Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 126 - Roh Elemen Api


__ADS_3

Sebuah suara tetesan air dalam tempat yang begitu sunyi terdengar jelas, bunyi angin serta keheningan tanpa henti menyatu dalam waktu bersamaan.


Xin Chen membuka matanya perlahan-lahan, mendengarkan bunyi tetesan air yang berakhir saat dia sepenuhnya dapat melihat sekitar. Tak ada siapapun selain dirinya pada sebuah tempat sunyi ini, gelap dan juga seperti lorong tak berujung. Dia memutar pandangan ke segala arah, sesaat suara derap kaki menapak di atas air terdengar menggema.


Tidak tahu dengan di mana dirinya berada terlebih lagi sekarang dia tak sendirian di tempat ini, Xin Chen memasang sikap waspada. Sambil melihat-lihat lagi ke seluruh tempat, tidak ada apapun yang bisa dilihatnya selain kegelapan. Sebuah cahaya berwarna biru terang tiba-tiba menyala dalam kegelapan tersebut, Xin Chen menghalau sinar yang begitu menyilaukan itu dengan kedua lengannya.


Berdiri tak jauh di depannya, seseorang yang ukuran tubuh dan wajahnya sama dengan Xin Chen terlihat. Sosok itu memiliki kekuatan Api Keabadian, membuat seluruh tubuhnya seolah terbakar oleh api biru. Namun satu hal yang membuatnya terlihat jauh berbeda dengan Xin Chen adalah pakaian yang dikenakannya, terlihat sangat mewah dengan jubah layaknya bangsawan dari negeri asing.


Xin Chen melihat keadaan tubuhnya sendiri, kalah jauh dengan sosok di hadapannya ini. Memang Rubah Petir sudah mengatakan bahwa dia akan berhadapan dengan dirinya yang lain, tapi jika dilihat-lihat berulang kali pun dirinya yang memiliki kekuatan Api Keabadian ini sama sekali tidak mirip. Hanya pada wajah dan bentuk tubuh, namun penampilan, caranya menatap dan berdiri semuanya begitu berbeda.


Beberapa lama berdiri terdiam di tempatnya, akhirnya sosok itu memutar tubuhnya. Sebelah tangannya memegang tongkat dengan sebuah bola cahaya terang di tengahnya, di lihat dari segi manapun baik senjata maupun baju yang dikenakan sosok itu memiliki kualitas paling tinggi. Dari auranya saja Xin Chen paham betul, senjata yang ditempa dengan logam terbaik dan tambahan permata siluman kuat pun akan kalah jauh dengan tongkat tersebut.


Dan sekarang dia sendiri belum bisa mengukur seberapa kuatnya lawannya ini.


Mendadak angin kencang muncul, menerbangkan jubah besar si pemilik Api Keabadian.


"Jadi kau menginginkan kekuatan ini?"


Xin Chen tersentak kecil, dia buru-buru menjawab. "Ya, aku membutuhkannya untuk menyelamatkan temanku."

__ADS_1


"Aku tak menanyakan alasanmu. Cukup jawab ya atau tidak. Sederhana."


Xin Chen hampir tersedak napasnya sendiri, sudah ditebaknya dari awal sikap sosok Pemilik Api Keabadian ini berbanding terbalik dengannya, sosok itu membuka matanya dan lagi-lagi Xin Chen dibuat terperangah heran. Dia penasaran wujud dari Pemilik Api Keabadian ini dari mana datangnya.


Bola mata berwarna merah darah Pemilik Api Keabadian menatapnya dengan tajam, Xin Chen menatapnya balik. Di waktu yang sama dia mencoba mengukur kekuatan lawannya ini tapi tidak seperti manusia pada umumnya, sosok tersebut sama sekali tidak memiliki hawa ataupun aura bertarung. Xin Chen mengutuk dalam hati, bagaimana bisa dia menyamakan sosok yang bahkan tidak menapak itu dengan manusia biasa.


Beberapa detik angin kencang kembali datang, menerpa Xin Chen untuk yang kali keduanya tapi yang ini berbeda. Sosok di hadapannya mulai menggunakan tongkatnya, dia seolah mengucapkan sesuatu yang tak dimengerti dengan bahasa manusia dan di beberapa detik kemudian, tempat berpijak Xin Chen yang semula hanya terlihat gelap tiba-tiba saja sudah terbakar oleh api biru.


"H-hei! Tunggu dulu!" Xin Chen menyeru agak keras tapi sama sekali tidak didengar, karena merasa menunggunya berbicara juga takkan sempat Xin Chen memaksa berbicara. "Kata Rubah Petir, kau adalah diriku yang lain. Bukan begitu, kan? Berarti kita masih memiliki kesamaan, mungkin jika cara berpikir kita berbeda tapi tujuan kita tetap sama, kan?"


"Aku sama sekali tidak sama denganmu, jangan mengada-ada. Lagipula seharusnya kau sadar batas kemampuanmu sendiri jika ingin bertindak jauh."


"Aku sama sekali tidak membutuhkan alasan!"


Dentuman besar mengamuk di sekitarnya, api abadi mulai meletup membakar dan menyatu dengan udara. Xin Chen membatu di tempatnya, dia tak tahu harus berbuat apa selain karena di tangannya tidak ada senjata apapun, dia juga tak yakin melawan pemilik Elemen Api Keabadian ini. Tapi sesaat dia mulai mempertanyakan sesuatu yang mulai mengganggu pikirannya, bagaimana mungkin Rubah Petir berbohong soal perkataannya tadi.


Seharusnya yang Xin Chen hadapi sekarang adalah dirinya yang memiliki sifat Iblis, dalam artian lain sosok tersebut adalah dirinya yang tumbuh oleh segala pikiran negatif dan menetap dalam hatinya. Dan sejauh yang Xin Chen dengar-dengar dari para senior di Lembah Kabut Putih, menghadapi Iblis Hati adalah hal yang sulit jika dirinya tak mampu mengendalikan emosi ataupun berpegang teguh pada tujuan baik. Hanya saja di posisinya sekarang, mungkin Iblis Hatinya ini yang sudah lebih dulu emosi dibandingkan Xin Chen sendiri.


"Omong-omong kau tidak berniat untuk menghasutku atau bagaimana agar aku melakukan hal yang buruk?" pertanyaan konyol itu keluar begitu saja dari mulut Xin Chen, jelas saja lawan bicaranya menatap aneh. Kalimat itu lebih terlihat seperti Xin Chen menyerahkan diri agar dirinya bisa menjadi iblis sesungguhnya.

__ADS_1


"Bukan urusanku melakukan pekerjaan bodoh itu, jika kau menginginkan kekuatan Api Keabadian, silakan kembali saja ke rumahmu dan lakukan hal yang lebih berguna daripada berkeliaran tak jelas seperti ini," ucapnya ketus, Xin Chen tambah kebingungan mencerna maksud perkataan tadi.


"Sebut saja berkelana, bukan berkeliaran seperti ayam. Memangnya kalau aku di rumah kau memandang bergunanya itu dari mana? Seharian menangkap kumbang dan di tertawakan para murid di Lembah Kabut Putih. Aku lebih memilih hidup seperti ini saja."


Sejenak hanya hening yang terjadi di antara mereka berdua, api biru masih berkobar membuat wajah Xin Chen yang lain itu terlihat amat jelas. Xin Chen mengamati lama, dipandang dari sisi manapun ini bukan dirinya yang lain.


"Kau... Kau bukan sisi jahatku?"


"Kekuatan Api Keabadian bukanlah sesuatu yang bisa kau anggap enteng, terakhir kali aku memberikan kekuatan ini dan malah menimbulkan kekacauan besar, Roh ku dihancurkan habis-habisan oleh mereka dan lihat apa yang terjadi sekarang, aku malah terlihat seperti Gelandangan. Seandainya hari itu aku tak ikut campur, cih, menyebalkan sekali." Amuknya kesal sekali, benar dugaan Xin Chen, sejak awal tadi dia sama sekali tak merasakan aura jahat apapun dari lawan bicaranya. Bahkan sosok itu sama sekali tak memiliki niat untuk menjerumuskannya pada hal-hal buruk.


Xin Chen menelan ludah pelan, sebenarnya dia sudah menebak kemungkinan kecil ini di dalam kepalanya. Hanya pikirannya saja dan Xin Chen berharap tidak benar-benar menjadi kenyataan atau tidak dia takkan bisa menyelamatkan Ye Long dalam dua puluh empat jam lagi.


"Kalau begitu boleh aku tahu kau siapa?"


Pandangan mata dingin serta tajam itu seperti menusuk Xin Chen, dia membuka mulutnya.


"Aku Roh Elemen Api."


***

__ADS_1


I


__ADS_2