itu artinya kau harus menyelam ke kedalaman laut untuk mengumpulkan dua puluh Belut listrik yang ku maksud. Paham?"


Xin Chen membuka mulutnya lebar-lebar, nyaris mengumpat.


"Haaaahh?"

__ADS_1


__ADS_2