Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 117 - Kedalaman Laut III


__ADS_3

Gelombang udara naik ke atas semakin banyak, menandakan suhu di bawah sana menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Xin Chen langsung berenang mendekat, dia tahu cepat atau lambat akan segera bertarung melawan Belut Listrik yang amat mengerikan tersebut.


Gelombang besar yang diakibatkan oleh monster bawah laut itu memaksa Xin Chen untuk mundur, dia bersikeras maju sambil menyiapkan perisai petir. Dalam situasi ini sepertinya elemen api yang dimilikinya sama sekali tak berguna, karena jika Xin Chen menggunakan kekuatan tersebut maka suhu di sekitarnya akan menjadi semakin tinggi dan hal itu justru dapat melukai dirinya sendiri.


Belut-belut Listrik menyadari pergerakan di atas mereka dan langsung berenang ke segala arah, berpencar ke berbagai sisi agar bisa bersembunyi sementara beberapa di antara mereka memilih menyerang Xin Chen. Belut Listrik ini sendiri masing-masing memiliki ukuran tubuh yang berbeda, tergantung usia mereka. Semakin tua maka kekuatan serta daya tahan tubuh Belut Listrik menjadi semakin hebat.


Xin Chen berusaha menangkap belut-belut Listrik ini hanya saja mereka terlalu licin dan gesit, dan juga kecepatan berenang mereka tidak seperti belut pada umumnya.


Karena merasa menangkap mereka dengan tangan kosong akan percuma saja Xin Chen beralih melihat lebih jelas Monster bawah laut, kelihatannya dia jauh lebih kuat dari Raja Belut Listrik, kulitnya yang tebal dilindungi oleh semacam bebatuan keras dan sulit ditembus jika hanya menggunakan pedang. Dan dibandingkan itu semua, lima kepala Belut tersebut membuat Xin Chen ngeri sendiri.


"Hawa manusia... Tidak... Siluman Penguasa Bumi...?" Suara tersebut samar-samar terdengar sangat pelan, nada bicara yang timbul tenggelam tersebut tertutupi oleh bunyi pergesekan bebatuan yang menutupi tubuh monster itu. Dia keluar dari sarangnya dan saat tubuhnya sudah sepenuhnya bebas, para Belut Listrik melesat cepat agar bisa menyembunyikan diri ketika penguasa dunia bawah laut itu bangkit.


"Kau Iblis...?"


Xin Chen mengerutkan kedua alisnya bingung di tempat dan sambil tetap waspada dengan segala pergerakan. Karena sadar monster bawah laut ini sudah bukan tandingannya lagi Xin Chen mengeluarkan dua pusaka langit dari cincin ruangnya, yaitu Pedang Baja Phoenix dan Topeng Hantu Darah. Tapi satu hal yang tak menguntungkan jika dia bertarung di kedalaman laut adalah pasokan udara. Hal ini sangat berbahaya jika dia terus menerus kekurangan oksigen.


Monster tersebut melibaskan ekornya hingga mengenai bebatuan tinggi di dasar laut, membuat reruntuhannya jatuh menyerbu Xin Chen. Dalam sekejap mata Xin Chen menghilang, dia tak terlihat di mana pun, monster tersebut memindai sekitarnya dengan cepat.

__ADS_1


Saat berada dalam mode roh tak begitu lama terdengar pergerakan di sebelah kirinya, Xin Chen berenang cepat untuk mengejar seekor Belut Listrik. Tujuannya saat ini bukan untuk membunuh monster bawah laut itu melainkan mengumpulkan langsung ke dua puluh Belut Listrik dan kembali hidup-hidup dari laut mengerikan ini.


Urusan monster petir ini akan ditanyakannya pada Rubah Petir atau Raja Belut Listrik. Xin Chen tak mau menantang maut untuk melawan kekuatan yang jauh di atasnya itu, lagipula bertarung di dalam air bukan keahliannya.


Mengejar Belut Listrik yang kecepatan berenangnya jauh di atas Xin Chen menghabiskan waktu agak lama hingga kekuatan Topeng Hantu Darah mencapai batas waktu. Xin Chen kembali terlihat oleh monster itu tapi dia tidak peduli dan fokus mengejar incarannya.


Namun Monster Belut seperti tak membiarkan Xin Chen bergerak sendirian, dengan lima kepala itu dia dapat melihat ke sepuluh arah berbeda sekaligus. Lima pasang mata itu mengamati dari kejauhan dengan tajam ke arah Xin Chen.


Kemudian Monster Belut membuka mulutnya lebar-lebar hingga kekuatan petir terang bercampur kebiruan berkumpul di depannya.


Xin Chen sadar dia tidak akan aman, tangannya sedikit lagi dapat menggapai satu Belut Listrik yang berenang menghindarinya. Saat Xin Chen berhasil menggapai Belut Listrik tersebut mengganas dan menggigit tangannya sangat kuat.


Pada situasi ini Xin Chen menyadari satu hal, saat ini dia sedang memburu Belut Listrik sedangkan dirinya sendiri diburu oleh monster bawah laut. Monster tersebut melepaskan tembakan petir dengan kekuatan listrik yang tiga kali lipat dari kekuatan Raja Belut Listrik. Cahaya terang membuat Xin Chen tak bisa melihat apa-apa, dia segera berganti ke mode roh dan saat itu pula bola petir milik monster tersebut melintas menembus tubuhnya.


Bola petir tersebut mengenai bebatuan karang, menghasilkan suara ledakan yang sangat besar serta gelombang tinggi di atas permukaan. Xin Chen menelan ludah dengan kasar. Melihat tangannya kini sudah mengeluarkan begitu banyak darah akibat gigitan tadi dan dia pun mulai kehabisan napas. Sedangkan sejauh ini dirinya baru mengumpulkan satu Belut Listrik.


'Apa aku akan baik-baik saja di laut ini?' pemikiran seperti itu melintas di kepala Xin Chen, dia mulai mempertanyakan keselamatan nyawanya di sini. Agar bisa memastikan dirinya selamat Xin Chen melindungi tubuhnya dengan perisai petir, dua detik lagi tubuhnya akan terlihat oleh monster tersebut dan butuh waktu lima detik untuk kembali menggunakan kekuatan Topeng Hantu Darah. Selama lima detik itu dia harus bertahan dan juga menangkap seekor Belut Listrik.

__ADS_1


Sedangkan saat dirinya berada dalam mode roh, Xin Chen harus menggunakan momentum itu untuk mencari pasokan udara dan juga menemukan tempat persembunyian Belut Listrik. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya agar bisa menyelesaikannya tugasnya.


Monster Belut yang memang dasarnya memiliki penglihatan tajam berhasil menemukan keberadaannya, seperti sebelumnya monster tersebut menciptakan bola petir kembali akan tetapi berbeda dari sebelumnya durasi monster itu menciptakan bola petir tersebut menjadi lebih cepat.


Xin Chen buru-buru bergerak memasuki goa-goa sebagai tempat bersembunyi, dia bisa menarik napas lega sebentar karena di dalam goa tersebut buih-buih udara terkurung di dinding langit goa sehingga dirinya bisa menarik napas dengan bebas.


Sementara itu Monster Belut melepaskan kembali serangannya dan menghancurkan seisi goa tempat Xin Chen bersembunyi hingga rusak parah. Untung saja dia telah kembali memakai mode roh dan serangan itu tak mengenai tubuhnya.


Sepuluh detik kembali berjalan, Xin Chen melihat sekilas monster itu lagi-lagi mencari keberadaannya. Kesempatan ini dia gunakan untuk mencari keberadaan para Belut Listrik. Dua puluh meter ke depan dia menemukan setidaknya tiga Belut Listrik berenang pelan.


Xin Chen segera menciptakan Panah Petir dengan tiga anak panah sekaligus, agar bisa memastikan tembakannya tidak meleset Xin Chen mencari pijakan bebatuan.


Setelah mempersiapkan diri sebaik mungkin Xin Chen pelan-pelan membidik ketiga Belut Listrik itu, ketiga dari mereka berenang tak begitu jauh. Setidaknya jika dirinya tak bisa mendapatkan tiga, Xin Chen harus mendapatkan dua.


Satu detik lagi sebelum Xin Chen melepaskan bidikannya monster di belakangnya mengamuk besar, amukan tersebut membuat arus gelombang yang kuat hingga Xin Chen menahan tangannya karena yakin anak panah itu pasti akan meleset jika dia lepas.


Hanya beberapa detik tersisa sebelum mode roh kembali hilang, Xin Chen harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan tiga ekor Belut Listrik.

__ADS_1


Namun Belut dengan lima kepala itu tak mau diam dan masih terus mengamuk, Xin Chen mencebik kesal. Dia menghadapkan badannya ke belakang dan melepaskan panah petir ke sana.


***


__ADS_2