
Xiu Juan baru saja hendak menahan Xin Chen, bagaimana pun saat ini dia membutuhkan Gu Long hidup-hidup untuk mengintrogasi perihal permasalahan ini.
Xin Chen bergerak menyerang Gu Long secara cepat, membuat lelaki itu mundur perlahan saat serangan datang tiba-tiba.
Pedang Gu Long ditepis kasar oleh Xin Chen, tak menyerah juga kali ini Gu Long menyambar lengan Youji brutal dan membuat tangan pemuda itu terputus dari tempatnya. Menyemburkan darah segar di mana-mana hingga membuat beberapa penduduk wanita memekik histeris.
Youji menggeram kesakitan, dia berniat membalas balik perbuatan Gu Long. Tapi apa daya, darah terus mengalir dari tangannya yang telah terputus. Membuat pemuda itu tak bisa bertarung melawan Gu Long.
Sementara Xin Chen lebih dulu menghantam kepala Gu Long dengan besi yang didapatnya di tanah. Membenturkan benda keras itu berkali-kali ke kepala Gu Long hingga babak belur.
Xiu Juan ingin menahannya, kekerasan sadis itu memang awalnya adalah salah Gu Long, Xin Chen hanya ingin membalas perbuatan lelaki itu saja.
Beberapa menit kemudian Gu Long sudah terkapar, kesadarannya masih ada meskipun seluruh wajahnya telah membengkak akibat pukulan. Xin Chen menolehkan kepalanya ke belakang, ke arah Youji yang sedang dikelilingi para penduduk yang mencoba membantu menghentikan pendarahannya.
Derap suara kaki terdengar mendekat tak lama kemudian.
Youji mengangkat kepala saat sebuah pedang tersodor, Xin Chen menyerahkan Pedang Baja Phoenix pada pemuda itu. "Ambil tangannya."
"Xin Chen, aku..."
"Ambil tangannya atau kau akan menjadi seperti ini selamanya. Ayahku takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyiksa orang tak bersalah. Setidaknya jika kalian merasa tak melakukan apapun yang salah, balas perbuatan mereka dengan hal yang setimpal." Xin Chen menyerahkan senjata itu sekali lagi, meski Youji kesakitan namun dia masih mencoba untuk berdiri.
Setelah menerima pedang tersebut Youji berjalan pincang ke arah Gu Long. Lelaki itu mencoba bangun tapi sudah tak memiliki daya, ketika melihat Jin Youji mendekat dia segera menyeret tubuhnya mundur.
"Tu-tunggu... Kita bisa bicarakan ini baik-baik..." Gu Long mulai gentar, kini tak ada satupun murid dari Bukit Tawon Emas yang berniat menyelamatkannya.
Baru Gu Long sadari, selama ini semua orang hanya takut padanya. Ketika lelaki itu dibunuh sekalipun mereka takkan peduli. Mungkin lebih baik membiarkan Gu Long mati menderita agar bisa mendapatkan pemimpin yang baik ke depan, walaupun harus membayar denda akibat perbuatan Gu Long selama ini.
__ADS_1
Youji telah tiba di depan Gu Long, memasang tatapan dingin dan langsung melepaskan tebasan pedang. Membuat lengan Gu Long terpotong, membuat nasib keduanya sama. Lelaki itu menjerit kencang, dia memelototi Youji penuh dendam. Akan tetapi tak mampu membalas balik karena tak ada yang mau membelanya sekarang ini.
Kini Youji telah dibawa ke rumah keluarganya untuk diobati ke sana, sedang Gu Long diamankan para utusan yang dibawa Xiu Juan.
Situasi mulai membaik perlahan-lahan, setidaknya tidak seburuk tadi.
Xiu Juan menghembuskan napas berat, terakhir kali bertemu Xin Chen sikap dan tubuhnya jauh berbeda dengan yang dilihatnya sekarang. Tatapan bola matanya pun ikut berubah dalam waktu bersamaan pula.
Wei Feng mencuri-curi kesempatan untuk menyembunyikan Ye Long di saat yang lain disibukkan oleh Gu Long dan Jin Youji, selagi Xiu Juan tak menyadari kehadiran Naga Hitam, dia memasuki hutan dan dikejutkan oleh pemandangan yang cukup mengerikan.
Tanpa mereka sadari pertarungan lainnya sedang terjadi juga di dalam hutan dan yang lebih membuatnya kaget lagi adalah sosok yang bertarung itu adalah roh jahat.
**
"Chen, seharusnya kau tidak perlu memukulnya sampai separah itu," pesan Xiu Juan khawatir sikap itu ke depan akan membuat Xin Chen buta arah. Mengampuni adalah salah satu jalan terbaik selain membunuh, menurut apa yang diajarkan di klan Xiu. Tapi semua pemikiran itu tampaknya berbanding terbalik dengan yang ada di kepala Xin Chen.
"Aku pernah mengampuni nyawa orang sepertinya, dan di saat aku berbaik justru dia malah hampir membunuhku." Xin tertawa miris, "Kalau sudah termakan iblis hati manusia seperti itu takkan bisa berubah hanya karena dengan kebaikan. Lebih baik menghancurkan daripada membiarkannya tetap hidup."
"Hah... Kepala batu! Sial, siang terik begini malah bertemu dengan manusia kepala batu!" Tiba-tiba sana sepupu Xiu Juan yang umurnya sepantaran dengan Xin Chen mengeluh sambil mengibaskan tangannya kepanasan.
"Gorila betina ini, siang-siang panas juga melihat wajah jeleknya, terasa seperti berada di kerak neraka." Xin Chen membalas balik, melirik Xiu Qiaofeng dengan ekor mata kesal.
"Berani membalas aku tinju kepalamu, Tuan Muda Xin kedua." Xiu Qiaofeng meremas tangannya, ingin sekali memukuli kepala lawan bicaranya ini.
"Makanya jangan datang-datang malah memulai masalah, Nona Gorila Xiu yang terhormat."
Terlihat urat nadi muncul di dahi Xiu Qiaofeng, gadis kecil nan manis itu melebarkan bola mata kecoklatannya. Tak terima dengan julukan Xin Chen kali ini dan ingin membalas lebih sengit lagi.
__ADS_1
Xiu Juan memisahkan keduanya secara paksa. Memang mereka sulit dipisahkan jika sudah berdebat.
Xiu Juan sendiri pernah mengunjungi rumah klan Xin yang terletak di ujung Lembah Kabut Putih, baru pertama kali bertemu saja dua anak kecil ini sudah tak cocok. Setiap kata-kata yang mereka keluarkan pasti akan memulai perdebatan panjang.
"Qiaofeng, kita harus fokus dengan pekerjaan. Katamu kau ingin menambah pengalaman-"
"Cih, aku tidak sudi kalau pelatihan ku diganggu oleh manusia keras kepala seperti dia!" Xiu Qiaofeng mengibaskan rambutnya, menampar wajah Xin Chen telak.
"Sial... Kau ini." Xin Chen membuang muka, merasa tak habis pikir dengan si gadis kecil menyebalkan itu.
"Kalau begitu urusan Gu Long kuserahkan pada kalian sepenuhnya," tuturnya pelan. Xiu Juan mengangguk kecil, tersenyum secara sadar tak sadar saat memerhatikan Xin Chen. Beberapa bulan tak bertemu anak itu sudah berkembang banyak.
Entah seperti apa perjalanan dan latihan yang dilakukan setelah dikabarkan pergi dari rumahnya. Meski Xiu Juan hanya mendengar sekilas, dia yakin Xin Chen sedang mencari jati dirinya dengan menempuh jalan yang dilalui Ayahnya dulu.
"Menurutmu, apa Kekaisaran kita masih akan bertahan hingga sepuluh tahun ke depan?"
Tiba-tiba saja Xiu Juan bertanya demikian, membuat Xin Chen memandangnya dengan ekspresi bertanya-tanya. "Memang apa yang akan terjadi di sepuluh tahun mendatang?"
Pertanyaan dari mulut Xiu Juan membuat banyak sekali perkiraan muncul di kepala Xin Chen, dia rasa kini tak hanya dirinya yang khawatir. Banyak orang mulai mengkhawatirkan keadaan ini, termasuk Ayahnya. Walau tak pernah mengutarakannya secara langsung, Xin Chen yakin Ayahnya sedang berusaha keras menangani permasalahan yang disebabkan oleh Lembah Para Dewa.
"Sebuah desa malam ini sudah dibunuh massal, tanpa sebab akibat. Seperti dilalap api dari dunia lain, membakar manusia dan tak menyisakan abunya. Menurutmu, apa keadaan ini bisa dikatakan baik-baik saja?"
***
ada perubahan jadwal update. up setiap hari di jam 2 siang dan 8 malam, perhari dua chapter cuma dipisah aja jamnya jd siang dan malam:D
mgkin author skrg jd malas up karena kecewa sama pihak noveltoon. bayangkan aja sudah 76 chapter dan setiap chapter ya pasti kalian nemuin iklan. kalau ada 800 org baca berarti 1 chapter aja krg lebih iklan itu diliat oleh 800 org. belom lagi kalau dikali 76 chapter🤔 noveltoon untung banyak dan penulis jg buntung banyak dong wkwkkw🤫
__ADS_1
oh iya aku udh coba baca komen di ppi 1, kyknya mgkin bakal buat cerita side story yg membahas ttg asal usul Ye Long, dataran yang sama pernikahan Xin Fai (karena banyak yg protes kok pernikahannya gk diceritain sihh)wkwkkww. rencananya di novel ini kebanyakan nyorot Xin Fai sih, klo bnyk yg suka akan author buatkan tpi gk akan publish di novel toon wkwk
silakan komen setuju apa gk nih🥰