
"R-roh Elemen Api-?" ulang Xin Chen hampir kehabisan napas, bahkan sekedar mengulang kata-kata itu saja dia sudah tak sanggup lagi. Berbagai pikiran muncul di pikirannya sekarang, bagaimana, mengapa dan juga alasan Roh Elemen Api masuk ke alam bawah sadarnya. Meskipun tahu penyebabnya mungkin adalah karena permata siluman milik Monster Belut itu, tapi dia masih percaya tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.
Pantas saja sejak tadi Xin Chen merasa ada yang salah dengan lawannya kali ini, walaupun dia yakin Rubah Petir tak berbohong tentang penyerapan permata siluman di mana dia diharuskan untuk melawan sisi gelapnya tetapi sosok yang harus dia hadapi sekarang jauh-jauh berbeda dari prediksi. Kemunculan Roh Elemen Api di alam bawah sadarnya kemungkinan akan disadari oleh Rubah Petir, hanya perkiraannya saja mengingat kekuatan sebesar ini akan dengan mudah diketahui oleh siluman tersebut.
"Kau tampaknya sangat terkejut, tidak menyangka akan didatangi oleh Roh Elemen di saat-saat seperti ini?" sosok tersebut mencebik ketus.
"Bagaimana bisa? Bukankah kalian..."
"Singkatnya, aku sudah bukan Roh Elemen lagi. Kekuatan spiritual asliku sudah dihancurkan oleh para Roh Elemen lain, dikarenakan kesalahan fatal ku memberikan kekuatan pada siluman itu..."
"Siluman Kegelapan? Bukannya itu sangat berbeda dengan Roh Elemen Api?"
Roh Api tersebut mengedipkan matanya dua kali, dia sedikit tertegun Xin Chen mengetahui hal seperti ini juga.
"Hm? Sudah ada yang menamai siluman sialan itu ternyata, jujur saja aku tak tertarik lagi membahasnya. Jika kau tetap bersikeras untuk memiliki kekuatan ini maka kau harus berduel denganku."
Xin Chen menahan pertanyaan yang sejak tadi berputar-putar di kepalanya, terlalu banyak tebakan yang ingin dia pastikan tapi Roh Elemen Api seolah tak berniat berbicara lebih banyak dan dari raut wajahnya saja Xin Chen sadar dia sedang marah.
"Rasakan Neraka Api ini, walaupun kekuatanku sudah sangat melemah sejak dihancurkan oleh para sialan itu tapi kau takkan sebanding dengan kekuatan dewa ini!"
Benar dugaan Xin Chen, berurusan dengan Roh Elemen bukanlah pilihan tepat, terlebih lagi dia sadar bahkan Rubah Petir yang bukan tandingannya akan menundukkan kepala di hadapan mereka. Jubah Roh Elemen Api berkibar kencang, tongkat senjatanya bersinar mengeluarkan sebuah kekuatan berskala besar dan dalam sekejap mata ratusan singa api berukuran raksasa muncul di belakangnya.
__ADS_1
"Mahkluk apa... Itu?" gumam Xin Chen pelan, dia merasakan energi yang sangat kuat terpancar dari setiap binatang buas yang diciptakan Roh Elemen Api, tidak ada hawa siluman dari mereka. Semua kekuatan yang kali ini Xin Chen lihat sudah jelas bukan berasal dari dunianya.
"Roh Suci Surgawi - Penjara Api."
Api biru menjalar di sekitar mereka lalu merangkak ke atas membentuk sebuah kurungan besar agar Xin Chen tidak bisa lari ke manapun dari para binatang itu, sementara Roh Elemen Api mengangkat kembali tongkatnya dan saat sadar, Xin Chen mengetahui bahwa kemungkinannya bisa menang tidak sampai satu persen sekali pun. Pemikiran itu dirasakannya saat Roh Elemen Api menciptakan kembali pelindung besi pada setiap singa api di belakangnya.
'Menyebalkan sekali... Ku kira aku akan bertemu dengan diriku yang lain, tiba-tiba sudah berhadapan saja dengan Roh Elemen Api.' batinnya tak habis pikir, kalau diingat-ingat lagi memang selama ini apapun yang terjadi padanya bergerak di luar kendalinya. Xin Chen bahkan tak tahu dia masih bertahan hingga sejauh ini, dan semakin lama musuh yang dihadapinya semakin besar.
"Kalau sudah begini mau bagaimana lagi, aku akan menyelesaikannya sampai tuntas!"
"Huh? Kuakui kau cukup berani, masih memiliki keberanian di saat-saat terpojok seperti ini."
Singa api mulai menerkam dengan cepat, meskipun tubuhnya besar tapi untuk ukuran binatang seukuran itu kecepatannya terbilang lincah. Ditambah lagi ketajaman setiap cakaran mereka dapat mengoyak kulit sangat parah, Xin Chen menaikkan siaganya ke tingkat tertinggi. Dia tahu dirinya takkan selamat jika berhadapan dengan mahkluk buas seperti ini.
Pertarungan dimulai hampir tak berimbang, Xin Chen dikepung sekaligus tanpa jeda sedikitpun bahkan untuk berkedip saja dia sulit melakukannya. Menutup matanya sepersekian detik saja, lengannya pasti akan terpisah dari tubuh oleh serangan singa api ini.
Saat merasa Roh Elemen Api cukup baik tak turun tangan selain mengerahkan singa apinya ternyata Xin Chen salah besar, sosok roh berkekuatan dewa itu masih terus memojokkannya dengan melemparkan racun api mematikan. Sekilas dia bisa melihat bagaimana salah satu singa api yang tak sengaja terkena racun tersebut dan langsung terbakar kemudian menghilang layaknya debu. Pemandangan mengerikan itu tentu saja baru pertama kali dilihatnya.
"Apa semua Roh Elemen memiliki sikap sepertimu?"
"Hahaha tentu saja tidak..." Roh Elemen Api menambahkan jenis serangan lainnya, semakin membuat Xin Chen kewalahan menghadapi semua serangan sekaligus. Dia mencoba menghindar dengan gesit dan sama sekali tak memiliki kesempatan menyerang balik.
__ADS_1
"Kuharap mereka jauh lebih baik dibandingkan dirimu."
"Ya... Mereka sangat baik, terakhir kali mereka menyiksaku ribuan kali dan sampai kekuatan asliku melemah hingga ke titik terendah, baru mereka mau melepasku. Di kedalaman laut yang sangat-sangat panas, bahkan bisa membuat manusia pun meleleh di dalam air... Mereka terlalu baik sampai-sampai aku ingin menangis."
Xin Chen tersedak mendengarnya, kata-kata Roh Elemen Api yang mengatakan bahwa sekarang kekuatannya berada di titik terendah dan kenyataan bahwa Roh Elemen lainnya jauh lebih buas dari apa yang dia hadapi sekarang sudah membuat Xin Chen takut. Mengingat dirinya sudah beberapa kali mencari masalah dengan Roh Elemen Petir, Xin Chen semakin khawatir hal ini akan menimbulkan masalah ke depannya.
Sewaktu sadar dari lamunannya Xin Chen baru tahu dia berada dalam tempat terpojok, kanan kiri dan depannya dikerubuti oleh singa api sedangkan jika dia mundur ke belakang penjara api sudah siap memanggangnya menjadi abu.
"Aku berterimakasih pada Rubah Petir yang sudah mempertemukanku pada anak nakal sepertimu, setidaknya aku berhasil membasmi salah satu kalian saja sudah cukup."
"Apa maksudmu?"
"Kau berniat merusak hukum alam, kau pantas dibunuh."
***
pengen Hiatus kayak author lain, tpi yakin pasti dihujat nih. itu komentar sampe seratusan lebih lagi, gomen klo banyak yg kesel
gk ad niat buat berhenti nulis kok cuma istirahat aja bentar kk, tenang aja tetap lanjut kok :'D
arigatou ~ 🐣
__ADS_1