
'Rubah Petir sudah berkorban banyak demi kekuatan petir yang dia berikan padaku, kalau aku kehilangan kekuatan di sini....' batinnya sambil menatap Rubah Petir yang masih bermeditasi dengan damai, hanya saja telinga rubah itu sedikit bergerak dan kembali ke posisi semula. Xin Chen bisa menebak Rubah Petir barusan menguping pembicaraan mereka dan bertingkah seolah tak mendengar apa-apa.
'Rubah Petir tidak peduli? Bisa jadi dia memang bersekongkol dengan Belut Listrik ini atau...' Xin Chen mengamati sekitarnya secara cepat, menganalisis keadaan dan mengambil satu kemungkinan besar baginya cukup mudah.
"Aku akan kehilangan kekuatanku sampai jangka waktu tertentu, bukan?"
"Bocah pintar, kalau begitu menderitalah sebelum kekuatanmu benar-benar kembali!" Raja Belut Listrik menarik kekuatan alam di sekitarnya dan membuat tembakan cahaya listrik dari mulutnya.
Selama ini Xin Chen rasa Raja Belut Listrik termasuk salah satu dari lima siluman kuat yang pernah dihadapinya, daya rusak yang Xin Chen terima setiap siluman itu melepaskan serangan sangat besar. Terlebih lagi sekarang dirinya tidak benar-benar dalam kondisi prima setelah terkena Petir Kutukan.
Sementara dari tadi Xin Chen sama sekali belum melukai Raja Belut Listrik, perbandingan ini jelas saja menggambarkan seberapa kuat lawannya dan dia akan kalah jika tak mengandalkan cara cerdik untuk menang.
Meskipun kekuatannya tidak mengalir lagi tapi Xin Chen menyadari teknik Raja Belut Listrik tidak sepenuhnya mengenai dirinya karena Xin Chen sempat menghindar. Serangan di titik terakhir dari Raja Belut Listrik gagal dan Xin Chen memanfaatkan sedikit kekuatan tersebut untuk mengeluarkan Topeng Hantu Darah.
Xin Chen menghilang begitu saja dan kemudian suara siulan terdengar, Irama Kematian mengalun pelan dan diam-diam membuat para siluman di dalam tempat ini terganggu dengan bunyi tersebut.
Raja Belut Listrik tentu tahu ancaman ini amat berbahaya bagi para siluman yang tinggal di tempat ini dan meneriakkan sesuatu yang mengundang jeritan para kelelawar api di belakangnya. Jeritan tersebut berhasil membuat suara Irama Kematian tenggelam dan tak terdengar, kali Xin Chen harus memutar otaknya kembali. Dia tak bisa membiarkan para kelelawar ini menyerangnya sementara dia sendiri sama sekali tidak bisa melawan mereka.
Ditambah lagi Raja Belut Listrik yang cukup merepotkan, menghadapi mereka bersamaan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Sebaik mungkin Xin Chen menggunakan kemampuan Topeng Hantu Darah untuk bersembunyi dan muncul di tempat tak terduga sembari melepaskan serangan, sayangnya Raja Belut Listrik terlalu sensitif untuk mengendus hawa keberadaan manusia dan segera menyambut serangannya dengan libasan balik.
__ADS_1
"Sekarang sebaiknya kita hentikan permainan ini," ujar Raja Belut Listrik dengan menarik seluruh kekuatan alam dan menyatukannya di dalam tubuhnya. Kulit belut itu bersinar terang, dia membuka mulutnya untuk mengumpulkan energi petir dalam jumlah tak biasa. Energi itu berkumpul menjadi bulatan bercahaya terang. Siluman itu mulai serius bertarung, sementara Xin Chen tak bisa mengharapkan perisai petir apinya lagi. Sejak awal kekuatannya telah digunakan untuk bisa selamat dari Petir Kutukan dan bertarung dengan Raja Belut Listrik.
Sebelum dirinya benar-benar putus asa dengan keadaan, kekuatan kembali mengalir dalam tubuh Xin Chen dan dia dapat merasakannya dengan jelas. Di detik-detik terakhir sebelum Raja Belut Listrik melepaskan bola petir tersebut dan melemparkannya pada dirinya, Xin Chen mengubah kekuatannya menjadi perubahan jenis api. Sebelah tangannya terbakar oleh kobaran besar seperti ledakan api.
Tanpa berpikir panjang sama sekali Xin Chen mengincar bola petir yang berada tepat di depan wajah Raja Belut Listrik dan menekankan kekuatan apinya di tingkat tertinggi, sehingga tubuhnya juga mendapatkan dampak dari api tersebut.
Raja Belut Listrik tak menyangka Xin Chen malah menggunakan kesempatan ini untuk mendorong bola petir ke dalam mulutnya dan sebelum dia bisa menyadari, Raja Belut Listrik telah memakan serangannya sendiri. Bola petir masuk kembali ke tubuhnya dan menyerang organ dalam siluman itu, darah mengalir di ujung mulutnya.
"Kau... sial, apa yang kau-!?!" Raja Belut Listrik tak bisa meneruskan umpatannya lagi, dia terbatuk-batuk berdarah dan berulang kali menyembuhkan diri agar mengurangi dampak dari serangannya sendiri. Padahal Raja Belut Listrik telah mengeluarkan sebegitu banyaknya kekuatan untuk menyiapkan serangan tersebut dan justru sekarang dirinya lah yang terluka parah.
Xin Chen mengibaskan tangannya kepanasan, suhu api yang dia keluarkan terlalu panas. Jika saja Raja Belut Listrik tidak menghentikan pertarungan ini Xin Chen sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, dia menghabiskan seluruh total tenaganya untuk serangan terakhir tadi.
"Aku bukan pemberani sepenuhnya, hanya saja... Malas untuk berpikir resiko. Itu saja."
Raja Belut Listrik terdiam cukup lama, jawaban sederhana Xin Chen justru membuatnya semakin tak habis pikir dari apa otak anak itu terbuat. Di samping itu Raja Belut Listrik sebenarnya sudah memperhitungkan serangannya bahkan sebelum Xin Chen dapat menggunakan kekuatannya, seharusnya itu memakan waktu 5 detik sebelum Xin Chen dapat mengalirkan kekuatannya kembali.
Tapi memang semua bergerak di luar kendalinya, Raja Belut Listrik tak menyangka baru saja kekuatan Xin Chen kembali dan dirinya hendak melepaskan serangan di saat itu juga Xin Chen bisa menggunakan kekuatan dan memilih elemen api. Dan jika petir di satukan dengan api, daya hancurnya akan semakin kuat, Xin Chen memanfaatkan momentum itu untuk menyerangnya telak.
"Siapa namamu?"
__ADS_1
"Xin Chen."
"Xin Chen, ya. Sejak awal seharusnya aku tak meremehkan mu. Melihat caramu bertarung dan melawan balik serangan ku, ku akui kau cukup cerdik dan... Ceroboh?"
Xin Chen tertegun, "Ceroboh? Di bagian mananya?" Dia menggaruk telinganya tidak ingat, bahkan bagaimana dia menyerang pun lupa. Karena Xin Chen hanya bergerak mengikuti instingnya. Tanpa perhitungan ataupun strategi meskipun tahu lawan yang akan dihadapi cukup berbahaya.
"Saat aku menyerangmu dan kau kehilangan kekuatan tadi. Seharusnya saat kau tahu musuhmu sedang bersiap menyerang jangan mencoba-coba untuk maju tanpa pikir panjang. Itu akan menjadi kesalahan fatal jika kau berada dalam situasi berbeda."
Xin Chen menopang dagunya untuk memikirkan kembali, sepertinya ada baiknya dia mengingat baik-baik saran dari Raja Belut Listrik ini.
"Oh iya... Eh? Tu-tunggu-!?"
Ekor Raja Belut Listrik menghantam tubuh Xin Chen sangat jauh, membuatnya kehilangan pijakan dan hendak jatuh ke dalam sungai berisi Belut Listrik.
***
part ini belum sempat author revisi, mata udh panas karena emg bbrp hari ini terlalu sibuk begadang jd kesehatan lgsg drop😢 klo ada typo mohon dimaklumi, insyaallah nnti author perbaiki kalau sempat
dan makasih kalian masih membaca cerita ini sampai sekarang ❤️😭
__ADS_1