
Ye Long terus mendorongnya ke sana, luka berat di tubuhnya sangat memprihatikan.
"Kau pasti teman baiknya anakku?" Xin Fai mengelus naga itu pelan, membuat siluman itu jauh lebih tenang dari sebelumnya.
"Biarkan aku menyembuhkanmu."
Sayap Ye Long yang semula terbakar mulai pulih setelah Xin Fai meletakkan tangannya, mengobati luka tersebut dengan sisa-sisa kekuatannya.
Ye Long menurut tapi pandangannya tak bisa terlepas dari tempat majikannya. Setelah pulih naga hitam itu berbalik haluan dan menuju ke arah Naga Kegelapan. Tidak seperti sebelumnya, naga itu berusaha melindungi orang tua laki-lakinya, Ye Long kali berubah menyerangnya bersama delapan Pilar Kekaisaran lain.
Para Pilar Kekaisaran lain sempat dikagetkan akan kehadiran naga lainnya yang lebih kecil, tapi mereks segera sadar Ye Long berada di pihak mereka.
Sementara itu Xin Fai segera menyusul ke tempat anaknya, belum sempat mendaratkan kedua kakinya sebatang pohon terlempar dengan sangat kuat dan berhasil mengenai Qiang Jun telak. Tepat di bagian dadanya.
Tak habis sampai di situ, Xin Chen tiba-tiba keluar dari dalam tanah dan dua buah tangan besar menarik tubuh Qiang Jun dan menyatu dengan tanah. Hingga permukaan tanah tersebut retak ke dalam.
Pertarungan dua hari dua malam bersama Xin Fai tampaknya sedikit mempengaruhi Qiang Jun, dibandingkan sebelumnya kekuatan tersebut mulai melemah walaupun masih takkan bisa diimbangi dengan mudah. Entah itu karena si pemanggil mereka mulai melemah, Xin Chen yakin Ilmu Pemanggil ini memiliki batas tersendiri. Mengulur waktu dan menghancurkan mereka di saat yang tepat adalah strategi terbaik untuk menghadapi musuh dengan kekuatan tanpa batas seperti mereka.
"Chen'er, bagaimana bisa kau mengenainya seperti itu?"
"Momentum. Aku hanya butuh satu hal itu, ada seribu strategi yang bisa ku rencanakan untuk menyerang laki-laki bernama Qiang Jun itu, dan kesemuanya hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk melancarkannya."
Xin Fai hafal betul, pemikiran Rubah Petir yang perhitungan dan nyaris tanpa meleset itu kini diturunkan pada muridnya. Xin Chen jauh lebih dewasa saat dia berada dalam situasi pertarungan mempertaruhkan nyawa. Tak ada lagi senyum jenakanya. Sementara itu Qiang Jun berkali-kali melepaskan serangan yang bahkan tak bisa diikuti oleh kecepatan mata siapapun.
Namun semua itu percuma di hadapan tubuh yang tidak memiliki wujud.
Xin Fai tak bisa menyembunyikan wajah kagumnya, tidak bisa membayangkan hal apa saja yang telah mendewasakan dan melatih putranya hingga bisa sekuat itu.
__ADS_1
Qiang Jun yang telah kewalahan membuka celah, Xin Fai menangkap hal itu dan segera beraksi. Dia menggunakan senjatanya dengan cepat, muncul di samping Qiang Jun dan mematahkan sebuah pedang yang memiliki wujud yang sama seperti Pedang Manusia Iblis.
Qiang Jun berhenti sesaat dan memperhatikan pedang di tangan kirinya, baru menyadari kehadiran Xin Fai di sana. Saat lelaki itu hendak menyerang, Xin Chen hadir di belakangnya dan menusuk tubuh Qiang Jun dengan Pedang Api.
Pedang itu dipatahkan, Qiang Jun memilih mundur hingga beberapa langkah menghindar Xin Fai kembali datang padanya, belum puas mematahkan salah satu pedangnya.
Dengan menghadapi dua musuh sekaligus membuat Qiang Jun mulai terlihat gegabah, terlebih lagi salah satu lawannya memilki tubuh spesial yang takkan tertembus oleh apapun. Serangan jenis manapun takkan mampu melukainya. Sedangkan Xin Chen dapat terus menyerangnya dengan leluasa, dari jarak jauh dan roh-roh yang berada di bawah kendalinya sulit dihancurkan.
"Kau jauh lebih baik dalam pertarungan daripada aku yang dulu." Xin Fai berbicara begitu saja, "Bahkan jika untuk membunuh Ayahmu sendiri, jika itu keharusan, apa kau akan melakukannya?"
Xin Chen berkedip, dia tak siap jika dihadapkan dengan pertanyaan itu.
"Mungkin ... Tidak, aku akan membunuh diriku saja."
"Keragu-raguan itu akan membunuhmu."
"Benarkah?"
Xin Chen teringat sesuatu, "Kecuali jika Ayah dimasuki iblis atau apalah yang membahayakan nyawa semua orang. Jika itu benar terjadi aku akan menjadi orang pertama yang menghentikan mu."
Sedikit lega Xin Fai mendengar keteguhan hati anaknya itu. "Berjanjilah."
"Tidak perlu berjanji, aku takkan membiarkan hal itu terjadi. Karena Ayah sudah meminta tolong padaku, maka aku akan melakukan apapun untuk memenuhinya."
Jawaban tersebut sedikit membuatnya terkesiap, dan menjadi alasan atas segala hal yang terjadi pada Xin Chen selama ini. Jika semua kekuatan ini dicarinya untuk melindunginya, maka lebih dari apapun dia sangat bersyukur memiliki putra seperti Xin Chen.
Menjadi bagian dari roh sangat memungkinkan baginya untuk mengetahui segala sesuatu tentang kemampuan para roh dari Kitab tersebut. Bahkan tanpa harus mempelajari jurus di dalamnya, pikiran Xin Chen telah bersatu dengan para roh tersebut. Dia dapat menguasainya meskipun sedikit memakan waktu.
__ADS_1
Pertarungan bersama Qiang Jun ini melatihnya sangat intens, setiap langkahnya benar-benar berbahaya. Salah menghindar saja satu tebasan Qiang Jun bisa membunuh apapun, andai saja Xin Chen tidak memiliki wujud ini. Dalam beberapa detik Xin Chen kagum dengan Ayahnya, bisa bertahan selama 48 jam lebih melawan Qiang Jun sudah lebih dari hebat. Pasalnya di dunia ini sudah tidak ada lagi manusia yang dapat menyamai kekuatan lelaki bernama Qiang Jun.
Pertarungan sengit terus berlanjut, Qiang Jun tetap tak terkalahkan bahkan saat mereka berdua saling menyerang. Dalam keadaan terpojok pun lelaki itu dapat bertahan dengan sangat baik, nyaris mendekati kata sempurna setiap gerakannya. Sementara itu luka-luka yang berhasil mengenai Qiang Jun pun langsung menghilang, tanpa bekas.
Xin Chen merasa pertarungan ini akan menjadi sia-sia, keningnya berkerut dalam. Tak peduli dengan itu Qiang Jun mencoba menghancurkannya. Xin Chen berdiri tempatnya tanpa sedikitpun terganggu dengan Qiang Jun yang terus menebas kepalanya. Dia tembus begitu saja.
Xin Chen masih terus menopang dagunya. Melirik musuhnya itu serius. "Aku takkan menunggu sampai habis kekuatanku untuk meladenimu kakek tua!" lontarnya kesal, dia menghilang lagi. Dan mundur sangat jauh dari tempatnya semula.
"Ayah, untuk sementara aku akan mundur."
"Pulang saja sekalian, aku takkan menghalangi." Xin Fai mendengus, tapi tak bisa berbohong dengan hadirnya Xin Chen dia memiliki banyak waktu untuk memulihkan kekuatannya.
"Pulang ke mana, rumah kita juga sudah tidak berbentuk lagi."
Tanpa sadar Xin Fai tertohok, hatinya tertusuk dengan kata-kata tak berperasaan tersebut.
Dibandingkan sebelumnya Xin Fai dapat membaca alur pertarungan antara dirinya dengan Qiang Jun, setiap gerakan Qiang Jun mulai dapat diikutinya. Pertarungan itu hanya bertahan hingga lima menit hingga kejutan lainnya kembali datang. Iblis kecil itu mulai beraksi seperti biasanya, dan setiap tindakannya akan melebihi nalar manusia.
"Jika mereka adalah sumber kekuatanmu, maka aku hanya perlu merebut mereka, bukan?" Seringaian jahil dari wajah hampir menyerupai iblis itu muncul, Xin Chen tertawa kecil setelah mendapatkan ide gilanya.
Xin Fai sudah dapat menebak akan apa yang terjadi selanjutnya.
"Tubuhmu tidak akan sanggup menahan kekuatan sebesar itu!"
"Ayah, aku sudah tidak mempunyai tubuh lagi." Antara senyum dan sedih terlihat di wajah Xin Chen, dia telah merelakan hal itu.
"Sepertinya kata-kataku hari itu membebankanmu terlalu banyak."
__ADS_1