
Lan Zhuxian terbata-bata, kesulitan mengeluarkan suaranya yang mendadak hilang. Hanya nada serak terdengar disertai wajah pucat, "S-saya ... sepertinya kami salah orang ..." Lan Zhuxian tak mengerti apa yang baru saja dikatakannya tadi, jelas-jelas yang berdiri di depan mereka kini adalah Xin Chen, pimpinan Empat Unit Pengintai yang sedang mereka cari
Dan sosok yang terbaring tak bernyawa di depan pemuda itu adalah Gurunya, Yuhao sang Pembasmi Roh. Pelarian dari Kekaisaran Qing yang kehilangan banyak hal akibat kekuatan yang begitu dibencinya. Kepercayaan orang-orang terhadapnya hilang, membuat wanita itu kehilangan tempat untuk bersandar.
Lan Zhuxian tak dapat merespon apa-apa lagi selain diam kehabisan kata-kata. Shui membaca suasana mencekam yang menyelimuti mereka kini. Selubung mantra Yuhao menghilang, saat itu sore telah datang. Langit jingga yang kini meredupdengan garis-garis kemerahan semakin kelam diganti malam yang suram.
"Chen, kau tahu siapa yang baru saja kau bunuh?"
Nan Ran menatap Shui yang kini terfokus pada Xin Chen, ingin mendengar jawaban langsung dari pemuda itu. Dia tahu situasinya sedang tidak baik, dan ini bukan waktu yang tepat untuk menyudutkan pemuda itu.
Diamnya Xin Chen seolah-olah membenarkan tindakannya tadi adalah perbuatannya sendiri, Lan Zhuxian membungkuk kikuk.
"Sa-saya melupakan sesuatu, saya akan kembali."
Pedang yang menusuk jantung Yuhao ditarik kembali, wanita itu sudah kehabisan banyak darah. Sementara mata yang tadinya hitam berganti seperti mata manusia biasa. Xin Chen menatap wanita itu dengan mata bersalah, dia mengawasi hutan di mana terakhir kali dirinya melihat Hantu dari YuangXe. Meski pun tak yakin pasti apakah perbuatan itu adalah ulah laki-laki tersebut, Xin Chen sendiri tak menyangka dia kembali kehilangan kesadaran dan justru membunuh sosok yang berharga bagi temannya.
Sepeninggalan Lan Zhuxian, tak ada yang berani angkat bicara. Xin Chen menghela napas, dia tak bisa membiarkan jasad Yuhao seperti ini demi mengejar Hantu dari YuangXe.
Xin Chen berjongkok, memastikan denyut nadi Yuhao yang memang tak berdetak lagi. Andai pun dia masih bisa hidup, Xin Chen tak yakin wanita itu ingin melanjutkan kehidupannya yang menyiksa. Tak memiliki kekuatan di dunia yang keras seperti ini hanya akan membuat dirinya tertindas.
"Maaf." Suaranya hanya terdengar kecil, namun mereka dapat mendengar penyesalan tersebut. Tatap matanya saat meminta maaf pada Yuhao yang tak dapat mendengar permintaan maafnya lagi, walaupun tahu itu sia-sia dia tetap menundukkan kepala.
"Aku mempelajari banyak hal darimu."
Hampir setengah jam berlalu dengan hening, Lao Zi membuka suara. "Apa ada orang lain di tempat ini?"
Makam Yuhao di tengah hutan telah dibuat oleh Xin Chen, walaupun sederhana. Xin Chen begitu menghormati wanita itu, dia mengetahui ada banyak kelemahannya. Tentang pengendalian roh, tentang rasa benci dan segala hal menyakitkan yang membuat wanita itu tak pernah tertidur lelap. Xin Chen tahu seberapa besar Yuhao membencinya, namun wanita itu sering menahan tangannya sendiri dari sesuatu yang membuat Xin Chen benar-benar terbunuh.
Yuhao tak sanggup membunuhnya, karena dia menganggap pemuda itu sama seperti kedua muridnya, Zhang Ziyi dan Lan Zhuxian. Meski di satu sisi dia ingin sekali menghabisinya setelah mengingat kematian putri tersayangnya.
Xin Chen perlahan beralih menatap Lao Zi, "Hantu dari YuangXe. Orang itu melarikan diri."
__ADS_1
Lalu Xin Chen terdiam, tak dapat menjelaskan kematian Yuhao tadi.
"Kau kenal dengan wanita itu, Chen?" Shui menanggapi enteng. Xin Chen menggeleng. "Aku tidak mengenalnya."
"Hais, maksudku tahu tidak dia siapa?" Shui menggeram sebal. Rambut birunya dibiarkan terurai, tampaknya orang-orang unit satu sudah tahu tentang rambut dan matanya yang aneh.
"Dia Yuhao, Guru Lan Zhuxian."
Shui mengangguk, "Kau membunuhnya?"
"Bukan mauku."
"Lantas?"
"Orang-orang YuangXe sebagian besarnya adalah pengguna roh. Salah satu dari mereka bahkan mendapatkan senjata roh dari leluhur. Itu artinya mereka sudah sejak lama menjadi keturunan anti-roh. Dan yang barusan kalian lihat, salah satu dari mereka mengambil kesadaranku. Hanya beberapa detik, dan yang terjadi seperti yang tadi kalian lihat." Penjelasan panjang lebar itu membuat Shui mengangguk, Surai Biru itu tiba-tiba saja berubah wujud menjadi naga kecil yang kini melesat jauh ke arah YuangXe.
Xin Chen terkejut, apalagi dua pemuda di depannya. Nan Ran dan Lao Zi saling bertatapan. Seolah-olah bertanya apakah yang mereka lihat tadi sama atau hanya salah lihat.
"Shui bajingan!"
"Hoi, mulut." Xin Chen menatap Ye Long tajam.
Ye Long tampak tak terima, mulutnya yang penuh dengan rumput-rumputan mengomel.
"Aku hanya menyuarakan isi hatimu tadi."
Kata-kata Ye Long membuat majikannya mendecak samar, dia kembali berbicara.
"Kau ini naga atau kambing?"
"Hah? Kau tidak memberiku makan sampai berapa hari, perutku bisa bolong dua meter karena kelaparan. Dan dengan mudahnya majingan ini memarahiku."
__ADS_1
"Majingan apa katamu?"
"Majikan-bajingan."
Sebelum mendengar Irama Kematian, Ye Long langsung melarikan diri ke tempat yang aman.
Lao Zi dan Nan Ran yang baru pertama kali melihat wujud siluman itu dibuat terperangah, mereka tak sempat mengambil napas karena takut naga itu tiba-tiba menyemburkan api panas. Lao Zi takjub di detik setelah Ye Long pergi, menatap Xin Chen tak percaya.
"Anda memang orang yang hebat, Tuan Muda. Berteman dengan mereka, dan juga aku pernah mendengar tentang kabar bahwa anda juga memiliki guru yang merupakan Siluman Penguasa Petir."
Nan Ran tak melepas pandangannya dari Xin Chen, tak menyangka sosok itu akan jauh melebihi ekspektasinya. Tak dapat diabaikan lagi bahwa sebagai pimpinan Empat Unit Pengintai, sosok yang mereka panggil sebagai pemimpin itu memiliki aura yang dapat membuat mereka tunduk walau tidak berbicara. Sebesar itulah rasa hormatnya.
"Kenapa kalian datang kemari?"
Nan Ran berdeham, "Karena Lan Zhuxian." Dia mengalihkan pandangan ke arah tanah YuangXe. Mereka sempat melewatinya dan tak berani masuk ke sana, untuk mendekatinya tentu harus melalui banyak jebakan tak terduga.
"Dan juga keselamatan anda."
Tatapan Xin Chen jatuh pada makam Yuhao. Dia sadar Lan Zhuxian mengkhawatirkan pertarungan ini dan semua berakhir dengan kematian gurunya.
Lan Zhuxian pernah mengatakan bahwa dia ingin berbicara satu hal saja pada gurunya. Namun sebelum sempat mengatakan hal itu, Yuhao telah tiada. Dan dia mati di tangan Xin Chen sendiri.
Tak lama berselang kekacauan datang dari arah lain, mereka dapat mencium bau kebakaran yang tak begitu jauh. Dan dari arah yang sama muncul naga kecil Shui, dia merubah wujud ketika menapak di tanah.
"Bocah itu tertangkap!"
"Siapa?"
"Ye Long-!"
Ledakan besar membuat tanah bergetar. Shui melanjutkan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Dan juga Lan Zhuxian! Mereka berdua sedang diarak ke tengah YuangXe untuk ritual pembunuhan!"