
"Kakak Zhan?" Napas Xin Chen tercekat, sudah berbulan-bulan dia tidak bertemu dengan saudara kembarnya itu. Aura yang begitu kuat melingkupi tubuh Xin Zhan, sebagai salah satu murid terkuat dari Lembah Kabut Putih kekuatannya tak bisa diremehkan.
Selama pertarungan ini nyatanya Kekaisaran Qing telah mengirimkan siluman-siluman berbahaya yang mengancam kehidupan penduduk kota dan Xin Zhan bersama para prajurit Kekaisaran bekerja sama menangani hal tersebut.
Melihat adiknya kembali ke tempat asalnya, Xin Zhan hanya mampu terdiam. Dia merasakan aura membunuh yang begitu pekat di sekitar tempat bertarung Xin Chen dan juga siluman raksasa itu. Awalnya dia pikir aura itu berasal dari lawan Xin Chen, namun Xin Zhan tidak bisa menepis dugaan lain yang terbayang di benaknya.
"Sekarang saat semuanya kacau kau baru teringat untuk pulang?"
"Aku tidak pernah mengatakan aku pulang ke rumah."
Kedua tangan Xin Zhan mengepal hingga pucat, dia terlihat sangat murka. Tanpa berpikir dua kali Xin Zhan berpindah ke dekat Xin Chen, prajurit Kekaisaran hanya bisa menyimak pertengkaran keduanya karena tahu jika berani ikut campur urusan anak tertua klan Xin itu, leher mereka pun bisa dipenggal dengan mudah.
"Apa maksudmu, hah?! Meninggalkan rumah dan bermain-main di luar sana seperti binatang buas! Kau tahu setiap malam ibu menangisimu, kau tidak pernah kembali sejak hari itu-!" Xin Zhan ingin mengatakan lebih banyak namun tenggorokannya tercekat. Dia begitu menyayangi ibu dan ayahnya, namun Xin Chen dengan mudah pergi dan meninggalkan mereka. Menuju tempat lain yang bahkan tak mereka ketahui di mana.
"Bermain-main, ya?" Dia menengadah ke atas langit, melihat Naga Kegelapan tengah mengamuk dan menghancurkan hutan dengan membakarnya menggunakan Api Keabadian. "Terserah jika itu katamu. Lagipula untuk orang lemah sepertiku, ada di rumah atau tidak juga takkan mempengaruhi apapun. Justru kau sendiri yang mengatakan kalau aku cuma beban? Seharusnya jika aku pergi tidak akan ada ruginya bagimu."
Xin Zhan mencebik, "Memang tidak ada gunanya. Sial, mengalahkan monster jelek saja kau sudah kepayahan. Dasar adik bodoh!"
Xin Chen tertawa kecil, "Yah hahahaah siluman jelek ini dari tadi mengganggu ku. Bisa tolong kau hajar saja dia?"
__ADS_1
"Tidak perlu kau minta juga aku memang akan menghajar wajah jeleknya itu!"
Xin Zhan mengeluarkan pedangnya tanpa ragu-ragu, dalam satu detik setelahnya sebuah aliran kekuatan yang melimpah keluar dari tubuhnya. Seperti yang diharapkan dari kakaknya, Xin Zhan tidak akan tinggal diam selagi Xin Chen pergi dari rumah. Dia berlatih jauh lebih keras dari siapapun, menghancurkan apapun yang menurutnya pantas untuk diberantas dan bekerja langsung pada Kaisar demi melindungi orang-orang.
"Ck, satu bocah merepotkan bertambah lagi. Baiklah jika itu mau kalian, aku takkan segan-segan!" Liu Fengying menarik napasnya, tubuhnya membesar lagi dan berbeda dari sebelumnya, ekor kalajengking miliknya bertambah menjadi lima.
Xin Zhan paham betul seberapa berbahayanya ekor tersebut, salah bergerak saja dia bisa lumpuh karena racun tersebut. Umumnya racun siluman kalajengking tak membutuhkan waktu lebih dari satu menit untuk membunuh korbannya. Dan lima ekor tersebut seolah menutup celah di tubuh Liu Fengying.
Xin Zhan mengambil langkah pertama, tanah tempatnya berpijak berderak retak saat pemuda itu maju menyambar kalajengking besar itu. Pedang Xin Zhan dan capit kalajengking beradu kuat, bunga api terlihat akibat gesekan tersebut. Dalam segi pertahanan wujud Liu Fengying sangatlah kebal. Dia bahkan tidak bergeser selangkah pun dari tempatnya.
Menyadari hal itu Xin Zhan mundur kemudian menyerang dari arah berbeda, pertarungan berjalan begitu cepat. Para prajurit yang datang bersama Xin Zhan pun ikut diam membatu menonton pertarungan mengerikan tersebut. Selama di Lembah Kabut Putih Xin Zhan tidak pernah menggunakan kekuatan penuhnya untuk bertarung.
Namun hari ini dia tampak serius, salah satu prajurit melirik ke arah Xin Chen dan menyenggol prajurit di sebelahnya.
Pria itu mengelap wajahnya dengan sapu tangan, begitu ingat bagaimana Xin Chen suka sekali menjahilinya saat bertugas mengawasi kota ini. Pedangnya yang dia beli dengan susah payah dicebur ke sungai oleh anak itu.
"Tapi..."
Prajurit lainnya tampak menyadari sesuatu yang aneh dari aura tubuh Xin Chen, sebagai ketua para prajurit tentu dia lebih sensitif dalam hal mengukur kekuatan. Sebuah aura merah darah yang begitu pekat menyelimuti tubuh Xin Chen, dan dibanding itu pria itu sadar dia menyembunyikan aura mengerikan tersebut.
__ADS_1
Empat dari lima ekor Liu Fengying berhasil dipotong oleh Xin Zhan, dengan salah satu kakinya yang juga ikut ditebas.
"Boleh juga kekuatanmu ini... Tapi asal kau tahu saja.." Liu Fengying tertawa terbahak-bahak, regenerasi tubuhnya yang sepenuhnya siluman memberikannya kemampuan menyembuhkan diri lebih cepat. Hanya butuh hitungan kurang dari sepuluh detik, seluruh ekor dan kakinya kembali tumbuh seperti semula.
"Tidak mungkin..." Xin Zhan bersiap dengan menggunakan Kitab Tujuh Kunci, sedari tadi dia fokus menyerang kalajengking itu dengan tebasan pedang. Namun jika dengan hal itu Liu Fengying tidak bisa disingkirkan, mau tak mau Xin Zhan harus menggunakan Kitab Tujuh Kunci untuk mengalahkannya.
"Hm sepertinya kau mulai serius?" Mata kemerahan Liu Fengying menyipit, wajahnya yang bengis membuatnya hampir sama seperti iblis. "Sayangnya sebentar lagi kejutan besar akan datang, kau tidak akan bisa menghentikan satu pun dari kami! Hahahaha!"
Seperti kata Liu Fengying, tak lama berselang satu kota Renwu diselimuti oleh selubung yang dibuat dengan mantra tingkat tinggi, jurus dari ilmu hitam kuno yang sangat-sangat berbahaya.
Langit yang semula berwarna biru cerah berganti dengan merah pekat, Xin Chen mengangkat kepalanya. Sedari tadi dia merasakan sebuah kekuatan misterius yang menyeramkan, dan semua itu berasal dari sosok di atasnya.
Seorang pria dalam balutan jubah terbang di atas sana, kedua tangannya terentang sambil merapalkan sesuatu. Hingga akhirnya ketika dia berhenti berucap, muncul para mayat hidup yang keluar dari dinding-dinding mantra.
"Apa-apaan kekuatan ini?!" Justru Xin Chen yang pertama kali terkejut, pundaknya terasa bergetar melihat seberapa banyaknya mayat hidup yang keluar dari dinding mantra tersebut. Di detik itu dia baru melihat langsung bagaimana mengerikannya ilmu hitam dari Kekaisaran lain. Bukan untuk menciptakan kedamaian, justru mereka menggunakan kekuatan untuk menghancurkan sesuatu dalam skala besar.
Ilmu Pemanggilan adalah salah satu jurus mengerikan yang dapat menghancurkan dunia, selain kemampuan penciptaan dan penghapusan milik Ratu Iblis. Keduanya sama-sama bencana besar bagi peradaban manusia.
Yong Tao yang tampaknya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya juga sama terkejutnya dengan Xin Chen, saat berbicara bibir pria itu tampak bergetar. "Itu adalah teknik pemanggil yang seharusnya hanya bisa dimiliki oleh pemilik awal dari Kitab paling hebat di muka bumi ini..." Yong Tao memuntahkan darah, namun masih berusaha berbicara jelas. Sebagai mantan dari Pilar Kekaisaran pertama dirinya tahu banyak tentang sosok pendahulu di masa lalu.
__ADS_1
"Jangan bilang... Lembar Ketiga Kitab Terlarang?"
**