
Katak Daun pun turut terkejut menyaksikan hal tersebut, bukan tanpa alasan dia bersikap demikian karena manusia biasa bahkan dapat melihat perubahan cuaca yang amat tiba-tiba ini.
Rubah Petir tahu Xin Chen dengan sengaja mengundang kemarahan langit, dia mengeluarkan kekuatannya begitu banyak sehingga energi petir alam terpancing. Kekuatan dari alam itu bergerak di atas-atas mereka, membuat para siluman yang berada di hutan ini mendesis terancam.
"Jangan berbuat macam-macam, Chen."
"Aku hanya sedang mencoba sesuatu Guru Rubah, kalau gagal-"
"Kalau gagal kau akan lumpuh total, kau sama sekali takkan bisa menggunakan tenaga dalam mu lagi!" Rubah Petir menekan setiap kalimat agar Xin Chen sadar yang dia lakukan itu sangat berbahaya.
Tampaknya dia sengaja memancing kekuatan Dewa Petir untuk mengeluarkan petir kutukan. Benar saja, awan di atas langit telah berubah hitam pekat disertai dengan angin kencang yang menderu-deru, membuat pepohonan bergerak tak beraturan oleh hembusan badai.
Rubah Petir mulai tidak yakin dengan tindakan yang diambil Xin Chen ini, walaupun tahu apa yang direncanakan olehhya namun rubah itu masih tak bisa mempercayai Xin Chen akan baik-baik saja jika terkena oleh Petir Kutukan.
"Aku sudah memperhitungkan semuanya, Guru Rubah. Saat aku berlatih Hujan Petir, tanpa kau ketahui aku telah mencoba memancing kekuatan Dewa Petir malam itu. Tanpa bantuan mu aku masih bisa berdiri."
Pernyataan tersebut membuat Rubah Petir termenung dalam diamnya, dia memerhatikan Xin Chen sangat tajam. Mencari kebenaran dari ucapan barusan yang sangat sulit dipercaya.
"Aku akan membuktikannya sekarang, saat Petir Kutukan jatuh lindungi dirimu sendiri dan Katak itu."
__ADS_1
Rubah Petir mengangguk kecil, dia mengangkat kepala ke atas melihat seberapa mengerikannya detik-detik di mana kekuatan Dewa Petir akan jatuh ke bumi. Waktu menegangkan itu selama ini masih membuat Rubah Petir takut walaupun kekuatannya sangat besar, tak bisa dipungkiri, kehilangan kekuatan spiritual adalah hal yang sangat fatal. Hidup tanpa bisa bertarung sebagai siluman sama seperti memiliki tubuh namun tak memiliki nyawa.
Di waktu yang sama rombongan para pendekar aliran hitam datang, mereka tak gentar sedikitpun walau cuaca tiba-tiba berubah dan menganggapnya hanya kebetulan. Selebih dari itu beberapa anggota yang mereka bawa telah bersiap menarik tali busur dan melemparkan panah api.
Angin kencang yang begitu kencang membuat kobaran api di hutan semakin menjadi, kebakaran mengganas dan di luar perhitungan pemimpin kelompok tersebut. Mereka tak menyangka saat semua senjata mereka didominasi oleh senjata api, angin kencang justru datang.
Hal ini merupakan perhitungan yang buruk, jika api dipertemukan dengan angin sudah jelas hal semacam ini akan menghambat tujuan mereka mendapatkan permata siluman.
"Sial... Siang bolong seperti ini tiba-tiba saja sudah badai?"
"Ketua, ada sesuatu yang aneh di atas." Salah satu menunjuk ke atas langit, pria dengan perawakan tubuh kekar serta alis sangat tebal itu segera mendongakkan kepalanya menghadap langit. Benar kata bawahannya itu, awan yang berkumpul di atas langit sangat-sangat tidak biasa.
Terdapat semacam lubang tanpa ujung yang tercipta di tengah-tengah awan hitam tersebut, tak begitu lama terdengar suara gemuruh yang lebih terdengar seperti suara geraman misterius. Hal itu membuat puluhan pendekar itu membatu di tempatnya berdiri, seolah-olah dipaksa berhenti berjalan dan menyaksikan kemarahan sang Dewa Petir tanpa sadar.
Sebuah segel dalam ukiran yang begitu rumit muncul di atas-atas mereka, bersamaan dengan itu pula sebuah bulatan besar yang berbentuk cermin muncul. Benda itu bersinar terang sedangkan petir-petir berkumpul di dalamnya.
Para pendekar aliran hitam membatu di tempatnya, karena terlalu terkejut dan tak bisa menyadari bahaya sedang mengincar nyawa mereka orang-orang itu hanya berdiri sampai sebuah Petir Kutukan datang.
Petir biru terang dari cermin besar tersebut keluar dan melewati segel di atas langit, lalu tembus dengan wujud layaknya meteor berisi kekuatan petir. Meteor itu jatuh membuat tanah yang terkena dampaknya mengalami keretakan berat. Manusia-manusia yang terkena oleh Petir Kutukan paling berbahaya itu seketika mati tanpa kecuali.
__ADS_1
Sementara itu Xin Chen telah bersiaga menggunakan Pedang Baja Phoenix sehingga dia tahu pasti kapan petir itu akan jatuh dan mempertimbangkan kapan dirinya harus memasang pertahanan penuh.
Dengan sedikit belajar dari pengalaman sebelumnya, Xin Chen berhasil menyerap energi petir yang berkumpul di atas menggunakan tanda Bunga Api di keningnya. Hal itu dia pelajari saat pertarungan melawan Zhang Ziyi dan Ye Long lah yang membuatnya paham arti dari kekuatan yang diturunkan dari ayahnya itu.
Selanjutnya, Xin Chen menciptakan perisai petir bercampur kekuatan api. Di kedua tangannya keluar dua elemen gabungan. Dengan dua perubahan jenis energi tersebut, Xin Chen memanfaatkannya untuk melindungi tubuhnya yang kemungkinan akan terkena dampak dari Petir Kutukan setidaknya dua puluh persen.
Lalu saat Petir Kutukan benar-benar turun dia mengalirkan energi petir dan api ke Pedang Baja Phoenix dan memantulkan petir kutukan yang datang ke arahnya ke tempat lain. Rubah Petir yang sedikit mengintip di balik cakar besarnya cukup terpana melihat tindakan gila sekaligus cerdik itu.
Seharusnya sedari awal dia sadar bahwa saat dirinya menceritakan betapa tingginya kekuatan Siluman Kegelapan, Xin Chen tidak akan gentar dengan hal seperti itu. Bahkan Dewa Petir yang bukan tandingannya saja sudah ditantang seperti ini.
"Dan sekarang aku bingung kau terlalu bodoh atau gila..." Rubah Petir sadar tak sadar bergumam kecil, Katak Daun yang berada di sebelahnya masih sedikit membelalakkan mata keheranan.
"Ku kira kedua-duanya... Hei, di mana kau menemukan manusia seperti itu? Ku kira aku takkan menemukan satupun di dunia ini, hahaha." Katak Daun berupaya menarik napas dengan berat, atmosfer di sekitarnya sangat menekan untuk sementara waktu dikarenakan Petir Kutukan tadi. Dia yang pertama kali terbangun dan melihat ke sekeliling, hanya kehancuran dan mayat manusia tergeletak kaku di atas tanah yang sebagian telah retak atas kemarahan langit tersebut.
"Aih, seumur hidup aku baru pertama kali melihat kejadian seperti tadi. Syukurlah, setidaknya jika aku mati nanti, aku pernah melihat hal paling langka yang jarang dilihat seperti tadi."
"Berterimakasih saja pada bocah nekat itu, kurasa dia paling berbakat membuat Gurunya jantungan."
"Nah, sekarang kukatakan saja jika penyakit jantung sangat berbahaya. Bisa jadi nanti semakin lama anak itu makin sering berurusan dengan hal semacam tadi, umurmu takkan bertahan lama lagi, Rubah Pertapa..." ledek Katak Daun.
__ADS_1
Xin Chen masih membatu di tempatnya, tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan setelah mendapatkan serangan yang sangat besar tadi. Di luar dugaannya, petir tersebut mengenai setidaknya empat puluh persen tubuhnya dan ditambah lagi Pedang Baja Phoenix mengalami keretakan di tengah-tengahnya.
Tak lama Xin Chen jatuh pingsan, luka yang dialaminya sangat parah dan beberapa bagian tubuhnya terkena dampak langsung dari Petir Kutukan tadi.