Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 148 - Fu Yu


__ADS_3

Saat mengamati lebih lama lagi, muncullah seseorang di balik daun-daun liar tersebut. Fu Yu berjalan mendekatinya dan menoleh ke seluruh arah, takut-takut jika Su Zhen menciduknya keluar malam-malam seperti ini. Hanya beberapa meter lagi dari Xin Chen gadis itu berhenti kemudian menundukkan kepalanya.


"Maaf mengganggu Tuan Muda sebelumnya, saya Fu Yu dari sekte Bunga. Senang bertemu dengan anda."


"Ah, iya. Senang bertemu denganmu juga. Omong-omong sedang apa kau di sini, malam-malam juga? Kau tidak melakukan semacam ritual memanggil setan, bukan?"


"Te-tentu saja tidak!" Fu Yu setengah berteriak kemudian tersadar, dia berdehem kecil merasa tak sopan. "Aku merasa berutang budi karena kau sudah menyelamatkanku dua kali, ma-maka dari itu, terimalah obat-obatan ini." Gadis itu membungkukkan badannya dengan kedua tangan menyodorkan sebuah bungkusan yang berisikan obat-obatan yang dimasukkan dalam botol kaca.


Xin Chen tidak segera menerimanya, untuk sementara dirinya terdiam. Hal itu membuat Fu Yu menarik kembali barang pemberiannya dengan wajah tak enak.


"Maaf jika ini terlalu tiba-tiba... Tapi ku dengar Tuan Muda akan meninggalkan tempat ini besok, jadi kurasa cuma ini kesempatanku untuk membalas kebaikan anda."


"Aku tidak bermaksud, hanya saja aku sedang berpikir mengapa kau sampai bersembunyi di dalam hutan?"


"Itu supaya Guru Besar Su tidak melihatku, jika dia tahu maka dia akan marah besar mengingat murid-murid dari sekte kami memiliki peraturan sendiri di mana di atas jam sembilan malam tidak boleh ada satupun yang keluar dari kamarnya."


Xin Chen mengangguk dua kali, "Dalam artian lain jika kau ketahuan maka kau akan dihukum berat?"


"Ya, seperti hukuman cambuk."


Mendengar saja dirinya sudah merinding, peraturan ketat itu sangat tidak wajar mengingat selama ini biasanya hukuman yang digunakan untuk pelanggaran seperti itu hanya diceramahi sampai pusing atau yang paling parahnya dikurung tiga hari.


Alasan Fu Yu ini membuat Xin Chen agak tak tega menolak hadiahnya, dia menerima sambil tersenyum. Karena penasaran Xin Chen membuka isi dari bungkusan tersebut hingga terlihat sebuah cairan herbal berwarna hijau di dalamnya, saat dia membuka tutup botol tersebut aroma tanaman obat terasa kuat. Tampaknya terbuat dari bahan-bahan mahal yang hanya bisa ditemukan di Kekaisaran lain.


"Kau sampai seniat ini, tapi terimakasih. Aku sangat menghargainya."

__ADS_1


Fu Yu mengangguk, "Obat itu biasa klan kami gunakan untuk mengobati bagian-bagian tulang yang patah atau retak, obat ini sangat manjur di Kekaisaran kami. Jika Tuan Muda tak percaya, bisa mencobanya sekarang. Terlebih lagi beberapa bagian tulang muda banyak yang rusak, kemungkinan itu terjadi dalam pertarungan satu bulan belakangan."


Mengetahui hal sedetil itu cukup membuatnya tercengang, tampaknya Fu Yu dan murid dari sekte Bunga bukanlah orang sembarangan. Mereka memang dikhususkan dalam hal penyembuhan, hingga mengetahui kondisi tubuh seseorang bahkan tanpa harus memeriksanya.


Benar kata Fu Yu, akhir-akhir ini terlalu banyak terjadi pertarungan tak terduga dan dirinya hanya mengobati luka bagian luar saja, mungkin untuk menghormati gadis itu Xin Chen memutuskan untuk meminum obat tersebut. Lagipula dia tak mencium aroma racun di dalamnya.


Benar saja, tidak terjadi hal buruk saat dia menenggaknya. Cairan itu memperbaiki kerusakan dan luka dalam tubuhnya. Usai berterimakasih Xin Chen menyuruh Fu Yu kembali ke asramanya, takut jika Su Zhen menangkap dirinya.


Entah mengapa Xin Chen ingin sekali membantah dugaannya terhadap sekte Bunga setelah melihat kebaikan hati Fu Yu. Terkecuali untuk sifat Su Zhen yang sangat menyebalkan di matanya.


*


Pagi berikutnya Xin Chen dan Rubah Petir telah bersiap-siap meninggalkan sekte Kuil Teratai, kali ini Li Yong dengan senang hati mengantarkan kepergian mereka meskipun dia sendiri juga sibuk mengurusi acara pertukaran murid. Huang Kun menggantikan tugasnya untuk sementara, terlebih lagi ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan dan kehadiran mereka amat diperlukan.


Melewati asrama tempat para murid-murid tinggal, sekelebat Xin Chen mendengar suara dari para gadis, satu-satunya sekte yang mengantarkan para gadis dalam pertukaran murid ini. Sewaktu melihat lebih jelas , lagi-lagi dirinya tak mendapati Fu Yu di sana. Entah mengapa gadis itu selalu mengasingkan diri dari temannya.


"Maksudmu Yu'er? Aaih, tidak usah kau pikirkan dia.. dia itu murid kesayangan Tetua Jiang, asal-usulnya saja tidak jelas dan dia dimasukkan ke sekte hanya karena kemampuannya meracik obat sedikit lebih bagus dari kita."


Yang lainnya menimpali, "Kudengar klannya di bantai habis saat dirinya berumur 8 tahun, ayahnya dituduh sebagai pengkhianat dan ibunya sekarang bekerja di toko obat. Masa lalu yang kelam itu mungkin membuatnya jarang bicara dan pendiam."


Rubah Petir menyambar ubun-ubun kepalanya dengan tangan, jitakan keras mengenai kepalanya. "Fokus."


"Iya, iya. Cerewet sekali."


"Apa kau bilang?" Seperti biasa, Rubah Petir memasang wajah siap mengamuk.

__ADS_1


"Biasa."


"Biasa?"


"Ya, biasa."


Li Yong memotong pembicaraan mereka, dia muncul di depan mereka dengan wajah yang lebih cerah. Tampaknya sejak kemarin dirinya begitu banyak masalah, salah satunya perseteruan Xin Chen dan Su Zhen, membuat mukanya muram.


"Selamat pagi, Tuan Muda Xin kedua dan..."


Li Yong tidak terkejut lagi karena Huang Kun pernah mengatakan bahwa Xin Chen datang bersama siluman dan sosok misterius berjubah. Dia mencoba mengenali hawa di sekitar tubuh Rubah Petir, tidak ada satupun hawa manusia dari dirinya. Kecuali sebuah kekuatan dalam skala besar yang coba dipendamnya. Li Yong mengakui, dia sempat gentar saat mempelajari sosok di depannya ini.


Terlebih lagi Rubah Petir langsung melaluinya tanpa menyapa.


"Dia pasti bukanlah orang biasa.." ucap Li Yong yang masih tetap memandang Rubah Petir di depannya, begitu kagumnya dengan kharisma sosok tersebut. Di lain sisi dia tahu Xin Chen tak mau membocorkan informasi tentang sosok tersebut, ada beberapa hal yang tak mau diceritakannya.


Terlebih lagi Li Yong memiliki hubungan yang erat dengan ayahnya. Mungkin Xin Chen mengira dirinya akan segera memberitahukan ayahnya jika terjadi sesuatu terjadi terhadap Xin Chen.


Di belakangnya Ye Long menatap antusias ke halaman sekte, banyak murid yang sedang berlatih pedang. Sayangnya hari ini dia tak bisa bertengger lagi di pohon belakang sekte, tempat kesukaannya saat baru datang ke tempat ini.


Naga itu menolak ikut pergi dari sana semenjak pagi tadi, tapi karena Xin Chen memaksa pergi dan mengancam akan meninggalkannya akhirnya naga itu menurut juga.


Saat mengucapkan salam perpisahan, Ye Long mendesis kecil. Tampaknya dia memiliki sesuatu yang ingin diberikannya.


Li Yong mengerutkan kedua alisnya, "siluman ini seperti masih sangat muda. Butuh waktu ribuan tahun agar dia benar-benar menjadi siluman sesungguhnya dan memiliki kekuatan hebat. Kau yakin ingin merawatnya?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin merawatnya hingga dia menemukan rumahnya."


Ye Long berhasil mengeluarkan sebuah cawan berkilap yang semenjak tadi disembunyikannya di dalam mulut. Li Yong menunduk dan membersihkan cawan tersebut. Salah satu pusaka miliknya yang hilang sehabis pulang dari perjalanan misi.


__ADS_2