
Dalam penjelasan Rubah Petir, Xin Chen juga baru tahu banyak hal yang tidak diketahuinya selama ini. Dahulu dikatakan bahwa bahkan setelah Roh Elemen mewariskan kekuatan mereka pada Siluman Penguasa Bumi tetap terjadi pertarungan hebat antara siluman tersebut. Dari kesepuluh dari mereka, terdapat satu kekuatan yang bangkit dengan cara tak biasa yaitu Elemen Kegelapan dan diwujudkan dalam bentuk Siluman Kegelapan.
Bahkan dalam kehidupannya sendiri Rubah Petir mengaku tak pernah menjumpai siluman tersebut hingga akhirnya dia menyadari bahwa satu per satu energi dari elemen Siluman Penguasa Bumi menghilang dan dibunuh oleh Siluman Kegelapan. Jika benar dugaannya paling tidak kini hanya tersisa 5 sampai 6 Siluman Penguasa Bumi yang masih bertahan hidup.
"Siluman Kegelapan sepertinya hanya menginginkan kekuatan dan para manusia licik tergila-gila akan kekuasaan. Menurutmu jika mereka bekerja sama apa yang akan terjadi dengan dunia ini?"
"Melawan Siluman Kegelapan dan manusia seperti itu? Aku hampir tak percaya..., Kau mengatakan aku harus melawan kekuatan yang sudah mengambil kekuatan 5 Roh Elemen dan membunuh 5 Siluman Penguasa Bumi sedangkan melawanmu saja aku sudah sesak napas.."
Xin Chen hanya bisa meratapi dirinya sendiri. Dia tak tahu mengapa pundaknya menjadi sangat berat saat tahu kebenaran yang disimpan Rubah Petir selama ini. Awalnya dia pikir menyelamatkan Pusaka Langit yang diciptakan Han Zilong adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Sayangnya sekarang semua terasa berbeda, Pusaka Langit itu hanya secuil masalah yang harus diselesaikannya sebelum masalah yang dikatakan Rubah Petir tiba.
Secara tak sadar Xin Chen menyandarkan punggungnya di batang pohon, "Kau baru mengatakannya sekarang, Guru Rubah?"
"Jika aku mengatakannya di awal kau akan langsung mundur."
Tawa masam terdengar dari mulutnya, Xin Chen menggeleng tak habis pikir. Kalau pun dia memberi tahu Ayahnya pasti hanya akan menambahkan tekanan yang sama, sedangkan Ayahnya itu memiliki jauh lebih banyak masalah yang harus dia selesaikan dibandingkan Xin Chen sendiri.
Xin Chen memang sempat terpuruk mengetahui kebenaran ini, meskipun kekacauan di Kekaisaran Shang sudah nyata terlihat sekarang tapi kenyataan bahwa Siluman Kegelapan telah menghabisi lima sekaligus Siluman Penguasa Bumi membuatnya hampir tak percaya dengan apa yang dihadapinya saat ini.
"Jika orang-orang mengatakan kami memiliki kekuatan yang setara dengan Dewa maka Siluman Kegelapan itu adalah Dewanya para siluman. Kau paham maksudku, bukan?"
"Siluman terkuat pertama Naga Es, lalu bagaimana dengan Siluman Kegelapan?"
"Dia tidak terhitung sebagai bagian dari Sepuluh Siluman Penguasa Bumi. Roh Elemen sempat memilihnya tapi karena kekuatannya terlalu kuat dan dia lebih suka menggunakan kekuatannya untuk kehancuran. Maka Siluman Kegelapan tak diakui sebagai Sepuluh Siluman Penguasa Bumi."
"Sekarang aku mengerti, lalu kau memiliki solusi atas permasalahan ini?"
__ADS_1
"Jika jurus dari lembaran Kitab Terlarang sudah dipelajari, maka satu-satunya cara adalah menghentikan Siluman Kegelapan saat dia menyerang dan membunuhnya dengan tanganmu sendiri."
"Aku merasa seperti tak memiliki tulang lagi..." Tubuh Xin Chen lemas, membayangkan dirinya berhadapan dengan kekuatan kegelapan dan bersiap dibunuh. Walaupun dirinya tak bisa mati atau dalam artian lain abadi, namun bisa saja keabadian itu memiliki syarat.
Bisa saja segel kekuatan Pil Dewa Matahari berhasil dipatahkan dengan suatu cara. Perihal Pil Dewa Matahari pun belum sempat ditelurusinya karena terlalu sibuk dengan Pusaka Langit.
"Tapi... Tunggu..." Xin Chen teringat hari di mana dia dan Xin Zhan bertemu dengan sosok yang datang bersama naga yang menyerangnya di Lembah Kabut Putih. "Naga yang hari itu menyerangku, apa dia memiliki hubungan dengan Siluman Kegelapan?"
"Kemungkinan besar ya, hari itu bersamaan dengan hari di mana aku keluar dari Hutan Kabut dan merasakan kekuatan yang tidak biasa. Kau mengetahui siapa yang menyerangmu hari itu?" Rubah Petir tentu tahu benar hal ini sejak awal, bahkan jauh hari sebelum Naga yang dimaksud Xin Chen menyerang dia sudah mengendus hawa keberadaan yang begitu kuat di sekitar Lembah Kabut Putih.
Hal itu tentu memberi efek tersendiri pada para siluman di Hutan Kabut, rasa ancaman terhadap aura penguasa Siluman Kegelapan membuat mereka waspada. Rubah Petir sendiri jarang menggunakan kekuatannya untuk mengintimidasi sesama siluman, kekuatan seperti itu biasanya digunakan untuk menundukkan sesamanya.
Hanya saja Siluman Kegelapan jelas-jelas ingin menghancurkan Sepuluh Siluman Penguasa Bumi. Dengan menghilangnya satu per satu hawa keberadaan dari kekuatan elemen yang diberikan Roh Elemen, tentu saja hal itu disebabkan oleh mahkluk tersebut. Dia hidup untuk merebut semua kekuatan dan hanya berpikir untuk menguasai.
"Aku tidak ingat... Lagipula walau pun aku melihatnya dia sama sekali tak bisa dikenali. Kekuatannya sudah tidak bisa dikatakan seperti manusia lagi, dia justru lebih mirip dengan monster."
Rubah Petir menggeleng pelan, memikirkannya saja sudah membuat dia sakit kepala. Maka dari itu sedari awal Rubah Petir agak enggan membahas permasalahan ini. Karena tahu masalah yang mereka bahas ini cukup berat bahkan hingga saat ini Rubah Petir tak yakin dia memiliki solusi yang tepat untuk mengatasinya.
"Begitu, ya..."
"Kau tidak takut dengan ini semua?" Tanya Rubah Petir cukup penasaran, melihat Xin Chen masih berpikir serius dan tak terlihat raut wajah takut di sana.
"Kalau aku takut, semua orang takut dan kau juga takut lalu siapa yang akan melawan Siluman Kegelapan itu?" Xin Chen melempar balik pertanyaan, Rubah Petir terdiam lalu tersenyum. "Seperti biasa, hal seperti ini takkan mempan membuatmu jatuh."
"Yahh aku hanya perlu menjadi kuat dan semakin kuat, aku perlu mengumpulkan senjata dan mencari di mana Siluman Kegelapan itu berada."
Rubah Petir memotong, "Dan jangan lupa, dalam hal ini kemungkinan musuh terbesarmu bukan hanya Siluman Kegelapan. Tetapi mungkin manusia yang akan menjadi salah satu manusia terkuat."
__ADS_1
"H-hah?" Xin Chen refleks memunculkan wajah terkejut, "Tunggu, kau katakan apa tadi? Manusia terkuat katamu?"
Rubah Petir sedikit menyesal mengapa dia harus memberitahu hal ini di awal-awal. Bukannya ingin membuat Xin Chen terpuruk melihat lawan yang akan dihadapinya ke depan sangat kuat. Tetapi agar dia bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin hingga hari itu tiba.
"Kau sudah tahu bukan Naga Es telah mati dibunuh Ayahmu?"
"Yang itu aku tahu."
"Menurutmu jika Siluman Kegelapan mengambil kekuatan spesial dari Naga Es, apa yang tersisa dari mayat siluman itu?"
Xin Chen merapatkan kedua alisnya bingung, dia mencoba sedikit menelaah maksud Rubah Petir. "Kekuatan spesial Naga Es apa?"
"Menghentikan, mempercepat dan memutar balik waktu."
Xin Chen terkesan mendengarnya, tapi di sisi lain dia masih harus menjawab pertanyaan Rubah Petir. "Yang tersisa... Mayatnya?"
"Kau tidak pernah menyadari alasan mengapa Gu Long dari Bukit Tawon Emas membunuh para siluman?"
"Demi permata siluman?"
"Ya, semakin kuat permata siluman maka kekuatan dan manfaatnya semakin gila juga. Apalagi yang setara dengan Siluman Penguasa Bumi terkuat..."
"Lalu apa kelebihan permata milik Naga Es?"
Rubah Petir menghembuskan napas berat.
***
__ADS_1