Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 344 - Seharga Nyawaku


__ADS_3

Xin Chen melihat surat tersebut tergeletak di tengah-tengah meja, seperti baru saja dikirimkan. Bahkan hanya dengan melihat kualitas kertasnya saja dia yakin barang itu berasal dari pusat pemerintahan. Tidak ada siapa pun di ruangan itu kecuali dirinya. Xin Chen mendekati meja. Baru saja menyentuh gulungan itu seseorang datang dengan tergesa-gesa. Xin Chen segera menarik tangannya dan kembali ke tempat duduknya semula. Jenderal-18 datang sambil menarik napas panjang.


Dia duduk tanpa banyak basa-basi, "Kau tidak menyentuh sesuatu, 'kan di tempat ini?"


"Tidak."


"Bagus." Dia mengangsurkan pandangannya ke sekitar dan tidak menemukan satu pun yang mencurigakan. Laki-laki itu berdeham, suaranya yang keras seakan-akan menggema di seisi ruangan. "Aku sudah mendengar tentangmu dari Yan Xue, rekan yang paling ku percaya di tempat ini."


Sesaat hanya keheningan yang terjadi. Laki-laki itu menarik napas sejenak. "Langsung saja pada intinya karena aku tidak punya waktu banyak. Aku akan menanyakan pertanyaan yang sama dengan yang pernah dikatakan Yan Xue. Seberapa besar kesetiaanmu pada Kekaisaran dan pemerintahan?"


"Seharga dengan nyawaku."


Tidak ada keraguan di dalam setiap kata-katanya. Jenderal-18 mengangguk singkat. "Apa tujuanmu datang ke mari?"


"Menjadi prajurit."


Entah ke berapa kalinya Xin Chen berbohong pada laki-laki itu, dia tidak membuka matanya sama sekali karena yakin laki-laki itu sekarang pasti sedang menatapnya tajam.


"Kau berasal dari perguruan mana?"


"Kami hanya orang biasa. Tidak pernah mendaftar ke perguruan mana pun."


Jenderal-18 seperti tidak mempercayai apa yang baru saja keluar dari mulutnya. Bukan tanpa alasan, dia dapat merasakan sebuah kekuatan misterius dari tubuh Xin Chen. Hanya ada dua kemungkinan. Yang pertama Xin Chen menyembunyikan kekuatan itu atau yang kedua, bakat itu belum terasah atau bahkan belum diketahui Xin Chen sendiri. Namun Jenderal-18 yakin keadaan Xin Chen kini menjurus ke kemungkinan kedua.


Karena seandainya Xin Chen memiliki kekuatan tersebut dia dapat menggunakannya dengan curang seperti yang Yung Qi lakukan di arena peperangan. Atmosfer di sekitar berubah kelam, hanya suara hentakan jari telunjuk Jenderal-18 yang terdengar. Dia masih terus menganalisa orang di depannya. Alis laki-laki itu terus bersatu. Dia berpikir sangat keras.

__ADS_1


"Aku sebenarnya tidak ingin mengungkit perihal klanmu jika kau menganggap ini adalah hal yang tidak patut diberitahukan kepada orang lain. Mungkin aku akan menyuruh beberapa orang untuk memastikan informasi yang kau berikan."


Setiap nada bicaranya diiringi dengan penekanan, laki-laki itu memiliki pembawaan yang tegas. Sampai-sampai Xin Chen berpikir lebih baik dia menutup mulut rapat-rapat agar tidak salah bicara. Dia tahu setiap kata yang keluar dari mulutnya akan dianggap serius oleh laki-laki itu.


"Tidak perlu mengirimkan orang. Aku mungkin bisa menjawab pertanyaan anda."


"Kami mendapat informasi bahwa klan yang memiliki kekuatan Mata Terkutuk adalah sekongkol dari Kekaisaran Shang. Mereka tidak pernah mengucapkan sumpah setia pada Kekaisaran Qing meskipun tinggal di wilayah ini."


Kali ini cara bicara Jenderal-18 lebih seperti orang yang ingin membunuh.


"Apakah itu benar? Sebenarnya di pihak sebelah mana kalian berdiri?"


Xin Chen bahkan tidak tahu klan mana yang dimaksud orang ini, seharusnya dia mendengar apa kata ayahnya; jangan berbohong. Tapi tidak menjawab pun situasinya akan lebih sulit dari ini. Jenderal-18 memang memiliki aura yang berbeda, cara bicaranya pun menunjukkan seberapa tinggi kuasanya di distrik ini.


"Aku tidak meminta bukti atau barang apa pun. Jika kau berani bersumpah bahwa kau berada di pihak kami maka aku akan melepasmu dari dugaan ini."


Tampaknya Jenderal-18 memang mencurigainya sejak awal dan sengaja menyuruh Xin Chen untuk melakukan sumpah. Belum juga Xin Chen mempertimbangkan dia kembali mengeluarkan suara.


"Bersumpahlah untuk setia kepada Kaisar dan jangan pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan."


Xin Chen agak terganggu. "Bukankah kami hanya prajurit? Apakah semua orang harus melakukan ini? Aku tidak bisa mengambil resiko untuk melakukan ini."


Jelas-jelas dirinya hanyalah penyusup yang kebetulan tertangkap oleh penguasa kandang. Bagaimana dia bisa bersumpah setia untuk Kekaisaran musuh sedangkan sekarang dirinya sedang memperjuangkan kekaisarannya sendiri.


"Apakah jawabanmu tadi hanyalah omong kosong semata? Kesetiaanmu seharga dengan nyawamu?"

__ADS_1


Tentu saja untuk Kekaisaran Shang dia akan melakukan itu semua dengan senang hati. Mengabdi pada Kekaisaran mengikuti jejak ayahnya bukanlah hal baru lagi. Sejak kecil baik dirinya dan juga Xin Zhan telah diajarkan tentang itu. Xin Chen mengakui laki-laki ini pandai menjebaknya.


"Sebenarnya pada Kaisar mana kau mengabdi?"


Dan pertanyaan telah melebar ke arah sana. Xin Chen merasa sebentar lagi pembicaraannya akan lebih berbahaya karena itu dia segera memotong.


"Apakah anda sedang menguji seberapa besar kesetiaan saya?"


"Kau paham juga. ini semua karena kau tidak memiliki data yang lengkap serta asal-usul yang jelas sehingga kecurigaan tidak bisa dihindarkan."


"Jika aku tidak dipercaya lagi berarti aku tidak harus menepati sumpah itu, bukan?"


Tiba-tiba saja seorang pengawal datang, menunggu Jenderal-18 menyilakan dirinya masuk. Laki-laki itu tak begitu menangkap apa yang dikatakan Xin Chen dan dia hanya mengangguk.


"Ya. Pikirkan baik-baik karena ini kesempatan terakhirmu."


Jenderal-18 berbicara dengan orang tersebut secara sembunyi-sembunyi. Hanya permasalahan tentang para tamu yang esok akan kembali ke tempat masing-masing. Dia harus menyiapkan beberapa hal agar meninggalkan kesan baik terhadap distrik-18. Karena sejauh ini distrik-18 termasuk distrik dengan perkembangan militer yang cukup buruk.


Banyak hal yang membuat distrik-18 dianggap tak berguna. Hal yang pertama adalah struktur dan perkembangan militer di tempat ini yang jauh lebih lemah daripada wilayah lain. Di tempat ini rata-rata hanya ada prajurit biasa-bahkan tergolong lemah jika disandingkan dengan prajurit distrik lain yang memiliki kekuatan dan daya fisik hebat. Mereka dilatih siang-malam tanpa henti.


Prestasi dari 19 distrik lain inilah yang membuat Kekaisaran Qing disegani sebagai Negeri Militer yang kuat. Bukan sekali-dua kali Jenderal-18 mendapatkan peringatan dari pusat terkait menurunnya kualitas prajurit yang dipekerjakan. Mungkin hampir setiap tahunnya. Bahkan hingga detik ini pun, mereka hanya bisa menyeleksi 77 orang dari yang seharusnya 100 orang. Dan itu pun hanya memiliki beberapa orang yang unggul.


Diam-diam Xin Chen membuka matanya melihat gulungan kertas itu masih di sana. Dia tidak bisa mengambilnya karena kalau pun dia berhasil mengambil sekarang, Jenderal-18 akan mencurigai dirinya sebagai pelaku. Dia harus mendapatkan kepercayaan terlebih dahulu. Dan untuk sekarang dia tidak boleh mengambil gulungan kertas yang kemungkinan memiliki informasi yang dicari-carinya selama ini.


***

__ADS_1


__ADS_2