Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 329 - Tingkat Selanjutnya


__ADS_3

"Irama itu, jangan-jangan?!" Laki-laki itu turun dan langsung menyerang Xin Chen, dia menghilang sebelum Xin Chen dapat menyentuhnya dan muncul di tempat lain yang tidak terduga. Prajurit roh terlepas dari suara Irama Kematian yang nyaris menghancurkan jiwa mereka dan langsung bergerak mengikuti perintah pemilik kekuatan. Membunuh Xin Chen yang tersudutkan di tengah-tengah para musuh.


Tidak ada yang lebih menyebalkan dari pada mengalahkan puluhan musuh hanya dengan tangan kosong. Xin Chen mundur, tapi jalannya terhalang oleh prajurit lain yang memenuhi jalan. Tak ada tempat bergerak lagi, si pemilik roh melesat ke arahnya dan mengeluarkan kekuatan besar. Xin Chen jongkok dan segera menghindar ke tempat yang lebih leluasa. Melihat lima prajurit di belakangnya tadi hancur berkeping-keping hingga tak bisa menyatu kembali.


"Cih, hanya dengan itu kau tak akan bisa menghentikanku!" Dia tahu melakukan serangan yang sama pasti akan terbaca oleh Xin Chen, tetapi keadaan musuhnya pun sama sekali tidak menguntungkan. Peluang untuk menghindar kali ini begitu kecil, karena aura hitam di tangannya bertambah dua kali lipat lebih pekat.


Derap langkah kaki laki-laki itu terdengar jelas, Xin Chen tak bisa bergerak ke mana pun lagi. Semuanya terjadi begitu cepat. Hingga mendadak suasana menjadi hening, tak ada sedikitpun bunyi.


Salah satu prajurit roh datang, matanya yang terang menyoroti tubuh pemiliknya yang memaku di tempat. Dia memegang dadanya yang tembus oleh pedang.


"Kau- bagaimana kau bisa tahu!?"


"Untuk menyentuh lawanmu secara fisik kau harus menggunakan wujud manusia. Kecuali dengan kekuatan jarak jauh , kau bisa membunuh siapa pun tanpa menyentuhnya."


"Siapa kau sebenarnya ..." Laki-laki itu mulai mengeluarkan cairan hitam di sudut mulutnya, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam pikirannya. Seperti seseorang tengah memperebutkan kesadarannya di dalam sana. Dia dapat melihat mulut Xin Chen bergerak.


Laki-laki itu kehilangan kesadaran. Matanya terbuka, kosong dan hanya menatap hampa ke depannya. Xin Chen tidak berniat Melakukan apa-apa saat itu, dia mempelajari teknik tersebut dari Yuhao di YuangXe. Selain mencari cara untuk menyingkirkan para prajurit roh yang hanya terdiam di belakangnya. Tidak ada yang memberikan perintah pada mereka. Hanya dalam hitungan detik lagi laki-laki itu terbangun.


Namun sesuatu terjadi di luar kendalinya. Kekuatan roh dalam tubuhnya memberontak dan memakan lelaki itu hidup-hidup. Bahkan sampai semua prajurit di tempat itu. Tidak ada yang tersisa. Mereka seperti jiwa yang kelaparan. Xin Chen membuka matanya saat mendapati sosok lain berdiri di depannya. Menatapinya dengan keberingasan yang tak dapat digambarkan.


"Beri kami makan lebih banyak, atau kau yang selanjutnya akan menjadi makanan kami."

__ADS_1


Xin Chen mengangkat wajahnya, melihat sosok hitam dengan penampilan layaknya pimpinan perang disertai pedang yang berat. Kabut hitam di sekitarnya tak pernah Xin Chen lihat di mana pun. Dia terlihat seperti kekuatan jahat tersembunyi yang tak akan pernah terlihat di belahan bumi mana pun. Caranya menatap sesaat membuat Xin Chen merasa terintimidasi.


"Dari mana kau muncul?"


"Dari kekuatan besar yang lahir dari keserakahan."


Saat wujud tersebut mendekat, Xin Chen baru menyadari tubuh tersebut begitu besar. Tidak seperti manusia kebanyakan. Dia memiliki otot besar yang membuat bahunya terlihat lebar. Xin Chen berpikir sosok itu hanyalah salah satu jiwa yang tersimpan di dalam Kitab Pengendali Roh. Namun, hal yang membuat dia tertegun adalah dia dapat mendengar bunyi derap kaki laki-laki tersebut.


"Kau telat menyadari bahwa kekuatan ini adalah salah satu kekuatan yang berbahaya dan dapat menandingi kekuatan dari Kitab Terlarang."


"Kalau begitu akan lebih baik aku membasmi kalian sebelum membesar dan membawa masalah."


"Aku tidak peduli jika nyawaku juga harus dikorbankan."


Roh tersebut mengamati wajah manusia itu lamat-lamat, dia hanya bisa melihat kesungguhan di sana. Wajah itu, Xin Chen benar-benar memahami bagaimana keadaan dirinya yang sekarang. Tak heran mengapa saat dirinya membantai orang-orang Empat Unit Pengintai, mereka menyebut Xin Chen sebagai 'bencana'.


"Ketulusan yang naif." Dia mengelilingi tubuh manusia itu, Xin Chen tidak bergerak di tempatnya. Roh tersebut bisa kapan saja menimbulkan masalah. Apalagi sekarang kekuatan miliknya menyebar. Hanya butuh waktu beberapa menit sampai prajurit di luar menyadarinya. "Kau tahu mengapa aku bisa di sini? Aku sudah lama tertidur. Tidak ada satu pun yang memanggil jiwaku. Dan kau melakukannya."


Wajah menyeramkannya mendekat, kini terlihat jelas wajahnya yang selayaknya manusia dengan kumis tebal dan juga wajah yang menyimpan kewibawaan. "Kau telah memberikan seratus ribu jiwa pada Kitab Pengendali Roh. Untuk itu, kekuatanmu naik ke tingkat selanjutnya."


Kitab Pengendali Roh yang seharusnya disimpan dalam cincin ruang muncul di tangan roh tersebut. Lembaran demi lembaran terbuka dan di kertas yang kosong muncul sebuah tulisan berwarna merah darah. Terlihat seperti di tulis dengan menggunakan darah seseorang. Aura Kitab Pengendali Roh berbeda jauh dari sebelumnya. Dan saat itu Xin Chen menyadarinya, jika dia menggunakan kekuatan roh, level kekuatan tersebut sudah jauh berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


"Kekuatan ini adalah bentuk dari keserakahan. Dia akan terus memakan jiwa. Kau hanya bisa menghentikannya jika kau sanggup untuk mengendalikan mereka."


"Roh Dewa Perang?" Tulisan di lembar tersebut tidak begitu jelas dan lebih terlihat acak-acakan, tetapi Xin Chen masih bisa menebak dari bentuknya.


"Kau takkan menemukan kekuatan dariku selain dari Kitab Pengendali Roh. Selamat, kau satu-satunya yang dapat membangkitkanku."


Xin Chen tak bisa menalarnya. Dari mana angka seratus ribu prajurit itu. Semua jiwa yang dibunuhnya bahkan belum mencapai dua puluh ribu. Xin Chen tak mau mempermasalahkan itu sekarang karena dia dapat mendengar suara derap kaki beriringan menuju asrama. Sebelum sempat membuka mulut, Roh Dewa Perang sudah lebih dulu melanjutkan.


"Kau membunuh Zhang Ziyi, mengambil alih empat puluh ribu jiwa yang telah dikumpulkannya. Lalu membunuh manusia-manusia berkekuatan hebat, satu dari mereka saja bisa setara dengan kekuatan sepuluh roh sekaligus. Lalu, pengendali roh terakhir yang baru saja kau bunuh, dia memiliki setidaknya lima ribu jiwa yang lemah, mungkin hanya penduduk biasa."


Xin Chen memang pernah mendengar bahwa Kitab Pengendali Roh memiliki tingkat lanjutan. Tergantung seberapa banyaknya jiwa yang dikendalikan.


"Berikan aku lebih banyak jiwa. Dengan begitu aku akan memberikan kekuatan yang sangat besar padamu."


Roh tersebut mengulurkan tangannya. "Aku tahu kau membutuhkan kekuatan untuk semua hal yang ingin kau lakukan."


***


Author mulai menyadari, semenjak menulis terburu-buru ada begitu banyak kesalahan yang membuat kualitas buku ini menurun. Sempat kehilangan semangat, sampai mau nangis di bawah jemuran tetangga. Tapi author gak sedramatis itu. Dalam hati author cuma berharap kalian enggak bosan atau malah jenuh, terima kasih banyak untuk kalian yang masih mengikuti cerita apa adanya ini.


Xiexie

__ADS_1


__ADS_2