
Api Peperangan telah berhembus semenjak Xin Chen meninggalkan rumah, permasalahan ini mengharuskan Kaisar Qin untuk mengambil keputusan terberat. Pusaka Langit yang berada di Kekaisaran Shang takkan pernah dibiarkannya jatuh ke tangan lain. Apalagi jika di tangan mereka, dengan senjata itu kehancuran berskala besar sangat mungkin terjadi.
Penolakan keras itu pada akhirnya ditanggapi Kaisar dari Kekaisaran Qing dengan mengadakan pertemuan penting, setelah mendiskusikannya pada akhirnya perang telah terjadi.
Tidak ada kata mundur dalam hal ini. Dan satu hal yang tidak diketahui Kaisar Qin adalah, musuhnya memiliki senjata mematikan yang takkan mampu mereka hadapi, bahkan dengan kehadiran Pedang Iblis sekalipun.
Petir Biru jatuh menghancurkan puncak istana Kaisar Qin dan tembus meretakkan tanah di bawahnya, kekacauan dan jeritan mengisi hancurnya kota kelahiran Xin Chen.
Dari kejauhan dapat dilihatnya sosok naga yang sempat muncul pada saat dirinya hampir ditangkap dengan Xin Zhan. Naga Kegelapan itu melibaskan ekornya, dengan satu kali gerakan itu puluhan orang tewas seketika. Bahkan dalam kurun waktu hitungan menit saja setengah dari Kota Renwu lumpuh total.
"Tidak mungkin..." Hanya itu yang dapat keluar dari mulutnya, dari jarak sejauh ini saja Xin Chen dapat merasakan getaran kuat yang timbul akibat kemunculan Naga Kegelapan tersebut. Kekuatannya sangat dahsyat, bahkan dalam sekali lihat dia dapat mengetahui bahwa tidak ada siapapun yang dapat menghentikan kekacauan tersebut.
Ye Long yang semenjak tadi terpaku dengan sosok siluman terkuat tersebut akhirnya mengeluarkan reaksi, saat Naga Kegelapan kembali mengeluarkan suara raungannya, Ye Long berteriak dan menjatuhkan Xin Chen ke lautan lalu terbang ke kota Renwu dalam kecepatan tertingginya.
"Ye Long-!" Xin Chen tercebur di tengah lautan, rasa panik dan takut yang semenjak tadi hadir di pikirannya menguap. Entah bagaimana keadaan keluarganya di sana Xin Chen juga tidak tahu. Yang sekarang harus dia lakukan adalah mencari cara agar bisa pergi ke Lembah Kabut Putih.
Dia tahu bahwa saat ini Ye Long bahkan takkan mengenalinya jika berada di bawah pengaruh aura Naga Kegelapan yang mengendalikannya. Hanya saja saat ini Xin Chen tidak yakin jika hanya dengan ilmu berjalan di atas air dia akan sampai ke daratan yang sangat-sangat jauh, mengingat kekuatannya juga terbatas. Belum sampai ke tepi laut mungkin dia akan tenggelam lebih dulu.
"Aku melihat seperti ada seseorang yang membutuhkan tumpangan?"
__ADS_1
Suara tersebut muncul di belakangnya saat Xin Chen sibuk berpikir, tak lama dia dapat melihat Chang Wei dan Ho Xiuhan tengah berdiri di anjungan kapal, memasang senyuman terbaik mereka.
"Kalian..."
"Sudah Tuan Muda Xin tidak perlu terharu begitu, aku tahu kau sangat ingin berterimakasih padaku-" kata Chang Wei terpotong.
"Kalian cepat antar aku ke Kota Renwu! Peperangan sedang terjadi di sana!"
"Hah? Apa?! Tidak salah?!?" Ho Xiuhan yang pertama kali terkejut bukan main. Dibanding Xin Chen mereka memiliki indera penglihatan dan pendengaran yang lebih rendah, hanya getaran di atas permukaan laut yang membuktikan bahwa Xin Chen tidak berbohong.
"Hei tapi hari ini hari pernikahan Senior Lan An, bukan?! Dan juga..." Chang Wei menatap ke arah Xin Chen yang kini telah menaiki kapal. Tanpa banyak tanya lagi kapal segera bergerak ke arah kota Renwu.
'Shui, kuharap kau datang tepat waktu.' batinnya berharap, belum melihat keadaannya langsung saja Xin Chen tahu kekuatan musuhnya sudah di luar batas kemampuannya.
Beberapa penduduk yang sempat dievakuasi kini diamankan ke tempat berlindung yang jauh dari pertempuran, banyak mayat-mayat bergelimpangan di atas jalanan. Bahkan saat melewati jalanan pasar yang dulu sering dilewatinya, Xin Chen melihat mayat lelaki penjual topeng yang sering kali diusilinya. Terkapar berdarah tak bernyawa.
Begitupun dengan bangunan-bangunan megah di kota ini, hampir semuanya rata dengan tanah.
"Keparat ini..." geramnya sewaktu melihat dengan mata kepalanya sendiri kekejaman mereka. Anak kecil dan para wanita menjadi korban yang paling banyak, selain para pria yang ditugaskan untuk bertarung melawan naga kehancuran tersebut.
__ADS_1
Beberapa pendekar yang turun tangan banyak yang mengalami luka berat, mereka masih terus menuju ke pusat hingga akhirnya menemukan Yong Tao. Pria itu menenteng pedangnya dengan gagah berani, dan persis berdiri di hadapannya terlihat seseorang dengan senyuman begitu mematikan. Dendam lama terukir di wajah lelaki beringas tersebut.
"Lama tak bertemu sepertinya tidak membuat kekuatanmu menumpul, Yong Tao."
Yong Tao baru saja menerima luka sayat serius di bagian dadanya, membuat kedua kakinya jatuh bersujud dan telungkup di atas tanah. Lelaki itu tak memiliki daya lagi untuk sekedar menyembuhkan dirinya, segala macam upaya telah dilakukannya untuk menghalangi lawannya ini. Mungkin jika mereka bertarung di 15 tahun lebih awal, Yong Tao akan menang telak melawan pria itu.
Hanya saja, perbedaan kekuatannya sangatlah besar. Yong Tao sudah lebih dulu mendapatkan luka serius saat melawan musuh dalam perjalanan misi. Tahu-tahu saja peperangan telah terjadi dan dirinya tidak dalam keadaan siap.
Lawannya sendiri dalam peperangan sepuluh tahun lalu dikabarkan telah mati menjadi abu bersama para Manusia Darah Iblis. Namun hari ini dia telah kembali dari kobaran api yang membakar tubuhnya. Siap membalaskan semua dendam.
Kehilangan segala-galanya, anak yang dia sayangi dan semua rencana yang telah disusunnya matang-matang untuk menguasai peradaban manusia.
"Apa kau tahu rasanya kehilangan segalanya? Keputusasaan? Kesedihan?" Liu Fengying yang wujudnya telah menyatu dengan tubuh siluman kalajengking mulai mendekati Yong Tao. Pria itu berusaha bangkit dengan bertumpu pada kedua tangan hanya saja ekor kalajengking langsung menghantam lengannya. Membuat Yong Tao kembali jatuh ke tanah.
"Kali ini... Bahkan jika dewa memihak pada kalian pun, takkan ada yang mampu menghentikan Naga Kegelapan dan sosok pendekar dari 11 Tahun Era Kehancuran itu! Hahahaha!!"
Liu Fengying melebarkan senyuman hingga terlihat begitu mengerikan, dia dapat melihat pertarungan yang ribuan kali lebih mengerikan tengah terjadi di pusat Lembah Kabut Putih di mana para pendekar senior turun tangan dan menghadapi sosok yang disebutnya tadi.
Sosok yang menjadi sebab-akibat dari munculnya perang tak berkesudahan yang disebut sebagai 11 Tahun Era Kehancuran. Saat-saat di mana Pusaka Langit diperebutkan dan membawa kehancuran bagi umat manusia.
__ADS_1
Dan yang menjadi sosok di balik Era tersebut adalah anak dari Pendekar Tanpa Tanding di masanya, anak dari sang penempa pedang sekaligus pengelana yang telah menjelajahi dunia seumur hidupnya, Han Zilong. Dan sosok yang kini terbang di atas langit sana dengan kedua pedang es di tangannya adalah Han Wu. Tokoh di masa lalu yang terkenal kejam dan brutal saat ini tengah berhadapan dengan Lan An, di hari pernikahannya lelaki itu kedatangan tamu tak diundang.
Bahkan tak pernah terpikirkan olehnya, di pernikahannya sendiri Lan An mungkin akan kehilangan nyawanya.