Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 31 - Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Xin Chen terdiam, tak kunjung menjawabnya pertanyaan Shen Xuemei yang sejak tadi penasaran.


"Xin Chen? Kau kenapa-?"


"Aku bisa mendengar suara jantungku sendiri. Dan suara-suara dari kejauhan bisa aku dengar dengan jelas, mataku juga demikian..."


Xin Chen mulai menerka-nerka apa yang tadi dimakannya, mungkin dia telah melakukan kesalahan besar. Entah itu baik atau buruk.


"Begitu, khasiat pil seperti itu sangat langka... Sampai bisa menajamkan semua indera tubuhmu, itu seperti pil yang dijual dengan harga miliaran."


Napas Xin Chen tersedak mendengar hal itu, dia menilik Shen Xuemei dalam tanda tanya besar. Sesuatu sedang bergejolak di kepalanya.


"Miliaran-? Pil Dewa Matahari!?"


Terus terang Shen Xuemei pun ikut terkejut mendengar penuturan itu, pil yang hanya diproduksi satu-satunya dan hanya bisa dibuat dengan bahan-bahan luar biasa langka bahkan untuk memanennya membutuhkan waktu hingga 10 abad lamanya baru saja Xin Chen makan.


"Pil Keabadian itu? Kau–" Shen Xuemei tak sanggup membayangkannya.


"Pa-paman, tolong jangan bilang hal ini pada siapapun. Janji dulu!' Xin Chen buru-buru menautkan jari kelingkingnya, merasa tak peduli dengan anggapan Shen Xuemei sekarang. Yang terpikirkan olehnya hanya cara agar tak diomeli habis-habisan saat pulang ke rumah.


Shen Xuemei menenangkan diri sejenak. "Kau tahu kan, dengan pil itu kau akan hidup selamanya. Kau yakin dengan itu?"


Xin Chen termenung mendapatkan kata-kata itu, ini semua terjadi begitu cepat. Dan bagaimana pula dirinya lupa saat sebelum meninggalkan Lembah Para Dewa dia sempat mengambil pil itu. Karena terlalu terburu-buru dia tak sempat melihat bagaimana bentuk Pil Dewa Matahari.

__ADS_1


Xin Chen mendengus penuh tekanan, dia tak sanggup berpikir lagi. "Sudah terlanjur kumakan, tidak ada waktu untuk bersantai. Nanti akan kupikirkan lagi setelah mengobati Zhan Gege."


Shen Xuemei tersenyum kecil, merasa anak kecil ini lebih mudah beradaptasi dengan situasi sulit. Sama seperti Ayahnya dulu. Tak peduli dengan keadaannya sendiri, asal orang lain dapat dia selamatkan, mereka berdua akan melakukannya sepenuh hati.


"Ah, sudah hampir lima tahun aku tidak berjumpa dengan Ayahmu itu." Shen Xuemei tiba-tiba memulai obrolan, Xin Chen menoleh sedikit. "Ayah memang begitu, akhir-akhir ini terjadi banyak kekacauan di berbagai tempat. Kau tahu, kan tugasnya untuk mengatasi itu semua."


"Benarkah? Bagaimana dengan Pilar Kekaisaran yang lain? Apa mereka tak bekerja?"


Xin Chen hanya menjawab apa yang dia tahu saja. "Tentang itu, kudengar Paman Lan An disibukkan dengan pertempuran di tempat lain, sedangkan Nona Xiu si nomor tiga, dia sudah menikah dan mengandung anaknya. Pilar Kekaisaran yang lain beberapa sudah mulai pensiun. Kurasa hal itu yang memberatkan tugas Ayah."


"Hahaha pantas saja dia sudah jarang mengunjungi Sekte Kuil Teratai, padahal Guru Li sangat merindukannya."


Xin Chen tersenyum kecil, dia merasa sedikit kagum dengan kenalan Ayahnya dulu. Mereka orang-orang baik. Beberapa dari mereka bahkan sangat menghormati dirinya meski tahu kekuatan Xin Chen tak sebaik kakaknya.


Tidak ada suara, Xin Chen tak tahu harus membalas perkataan Shen Xuemei bagaimana. Terlebih lagi selama ini dirinya sudah terkenal karena ketidakmampuannya menguasai teknik pedang.


"Aku tidak tahu akan sehebat Ayah atau tidak, aku hanya ingin melindunginya saja saat dia benar-benar kesulitan. Aku ingin menjadi orang yang seperti itu."


Kejujuran Xin Chen sejenak membuat Shen Xuemei sadar tak sadar mengembangkan senyumnya, "Aku yakin dia pasti bangga memiliki anak sepertimu."


Seperti dugaan Shen Xuemei, mereka akan tiba malam hari di kediaman Xin Fai. Suasana di sana sangatlah ramai, berbondong-bondong tabib dan peracik terhebat didatangkan dan satupun dari mereka tak ada yang bisa menyembuhkan Xin Zhan.


Dari kerumunan tersebut terlihat Ayahnya berdiri, di ruang utama di mana tubuh Xin Zhan dibaringkan. Wajahnya yang biasa hangat menjadi sangat tertekan. Bagaimana tidak, anaknya yang satu itu sedang terancam nyawanya dan kini waktu hampir memasuki jam tengah malam.

__ADS_1


Beribu eksperimen dan percobaan membuat penawar telah dikerahkan, bahkan menggunakan bahan-bahan yang sangat mahal. Masalah serius ini tentu ditanggapi sama dengan pihak Lembah Kabut Putih. Mereka mengerahkan berbagai sumber daya agar Xin Zhan selamat, tapi sejauh ini tak ada perkembangan berarti. Justru tubuh Xin Zhan mulai berubah agak kebiruan, disentuh sedikit saja kulitnya akan terluka.


Ketika Xin Chen menerobos dari kerumunan orang-orang, jelas saja tatapan masyarakat di luar rumah sangat membencinya. Berkat Xin Chen, jagoan kecil mereka berada dalam situasi antara hidup dan mati. Mereka semua menyalahkan Xin Chen yang asal pergi saja dari rumah tanpa mempertanggungjawabkan kesalahannya. Kurang lebih selama tujuh hari menghilang dan kabur dari rumah gosip tentang Xin Chen mulai menjadi topik hangat. Tidak ada lagi yang mau mempercayai anak itu.


"Itu dia! Si pembuat masalah itu!" Ren Su membulatkan matanya kejam, ingin sekali menampar Xin Chen di depan semua orang.


"Kau pergi begitu saja bahkan saat saudaramu tak bisa menarik napas!? Dan sekarang apa?! Kau mau menertawai kematiannya di sini?"


"Kakak Ipar, tolong jangan membentak Chen'er." Xin Fai berusaha tegas, di situasi terdesak seperti ini tak baik membuat keadaan semakin kacau balau.


"Kau sadar tidak, dia membunuh kakaknya sendiri? Kau tak berguna, Zhan'er–"


"Kakak, sudah." Ren Yuan menahan kakaknya itu agar tak berbicara banyak lagi. Dia merasa tak enak pada orang lain. Meski hatinya semakin sakit mendengar rintihan keluar dari bibir Xin Zhan, sepertinya anak itu sedang menjumpai ajalnya.


Xin Chen mencengkram Mantra Penghancur di dalam genggaman tangannya, dari belakang Shen Xuemei menyusul.


Lantas orang-orang membukakan jalan agar Xin Chen bisa masuk. Xin Fai menatapi teman lamanya itu dan beralih ke Xin Chen. Sebenarnya selama tujuh hari ini apa saja yang telah dilakukannya. Hingga bertemu Shen Xuemei yang terkenal sebagai pengelana. Dia yakin Xin Chen bahkan telah berpetualang jauh saat bertemu Shen Xuemei.


Shen Xuemei mengambil Mantra Penghancur dari tangan Xin Chen, meletakkannya di dahi Xin Zhan sambil mengobati tubuh anak itu. Kemampuannya menghancurkan racun dan menyembuhkan sudah sangat terkenal. Jika Xin Fai terkenal karena kekuatannya maka Shen Xuemei terkenal karena ilmu penyembuhannya.


Tak membutuhkan lima menit keadaan Xin Zhan berangsur pulih, kutukan yang membuat tubuhnya menjadi keunguan menghilang. Perlahan-lahan mulai terlihat napasnya kembali normal. Keadaan Xin Zhan sudah kembali normal.


Xin Chen tersenyum lega, memeluk kakaknya itu. "Maaf aku membuatmu menunggu."

__ADS_1


Mungkin karena mereka kembar Xin Chen dapat merasakan apa yang dirasakan Xin Zhan. Sedangkan mata Ren Su membeliak lebar, mulai malu pada dirinya sendiri dan orang banyak. Dia menggigit bibir bawahnya kesal.


__ADS_2