
"Sudah begitu lama semenjak hari itu ya?" Xin Fai hanya bisa menatap bola mata Qiang Jun yang kosong, dia seperti boneka yang dipermainkan oleh pemiliknya yang memiliki hati busuk. Melihat sosok pahlawan yang begitu dikaguminya diperlakukan begini, Xin Fai rasanya ingin sekali mengeluarkan seluruh isi perut lelaki tadi. Andai saja si Topeng Gagak itu sedikit lebih lambat mungkin saja Qiang Jun takkan menderita karena dipermainkan olehnya.
Sosok Kaisar Langit yang menyelamatkan ratusan ribu nyawa di tangannya, menjadi sosok yang dikenang hingga akhirnya hayatnya. Hawa kebijaksanaan dan tangannya yang penuh dengan keadilan adalah lambang dari sosok pahlawan sejati. Ada rasa tidak terima di hati Xin Fai yang begitu besar, Qiang Jun tidak seharusnya digunakan seperti ini.
Dan terlebih lagi, dengan menggunakan Ilmu Pemanggil kekuatan sosok yang dipanggil akan sama besarnya seperti kekuatan semasa hidupnya. Kemungkinan menang melawan Qiang Jun sangatlah kecil, bahkan Xin Fai yakin lelaki itu memiliki kemampuan menyerap energi alam yang jauh lebih cepat dibandingkannya. Luka sedalam apapun akan dengan mudah dia sembuhkan bahkan hanya dalam kurun waktu kurang dari satu detik.
"Bedebah bermuka gagak itu ... Aku tidak akan memaafkannya." Lan An masih tidak terima, Xin Fai menoleh padanya. "Cari Xiaxia dan pastikan adikku itu selamat dan juga bawa Yuan'er dan dua putraku bersamamu. Pastikan mereka semua selamat atau aku akan ..."
Lan An bergidik ngeri setengah mati, bahkan wajah mengancam Xin Fai sepuluh kali lebih mengerikan hingga membuat jantungnya bergetar dibandingkan penampakan Qiang Jun.
Bunyi ledakan api yang dahsyat membuat tempat mereka berpijak bergetar hebat, Xin Fai mencengkram pedangnya. Dia sama sekali tak berniat menggunakan pedang pusaka tersebut karena tahu lawannya mengincar benda itu. Dan saat ini Han Wu dan juga Naga Kegelapan yang sedang dihalau oleh Pilar Kekaisaran lainnya telah berhasil mengalahkan tiga orang hebat tersebut. Situasi semakin mendesak saat menyadari Han Wu dan juga Naga Kegelapan bergerak ke arah mereka.
"Kita tidak mempunyai waktu lagi!"
Lan An, Ren Yuan dan Xin Zhan segera bergerak karena tahu itu adalah perintah mutlak dari Xin Fai, bukan sebagai keluarga atau kerabat mereka melainkan sebagai Pilar Kekaisaran. Tidak ada yang berani membantahnya di situasi seperti ini.
Hanya saja tampaknya ada satu anaknya yang sengaja ketinggalan rombongan. Dia tidak mengikuti Lan An dan yang lainnya yang sudah pergi dari tempat berbahaya itu.
__ADS_1
"Xin Chen?!!" Urat leher Xin Fai seperti ingin lepas, teriakannya membuat anaknya menutup telinga. "Tenang saja aku tidak berniat menjadi beban atau apalah, mereka takkan bisa membunuhku dan ayah tidak perlu khawatir karena anakmu ini juga pintar dalam hal jurus menghilangkan diri."
Xin Chen menyerahkan pedang Baja Phoenix pada ayahnya, "Pedang ini adalah salah satu dari tujuh pusaka langit, Baja Phoenix. Aku menempanya di sebuah desa beberapa bulan lalu. Jika ayah memberikan kekuatan padanya, pedang ini dapat memberikan ayah penglihatan di masa depan, dan juga informasi lainnya yang tdiak ayah ketahui sebelumnya."
Xin Chen tak memiliki waktu banyak, dia menjelaskannya singkat tanpa peduli Ayahnya percaya apa tidak.
"Kali ini biarkan aku menolongmu, Ayah."
Xin Fai membuang napas gusar, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa di waktu begini. Menjadi seorang ayah yang mengkhawatirkan anaknya atau menjadi seorang pemimpin pertarungan. Keduanya saling bertubrukan. Walaupun Xin Chen tak menjelaskan lebih detail namun dia yakin putranya itu tidak mungkin berbicara sembarangan kecuali benar apa yang dikatakannya. Lawan mereka ini takkan melukainya.
"Aku mengizinkanmu bertarung tapi tetap berdiri di belakangku. Dan jangan berurusan dengan mereka, paham?"
Ayahnya hanya bisa menghela napas berat, bahkan dalam keadaan ribut akibat suara angin seperti ini Xin Chen msih dapat mendengar tarikan napas tersebut, jelas sekali dirinya menjadi beban.
Naga Kegelapan telah membuka mulutnya lebar-lebar memunculkan api yang sangat besar di dalamnya, tak hanya itu beriringan dengan serangan naga tersebut Qiang Jun dan Han Wu mulai menampakkan pergerakan siap menyerang. Xin Chen tak mau diam saja, dia mengambil bagian untuk menghadang Han Wu.
Melihat jurus yang dikeluarkan Han Wu, tampaknya pria itu adalah pengendali elemen api. Mereka hampir memiliki kesamaan hanya saja lelaki bernama Han Wu ini jauh lebih handal dalam permainan pedang, setiap gerakan tubuhnya sangat lincah dan leluasa. Nyaris tanpa celah sedikit pun.
__ADS_1
Pertarungan di mulai, setelah menepis serangan Han Wu, pria itu berbalik menyersng Xin Chen. Kini musuh ayahnya berkurang satu, setidaknya Xin Chen berharap dirinya bisa mengulur waktu sampai sosok bernama Qiang Jun dan Naga Kegelapan berhasil dikalahkan.
Lagipula untuk dirinya yang sekarang, kesempatan berhasil mengalahkan Han Wu hanya satu persen. Pria itu memiliki kekuatan yang jauh melampaui pendekar di masa sekarang. Di masa lalu para manusia berlatih jauh lebih gila daripada saat ini, membuat mereka menjadi sosok hebat yang bahkan kekuatannya bisa setara dengan para dewa.
Namun Han Wu adalah sosok yang berkebalikan dengan julukan pahlawan, dia adalah manusia yang diberikan kekuatan dan senjata hebat namun memilih jalan untuk menghancurkan segala hal yang berada di matanya.
Hanya dengan sekali lihat saja Xin Chen dapat melihat lelaki bernama Han Wu itu sudah bersiap-siap membakarnya menjadi abu, serangan datang begitu cepat dan Xin Chen menangkisnya dengan pedang api keabadian, setidaknya hanya pedang itu yang dapat menandingi senjata yang digunakan lawannya.
Perbedaan kekuatan yang sangat besar terasa saat keduanya bertabrakan, tekanan dari pedang Han Wu benar-benar gila. Xin Chen sampai mundur puluhan meter terdorong olehnya. Belum sempat menyeimbangkan tubuh Han Wu kembali melepaskan hantaman yang jauh lebih kuat.
Dia melakukannya beruntun dan tak membuat jeda sedikitpun, Xin Fai mencuri pandangan sebentar. Benar-benar keputusan terburuk membiarkan anaknya turun tangan, lawannya itu seratus kali jauh lebih kuat dibandingkan tubuh kecilnya. Mana mungkin anak berumur 10 tahun menahan serangan dari manusia berkekuatan monster seperti itu. Terlebih lagi bahkan orang dewasa saja sudah tumbang bahkan sebelum Han Wu melepaskan serangan beruntunnya.
Han Wu bergeming, tidak merasakan hawa kehadiran di mana pun di sekitarnya. Hanya terasa sedikit hal yang mengganjal di kepalanya. Kebingungannya hanya berlangsung kurang dari lima detik sebelum pria itu menyadari sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya berasal dari sosok yang tengah bersembunyi di balik punggungnya. Seandainya dia tidak mencurigai hilangnya Xin Chen dalam beberapa detik lalu, mungkin Han Wu tidak akan sadar bahwa lawannya itu sedang merencanakan hal lain.
Potongan pedangnya hanya membelah udara, Han Wu mundur cukup jauh agar dapat melihat apa yang baru saja diperbuat Xin Chen. Dia sama sekali tidak mendapatkan luka, meskipun sebenarnya dalam jarak yang sedekat tadi Xin Chen bisa saja menghunuskan pedang ke jantungnya.
Kebimbangan itu segera terjawab saat Han Wu melihat sebuah pusaka yang hanya tersisa setengah mengeluarkan sinar merah berbahaya di tangannya.
__ADS_1
"Khekhekhe, untuk pertarungan seperti ini jangan harap ototmu akan digunakan lagi." Dia menyeringai seperti iblis, "Sebelum kau mengeraskan ototmu, otak ku jauh lebih dulu bekerja. Bahkan sebelum pertarungan ini dimulai."