
"Tentu saja aku tertarik."
Lan An menatap mantap ke depannya, ke arah pria dengan jubah hitam dan penutup muka berparuh gagak tersebut. Tidak ada sedikit pun keraguan di matanya.
"Sangat tertarik bahkan, untuk mengulitimu hidup-hidup. Tunggu saja sampai kau berhasil kutangkap, pasti akan ku koyak mulutmu sampai bisa masuk seekor kerbau di dalamnya."
Pria bertopeng tersebut menutup matanya pelan sambil tersenyum, "Sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan denganmu, kalau kau sebegitu niatnya menjaga temanmu itu ...."
Cahaya merah menerangi sekitar, sesuatu muncul dengan suasana mematikan yang terasa menusuk hingga tulang. Angin badai tak lagi bertiup, hening yang tercipta seolah menundukkan kebungkaman mereka pada sosok yang tengah terbang di atas sana. Memperhatikan mereka dengan bola mata merah yang melotot, Lan An tak dapat menarik napasnya. Itu adalah bencana yang telah menewaskan ratusan ribu manusia sepuluh tahun lalu, sosok itu adalah Ratu Iblis, sosok yang memiliki kemampuan penciptaan dan penghapusan. Kekuatan paling terkutuk yang pernah Lan An ketahui.
"Babak baru telah dimulai, pahlawan kecil ... Bagaimana kau akan mengatasinya-"
Lembar Ketiga yang melayang di depan pria itu lenyap tak bersisa, Xin Chen menghilangkan wujudnya sebelum pria itu menyadari bahwa pusaka suci itu telah raib dari pandangannya.
Saat mengetahui lembar tersebut menghilang, pria itu mengamuk seperti dunia sedang kiamat.
"BEDEBAH! KE MANA PERGINYA KERTAS SIALAN ITU!?!"
Xin Chen berusaha membakar, mengoyak dan menghancurkan sehelai kertas bencana itu dengan segala cara namun mustahil. Dia takkan bisa menghancurkannya bagaimana pun juga.
Pria bertopeng menyadari letak keberadaannya, karena Lembar Ketiga memiliki aura negatif yang amat kuat. Dia mengejar Xin Chen tanpa ampun, sementara anak itu semakin menjauh dan menjauh. Mungkin dia bisa menyembunyikan wujudnya tapi tidak dengan pusaka tersebut. Cepat atau lambat lawannya pasti dapat menyusulnya.
Pengejaran itu semakin kalut, Xin Chen kehabisan ide. Terlebih lagi pria itu merapalkan beberapa mantra yang membuat lembaran itu memberontak di telapak tangannya, hendak pergi ke arah majikannya, Pria Topeng Gagak itu sendiri.
"Arrghh!" Pusaka itu semakin menunjukkan reaksi, kekuatan yang melingkupinya tak terbendung lagi. Pantas saja laki-laki ini bisa memanggil orang-orang maupun mahkluk terkuat, sempat dikatakan bahwa pusaka suci nyaris tak pernah ada di bumi ini. Kekuatan mereka layaknya kekuatan dongeng yang mengerikan.
Detik itu, si pria bertopeng gagak berhasil menyusulnya. Hanya butuh menjulurkan tangan, dia akhirnya bisa merebut lembaran itu dari tangan Xin Chen.
Sebelum pria itu menjauh Xin Chen kembali meraihnya, dia membakar lawannya dengan api Keabadian. Meski tak berdampak langsung untuk membakarnya, tapi api tersebut berhasil menghalau pandangan pria bertopeng gagak tersebut.
__ADS_1
Xin Chen membawa lari Lembaran Ketiga, pasti dia memiliki cara untuk menghancurkan kertas tersebut. Tak disangka lelaki itu kembali berulah, dia berteriak.
"Ratu Iblis, musuhmu adalah manusia itu! Bunuh dia sebelum anak itu menghabisimu dengan Lembar Ketiga itu!"
Seperti dikendalikan Ratu Iblis turun dan terbang ke arah Xin Chen, pakaian jubahnya yang begitu panjang berkibar melawan angin. Perempuan iblis itu membuka mulutnya, di saat yang bersamaan tangannya bergerak hingga sesuatu tercipta di belakang Xin Chen.
Tiga sosok iblis dengan ukuran tubuh tiga kali lipat darinya mengecohkan pertahanan Xin Chen. Dua dari mereka menyerang dan sisanya mencuri kertas tersebut dari tangannya.
Xin Chen mengutuk, dia tak bisa sembarangan menyimpan pusaka itu ke ruang penyimpanan. Benda itu terlalu kuat untuk ditampung oleh cincin ruangnya yang tak seberapa. Dibandingkan itu kini Ratu Iblis ikut turun menghabisinya, dia dikepung empat iblis sekaligus.
Sementara Xin Fai tak bisa mengikuti kekacauan itu dengan jelas, Naga Kegelapan berusaha mendobrak ruang alam bawah sadarnya. Sementara itu dia tahu, Ratu Iblis telah muncul dan kini Lan An dan Xin Chen berusaha mengalahkannya.
"Sial ... Kenapa jadi serumit ini ...." Dia ingin segera meloloskan diri dari Naga Kegelapan, tapi siluman itu mungkin takkan bisa dimusnahkannya dengan cepat. sementara waktunya hanya satu Minggu sebelum mantra tersebut melemah, dan ditambah di dunia nyata keadaan tak jauh terancamnya.
"Xin Chen, kali benar-benar ...." Dia menutup sebelah matanya, berusaha memercayakan hal ini pada anaknya, "Aku meminta tolong padamu."
Meski tak dapat didengar anaknya, Xin Fai tetap mengatakannya dengan memohon.
"Cih, andai saja bom asap mempan pada kalian."
"Butuh bantuan, Tuanku?"
Xin Chen terkesiap, dia menyadari kehadiran sosok yang sudah lama menghilang itu di sampingnya.
"Huo Zhao?!"
"Nah, kutinggalkan tak begitu lama sekarang kau berani memanggilku dengan nama." Huo Zhao, sang penghuni Topeng Hantu Darah mengeluh sembari menguap kecil. Sepertinya dia baru saja bangun dari tidur yang nyenyak.
"Ke mana saja kau selama ini?!"
__ADS_1
"Itu tidak penting, kau berada dalam situasi yang sulit, ya? Kekacauan ini membuat tidurku tidak nyenyak sama sekali. Menyebalkan."
Xin Chen tak bisa mengatakan apa-apa, dia hanya tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Tiga iblis itu semakin memojokkannya dan tiba-tiba Huo Zhao memunculkan dirinya kembali.
"Punya rencana, tidak?" Xin Chen berujar kecil, Huo Zhao menarik sudut bibirnya.
"Mau tahu apa rencanaku, Tuan?"
"Apa saja!" kata Xin Chen putus asa.
"Kau tahu aku begitu kelaparan, semenjak jadi roh aku tak pernah memakan apapun di dunia ini." Cerita Huo Zhao itu memang sangat-sangat tidak penting, Xin Chen menggeleng kecil. Prihatin dengan posisinya yang sangat terdesak ini, tak berapa lagi pasti saja dia kehabisan langkah dan Ratu Iblis akan menangkapnya dengan mudah.
"Kau mau makan apa? Kebetulan di tempat ini hanya ada batu, tiga iblis, dan satu manusia yang terpojokkan. Mau makan yang mana?"
Huo Zhao terkekeh saat melihat wajah penuh penderitaan tersebut, dia masih terus mengikuti pergerakan Xin Chen menghindari tiga iblis tersebut tanpa berniat menghadang mereka.
"Kalau begitu izinkan aku memakan kertas itu."
"Heh? Apa katamu? Memakan kertas ini?" Ulangnya tak habis pikir, Huo Zhao mengangguk walaupun tahu Xin Chen tak dapat melihatnya.
Wanita itu berkata lagi, "Hanya itu satu-satunya cara yang ku punya. Daripada Lembar Ketiga itu jatuh lagi padanya, dan dia akan memanggil kembali dua manusia itu serta tiga Ratu Iblis lagi untuk menghancurkanmu."
Sadar dirinya tak punya pilihan apa-apa Xin Chen menjawab, "Lalu jika kau memakannya, kau pasti akan menjadi roh yang sangat-sangat kuat. Dan berbalik menyerangku." Hanya itu perkiraannya, meski belum tahu Huo Zhao benar akan mengkhianatinya. Xin Chen takut Lembar Ketiga ini akan menghilangkan pikiran Huo Zhao dan justru menambah lawannya sendiri.
"Aku takkan pernah mengkhianati Tuanku, itu adalah aib terbesar yang akan ku tanggung bahkan hingga di akhirat. Lagipula, jika aku memakannya tubuh ini takkan sanggup menahan kekuatan tersebut ...."
Xin Chen menarik sebelah alisnya, "Dalam artian lain kau akan menghilang-"
Huo Zhao merebut lembar tersebut dan memasukkannya dalam mulutnya, "Akan kubawa benda terkutuk ini ke neraka. Terimakasih, dan maaf tak bisa menemanimu sampai akhir."
__ADS_1
Huo Zhao perlahan menghilang, bersama dengan Lembar Ketiga tersebut. Topeng Hantu Darah kehilangan penghuninya, dan Xin Chen tak dapat menghentikan semua itu.