Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 158 - Iblis Bertopeng Gagak


__ADS_3

Di balik kepulan asap terlihat sosok Han Zilong yang berdiri tegap, hentakan petir berkekuatan dewa itu sama sekali tak menggentarkan kakinya. Terdengar sedikit dia terbatuk, memuntahkan darah yang cukup banyak namun hanya sampai di sana saja, selanjutnya Han Zilong menghadapkan tubuhnya ke arah mereka serta tatapan amarah yang menggebu-gebu.


"Muncul satu lagi penghalang yang harus dihancurkan." Han Zilong menggumam, biarpun pria itu memiliki tubuh dan kekuatan yang sama dengan sosok bernama Han Zilong, namun jiwanya berbeda. Pria itu dikendalikan oleh sesuatu yang amat kuat di belakangnya, bahkan sampai detik ini pun Xin Fai belum bisa menebak siapa yang menjadi dalang sebenarnya dalam peperangan ini.


Jika mencurigai Liu Fengying sebagai pelaku yang memanggil mereka entah mengapa dirinya tak begitu yakin, terlebih saat tahu lelaki pembuat masalah itu datang ke arena pertempuran.


Saat sedang sibuk berpikir rupa-rupanya Han Zilong mendadak jatuh berlutut, Petir Kutukan tadi menghapus kekuatan yang mengalir dalam tubuhnya. Pria itu mengeluarkan seluruh sisa kekuatannya untuk melindungi tubuhnya sehingga tingkat kerusakan yang diterimanya tidak lebih dari dua puluh persen.


Xin Chen hampir tidak percaya, saat menerima serangan itu dirinya bahkan benar-benar mati seandainya hari itu kekuatan Roh Elemen Api tidak melindunginya. Han Zilong yang nyatanya adalah manusia, dengan kekuatannya saja bisa selamat tanpa sedikitpun bergerak dari tempatnya.


"Orang bernama Han Zilong itu ... Benar-benar monster." Hanya itu yang terucap di mulut Xin Chen, dia merasa pundaknya di tepuk pelan dari belakang dan menoleh sebentar.


"Sisanya serahkan padaku."


"Tapi..." Xin Chen kembali melihat ke arah Han Zilong, muncul seseorang dalam balutan jubah hitam serta memakai topeng gagak di kepala. Tidak ada secelah pun kulitnya terlihat, seluruh tubuhnya tertutup sempurna. Suaranya terdengar berat ketika tembus dari dimensi lain, hanya tawa cekikikan yang mengisi sekitar mereka.


"Hahhaha tontonan yang cukup menarik! Aku sampai-sampai tak habis pikir melihat kekuatan tadi!" celotehnya seraya bertepuk tangan dengan meriah, Xin Chen segera menarik pedangnya kembali. Sosok misterius tersebut terlihat sangat berbahaya, bahkan saat berjalan saja kakinya seperti tak membunyikan suara apapun. Dia seperti melayang di udara


"Wah wah kenapa? Aku datang kalian langsung bisu bersamaan? Hei, kejam sekali. Mana boleh begitu!"

__ADS_1


"Orang aneh ini datang-datang mau melawak atau bagaimana?" Xin Zhan yang pertama kali mengeluarkan suara, Ren Yuan langsung membekap mulut putranya itu. Auranya yang merah darah bercampur hitam sangat berbeda dari orang-orang dari aliran hitam manapun.


Hanya berdiri beberapa puluh meter darinya saja lelaki bertopeng gagak itu cukup berani mengancam mereka dengan hawa pembunuh, dia melompat ke atas batu besar dan duduk bak raja di atas sana.


"Pedang Iblis dan dua anaknya, akan kupastikan kalian semua lenyap di hari ini. Hari yang begitu spesial, bukan begitu Tuan Muda Xin kedua?"


Xin Chen menukikkan alisnya, ingin sekali dia menebas kepala lelaki itu andai saja dia tahu seperti apa kekuatan lawannya. Dalam pertarungan antara hidup dan mati seperti ini dia tidak ingin gegabah atau jika tidak nyawa orang di dekatnya yang menjadi sasaran.


"Hei kau terlihat marah begitu padahal aku dengan baik hati memberikan kejutan kecil di hari ulang tahunmu dan juga hari pernikahan Pamanmu."


"Kejutan kecil, katamu?!" Lan An menyahut emosi, "Kau tidak tahu perbuatanmu itu membuat ribuan nyawa di Kota ini hanya dalam satu hari?"


"Tahu atau tidak pun, apa menurutmu aku terlihat peduli?"


Lelaki bertopeng itu mengangkat tangannya buru-buru, "Oh-ho! Jangan tergesa-gesa, Tuan Lan An yang terhormat. Kau tahu aku sangat tidak sudi mengotori tanganku sendiri dengan darah, dibandingkan itu ...."


Pria tersebut terkekeh geli, seolah peperangan ini adalah sebuah panggung sandiwara yang lucu. Dan dia memainkan mereka seperti boneka menggemaskan dengan seenaknya.


"Mari kita lihat pertunjukan yang lebih menarik."

__ADS_1


Xin Fai tahu membiarkan lelaki itu bertindak sudah pasti masalah yang lebih besar menanti mereka. Dia berpindah begitu cepat untuk menyerang pria bertopeng tersebut, namun tampaknya lawannya sudah memperkirakan hal itu terjadi.


Pria bertopeng gagak itu sudah lebih dulu melayang di udara, pergerakannya sedikit lebih cepat dibandingkan Xin Fai dan lebih lagi dia menguasai ilmu ilusi. Di mana dirinya dapat menciptakan bayangan menyerupai dirinya yang bisa menipu musuh. Tubuhnya yang asli disembunyikan di antara puluhan ilusi menyerupai dirinya. Tak menunggu waktu lama, pria itu membaca mantra kuno yang sama sekali tidak dimengerti. Dalam keadaan melayang di udara, mantra tersebut bersinar di bawah kakinya.


"Kitab Terlarang - Ilmu Pemanggil!!"


Mantra kuno itu mengalirkan kekuatan pada satu titik, lebih tepatnya di mana wadah Han Zilong sebelumnya berdiri. Meskipun kekuatan yang diberikannya tak begitu besar namun saat mantra itu memanggil jiwa pahlawan yang berkekuatan dahsyat maka tubuhnya akan mengikuti tingkat kekuatan sosok tersebut. Hal inilah yang ditakutkan dari Lembar Ketiga Kitab Terlarang. Siapapun yang memilikinya dapat mengendalikan orang terkuat sedunia hanya dengan selembar kertas tersebut.


Saat masih menyatu dengan Kitab Terlarang, Lembar Ketiga masih termasuk sebagai Pusaka Langit yang didambakan para manusia gila kekuatan. Namun semenjak lembar tersebut terpisah, dikatakan bahwa Lembar Ketiga tersebut berubah menjadi Pusaka Suci yang lebih tinggi dari Pusaka Langit. Keberadaannya bahkan tak pernah terendus oleh seorang pun hingga pada akhirnya dilupakan dan hanya menjadi legenda.


Kepulan asap yang mengelilingi sosok berbeda di depan mereka menampakkan sinar merah yang begitu terang. Bunyi pedang yang diseret di atas bebatuan terdengar mengerikan seiring derap langkah kakinya mendekat. Xin Chen menahan napasnya, dia bahkan merasakan kakinya tak mau bergerak ketika merasakan aura dari sosok tersebut. Siapapun yang berada di sana hanya mampu diam membatu layaknya patung, seolah-olah hanya dengan bergerak satu meter nyawa mereka habis di detik itu juga.


"HAHAHAHA!!!" Tawa puas menggelegar di atas kepala mereka namun tidak ada yang mau melihat pria bertopeng gagak itu melainkan terus terkunci pada sosok yang tertutup oleh asap tebal di sana.


"Bahkan Sosok Pedang Iblis saja terdiam dengan sosok yang kupanggil?! Benar-benar disayangkan. Ah, sepertinya kalian butuh waktu sendiri? Kalau begitu selamat bersenang-senang!"


Pria bertopeng gagak tersebut masih terus tertawa bahkan sampai dia menghilang di balik lingkaran gelap, kemudian menghilang sesudahnya. Kini suasana yang amat hening seperti membunuh mereka semua saat sosok tersebut berhenti berjalan dan membuat gesekan pedang yang menjerit-jerit menghilang.


Matanya yang merah karena berada di bawah kendali pria bertopeng, serta tanda Bunga Api di keningnya. Pria itu adalah Qiang Jun.

__ADS_1


Xin Fai tertawa kecil, tak habis pikir. Dulu saat dia masih kecil dirinya begitu ingat saat melawan Raja Iblis pria ini lah yang membantunya selamat.


Dan sekarang mereka berdiri berhadapan, bukan sebagai kawan melainkan sebagai lawan.


__ADS_2