
Awalnya Xin Chen berpikir Han Wu hanya seperti boneka tak bernyawa yang dikendalikan, namun saat dipikir-pikir lagi bagaimana pria itu menyerang, mengambil keputusan dan juga menghindari setiap serangan yang datang pria itu seperti memiliki kesadaran penuh. Tidak mungkin dirinya dikendalikan oleh sosok di balik topeng gagak itu, jika benar pun berarti orang tersebut juga mengendalikan Naga Kegelapan dan Qiang Jun di saat bersamaan.
Keping Baja Phoenix yang sebenarnya telah berubah menjadi senjata berbahaya telah berhasil menyalin teknik dan kekuatan yang di miliki oleh Han Wu, Xin Chen harus berhati-hati kali ini. Meskipun dia berbicara sangat percaya diri sebelumnya namun nyatanya saat ini tenaga dalamnya dikuras banyak oleh Baja Phoenix merah tersebut. Rasa mual mulai timbul sesudahnya, Xin Chen tidak pernah menyangka pusaka ini menyerap kekuatannya jauh lebih besar dari perkiraannya.
Dibanding itu sekarang Han Wu masih terpaku pada pusaka di tangannya. Xin Chen buru-buru menyembunyikan pusaka itu di ruang penyimpanan. Terakhir kali dirinya ceroboh dan mengeluarkan pusaka langit seperti tadi, dia langsung dirampok oleh pendekar lain. Terlebih lagi lawannya kali ini adalah Han Wu, andai Baja Phoenix ini jatuh di tangannya sudah pasti kesempatannya menang sama sekali tidak ada.
Kali ini Xin Chen yang pertama kali menyerang, meskipun tenaga nya jauh lebih kecil dibandingkan Han Wu namun dengan tubuhnya yang lebih kecil dia dapat bergerak lebih gesit daripada lawannya. Han Wu mengikuti gerakan Xin Chen, tahu benar gaya bertarung itu sudah mendarah daging dalam dirinya.
Bagaimana pun juga serangan yang akan digunakan Xin Chen bisa ditebak olehnya, Han Wu bersiap dengan serangan balasan andai saja Xin Chen benar-benar memotong tangannya. Dalam bertarung Han Wu lebih memilih memutuskan tangan lawannya agar tidak bisa menggunakan pedang dan hanya perlu membunuhnya seperti binatang hutan. Menyerang bagian vital seperti leher dan perut jauh lebih sulit, pada saat bertarung bagian tersebut sangat sulit diserang.
Han Wu kini memasang kuda-kuda yang kuat, menahan serangan pedang Xin Chen dan membalikkannya. Lalu melancarkan serangan balasan.
Xin Chen sendiri takkan bisa membaca pergerakan Han Wu mengingat Baja Phoenix sudah kembali ke ruang penyimpanan. Dia kini menyerbu bahu Han Wu selagi lelaki itu membuka celah yang begitu jelas, benar saja saat pedangnya menebas leher Han Wu nyaris tanpa hambatan.
Hingga akhirnya Han Wu mengalirkan tenaga dalam di pedangnya, membuat kecepatan tangannya sama sekali tidak terbaca. Dengan kecepatan dan kekuatan tersebut bahkan pilar istana yang tebal pun dapat di potongnya seperti memotong daun. Sama sekali tidak meleset, serangan itu tepat mengenai Xin Chen di leher dan seharusnya saat ini kepalanya akan terlepas dari lehernya.
"Jangan harap aku akan mengikuti alur pikiranmu."
__ADS_1
Xin Chen baru saja menggunakan wujud aslinya setelah berhasil menggunakan wujud hantu, Topeng Hantu Darah kembali disembunyikannya hingga nanti benar-benar diperlukan.
Hanya saja karena harus mengeluarkan Topeng Hantu Darah tersebut pergerakannya agak sedikit terlambat, goresan yang sedikit agak dalam melukai lehernya dan meneteskan darah. Xin Chen memegangnya lukanya.
Han Wu kembali berdiri tegap, kali ini lawannya berhasil terluka walaupun hanya segores, peluang menangnya semakin terlihat. Bahkan dalam kurun waktu singkat saja keadaan jelas nampak tak berimbang.
Hingga Xin Chen mengangkat sebelah tangannya, mengeluarkan kobaran api biru yang membara. Saat sibuk mewaspadai serangan selanjutnya Han Wu dikagetkan dengan rasa sakit yang telah menjalar di dalam tubuhnya. Dua pedang Api Keabadian muncul tepat menghujam di dadanya. Keduanya sama-sama menusuk jantung lelaki itu.
Han Wu segera mencabutnya, dia sama sekali tidak merasakan sakit melainkan kekuatannya berkurang oleh dua pedang tersebut.
Sementara Xin Chen telah memperhitungkan pergerakan Han Wu, dia takkan meremehkan laki-laki itu. Perhatiannya benar-benar terfokuskan dengan pertarungan ini, setidaknya agar dirinya tidak memalukan diri setelah tadi berjanji pada Ayahnya.
Namun hal itu tak dapat berlangsung lama sebab Han Wu segera menyingkirkan benda itu dari dadanya, dia mulai menunjukkan emosi. Wajahnya berubah murka.
Xin Chen memasang wajah awas, mewaspadai pertumbuhan kekuatan yang membludak di dalam tubuh Han Wu. Sementara itu saat Xin Chen memfokuskan penglihatannya, dia dapat melihat aliran kekuatan alam kini bergerak menuju tubuh Qiang Jun.
Mata Xin Chen membelalak lebar, jantungnya seperti dihentikan oleh sesuatu ketika melihat kekuatan alam berukuran raksasa mengelilingi tubuhnya, bukan hanya dari Hutan Kabut, kekuatan alam itu datang dari penjuru arah. Dalam artian lain kekuatan alam di dunia ini sekarang tunduk padanya, Sang Kaisar Langit.
__ADS_1
"Jadi dia yang dimaksud Rubah Petir takkan bisa dengan mudah ku kalahkan?" suaranya serak, udara di sekitar seperti menipis saat Qiang Jun mulai kembali menyerang musuhnya. Pertarungan hebat terjadi di atas langit, baik Qiang Jun ataupun Naga Kegelapan sama sekali tidak berniat melepas Xin Fai atau sekedar memberikan waktu untuknya berpaling melihat Xin Chen.
"Ayah begitu hebat... Apa nanti aku benar-benar bisa melampauinya?" Rasanya terlalu jauh memikirkan hal tersebut, namun matanya menangkap sosok Ye Long di dalam pertarungan itu. Naga itu berusaha menahan Naga Kegelapan, dan naga kegelapan sama sekali tidak melukai Ye Long.
Berarti memang benar adanya Naga Kegelapan adalah orang tua laki-laki Ye Long, hanya saja di saat bersamaan Ye Long berusaha melindungi Naga Kegelapan ketika Xin Fai menyerangnya.
Sepertinya Han Wu enggan memberikannya waktu untuk berpaling, kali ini tempo pergerakannya dua kali jadi lebih ganas dari sebelumnya. Xin Chen menahannya kaget, sekarang ini pria itu jadi lebih serius dibanding sebelumnya. Entah karena sebelumnya terlalu meremehkan, setiap tebasan pedangnya kini memang berniat membunuh Xin Chen.
'Gawat kalau terus begini nyawaku bisa habis oleh monster ini.' begitu pikirnya saat menahan langkah Han Wu yang semakin memojokkannya, dia tidak bisa terus-terusan mengikuti serangan tersebut dan membiarkan dirinya terluka. Ingin melepaskan diri pun Xin Chen yakin dirinya takkan sempat, saat dirinya kabur senjata Han Wu akan lebih dulu memotong tubuhnya.
"Baiklah jika kau terus mendesak ku begini, terpaksa harus ku keluarkan senjata andalanku!"
Han Wu sedikit gentar saat mendengarnya mengatakan hal itu dengan wajah sangat-sangat serius. Dia yakin senjata yang dimaksud Xin Chen jauh lebih kuat dibandingkan Baja Phoenix merah yang sempat dilihatnya atau Topeng Hantu Darah tadi. Tak berpikir melepaskan Xin Chen, Han Wu tetap menyerangnya bertubi-tubi.
"Bersiaplah," kata Xin Chen semakin dingin.
"BOM ASAP!"
__ADS_1
Han Wu diam, termenung dan masih mematung. Xin Chen menghilang. Senjata andalan berharga dua ratus keping perak itu memang senjata paling mengerikan dalam hal melarikan diri.