
Napas Xin Chen sedikit tertahan saat mendengar suara obrolan tak jauh dari tempatnya berdiri. Dia segera bersembunyi di balik pepohonan dan mengintip sedikit. Tampaknya dua orang penjaga tersebut sedang sibuk dengan topik pembahasan mereka sendiri hingga tak sadar dari kejauhan sana beberapa rekan mereka telah kembali.
Tak berapa lama Ketua Empat Unit Pengintai memanggil semua anggotanya untuk masuk ke dalam markas. Dia menoleh ke semua tempat sebentar dan saat arah matanya tertuju pada Xin Chen, Xin Chen segera menyembunyikan diri di balik batang pepohonan.
Beruntung pria itu tak menyadari keberadaannya, Xin Chen segera bergerak saat pintu gerbang mereka telah terkunci rapat. Dia mengeluarkan Topeng Hantu Darah dan menyusup ke dalam sana hingga di depannya kini terlihat puluhan bangunan berjejer rapi.
'Sepertinya orang-orang dari Empat Unit Pengintai bukan hanya sepuluh orang, melihat banyaknya tempat yang mereka disediakan...' batinnya memperkirakan. 'Mungkin sekitar tiga sampai empat puluh orang?'
Kini jika diingat-ingat lagi kelompok ini memiliki sebutan Empat Unit Pengintai, yang mana pastinya mereka terdiri atas empat unit yang berbeda-beda pula.
Empat Unit Pengintai sendiri adalah kelompok kelas atas yang bergerak di barisan paling depan dalam pertempuran. Nama mereka mulai disegani saat terdengar berita bahwa empat puluh orang ini mampu menghabisi dua puluh kapal perang di perairan. Taktik dan strategi perang mereka sangat hebat sehingga meskipun hanya beranggotakan sedikit mereka dapat membunuh lawannya dengan sangat mudah.
Setiap unit sendiri dibagi berdasarkan tingkat kekuatan masing-masing, unit paling terakhir dilambangkan dengan nama Serigala Es. Mereka adalah kelompok pemanah handal yang bertugas untuk menghancurkan musuh dalam jarak jauh. Unit ketiga yaitu Harimau Putih. Tingkat kekuatan mereka rata-rata berada di kisaran pendekar agung tahap 1 sampai dua. Dengan level kekuatan seperti ini mereka bertarung sangat agresif.
Dalam setiap unit sendiri mereka tidak hanya dibagi berdasarkan level kekuatan melainkan dari keinginan membunuh yang sangat kuat. Kelompok yang menyerang Xin Chen tadi adalah kelompok dari Harimau Putih.
Sementara di unit kedua yaitu Musang Api. Mereka lebih condong bertempur secara diam-diam. Dalam sekali menebas tiga kepala bisa melayang di tangan mereka. Kelompok ini sendiri tak beroperasi di Kekaisaran Shang. Mereka lebih memilih bertarung di laut lepas untuk mencuri harta-harta dari perompak.
Sedangkan unit paling kuat hingga saat ini tak ada yang mengetahui di mana lokasi mereka, yang pasti di setiap unit mereka hanya terdiri tak lebih dari 10 orang. Semakin kuat anggota unitnya semakin sedikit pula anggotanya.
Xin Chen agak terkejut saat menyadari di sini juga dilengkapi dengan pelayan dan penjaga, mereka sepertinya akan menjadikan Desa Shengyou sebagai tempat tinggal yang lama. Langkahnya berhenti menapak untuk sesaat, dia dapat melihat dua orang berjubah Lembah Para Dewa tengah digeret masuk ke dalam penjara bawah tanah.
Entah dua orang itu masih hidup atau tidak Xin Chen tak bisa memastikannya dari jauh, dia berusaha mendekati tiga anggota Empat Unit Pengintai dari belakang dan bergerak menuju tempat di mana dua orang tersebut ditahan.
__ADS_1
Tiga orang pengawas itu berhenti menunggu pemimpin mereka datang, suara derap langkah terdengar berat menapak di balik punggung Xin Chen.
Xin Chen berlari kecil dan berpindah ke pojok yang gelap agar bisa menyembunyikan diri sekaligus memulihkan kekuatan Topeng Hantu Darah untuk membuat tubuhnya tembus pandang.
"Cih, tampaknya orang dari Kekaisaran Qing sudah lebih dulu bergerak daripada kita." Dia mengeluarkan sebuah Baja Phoenix bercahaya kemerahan milik dua orang dari Lembah Para Dewa. Sebuah energi spiritual yang sangat kuat muncul saat dia menyalurkan kekuatannya. Membuat Baja Phoenix berkekuatan jahat itu bereaksi.
"Keberuntungan bagiku melihat orang-orang ini datang kemari untuk mencari Armor Dewa Perang juga. Hahaha!" tawanya puas, "Semua Pusaka Langit akan dimiliki oleh Empat Unit Pengintai. Kalian semua, jangan sampai ada yang menguasai Desa Shengyou selain kita. Dan jangan lupakan untuk terus menyebarkan berita tentang Armor Dewa Perang ini..." desisnya memasang ekspresi wajah yang sangat licik.
"Semakin banyak pendekar hebat datang ke sini, semakin banyak pula senjata hebat yang akan kita kumpulkan. Bunuh mereka yang kuat dengan tangan kalian semua. Dan cari tahu semua informasi rahasia dari mereka."
"Baik!"
Sesudahnya lelaki itu mendekati dua orang berjubah tersebut, dia berniat menggunakan kekuatan Baja Phoenix pada mereka untuk mengorek informasi.
Empat Unit Pengintai terlalu mengerikan dalam bertindak. Selain tak mengenal aturan mereka juga berani menentang siapapun yang ingin menghentikan mereka. Termasuk para jagoan dari Kekaisaran itu sendiri.
Namun pria itu segera berhenti saat mendengar kegaduhan terjadi di luar sana, dia mengalihkan edaran pandangan pada pintu bawah tanah dan mendapati salah satu penjaga sudah berlutut di depan sana.
"Ketua, di belakang gudang penyimpanan terjadi pertarungan sengit. Siluman ular Yi Wang berkelahi dengan seekor naga."
"Naga? Kau tidak sedang membual bukan? Kau tahu apa akibatnya jika menyampaikan berita bohong? Kepalamu akan kupenggal dengan tangan ku sendiri!"
"Ampun Ketua, saya sudah melihatnya lebih teliti dan benar itu adalah seekor Naga Hitam."
__ADS_1
"Naga Hitam...?" Sosok yang disebut Ketua itu menopang dagunya, "Apakah orang-orang Kekaisaran Qing tahu kita membunuh pion-pionnya? Cih," gerutu lelaki itu.
Di balik tiang Xin Chen hanya bisa menyimak obrolan mereka dan wajahnya berubah heran. Mengapa pimpinan Empat Unit Pengintai mengaitkan Naga Hitam dengan Kekaisaran Qing?
Xin Chen tak mau memikirkan hal itu terlebih dahulu, dia harus fokus dengan tujuan utamanya mengingat kini Ye Long sudah ketahuan. Takut Ye Long tertangkap sebelum bisa melarikan diri Xin Chen segera keluar dari persembunyiannya.
"Cepat tangkap Naga itu dan bawa dia padaku! Mangsa kita kali ini pastikan jangan sampai lepas! Panggil unit Musang Api untuk menangkapnya bersama Harimau Putih!"
"Baik!"
Lelaki itu keluar dari penjara bawah tanah dengan buru-buru, dia setengah berlari untuk mendekati lokasi di mana naga hitam ditemukan. Setelah agak jauh berlari perhatiannya teralih saat mendengar suara koin-koin berjatuhan di atas lantai batu.
Matanya menyipit saat melihat banyaknya koin emas berserak tak jauh darinya, lelaki itu menengok kanan kiri sebentar memastikan tidak ada yang melihatnya dan berjalan ke tempat tersebut.
"Uang sebanyak ini siapa yang membuangnya? Atau terjatuh saat dibawa pergi?" gumamnya kecil, dia membalik tiap sisi koin dan dapat memastikan benda itu asli. Setelah melirik kanan-kiri sekali lagi dia mengumpulkan koin-koin tersebut, tapi karena sebelah tangannya saja tak cukup untuk membawa koin tersebut dia terpaksa melepaskan sebentar Baja Phoenix merah ke atas tanah lalu mengumpulkan sisa koin untuk dimasukkan ke dalam bungkusan.
Terlalu sibuk dengan koin-koin emas dan permasalahan Naga Hitam membuatnya tak fokus hingga sadar tak sadar Baja Phoenix merah telah menghilang dari tempatnya semula, dia pergi setelah memastikan tidak melihat apapun yang tertinggal di sana.
***
btw kalo ada plot hole atau hal2 yg kyk janggal itu murni karena author pelupa wkwkkw sori:v ntar kapan2 diperbaiki. klo skrg waktuku jd serba mepet, baru selesai nugas harus buat cerita+revisi lagi, buat makalah, siapin ppt lg🤧
crazy up malam minggu, insyaallah ya kalau bisa:D
__ADS_1
byee 🐣