Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 98 - Berkejaran dengan Waktu


__ADS_3

"Jangan kau pikir energi petir ini mampu membunuh ku."


"Tunggu meledak dulu baru kau bisa menilainya semau mu." Xin Chen menurunkan tangannya dan berhenti menggunakan kekuatan petir, busur petir di tangannya perlahan menghilang dengan mata terus mengawasi ke arah depan.


Lawannya tak menyadari ada yang salah dengan anak panah di genggaman tangannya, dia tak melihat tepat di ujung anak panah itu sesuatu disangkutkan sedemikian rupa hingga sulit dikenali. Saat Xin Chen mengalirkan kekuatan petir pada anak panah tersebut melalui udara sesuatu meledak dan menyebar di udara dalam sekejap mata.


Sontak situasi mendadak ini membuat mata si pemuda terbuka lebar, dia memasang posisi bertahan.


"B-bom beracun!?" geramnya bercampur panik, pemuda itu berusaha menyingkirkan asap racun yang menguasai daerah sekitarnya namun Xin Chen telah lebih dulu datang membungkam mulutnya dengan racun ringan yang sengaja disimpannya untuk situasi seperti sekarang ini.


Dia berhasil membuat pemuda itu pingsan dan langsung mengeluarkan Baja Phoenix dari cincin ruang sembari menyimpan Topeng Hantu Darah.


Jantung Xin Chen berdetak sangat cepat saat berada dalam pengaruh kekuatan Baja Phoenix merah tersebut, dia berhasil mengorek sedikit ingatan dari kepala pemuda itu dan hampir semuanya tidak berguna. Tangannya mulai bergetar hebat, Baja Phoenix merah mulai tak bisa dia kuasai lagi.


Pusaka itu menyerap kekuatan terlalu berlebihan jika dia menggunakannya dalam waktu lama. Sama halnya seperti Baja Phoenix yang dia miliki. Hanya saja kepingan yang satu ini memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap dirinya.


Xin Chen berhenti sebentar untuk menarik napas, saat sadar ternyata hidungnya telah mengeluarkan darah. Tak terbayangkan bagaimana dua orang berjubah dari Lembah Para Dewa menggunakan Baja Phoenix merah ini dalam waktu lama.


Entah mungkin karena Xin Chen tak terbiasa atau ada suatu cara tersendiri untuk mengendalikan kekuatan tersebut. Pada akhirnya Xin Chen mengulangi sekali lagi. Mencari informasi di mana diletakkan Pedang Baja Phoenix secara cepat.


Sewaktu dirinya sedang disibukkan, suara Ye Long terdengar dari kejauhan. Dia berteriak seperti sedang terluka oleh sesuatu dan suara pintu ebsi terdengar keras setelahnya. Ye Long sudah tertangkap oleh pihak Empat Unit Pengintai dan tampaknya dia berusaha melepaskan diri di sana.

__ADS_1


Keadaan Xin Chen semakin terdesak saat mendengar suara derap kaki Ketua Empat Unit Pengintai dan anggotanya berjalan di samping bangunan. Hanya perlu berbelok saja mereka akan menemukan Xin Chen sedang mengambil informasi dari salah satu anak buah mereka.


Beruntung di detik-detik terakhir Xin Chen berhasil melihat ingatan saat pemuda itu menyembunyikan Pedang Baja Phoenix yang terletak di dalam ruangan Ketua Empat Unit Pengintai. Diletakkan di dalam peti besar yang dikunci menggunakan mantra api.


Siapapun yang mencoba membuka kunci tersebut akan meledak. Sementara peti yang melindungi barang di dalamnya sangatlah keras. Sehingga saat ledakan terjadi benda yang disimpan di dalamnya tak akan mendapatkan dampak apapun.


Topeng Hantu Darah berhasil dikeluarkannya di waktu yang tepat. Xin Chen menghilang begitu saja saat mereka datang dan Ketua Empat Unit Pengintai langsung melihat ke arahnya dalam raut wajah murka.


Dia kehilangan Baja Phoenix yang baru saja didapatkannya dan kini dia kembali dibuat terkejut saat mendapati salah satu anggota dari Empat Unit Pengintai jatuh tergeletak tak berdaya dengan dua orang penjaga tewas tak bernyawa.


"Seseorang menyusup ke tempat kita..." Suaranya lebih terlihat seperti geraman, tulang pipinya mengeras menahan emosi yang sejak tadi membuat kepalanya mendidih. Hingga sekarang ini belum ada kejelasan tentang siapa yang telah menyusupi ke wilayah mereka, belum ada laporan sama sekali mengenai ini semua.


"Baik!"


Setelah mengetahui di mana lokasi keberadaan Pedang Baja Phoenix Xin Chen langsung bergerak ke sana dalam kecepatan tinggi, dia tak peduli lagi dengan batas waktu lima detik dalam penggunaan Topeng Hantu Darah. Kini bahkan dirinya bisa bertahan sepuluh detik menggunakan kekuatan topeng tersebut jika dalam keadaan sangat terdesak.


Setelah memasuki tempat yang sangat besar sebuah aula terpampang jelas di depan matanya. Dia berputar ke berbagai tempat untuk mencari letak Pedang Baja Phoenix tadi.


Tiba di sana Xin Chen mengutuk keras dalam hati sewaktu melihat pintu sang ruangan Ketua Empat Unit Pengintai. Bagaimana tidak, bahkan menggunakan tubuh roh saja mantra pelindung yang sengaja dipasang di pintu itu tetap tak bisa dilaluinya dengan mudah.


Xin Chen memukul penghalang yang tercipta oleh mantra pelindung yang dibuat oleh Ketua Empat Unit Pengintai. Dia mengalirkan lebih dari lima puluh puluh persen kekuatannya agar bisa menghancurkan mantra pelindung itu.

__ADS_1


Dalam hal ini Xin Chen merasa cukup beruntung, dia berhasil membukakan pintu tersebut meskipun membuatnya hancur berantakan.


'Sebelum mereka sadar aku harus cepat bergerak. Semoga saja waktunya sempat, kalau tidak Ye Long..' Xin Chen merasa sedang berkejaran dengan waktu.


Semuanya berjalan sangat cepat dan berada di luar kendalinya saat ini. Tidak memikirkan dua kali Xin Chen membidik mantra api menggunakan Panah Petir.


Mantra api yang melindungi peti besar tersebut membuat suara ledakan keras. Dan di luar dugaan Xin Chen pula, suara itu terlalu nyaring hingga bisa terdengar dari jarak lebih seratus meter.


Hal ini membuat situasi di luar menjadi kacau, bunyi derap puluhan kaki datang bersamaan membuat jantung Xin Chen bekerja sepuluh kali lebih cepat dari biasanya. Hanya empat orang dari mereka saja dirinya hampir dibuat mati jika saja Ye Long tak menyelamatkan. Apalagi dengan semua orang dan juga ditambah lagi mereka memiliki Ketua.


Sempat terpikirkan juga olehnya mungkin setelah hari ini dirinya tidak bisa hidup tenang. Berurusan dengan Empat Unit Pengintai mungkin akan menimbulkan bencana besar entah untuk dirinya sendiri atau juga terhadap keluarganya. Tapi jika dia membiarkan Baja Phoenix jatuh ke tangan mereka sudah jelas Kekaisaran Shang berada dalam masalah yang jauh lebih besar.


Xin Chen berhasil mendapatkan kembali Pedang Baja Phoenixnya meskipun kini dia telah kehilangan banyak tenaga. Kekuatan dari Topeng Hantu Darah melemah seiring dengan menipisnya kekuatan dalam tubuhnya. Xin Chen segera menyembunyikan Pedang Baja Phoenix dan Baja Phoenix merah dalam cincin ruang. Dan di saat pintu dibuka dia langsung kabur lewat jendela.


"Daripada dibilang berkejaran dengan waktu kurasa ini lebih seperti dikejar-kejar hantu..." sungutnya pelan, kakinya terasa hampir patah saat mendarat di tanah. Dia segera menggunakan mode roh agar bisa bebas berkeliaran.


Xin Chen berlari dari satu tempat ke tempat yang lain, dia harus segera menemukan Ye Long jika tak ingin Naga Hitam itu berada dalam bahaya besar. Mengingat Jin Sakai pernah mengatakan bahwa orang-orang dari Empat Unit Pengintai menggunakan permata siluman untuk memperkuat senjatanya, dalam artian lain bisa saja Ye Long di bunuh untuk mendapatkan permata tersebut dari tubuhnya.


Xin Chen mencari penjara bawah tanah yang sempat dilaluinya dan tak menemui Ye Long di sana, dia mengikuti jejak orang-orang dari Empat Unit Pengintai dan mereka sama sekali tak bergerak menuju ke tempat Ye Long. Lima belas menit terbuang sia-sia, mata Xin Chen berhenti pada sang Ketua Empat Unit Pengintai yang sudah marah besar. Terutama pada penjaga markas yang dia rasa tidak becus dalam melakukan tugas mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2