
Sewaktu mencapai terowongan yang menghubungkan sungai dengan laut lepas, Monster Belut membunyikan suara yang amat keras hingga gelombang air kembali datang. Raja Belut Listrik memilih tak melihat ke belakang demi keselamatan jantungnya, sedikit lagi dia menggapai permukaan dan saat berhasil naik ke atas sungai dia dan Xin Chen langsung menepi. Takut Monster Belut berhasil masuk ke dalam terowongan dan mengejar mereka hingga ke tempat ini.
Xin Chen menarik napas sangat panjang, akhirnya dia bisa bernapas bebas seperti sedia kala. Hanya saja situasi seperti ini tak bisa membuatnya tenang, Monster Belut mengamuk sejadi-jadinya hingga membuat terowongan penghubung di bawah sana rusak. Dia memaksa masuk ke dalam.
"Hei, apa yang kau lakukan?! Kau ingin membuat para siluman di tempat ini celaka?" marah Raja Belut Listrik membentaknya keras. Tindakan ini hanya akan merugikan pihaknya, dia tahu memang sejak awal ini semua salahnya menyuruh Xin Chen berenang ke kedalaman laut hingga bertemu dengan Monster Belut. Hanya saja dia juga tak mau kesalahannya ini dilimpahkan pada siluman-siluman lain yang tak memiliki urusan di dalamnya.
Di sisi lain Xin Chen berusaha menjernihkan pikiran sambil memulihkan luka bakar yang muncul di tubuhnya. Tak lama dia menatap Raja Belut Listrik, "Aku akan mengatasi masalah ini dengan sampai tuntas. Hanya saja aku membutuhkan sedikit bantuan dari kalian."
Raja Belut Listrik masih marah tapi dia tak bisa bersikap seperti itu dalam waktu lama, tidak ada yang perlu di perdebatkan lagi. Semua sudah terlanjur terjadi dan memang dia seharusnya tahu Xin Chen takkan mampu untuk menghentikan Monster Belut itu sendirian. Ditambah pula, membunuh monster itu sama dengan menyelamatkan nyawa para Belut Listrik di tempat ini dan jika mahkluk itu tetap ada dan tinggal di bawah sana, tidak menutup kemungkinan dia akan mengamuk sewaktu-waktu.
"Tunggu, jangan bilang kau memancingnya ke sini agar tak bisa menggunakan kekuatan aslinya di bawah laut?" Akhirnya siluman itu menyadari sesuatu, tak mungkin juga Xin Chen melarikan diri dengan alasan ketakutan setelah melihat berbagai tindakan nekad yang dilakukannya sejak tadi.
Xin Chen tertawa kecil, "Ku pikir kau terlalu menaruh harapan tinggi padaku. Hei, berpikir logis saja. Kalau kau saja kewalahan menghadapinya bagaimana denganku yang tidak bisa bernapas di dalam lautan?"
Raja Belut Listrik mengangguk beberapa kali, dia mengingat kembali pertarungan di bawah laut tadi dan Xin Chen selalu terkendala dengan pasokan udara dalam paru-parunya.
__ADS_1
"Baiklah kau membutuhkan bantuan apa dariku?"
"Bukan hanya kau, tapi Kelelawar Api di tempat ini."
Walaupun agak tak mengerti Raja Belut Listrik memutuskan untuk mengikuti permintaan Xin Chen, dia memanggil seluruh Kelelawar Api untuk mendekat padanya.
"Lalu?"
"Jika Monster Belut itu naik ke permukaan para Kelelawar Api bisa mengecohnya dengan jeritan mereka, seharusnya dengan cara itu monster tersebut takkan memiliki waktu untuk menciptakan jurus petir secara beruntun. Kita harus memanfaatkan waktu itu untuk memotong empat kepalanya yang tersisa."
"Hahahaha memang begitu cara pikir manusia, aku hanya sedikit memanasinya dan dia mengamuk tanpa berpikir di sini bukan tempatnya bertarung."
Letupan dari buih-buih air terdengar di atas permukaan, Xin Chen mendekat sedikit untuk memastikan apa mahkluk itu sudah tiba atau belum. Di saat dirinya fokus menajamkan penglihatannya tangan dengan cakar begitu tajam keluar menghantam pinggiran sungai.
Kontan Xin Chen melompat mundur untuk bisa menjaga jarak aman dari Monster tersebut, tubuhnya yang amat panjang merangkak naik ke permukaan bersama bola mata murka terbakar emosi. Monster itu segera membuka mulutnya untuk mengumpulkan kekuatan petir.
__ADS_1
Sementara Xin Chen langsung mendekati Monster tersebut, tidak seperti sebelumnya, sekarang dia bebas menyerang dari jarak dekat karena di pertarungan sebelumnya dia harus berhadapan dengan air mendidih yang seperti membakar tulangnya. Dan ditambah lagi monster itu tak bisa melihat sekitarnya dengan jelas, para Kelelawar Api berterbangan dengan kecepatan tinggi untuk mengganggunya. Mereka begitu susah ditangkap ataupun di serang.
Kecepatan terbang ini sempat membuat Xin Chen kewalahan di awal-awal, dia yakin Monster Belut itu takkan bisa mengendalikan siluman Kelelawar Api di sini dan melihat mereka sangat agresif menyerang monster yang mereka anggap musuh, situasi Xin Chen seolah berbalik dari sebelumnya. Dengan bertarung seperti ini tampaknya dia masih memiliki kesempatan untuk menang.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatannya, Xin Chen menerabas masuk dan melepaskan serangan berkecepatan tinggi. Dia memfokuskan serangan pada keempat leher Monster Belut ini karena di sana lah pusat kendali mahkluk tersebut. Namun seolah tahu tujuan Xin Chen, monster tersebut melindungi bagian tubuhnya yang diincar serta kembali melepaskan sengatan petir berbahaya.
Sementara Raja Belut Listrik berdiri kaku di tempatnya, dia tak tahu harus berbuat seperti apa karena dalam posisinya sekarang tampaknya ikut campur hanya akan menambah masalah untuknya saja. Kepala siluman itu beralih menghadap ke belakang dan menangkap kehadiran Rubah Petir di sana. Dia mengamati pertarungan yang jelas-jelas terjadi di depannya.
Raja Belut Listrik kembali berbalik, hal ini sangat memalukan baginya. Pertarungan sedang terjadi tepat di depannya tapi dia sama sekali tak membantu, baru saja memutuskan untuk bertarung Xin Chen mundur.
"Hei... Jangan bilang kau sudah kehabisan tenaga?" Deru napas Xin Chen terdengar terputus-putus, memang sejak tadi dia mendengarnya hanya saja yang sekarang ini lebih seperti orang sesak napas. Raja Belut Listrik menggunakan kekuatan penyembuhannya untuk membantu Xin Chen memulihkan luka bakar di lengan dan lehernya. Luka bakar ini akan sangat berbahaya jika di biarkan terus-terusan. Apalagi tadi Xin Chen terkena sedikit dampak dari Api Keabadian, meskipun sudah membentengi dirinya dengan perisai petir efek dari kekuatan tersebut akan terus bekerja kalau tidak segera dihilangkan.
Xin Chen memegang tulang rusuknya, terasa nyeri yang amat sangat dari dalam sana. Xin Chen yakin ini kemungkinan besar adalah efek dari penggunaan kekuatan secara berlebihan yang terus-menerus dia pakai, setidaknya pertarungan melawan Monster Belut ini sudah memakan waktu dua jam lamanya, selama itu semua efek bekerja di tubuhnya. Hanya membutuhkan waktu sebentar lagi sebelum dia kembali pingsan.
Xin Chen melirik ke arah Raja Belut Listrik, dia sedikit berbisik kepada siluman itu dan setelahnya dengan sisa kekuatannya dia kembali berhadapan dengan Monster Belut tersebut.
__ADS_1