Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 183 - Hilangnya Iblis Kecil


__ADS_3

Permintaan itu membuat Ratu Iblis terkejut sepersekian detik, hingga akhirnya dia tersenyum meremehkan.


"Kau berniat mengakaliku? Agar bisa lepas hidup-hidup dari tanganku? Hahahaha trik busukmu itu sudah banyak kutemukan dari manusia-manusia yang pernah kuhadapi!"


Lalu dia melanjutkan lagi, "Jadi jangan pernah berharap kau akan selamat di tanganku. begitu juga dengan para manusia di dunia ini. Tidak ada tempat bagi mereka untukku. Neraka lah yang paling pantas untuk menghukum kebusukan hati kalian!"


"Terserah, jika kau bersedia melakukannya untukku. Lakukan saja, aku tak pernah keberatan."


Rubah Petir yang hanya dapat mengawasi dari kejauhan tak kuasa menahan kekesalannya, semudah itu Xin Chen menyerahkan kepalanya untuk dipenggal. Tak habis pikir dirinya, mau dari segi mana pun Xin Chen tetap saja bisa mati jika lawannya Ratu Iblis. Dan yang sekarang di lihatnya adalah Ratu Iblis yang siap menghabisi nyawa anak itu dan dirinya sendiri yang berusaha mendekat.


Ratu Iblis menyadari keberadaan Rubah Petir dan menghempasnya dengan kekuatan angin, membuat rubah itu terpental sangat jauh.


Xin Fai membuka kedua matanya, melihat jari-jemari Ratu Iblis yang dipenuhi kuku tajam sedang menembus leher anaknya. Membunuh anak itu dari luar dan dalam, tatapan mata Xin Chen kian kelabu. Hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi di sana.


"CHEN!!" Suaranya keluar begitu keras, kali ini dia tidak melihat anaknya itu sedang melakukan siasat seperti yang sudah-sudah, dan itu semua terjadi di luar kendalinya. Xin Chen benar-benar mengorbankan dirinya untuk dibunuh tanpa tanda-tanda akan melawan.


Xin Fai mencoba berdiri dan dia memuntahkan darah sangat banyak, tak peduli lagi dengan pertarungan alam bawah sadarnya lagi yang penting baginya adalah anaknya Xin Chen. Dia takkan punya muka lagi untuk menemui Ren Yuan jika benar adanya anak itu mati di tengah-tengah pertempuran. Terlebih ke semua penduduk Kekaisaran Shang dan rekan-rekannya. Xin Fai mengumpat murka.


"Sial!" Dilihat anaknya sudah telungkup tak bernyawa, tak ada lagi kehidupan di sana. Mata laki-laki itu mulai meredup, dia merasakan hampa saat kakinya bahkan tak sanggup mengejar Xin Chen yang sedang sekarat dan dibunuh tepat di hadapannya.


Tak memedulikan lagi kehancuran apa yang akan ditimbulkannya jika mengamuk sekarang, Xin Fai mengeluarkan seluruh kekuatan terakhirnya. Untuk menumpas Ratu Iblis yang telah membunuh anak keduanya. Xin Fai bersumpah dalam hati dia takkan meninggalkan Ratu Iblis itu sepenggal napas pun. Kemarahannya itu memakan segala pikirannya.


Baru kali ini para pendekar dari Lembah Kabut Putih melihat kekuatan terbesar yang mengamuk dari tubuh Xin Fai. Kekuatannya yang bahkan dapat sebanding dengan Siluman Penguasa Bumi itu membuncah. Menarik perhatian semua orang untuk menyaksikan dahsyatnya kekuatan tersebut.

__ADS_1


"Hentikan itu!"


Ren Yuan menghentikannya, dia muncul di saat-saat suaminya kehilangan kesabaran. Bertahun-tahun sudah laki-laki itu bersikap tenang dan sabar, untuk dicontohkan ke orang lain bahwa ketenangan akan membawa kemenangan. Tapi hal yang tak bisa diterimanya, kematian Xin Chen karena salahnya yang tak becus menjaga putranya itu membuat hati Xin Fai terluka dalam.


Dan sekarang dirinya sama sekali tak bisa menghadapi Ren Yuan yang menutup mulutnya saat melihat tubuh anaknya terkapar di bawah kaki Ratu Iblis. Matanya yang kosong sudah menjelaskan, bahwa Xin Chen sudah kehilangan nyawanya.


"Ti ... Tidak mungkin, dia sudah berjanji padaku. Dia akan pulang ke rumah, Chen'er ... Anakku, dia ..." Tangisnya terdengar pilu, hancur hatinya melihat Xin Chen saat itu. Hingga kakinya bergetar tak sanggup berdiri.


"Yuan'er, maafkan aku, maafkan aku ...."


Ren Yuan tak merespon, dia masih memeluk Xin Fai agar tak bertarung dengan emosinya. Itu hanya membawa kekalahan telak baginya. Sementara itu dirinya telah kalah dari Naga Kegelapan, siluman itu berhasil menerobos dinding kesadarannya dan mematahkan Mantra Api. Membebaskan dirinya dan terbang di langit.


Ren Yuan jatuh berlutut, dia menghadap pada Xin Chen. Tak dapat merasakan apa-apa dari wujud roh yang sudah sisa setengah itu. Hanya butuh waktu beberapa saat hingga dia menghilang bersama udara perang berbau amis darah.


Tapi semakin jelas dia melihat maka jelas sudah Xin Chen hanya tinggal nama.


"Adik bodoh! Bisa-bisanya kau-!" Xin Zhan meradang, dia mengepalkan tangan di kedua sisi tubuhnya. Napas naik turun, melihat Ren Yuan sampai menangis semakin memperkuat bahwa Xin Chen benar-benar tiada.


"Kau berjanji akan pulang dengan ayah Chen! Jangan sekali-kali kau membelakangi janjimu itu! Atau kalau kita bertemu di akhirat kupastikan akan mengejarmu di sana!"


"Zhan'er, sudahi itu. Tenanglah ...." Xin Fai berusaha menenangkannya tapi itu justru membangkitkan kemarahan pada putra pertamanya yang terkenal tenang itu.


"Bagaimana caranya aku tenang kalau adik yang sudah ku jaga susah payah itu, dari kecil lagi. Bahkan serangga saja ku jauhkan darinya! Hari ini dia sudah tak bernyawa oleh wanita keparat itu-"

__ADS_1


"Xin Zhan!"


Tak beda terlukanya, Xin Fai menegurnya dua kali. Membuat mulut Xin Zhan membisu beribu kata, dia lepas kendali dan baru menyadarinya sekarang. Jauh di dalam lubuk hatinya, Xin Zhan ingin selalu menjadi kakak yang dibanggakan oleh Xin Chen. Dan juga diakui oleh ayahnya. Maka dengan alasan itu dia bersusah payah melatih diri, tanpa tidur dan melupakan kesenangan masa kecilnya. Hanya untuk bisa melindungi keluarganya suatu saat nanti.


Ratu Iblis tersenyum muak, "Kalian merasakan apa yang pernah kurasakan bukan? Bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kalian cintai? Benci? Dendam? Tak berdaya?"


"Aku benar-benar ingin membunuhmu ...." Ren Yuan telah menghentikan tangisnya, tatapannya berubah dingin. Xin Fai menghalanginya. "Jangan, biar aku saja."


"Ini demi anak kita-"


"Dengarkan aku." Xin Fai memegang kedua pundaknya, "Anak itu. Bahkan sekali pun langit yang membunuhnya dia-"


"Aku akan mencari segala cara untuk merangkak kembali ke bumi."


***


note:


wah wah ngeri juga nih anak, klo author ada utang sama dia sampe mati juga bakal di kejar-kejar nih wkkwwkk🙇‍♀️


oiya ada yg nanya buku yg author ceritain itu terbitnya di platform mana? enggak di platform terbitnya, tpi terbit yg dimaksud itu terbit versi cetak/buku asli yg bisa dipeluk( ◜‿◝ )♡


jadi makanya bagi yang mau ikutan, skuy nabung. nnti klo udh open po Thor kabarin lagi yaa🤍

__ADS_1


segitu dulu, see u!


__ADS_2