Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 153 - Setan Pengamuk dan Pedang Putih


__ADS_3

Liu Fengying tertawa-tawa bengis sewaktu melihat lawan yang dianggapnya begitu kuat ini sekarang jatuh berlutut di hadapannya akibat terkena bisa racun dari ekor kalajengking. Siapapun yang terkena racun tersebut akan mati hanya dalam beberapa menit, kini Yong Tao lumpuh, sudah sejak sepuluh menit berlalu semenjak dirinya terkena racun memastikan tersebut dan sekarang sekujur tubuhnya mati rasa. Rasa sakit menjalar di seluruh bagian tubuhnya, menggerogoti lelaki itu.


"Hahahaha akhirnya pembalasanku! Kehancuran Kekaisaran kalian adalah mimpi terindah yang pernah ku impikan! Lihat semua mayat itu, Yong Tao kau tak boleh melewatkannya. Ah, atau kau juga ingin sekali menyusul mereka ke neraka?" Senyum menusuk terpampang di kedua sudut bibirnya.


"Baiklah kalau itu maumu! Matilah!"


Untuk yang terakhir kalinya, Yong Tao tak berpikir lagi untuk menghindar. Racun yang telah menyebar di tubuhnya serta sayatan dalam di dadanya cukup untuk mengantarkan laki-laki itu ke ajalnya.


Yong Tao melepaskan cengkraman pada pedangnya, membiarkan dirinya mati dengan tenang. Liu Fengying sudah sepuluh kali lebih kuat darinya, tidak bisa dielakkan lagi. Lima jam bertarung dan bertahan, pada akhirnya dirinyalah yang tumbang di akhir.


Pedang besar telah siap menebas kepala lelaki itu dalam satu kali sentakan, tepat saat senjata tersebut membelah kepala lawannya abu tebal mengisi udara sekitar. Kekuatan yang begitu besar itu membuat tanah di tempat Yong Tao terkapar terbelah.


Liu Fengying yang semula tersenyum puas mulai mengernyitkan dahi, mendapati dirinya hanya menebas tanah. Tubuh Yong Tao tak ditemukannya di manapun.


Saat berpikir untuk mengejar lawannya, Liu Fengying disambut oleh suara lainnya yang tiba-tiba hadir tepat di balik punggungnya.


"Mencari Senior Yong? Sayangnya lawanmu saat ini adalah aku, serangga busuk!"


Liu Fengying membalikkan badannya, dengan wujud setengah kalajengking ini pergerakannya sedikit lebih lamban dibandingkan dengan wujud manusia. Tidak ada siapapun di belakang sana, Liu Fengying sadar setelah ini pasti akan ada yang menyerangnya di arah depan.


Dan dia segera bersiap menahan serangan yang akan datang di depan wajahnya.


"Kau tuli atau bagaimana? Aku di belakangmu!" Xin Chen menyeru di belakangnya. Hal ini membuat Liu Fengying merasa seperti orang bodoh. Dia sama sekali tak merasakan hawa kehadiran di mana pun, mengandalkan penglihatan pun tak ada siapapun yang berdiri di sekitarnya.


"Keluarlah kau bocah! Aku tahu siapa kau!" Gigi pria itu merapat geram, dia menahan kesal saat Xin Chen tak kunjung menampakkan dirinya.


"Serangga busuk ini, aku tahu kau sudah menyatu dengan tubuh siluman kalajengking, tapi bukan berarti telingamu pindah ke bokongmu bukan?"

__ADS_1


Liu Fengying mulai bisa melihat di belakangnya, seseorang dengan wujud yang nyaris menyatu dengan udara berdiri dengan tatapan bengis.


Xin Chen mengeluarkan sebuah Kitab bersampul hitam yang selama ini disembunyikannya saat bersama Rubah Petir. Dia takkan berani mempelajari kitab tersebut jika bersama dengan rubah tersebut.


Di beberapa kesempatan dia sering kali beralasan ingin berjalan-jalan agar bisa mempelajari Kitab Pengendali Roh milik Zhang Ziyi, sang pengguna ilmu hitam dari Kekaisaran Wei.


"Ti-tidak mungkin... Kau-" Liu Fengying tak dapat mengenali sosok yang berdiri di belakangnya ini. Dibandingkan dari terakhir kali mereka bertemu kekuatan yang dimiliki sosok di hadapannya ini sudah jauh lebih berbeda, aura yang dikeluarkannya pun cukup berbahaya. Dia mempelajari ilmu aliran hitam di usianya yang masih begitu muda. Liu Fengying yakin, di masa depan anak ini justru akan menjadi mimpi buruk, baik bagi pihak aliran putih ataupun hitam.


"Semenjak kapan kau mempunyai Kitab tersebut?"


"Sejak kematian si pemiliknya dan para roh di dalam kitab ini kehilangan Tuannya."


Benda pusaka tingkat tinggi terkadang memiliki kesadaran yang dapat menentukan siapa tuannya. Hal ini membuat pusaka tersebut tidak bisa digunakan sembarang orang kecuali dengan pemiliknya.


Liu Fengying tahu benar akan hal itu, Kitab Pengendali Roh tidak akan bisa digunakan siapapun kecuali jika roh-roh di dalamnya menginginkan Xin Chen menjadi pemilik mereka.


"Cih, jangan besar kepala dulu! Kau terlalu cepat seratus tahun untuk mengalahkanku!"


"Kitab Pengendali Roh - Setan Pengamuk!"


Liu Fengying merasakan tanah tempatnya berpijak mulai bergetar, dia memelototkan matanya sambil melompat jauh dari tempat semula. Puing-puing tanah mulai terbang melawan gravitasi, mengudara di satu titik dan menyatu membentuk wujud yang begitu mengerikan. Wujud tersebut memiliki bentuk badan manusia dengan kuku-kuku panjang yang melewati betis mahluk tersebut, disertai dengan dua tanduk dan tidak memiliki wajah.


Jurus Setan Pengamuk menurut Xin Chen adalah jawaban untuk kelemahannya dalam pertarungan jarak dekat, selama ini kemahirannya dalam pertarungan jarak jauh lebih menonjol, hal itu membuatnya kesusahan saat menghadapi lawan yang memiliki tipikal serangan fisik. Seperti Liu Fengying saat ini.


Setan Pengamuk adalah salah satu dari lima belas mimpi buruk dalam kitab Pengendali Roh, pasalnya mahkluk itu seperti namanya sendiri adalah sejenis roh yang hanya mengamuk mengikuti nalurinya.


Liu Fengying tercekat, meskipun Setan Pengamuk terlihat berat namun saat berpindah ke dekatnya, sosok mahluk tersebut bergerak dengan begitu ringannya.

__ADS_1


"Ch, hanya gumpalan batu saja jangan berharap bisa mengalahkan ku!"


Seketika wujud Liu Fengying yang semula hanya separuh siluman berubah penuh menjadi binatang buas dengan ukuran tubuh sepuluh kali lebih besar, penampakan wujudnya yang amat mengerikan menghentikan pergerakan Setan Pengamuk.


Dilihat dari segi mana pun level kekuatan pria itu kini jauh lebih besar dari sebelumnya.


"Ha? Sepertinya kau mulai tidak yakin bisa mengalahkanku, bocah?" Liu Fengying tersenyum miring, kemudian tertawa sinis.


Pria itu menyambar Setan Pengamuk dengan begitu brutal, capitnya yang kuat dan keras berulang kali menghancurkan tubuh Setan Pengamuk yang terus-menerus kembali ke bentuk semula.


Perbedaan kekuatan mulai terlihat jelas setelah sepuluh menit Setan Pengamuk terus bertahan, tampaknya kekuatan rohnya takkan seimbang menghadapi Liu Fengying dalam wujud siluman seperti ini.


"Hahahaha! Matilah bersama abu-abu jalanan ini, setelah kau sekarang giliran Tuanmu yang ku cabik-cabik !"


Setan Pengamuk kembali mendaratkan tinju berkekuatan besar ke kepala siluman tersebut, Liu Fengying membalas serangannya dua kali lipat. Membuat Setan Pengamuk terhempas dan menabrak dinding menara kota.


"Baiklah, sekarang giliran mu, boca--- hoi sedang apa kau di sana!?!" Liu Fengying berteriak kesal, sudah hampir setengah jam dia bertarung dengan Setan Pengamuk sampai menggunakan wujud tingkat duanya, namun lawannya itu malah sibuk mengobati Yong Tao dan para penduduk yang terluka akibat reruntuhan bangunan.


"Hah kenapa? Main-mainnya sudah selesai?" Xin Chen menyahut datar, jika saja Liu Fengying tidak segera mengendalikan diri sudah pasti sekarang ini balok kayu melayang ke muka Xin Chen.


"Akan kupastikan kau mati dalam keadaan paling mengenaskan!"


"Baiklah kalau begitu sekarang saatnya serius untuk pertarungan. Dengan tidak adanya para penduduk di sekitar sini, bukankah jauh lebih baik?"


Liu Fengying menggerakkan ekor berbisanya, seolah siap menusuk jantung lawannya dengan racun mematikan tersebut.


"Nyalimu besar juga, anak muda. Mari kita lihat siapa yang akan meminta ampun setelah ini."

__ADS_1


Baru saja Xin Chen hendak mengeluarkan Pedang Baja Phoenix, hawa kehadiran yang sangat dikenalinya muncul. Dia mengurungkan niat tersebut sembari menatap sosok pemuda yang berumur hampir sama dengannya, menggunakan pakaian bangsawan serba putih serta menenteng pedang berwarna senada.


Dan juga sebuah Kitab Tujuh Kunci yang selalu dibawa bersamanya.


__ADS_2