
Sedang Gu Long berhasil menguasai situasi kembali. Dia menginjak kaki Jin Sakai hingga lelaki itu jatuh berlutut di hadapannya. Dengan mata pedang yang bertengger di ujung dagu Jin Sakai, siap menikam batang lehernya kapan pun dia mau.
"Sekarang kuberi satu tawaran padamu..." Gu Long menarik senyuman licik, tanpa melepaskan pedangnya dari Jin Sakai. "Aku akan mengampuni nyawamu dan keluargamu. Tapi dengan syarat, kau saja yang mengambil kepala anak itu? Bagaimana? Tawaran yang bagus bukan?"
Gu Long tertawa nyaring ketika melihat wajah Jin Sakai, sama sekali tak berdaya di hadapannya.
"Kau lihat, seperti kata Xin Chen. Kau gagal menjadi seorang petarung. Orang-orang hanya takut padamu, bukan menaruh hormat dan kepercayaan mereka. Hingga suatu saat kau melemah, aku yakin orang-orang itu akan berbalik menyerangmu."
Gu Long seperti tak memedulikan apa kata Jin Sakai, dia mengangkat bahunya acuh. "Membahas soal kegagalan. Bukannya kau lebih paham? Gagal menjadi seorang samurai hingga berakhir di negeri ini?"
Jin Sakai tak membantah lagi, memang benar begitu kenyataannya.
"Kuberi kau tawaran sekali lagi. Bunuh dia dan aku akan melepaskanmu."
"Bunuh saja aku."
"Keras kepala juga." Gu Long mendecih, "Kalau begitu tak perlu memotong tanganmu saja. Aku akan sekaligus memotong lehermu!"
Jin Sakai memejamkan matanya, sekilas melihat runcingnya pedang sedang terangkat siap membelah kepalanya. Kematian ini pasti akan membuat Youji dan istrinya terpukul. Tapi setidaknya di detik-detik itu Jin Sakai dapat tersenyum, dia mati dalam pertarungan. Sebuah kehormatan yang begitu besar untuknya.
Youji menjerit histeris, tak sanggup melihat kepala ayahnya terpotong oleh pedang Gu Long. Beberapa murid Bukit Tawon Emas menahan langkahnya, membuat pemuda itu jatuh ke tanah, menyaksikan kematian Ayahnya yang sudah jelas di depan mata.
"Matilah!"
Semua orang hanya bisa menutup mata, tak mau menyaksikan pemenggalan itu. Hingga mereka dikejutkan oleh sambaran petir dari atas langit, alam mulai mengamuk menunjukkan kemarahannya.
__ADS_1
"Katakan itu pada dirimu sendiri!"
Sebuah petir meluluh lantakkan area di tempat Gu Long berdiri, berdentum keras seperti ledakan bom. Tubuh lelaki itu tertutup asap dan debu jalanan yang diciptakan oleh fenomena tersebut. Jika menyebutnya sebagai kebetulan, peristiwa ini terjadi begitu tiba-tiba. Gu Long tersambar petir berkekuatan tinggi sampai-sampai tak bisa lagi membuka mulutnya.
Lelaki itu masih setengah sadar, dia dapat melihat Xin Chen menggunakan ekor matanya. Merasa tak percaya di waktu bersamaan pula. Bagaimana mungkin Xin Chen bisa bangun dari pingsannya dan di saat dia berteriak pula, gemuruh menggemparkan Desa Pelarian.
Gu Long mulai dapat mengendalikan tubuhnya sendiri, dia mengeluarkan sumber daya untuk memulihkan keadaan tubuhnya. Terdengar sedikit kecaman dari mulutnya saat menatapi Xin Chen.
Jari jemari Xin Chen bergerak, terlepas dari efek racun tersebut dengan waktu yang cepat membutuhkan kekuatan yang besar. Dia mengandalkan segala tenaganya agar bisa berdiri. Dan kini karena terlalu banyak melepaskan kekuatan, kakinya pun turut lemas.
"Tanpa Topeng Hantu Darah pun, aku masih memiliki 1001 cara untuk memenggal kepalamu!"
Xin Chen mengangkat pedang sejajar di atas kepalanya, membawa arus listrik datang ke ujung pedang Baja Phoenix, menggemparkan masyarakat di sekitar dan kini Gu Long menahan napasnya sendiri.
Ketika Xin Chen melepaskan serangan lelaki itu telah lebih dulu pindah dari tempatnya, dengan sisa kekuatan dia mencoba melepaskan diri. Tak mengerti lagi apa yang sedang terjadi saat ini. Yang pria itu ketahui pasti, sekarang dia harus menghindar dari Xin Chen bagaimana pun caranya.
Hingga akhirnya Gu Long berada dalam situasi terpojok, napasnya terdengar berantakan akibat menahan rasa perih dan luka terbakar dari serangan petir api Xin Chen. Kini dia sedikit menyesali perkataannya di awal, benar-benar tak percaya dengan apa yang dihadapinya kini.
Seorang bocah tak berguna yang hanya membuat malu sosok Ayahnya berhasil membuat Gu Long jatuh tak berdaya, bola mata lelaki itu berangsur menengadah ke atasnya. Di mana Xin Chen datang dengan tubuh dipenuhi rantai petir mengelilingi tubuhnya.
Tak mengeluarkan banyak suara, Xin Chen kembali menggunakan Pedang Baja Phoenix yang dapat menampung keseluruhan kekuatannya dengan baik. Dia bersiap memenggal kepala lelaki itu sebelum akhirnya sebuah suara menghentikan tangannya.
"Tolong hentikan dulu, Xin Chen!" teriak seorang wanita bersusah payah, dari suaranya wanita itu sudah kehabisan napas hingga tersengal-sengal.
Xin Chen mengalihkan perhatiannya, tapi dalam detik itu pula Gu Long langsung melarikan diri. Dia mengambil langkah cepat kemudian berlari sangat kencang menjauhi desa.
__ADS_1
Wei Feng menghalau jalan lelaki itu, membuat Gu Long tak dapat menerobos lari dan hendak mengelak, tak memiliki kesempatan kabur dia menyandera siapapun yang berada di sampingnya, yaitu Youji.
Mata Youji melebar saat senjata tajam diletakkan di dekat lehernya, nyaris tipis memotong kulitnya ketika itu.
Gu Long bernapas berat, saat Wei Feng mendekat dia menghadap pada lelaki itu waspada. Mengeratkan pedangnya penuh ancaman. "Berani berjalan sejengkal anak ini akan menjadi korbannya!"
Xin Chen mencebik, andai wanita itu tak menghalaunya sudah pasti Gu Long mati di tempat. Wanita itu adalah Xiu Juan, sosok Pilar Kekaisaran kelima yang masih mengabdi pada negara. Posisinya sebagai Pilar Kekaisaran ketiga telah bergeser karena memang akhir-akhir ini dia jarang turun tangan dalam membasmi para penjahat di Kekaisaran Shang.
Sedang kini Xiu Juan berada tepat di sisi Xin Chen, memeriksa keadaan sekitar dan mencermatinya agak lama. Tatapan mata lentiknya jatuh pada Gu Long, "Senior Gu, kami menerima laporan dari pemerintahan atas kehancuran di hutan yang kalian bakar pekan lalu. Menurut laporan tidak ada kasus pembunuhan yang disebabkan oleh para siluman itu kecuali jika sekte kalian ingin mendapatkan keuntungan dari hasil menjual mereka..."
"Hahahaha," Gu Long tertawa keras. "Kau tidak tahu saja. Sekarang ini adalah waktunya mengambil atau diambil. Para siluman itu akan direbut oleh musuh juga pada akhirnya!"
"Musuh siapa katamu?"
"Kau tak mengetahuinya? Betapa polosnya kalian, kurasa masalah dalam seperti ini hanya diketahui orang-orang licik seperti kami..." Gu Long mengeratkan cengkramannya di leher Youji. "Mereka semua sudah datang diam-diam, menghancurkan Kekaisaran ini bukan dari jantungnya lebih dulu. Tapi dari segala sisi hingga akhirnya tanpa kau sadari, tanah yang kau pijak sekarang akan menjadi genangan darah.."
"Omong kosong, kalau mau membual silakan melakukannya di penjara bawah tanah saja nanti."
Xin Chen menoleh ke sampingnya, "Kau ingin memenjarakannya?"
"Tidak hanya memenjarakannya tapi permasalahan sekte ini akan dibawa lebih serius. Tenang saja, kami akan-"
"Jangan harap bisa menangkapku!" Gu Long tiba-tiba bereaksi brutal, lelaki itu hendak menggores leher Youji dengan bilah pedang tajam. Membuat rasa panik mulai memuncak kembali.
***
__ADS_1
pembagian level karya yg gk adil di nt mulai bikin gerah, mgkin gk lama kali jg author bakal angkat kaki dari sini 😔