Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 113 - Permainan Monster


__ADS_3

Perlahan-lahan jumlah para kelelawar menjadi semakin banyak dan sulit dikendalikan, mereka secara alami tergerak untuk menyerang apa yang mereka dianggap musuh. Hawa manusia yang asing membuat para kelelawar merasa terancam, dalam situasi ini bunyi jeritan kelelawar yang sangat memekakkan telinga mengundang sesuatu datang.


Air sungai yang mengalir di bawah sana menguap, mendidih oleh sesuatu yang begitu panas dan menyengat. Tak berapa lama percikan air menyembur ke segala arah, seekor belut listrik yang begitu panjang keluar dari tempat persembunyiannya dan merangkak naik melingkari batu tinggi tempat Rubah Petir bermeditasi. Xin Chen terdiam membatu melihat siluman itu, panjangnya bisa berkisar sampai satu rumah dan beberapa bagian wajahnya ditutupi oleh bebatuan yang mengeras. Berdiri sekitar lima meter darinya sangat berbahaya, listrik biru yang muncul di sekitar tubuhnya pasti akan melukai Xin Chen.


"Manusia... Sudah berapa lama aku tak pernah melihat mereka lagi..." Kata belut tersebut bersamaan dengan keluarnya hawa siluman yang begitu menekan, jika saja bukan karena tubuhnya telah memiliki daya tahan maksimal dari Pil Dewa Matahari mungkin dampak tersebut akan tiga kali lebih berat.


"Terakhir kali aku bertemu dengan manusia, mereka nyaris membunuhku."


Kedatangan Raja Belut Listrik ini membuat para kelelawar api mundur sejenak dan membiarkannya mengambil alih untuk mencelakakan Xin Chen.


"Hei, tidak semua manusia sama. Aku tidak berniat membunuh kalian di sini."


"Hm? Benarkah? Bukankah tadi kau sempat melihat ke bawah dan tertarik untuk menjual para belut listrik di tempat ini?" Raja Belut Listrik mulai menampakan tatapan mata murka. "Jangan munafik dengan pemikiranmu sendiri, walaupun aku tahu kau datang bersama pemilik awal tempat ini, bukan berarti aku akan menahan diri untuk membunuhmu."


Raja Belut Listrik merayap sangat cepat, dia sudah tidak terlihat seperti belut melainkan ular. Raja Belut Listrik menghilang dalam beberapa saat dan muncul di belakang Xin Chen sambil mengibaskan ekornya, kejadian itu berlangsung sangat cepat hingga Xin Chen tak sempat menyadari siluman itu sudah melancarkan serangan kejut.


Tubuh Xin Chen terpental jauh dan nyaris jatuh ke bawah jika saja tidak berpegangan di ujung bebatuan, di bawah kakinya terlihat sungai yang diisi belut-belut listrik siap menyetrumnya. Raja Belut Listrik sudah berada di atasnya, menatap dingin Xin Chen yang bergelantungan di sisi bebatuan curam dengan sebelah tangan. Jika Xin Chen melepaskan tangan, sudah pasti dia akan jatuh dari ketinggian.

__ADS_1


Hanya melihat sekilas saja Xin Chen yakin sungai di bawah sangat dangkal, jika dia jatuh kemungkinan tulangnya akan retak atau patah sangat besar. Dan sisi lain Raja Belut Listrik sudah bersiap menciptakan jurus elemen petir.


Kekuatan Raja Belut Listrik tampaknya memang jauh lebih tinggi dibandingkan Katak Daun atau Landak Api, siluman itu memiliki kekuatan spesial untuk mengendalikan perubahan energi alam dalam tubuhnya. Raja Belut Listrik mengubah kekuatannya menjadi elemen petir dan melancarkan sengatan petir dalam jumlah besar. Petir yang sangat kuat itu membelah bebatuan yang terletak paling ujung, di mana Xin Chen bergantungan di sana.


Bunyi retakan itu membuat Xin Chen panik bukan main, dia buru-buru memanjat naik namun Raja Belut Listrik menahannya. Sengaja membuatnya jatuh ke bawah dan jatuh ke dalam sarang Belut Listrik.


Karena terlalu terdesak dengan situasi ini Xin Chen langsung menggunakan kekuatan Bunga Api, dia secara langsung menyerap kekuatan petir milik Raja Belut Listrik yang berada di dekatnya. Tentu saja hal itu membuat siluman tersebut kontan terkejut dan meminimalisir jumlah kekuatan yang dia keluarkan.


Sebelum bebatuan tempatnya berpegang benar-benar jatuh Xin Chen mengubah kekuatan milik Raja Belut Listrik menjadi sebuah perubahan wujud yang tak pernah dia pelajari sebelumnya, yaitu Gelang Petir. Teknik perubahan tersebut sebenarnya hampir sama dengan Lengan Petir ataupun Pedang Petir hanya saja Xin Chen membutuhkan kekuatan serta konsentrasi penuh untuk mengendalikan kekuatannya menjadi Gelang lurus dan aliran petir tak terputus.


Gelang Petir tersebut bergerak mengikat kepala Raja Belut Listrik di atasnya, Xin Chen segera memanjat naik dengan berpegangan pada Gelang Petir yang mengikat kepala Raja Belut Listrik.


"Bocah kurang ajar!!"


"Hahahaha itu kepalamu? Aku kira gundukan batu tadi," tawa Xin Chen meledak. Jelas saja hal itu menambah kemarahan sang Raja Belut Listrik, Xin Chen bahkan tidak berniat untuk melihat kemarahannya.


"Manusia sombong... Biar ku ajarkan kepadamu cara bersikap!"

__ADS_1


"Kau ingin menasehatiku? Daripada menasehatiku lebih baik kau menjadi Leluhur saja di Lembah Kabut Putih, siapa tahu kau berbakat menjadi penasehat."


Xin Chen menangkis libasan ekor tersebut menggunakan kekuatan petir, saat Pedang Petir dan ekor Raja Belut Listrik bertemu lambang Bunga Api di dahi Xin Chen kembali bercahaya. Hal itu membuat siluman tersebut menjadi waspada dan langsung memundurkan dirinya, tahu Xin Chen memiliki kemampuan menyerap kekuatan alam. Pada dasarnya seluruh kekuatan yang mengalir dalam tubuh Raja Belut Listrik delapan puluh persennya berasal dari alam.


Maka dengan mudah Xin Chen menyerap kekuatan tersebut, hanya saja Xin Chen tak begitu mengerti sepenuhnya kegunaan Bunga Api ini dan hanya menggunakannya di saat-saat terdesak.


"Kau..." Raja Belut Listrik tampaknya tak langsung menyerah, Xin Chen mulai memasang sikap waspada. Tahu jika sudah seperti ini pasti sesuatu yang buruk akan datang. Beberapa detik tak terjadi apa-apa, Xin Chen mulai berpikir untuk melakukan serangan terlebih dahulu, sayangnya Raja Belut Listrik baru bergerak saat dia bergerak.


Raja Belut Listrik melesat ke atas dan menyetrumnya di sembilan titik, Xin Chen sudah melindungi tubuhnya dengan perisai petir dan api sayangnya kekuatannya kalah jauh dengan yang dimiliki siluman itu.


Kedua kaki Xin Chen jatuh berlutut, bola matanya melebar saat merasakan kekuatan elemen petir ataupun api tidak lagi mengalir dalam tubuhnya. Xin Chen menelan ludah, dia tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Tenaga dalam yang seharusnya mengalir tanpa henti dalam dirinya tiba-tiba menghilang setelah serangan yang mengenai sembilan titik tadi.


"Aku sudah menutup semua aliran kekuatanmu, bagaimana rasanya? Sangat indah, bukan?"


"H-hei! Kau curang!"


"Permainan Monster, kau tahu dalam pertarungan antar siluman tidak penting bagaimana cara kau memenangkan pertarungan, asal lawanmu sudah mati, itu artinya kau menang. Sederhana."

__ADS_1


Xin Chen menatap kedua telapak tangannya, mengalirkan kekuatan di sana dan sama sekali tidak bekerja seperti biasanya. Dia masih tidak bisa menerima ini semua, sempat rasa panik menyerangnya, kehilangan kekuatan adalah hal yang cukup serius dan bahkan Rubah Petir pun menganggap hal ini sangat fatal jika benar terjadi pada dirinya.


***


__ADS_2