Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 123 - Api Keabadian


__ADS_3

Beberapa Kelelawar Api terbunuh oleh ledakan petir, monster itu menghentakkan tubuhnya kemudian bersuara keras. Membuat para kelelawar tersebut menjauh karena merasa terintimidasi oleh aura mematikan yang begitu hebat, mereka mulai ketakutan akan kekuatan monster itu. Beberapa bahkan bersembunyi ke sarang masing-masing.


Mata Monster itu berfokus pada Xin Chen, dia tetap maju menyerang Monster tersebut tanpa berpikir dua kali.


Para kelelawar api memerhatikan pertarungan terjadi dengan sangat sengit, Xin Chen yang puluhan kali lebih kecil dari Monster itu bertarung berani satu lawan satu dengannya. Beberapa tebasan berhasil menembus kulit tebal yang dilapisi bebatuan keras dan melukai tubuh bagian dalam monster. Di waktu yang bersamaan pula Xin Chen menggunakan Topeng Hantu Darah saat monster itu menyerangnya.


Keberanian para kelelawar api kembali perlahan-lahan, mereka mengikuti Xin Chen menyerang monster tersebut dengan serentak. Bunyi jeritan kembali menggema begitu kerasnya, Xin Chen sempat berhenti sebentar untuk melihat para siluman keras kepala itu. Mereka menyerang membabi-buta dari segala arah lebih agresif dari sebelumnya.


Di tempat lain Rubah Petir tersenyum kecil, melihat sejauh mana perkembangan Xin Chen sekarang ini mungkin menjadi salah satu hal yang disukainya.


"Kurasa dalam peperangan antar manusia kemampuanmu menggerakkan moral bertarung ini sangat berguna." Dia mengangkat kepalanya pelan, "Dan juga peperangan yang akan melibatkan tidak hanya manusia... Tetapi para Siluman Penguasa Bumi. Mengingat mereka saja... Aku tak yakin apa mereka masih bertahan hidup sampai sekarang atau tidak.."


Hembusan angin yang begitu kencang diakibatkan kepakan sayap para Kelelawar Api terasa begitu berbahaya, dikarenakan kecepatan terbang yang sangat tinggi maka udara yang mereka lewati menjadi tajam dan dapat melukai Xin Chen.


Satu per satu kelelawar api tumbang oleh ledakan petir sang Monster Belut. Xin Chen melepaskan satu pukulan terakhir yang langsung di sambut dengan perlawanan keras oleh Monster Belut. Di saat monster itu sedang menyerangnya, Raja Belut Listrik meloncat tinggi di belakangnya.


"Sekarang!" teriak Xin Chen sembari membuat pertahanan diri, di waktu yang bersamaan pula Raja Belut Listrik menyerang Monster Belut di sembilan titik seperti yang dia lakukan terhadap Xin Chen sebelumnya. Dia melakukan ini karena Xin Chen memintanya.


Efek dari jurus itu tampaknya bekerja, sekarang Monster Belut sama sekali tidak bisa melepaskan ledakan petir seperti sebelumnya. Dia terlihat kebingungan karena aliran kekuatan yang biasanya mengalir deras dalam tubuhnya seketika lenyap.


"Hehehe saatnya pembalasan dendam..." Xin Chen mengusap kedua tangannya senang, Monster Belut itu mencoba beberapa kali menciptakan bola petir dengan mulutnya dan sama sekali tak muncul kekuatan tersebut. Sekuat apapun dia mencoba, menyerap energi alam pun sama sekali tak berguna.

__ADS_1


Raja Belut Listrik sama bersemangatnya dengan Xin Chen, sepertinya dia juga memiliki dendam masa lalu terhadap monster ini karena sebelumnya dirinya dibuat lari pontang-panting. Hari ini adalah hari pembalasan, dia dapat dengan mudah menyentuh monster itu apalagi menampar kepalanya dengan ekornya. Terlihat jelas raut wajah senang dari Xin Chen ataupun Raja Belut Listrik.


Xin Chen lebih dulu menyerobot, dia sama sekali tak menggunakan tenaga dalam lagi dalam serangannya dikarenakan sudah terlalu lama menggunakan tenaga dalam dan khawatir akan memberi dampak buruk jika terus-terusan dipakai tanpa jeda. Dia cukup menusuk lurus ke leher Monster Belut dan terus menerus menyerang kulit tebalnya. Memang menghancurkan kulit yang telah menyatu dengan batu itu membutuhkan waktu yang cukup lama.


Raja Belut Listrik dan kelelawar api melakukan hal yang sama, siluman itu berhasil memotong dua kepala dengan menggunakan kekuatan terbesarnya, sementara Xin Chen baru saja memenggal salah satu, Monster Belut sadar posisinya tak lagi menguntungkan dan melibaskan ekornya secara liar ke berbagai arah. Walaupun hanya tersisa satu kepala saja, monster itu bersikeras kabur dan bergerak mendekati pinggiran sungai agar bisa melarikan diri.


Karena panik Xin Chen mengejar kencang seraya menggunakan kekuatan Topeng Hantu Darah, tangannya menembus tubuh dan menggenggam jantung monster tersebut kemudian menariknya dari sana saat wujud roh telah menghilang. Raja Belut Listrik yang sebelumnya panik karena khawatir monster itu melarikan diri akhirnya menarik napas lega. Dia tak peduli lagi seperti apa kekuatan Xin Chen hingga bisa menghilang tiba-tiba dan saat muncul tangannya berhasil mengambil jantung monster tersebut.


"Haiss... Jujur saja, untuk seukuran anak manusia kau terlalu menakutkan." Raja Belut Listrik berkata seadanya setelah melihat Xin Chen tanpa pikir panjang langsung mengambil jantung monster dengan cara sadis, hanya itu yang terpikirkan olehnya sekarang.


Xin Chen langsung menjawab ketus, "Nah kalau aku tidak begitu kau mau kita kembali ke dasar laut sana dan direbus oleh api biru itu?"


Xin Chen menerimanya dengan berterimakasih, jika bukan karena Raja Belut Listrik dan para Kelelawar Api dia yakin takkan bisa membunuh monster itu.


"Hm, sepertinya ada yang baru saja menyelesaikan tesnya?" suara lain terdengar tak begitu jauh darinya.


"Ya... Ya, Guru Rubah. Seperti biasa kau lebih memilih menonton daripada repot-repot ikut campur."


Rubah Petir tak peduli bagaimana anggapan Xin Chen tentangnya, memang membiarkan anak itu berada dalam bahaya setiap waktu seolah memberikan kesan seperti dirinya memang tak peduli dengan keselamatan muridnya. Tapi ini semua demi perkembangan Xin Chen sendiri, sejauh mana marabahaya yang telah mendatanginya, pengalaman bertarung itu akan mengubah pola berpikir Xin Chen serta pengalamannya dalam pertarungan. Jika permasalahan teknik dan jurus mungkin Rubah Petir akan membantu, tapi untuk hal seperti itu dia berharap Xin Chen mempelajarinya sendiri.


"Permata itu, jika kau menggunakannya maka kekuatan api abadi akan mengalir dalam tubuhmu. Kau harus memikirkan hal itu baik-baik, kekuatan Api Keabadian sewaktu-waktu bisa saja merusak tubuhmu jika kau tak sanggup mengendalikannya."

__ADS_1


Xin Chen memperhatikan permata siluman yang berada di dalam genggaman tangannya, selagi itu Raja Belut Listrik menambahkan kalimat Rubah. "Dan juga ingat, permata itu adalah milik siluman monster yang jahat, dalam artian lain hampir sama dengan siluman iblis. Energi jahat dan kemanusiaanmu akan menghilang semakin sering kau menggunakan kekuatan itu ke depannya, kau yakin akan baik-baik saja dengan semua itu?"


Berulang kali Rubah Petir dan Raja Belut Listrik mengatakan sisi negatif dari permata itu, Xin Chen menggenggam permata tersebut erat. "Aku akan menggunakannya, jika benar permata ini satu-satunya cara agar aku bisa mendapatkan kekuatan Api Keabadian maka aku akan menggunakannya."


Rubah Petir sudah tidak terkejut lagi, dia tahu Xin Chen hanya mau bergerak sesuai kehendaknya sendiri. Tanpa diperintah ataupun dilarang-larang. Setidaknya Xin Chen bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambilnya dan Rubah Petir bisa menoleransi itu semua.


"Terserah padamu saja."


"Rubah Pertapa, kau yakin ini tidak apa-apa?"


Xin Chen menangkap kegelisahan dalam sorot mata Raja Belut Listrik, dia mengutarakan sesuatu yang sempat terpikirkan olehnya tadi. Yaitu mengenai kekuatan Api Keabadian ini.


"Kau tadi bilang Api Keabadian ini bisa membunuh apapun dan sebaliknya? Bisa tolong jelaskan tentang maksudmu tadi, aku harus memastikan sesuatu."


Sebentar Raja Belut Listrik terdiam mengingat-ingat kembali kapan dia mengatakan itu, "Ah iya... Tidak ada yang terlalu penting dengan kekuatan spesial Api Keabadian sebenarnya. Dia hanya membakar apapun, terkena api itu secara langsung nyawamu takkan selamat. Kukatakan saja, apapun yang hidup langsung mati kurang dari satu detik oleh api tersebut."


"Bukan itu yang ingin aku tahu, kau bilang Api Keabadian bisa membunuh yang hidup dan sebaliknya. Berarti Api Keabadian bisa menghidupkan yang mati juga?"


***


sdikit cerita, sbnrnya buku tempat author ngumpulin poin2 penting, nama2 tokoh, informasi sama alur cerita ini hilangT^T dah capek nyari gk ketemu. jujur aku sering nyatat beberapa hal penting supaya gak kelupaan karena emg authornya rada2 pikun wkwkwwk hp di tangan aja masih heboh nyari ke mana larinya apalagi yg beginian, terpaksa nulis ulang jd maap aja klo ad plot hole ya, makasih udh mau mengerti(〒﹏〒)

__ADS_1


__ADS_2