
Sontak Unit Satu yang sebelumnya maju berani dibuat mundur ketika Li Baixuan mengeluarkan kekuatan besar. Aura yang dimilikinya menekan siapa pun yang berada hingga jarak seratus meter di depan. Seluruh Jenderal menunduk selagi laki-laki itu mengamuk.
Sehebat apa pun mereka, jika dibandingkan dengan Li Baixuan tak ada yang mampu menandingi kekuatan laki-laki berjulukan Satu Terkuat itu. Hanya dia sendiri sudah cukup untuk merobohkan satu distrik. Tubuhnya yang kekar dikelilingi kekuatan dahsyat yang sangat tidak biasa.
Bahkan Shui nyaris kehilangan kendalinya saat tekanan dari Li Baixuan menyerang. Huo Rong menahan tubuh Shui sambil berbisik.
"Dia bukanlah orang sembarangan. Salah-salah bertarung dengannya, aku yakin kekuatanmu sebagai Siluman Penguasa Bumi tak akan ada artinya saat berhadapan dengannya."
Shui mengerjap.
"Menurutmu Xin Chen bisa mengalahkan orang seperti itu?"
"Tidak." Huo Rong bahkan tak membutuhkan waktu satu detik untuk berpikir. Dia tahu benar seluk-beluk Kekaisaran Qing, karena telah hidup di sana lebih dari jutaan tahun. Shui kehilangan semangat membaranya yang sedari tadi meletup-letup saat Lan Zhuxian mengumumkan hari peperangan telah tiba.
Tentu saja mereka bisa tahu perang ini berkat ayah Jun Xiang, yaitu Jun Xiaorong. Laki-laki dengan otak licik itu ternyata terus berkomunikasi dengan Jun Xiang semenjak memasuki Empat Unit Pengintai. Jika orang-orang tahu bagaimana kemampuan ayahnya, tak akan ada musuh yang berani mencari masalah dengan laki-laki itu. Dan Jun Xiaorong telah membuat seratus orang bunuh diri di awal peperangan. Hal itu memang tidak akan berpengaruh banyak, namun para prajurit tentu akan merasakan tekanan mental dan hancurnya semangat berperang.
"Tuan, kita dimasuki oleh banyak penyusup yang baru memunculkan dirinya hari ini."
Li Baixuan menggertak saat Jenderal-1 memberitahu.
"Penyusup atau pun bukan, jika aku ada di tempat ini maka kemenangan sudah berada di tangan kita!"
Suara ratusan ribu prajurit seakan-akan mengoyak keberanian para prajurit Empat Unit Pengintai yang bisa dikatakan jauh lebih lemah daripada prajurit terlatih Kekaisaran Qing. Banyak dari mereka yang belum mengetahui apa-apa soal perang.
Lan Zhuxian mulai merasakan keresahan dan ketakutan di barisan belakangnya. Seolah-olah mereka telah membenarkan takdir yang dikatakan Li Baixuan. Musuh akan menang dan mereka akan kalah dengan cara paling mengenaskan.
Perang belum dimulai karena Empat Unit Pengintai masih menahan pasukannya. Sementara orang-orang Kekaisaran Qing sudah siap dengan nyali perang yang membara.
__ADS_1
Huo Rong menatap Li Baixuan yang juga mengenalinya. Laki-laki terkuat di Kekaisaran Qing itu telah berusia lebih dari dua ratus tahun. Hanya segelintir orang yang mengetahuinya, karena Li Baixuan dikatakan pernah mengonsumsi pil keabadian yang harganya sangat mahal. Sejak dulu hingga sekarang ini, Li Baixuan tetap berada di atas. Menjadi satu-satunya Pendekar Tanpa Batas di Kekaisaran Qing. Dia tetap terlihat muda meski usianya telah memasuki angka 248 tahun.
Dibandingkan Huo Rong dalam wujud manusia, Li Baixuan sepuluh kali lipat lebih kuat daripada dirinya. Seratus tahun lalu laki-laki itu telah menjadi Satu Terkuat sementara Huo Rong hanya menduduki peringkat kesepuluh. Dalam perang ini tentu saja Li Baixuan lebih kuat dua puluh kali dari terakhir kali mereka bertemu.
"Aku berharap Xin Chen benar-benar dilahirkan untuk menghabisi manusia seperti dia."
Shui masih dapat mendengar suaranya di tengah suasana perang yang begitu kacau. "Apa maksudmu?"
"Jika orang itu hidup lebih lama lagi, dia akan melampaui manusia mana pun di muka bumi ini. Itu artinya dia akan menjadi satu-satunya penguasa yang menginjak tiga penguasa di daratan ini."
Shui tak bisa membayangkan laki-laki itu membunuh ketiga Kaisar di Kekaisaran Qing, Wei, dan Shang. Dia memang memiliki ambisi yang besar dan Huo Rong sudah tahu sejak dulu, bahwa laki-laki itu sedang menunggu waktu hingga dia tidak membutuhkan Kaisar Yin dan membunuhnya secara terang-terangan.
Gejolak Perang semakin membesar di setiap detiknya, siap tidak siap Empat Unit Pengintai harus maju untuk melawan musuh yang telah bersiap untuk perang ini. Hujan jatuh tepat saat Jenderal-1 mengumandangkan perang besar. Tumpahan darah mengucur deras hingga tak ada satu pun dataran yang bersih oleh darah.
Perang baru saja dimulai, langit yang semula gelap menjadi temaram saat selubung kabut hitam menutupi langit. Mereka dikurung dalam sebuah bulatan hitam yang begitu menakutkan.
"Tidak salah lagi, Pemimpin Empat Unit Pengintai!"
Bersamaan dengan itu semua, terlihat bayangan seekor naga hitam melintasi langit malam berkabut. Dia mengeluarkan suara jeritan, lalu turun menukik ke bawah sambil menyemburkan api biru. Tak ada yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, rencana perang yang telah disusun sedemikian baik seketika buyar ketika serangan serta kejutan bersusulan datang.
Barisan Unit Satu kembali berdiri tegap saat merasakan kekuatan itu datang. Kekuatan yang melindungi markas Empat Unit Pengintai selama ini. Lan Zhuxian dan lainnya sudah mengetahui bahwa Xin Chen akan datang hari ini. Memastikan kemenangan berada di tangan mereka dengan segala persiapan besar yang telah dilakukannya bersama Jun Xiaorong. Saat itu Lan Zhuxian telah melihat temannya itu berubah banyak semenjak meninggalkan Kekaisaran Shang.
"Kami semua percaya padamu."
Hanya kehadirannya saja mampu membuat lima puluh ribu orang itu merasakan kemenangan dapat diraih saat itu juga. Hujan tak berhenti saat selubung hitam menutupi langit. Malam benar-benar datang membawa angin dingin yang mencekik.
Jenderal-1 sudah mengantisipasi kekuatan pemimpin Empat Unit Pengintai sebelumnya. Tapi data yang didapatnya terlihat seperti sebuah kebohongan saat kekuatan yang begitu dahsyat menguasai satu tempat yang begitu luas seperti ini.
__ADS_1
"Ini seperti kekuatan monster. Apakah dia benar-benar manusia?"
"Tidak, aku yakin kekuatan dewa telah berpihak padanya hingga menciptakan sesuatu yang gila seperti ini."
"Celaka ... Kekuatan ini, dia adalah marabahaya."
Suara di sekitar Wei Feng mulai ramai. Tak berapa lama mereka menengadah saat sebuah kegelapan pekat muncul tepat di atas mereka.
Sosok yang berdiri paling atas itu mengucapkan sesuatu yang hanya terdengar samar-samar. Membuat Li Baixuan terdiam sesaat.
"Ini adalah tanahku, Kekaisaran Shang. Selamat datang di Neraka, Para Pendosa."
"Sial. Dia pengguna roh?" Tanpa sadar salah satu jenderal bergumam, menghadirkan wajah-wajah cemas yang ketakutan akan kekuatan misterius yang sempat menjadi bencana besar di Kekaisaran Qing. "Sudah sampai sekuat itu tanpa diketahui siapa pun. Dia adalah musuh yang paling berbahaya."
Semua orang mengantisipasi pergerakan satu-satunya orang yang berada di atas mereka. Dan sesuatu yang paling ditakuti mereka muncul, hanya segelintir orang yang tahu akan tingkat tertinggi dari seberapa berbahayanya kekuatan roh. Yang pertama, jika si pengguna roh memiliki Kitab Pengendali Roh. Kedua, orang itu memiliki kekuatan yang besar. Dan terakhir, dia telah mencapai tingkat kedua. Dan musuh mereka memiliki semua itu.
Sebuah Roh besar muncul dari balik kabut hitam. Suara-suara aneh muncul beriringan dengan ketakutan terhebat yang menghancurkan pikiran semua orang termasuk prajurit Empat Unit Pengintai.
Roh Dewa Perang tersenyum bengis. "Aku akan memastikan kalian sampai ke neraka dengan selamat."
*** [ BUKU II TAMAT] ***
A/N: Pasti author bakal kena hujat habis ini, perang baru dimulai eh bukunya langsung selesai.
Author punya alasan, kalau perangnya dijelasin di sini, buku 3 entar bahas apaan? Masak-masak berhadiah? Dan kalau diteruskan di sini mungkin buku kedua akan mengambil 500 bab
Jangan dihapus dulu buku kedua ini karena semua informasi akan author update di sini.
__ADS_1
Sekian~