
Ye Long menoleh ke arah markas Empat Unit Pengintai, tampaknya saat dia berusaha mengambil Baja Phoenix kalungnya justru terlepas dan malah diambil oleh Ketua Empat Unit Pengintai.
"Hah... Kau ini." Rutuknya malas, Xin Chen mengeluarkan sebuah tas yang agak tua dan melingkarinya di leher Ye Long.
"Tas ini jangan sampai lepas, ini milik Lang. Kalau sampai kau hilangkan..." Xin Chen mengeluarkan sebuah seruling, membuat kedua telinga Ye Long menurun dan menampakkan wajah penuh ancaman.
"Bukan hanya itu saja, kau akan mendengarkan ocehan dua puluh empat jam dari serigala bernama Lang. Ayahku saja tidak sanggup meladeninya, apalagi kau."
Ye Long memasang wajah bingung, mungkin dia belum mengenal siapa yang Xin Chen maksud. Si serigala cerewet yang memiliki lidah setajam pisau.
"Baiklah, mulai hari ini kita akan menjadi buronan Empat Unit Pengintai. Mencari pemukiman Manusia Darah Iblis dan mengumpulkan seluruh Pusaka Langit." lanjutnya, "Ini akan menjadi petualangan baru kita."
Selama dalam perjalanan langit pun mulai menggelap bersama datangnya angin sore mendung, siang yang sebelumnya terik menjadi begitu muram. Situasi ini membuat Xin Chen cemas, bagaimana pun dia harus mencari tempat berteduh sebelum hujan turun.
"Ngomong-ngomong Rubah Petir," ucap Xin Chen tak berapa lama kemudian. Dia teringat akan kekuatan petir yang belakangan ini sempat terpikirkan olehnya.
"Aku rasa teknik pengendalian petirku sudah cukup bagus."
"Jadi?"
Xin Chen memutar bola matanya malas, Rubah Petir sama sekali tak mengerti maksud perkataannya.
"Kau tidak berniat mengajarkan teknik lain selain Lengan Petir? Kurasa selama ini hanya itu yang pernah kau ajarkan kepadaku."
Rubah Petir menjawab ketus, "Teknik Lengan Petir adalah dasar dalam penguasaan kekuatan petir. Jika kau sudah tahu lantas mengapa masih menanyakannya padaku?"
Mulutnya berniat membantah tapi Rubah Petir lebih dulu menyerobot berbicara. "Kau sudah menguasai perubahan tingkat lanjutnya yaitu Pedang Petir dan Panah Petir, dan sampai di situ kau sudah tak memiliki perkembangan lagi karena malas mencoba."
__ADS_1
Berhubung langit sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan hujan Rubah Petir memilih berhenti sebentar ketika menemukan rumah kayu yang sudah ditinggalkan. Tidak ada siapa-siapa di sana, rumah itu berdiri di tengah-tengah hutan dan kemungkinan pemiliknya memang meninggalkannya. Atau mungkin sudah tewas, dia juga tak peduli.
Xin Chen mendengus, "Bagaimana aku bisa mempelajari sesuatu kalau tak memberikanku contoh? Ya... Memang, aku sering melihatmu bertarung menggunakan jurus petir. Itupun hanya satu-dua kali, bisa kau jelaskan manusia macam apa yang bisa belajar jurus secepat itu?"
"Jangan mengeluh saja." Rubah Petir bangun dari duduknya. Berjalan di halaman depan rumah yang mereka singgahi dan mengeluarkan sebuah kekuatan petir.
"Ku beri contoh sekali saja, jika kau tetap tak bisa jangan salahkan aku."
"Hm, kau tidak sadar ya? Guru Rubahku yang tercinta seharusnya kau mengerti.... Jurus petirmu itu sudah tingkatan tertinggi, apa tidak ada yang lebih mudah untuk dipelajari olehku?!"
Memang benar Rubah Petir sengaja tak mendengar celotehannya, kekuatan besar menyelimuti langit yang semakin malam. Gelap bersama bunyi guntur yang bersahut-sahutan di dalam awan. Xin Chen menggunakan Pedang Baja Phoenix agar bisa mempelajari kembali jurus yang dicontohkan Rubah Petir sewaktu-waktu, dengan pusaka itu seharusnya apa yang dia lihat sekarang akan bisa lebih mudah dipahami dengan menggunakan Baja Phoenix.
Ye Long melihat ke arah langit, hujan turun deras dan rintikan air jatuh di atas kepalanya. Naga itu menyemburkan apinya ke air-air yang menggenang di tanah, api itu tak langsung padam begitu saja meskipun terkena air. Mereka bertahan kurang lebih dua puluh detik sebelum akhirnya padam meninggalkan asap tipis.
"Lihat ini baik-baik, Chen. Aku takkan mengulanginya untuk yang kedua kalinya." Rubah Petir memecahkan lamunan Xin Chen yang sibuk menerka jenis api yang dimiliki oleh Ye Long, api merah pekat itu terlihat sangat tak biasa.
Deras hujan menjadi lebih kuat di saat itu, Rubah Petir mengangkat sebelah tangannya ke atas membuat energi petir mengalir dari tangannya ke atas. Kekuatan Rubah Petir tersalur ke langit dalam kecepatan tinggi dan saat Xin Chen menyadari sesuatu, dia melihat jarum-jarum petir sudah tercipta di atas langit.
"Petir-petir itu....! Ye Long, berlindung!" teriak Xin Chen keras, pasalnya Ye Long sibuk bermain dengan genangan air dan tak menyadari jarum-jarum petir telah siap menembus tubuhnya. Dalam satu kali tusukan satu jarum petir bisa menembus tangan Ye Long sepenuhnya. Apalagi manusia, bisa langsung tewas seketika.
Meskipun dikatakan sebagai jarum karena memang bentuknya demikian namun jarum petir memiliki panjang yang setara dengan anak panah.
Ye Long terlanjur tak bisa menghindar, dia bertahan dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan sayap. Di waktu yang sama Xin Chen menggunakan kekuatan spesial Topeng Hantu Darah untuk menghilangkan targetnya, dengan begitu Ye Long tak mendapatkan imbas tusukan dari jarum petir yang menikam tubuhnya.
"Hei, kau tahu jarum petir itu berbahaya? Guru Rubah, kau nyaris membunuh Ye Long."
"Naga itu takkan mati hanya karena petir seperti tadi," jawab Rubah. Daripada itu perhatiannya lebih terfokus ke arah lain. "Bagaimana? Kau sudah bisa mempraktekkannya?"
__ADS_1
"Belum-"
"Silakan tunjukkan kemampuanmu sekarang juga."
"Eh, tapi...!"
"Tapi apa?" Rubah Petir mengeluarkan tatapan ancaman sekaligus aura mematikan, mata keperakannya bersinar terang membuat bulu kuduk Xin Chen meremang.
"Tapi tidak jadi, hahaha. Ngomong-ngomong kalau gagal jangan menertawakan ku."
Rubah Petir tertawa sinis, "Aku lebih memilih menertawakan Zhang Ziyi, mengapa dia mati dikalahkan oleh orang yang tak bisa menguasai jurus petir sepertimu."
Wajah Xin Chen langsung berubah masam, bagian paling menyebalkan dari Rubah Petir adalah jika dia sudah meledek ketidakmampuannya dalam menguasai kekuatan petir. Apalagi jika dia gagal melakukan sesuatu dan malah menimbulkan masalah. Bisa-bisa tubuhnya dipanggang menggunakan petir oleh rubah itu.
Ye Long dan Rubah Petir melihatnya dari belakang, kini Xin Chen berdiri di halaman rumah tersebut. Saat dia berusaha mengeluarkan kekuatan petirnya sesuatu yang buruk terjadi. Petir-petir itu merambat melalui aliran air hujan yang membasahi tubuhnya dan menyetrum Xin Chen seketika itu juga.
"Aarghh!"
"Hahahaha sudah ku duga," tawa Rubah Petir terdengar senang. Air hujan akan menjadi sangat berbahaya jika disatukan dengan petir. Mereka menyatu bersama air dan menyebar sangat cepat. Bisa-bisa Xin Chen sendiri yang akan tewas sebelum dia melukai musuhnya.
"Hujan Petir ini hanya bisa kau lakukan saat musim penghujan tiba, dan juga saat menggunakan teknik petir ini kau harus bisa menemukan cara agar petir-petir itu tak melukai tubuhmu saat kau menggunakannya."
"Hanya saat hujan dengan petir seperti ini maksudmu?" Xin Chen sudah berhasil menenangkan diri akibat sengatan listrik tadi. Bisa dibilang dia cukup terbiasa karena petir milik Rubah memang sepuluh kali lebih sakit dari pada ini. Di belakangnya Rubah Petir mengangguk sambil sedikit melihat ke atas langit.
"Energi alam dan kekuatan petir akan menyatu di saat langit murka, kau bisa merasakan kekuatan itu dengan Hujan Petir ini. Kekuatan alam yang sebenarnya, dengan menguasai ini bukan hal yang sulit lagi untuk menyingkirkan musuh lama ayahmu dari Kekaisaran Shang."
**
__ADS_1