Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 120 - Rencana Gila


__ADS_3

Sebuah kilatan cahaya melesat lurus, Xin Chen bersiap menerima serangan tersebut dan memperkuat pertahanan diri serta kekuatan Bunga Api ke tingkat tertinggi. Ketika cahaya tersebut hendak menabrak, Xin Chen langsung menyerapnya ke dalam tubuh dan melepaskan balik serangan tersebut dengan jumlah yang dua kali lipat lebih besar menggunakan kakinya.


Bola petir itu kembali ke arah Monster Belut. Terjadi ledakan yang cukup besar hingga menghasilkan bunyi getaran yang mengguncang bumi.


Sebenarnya Xin Chen tidak mau menggunakan kakinya tapi mau bagaimana lagi, jika dia memaksa menggunakan Pedang Baja Phoenix sudah pasti pusaka itu akan bertambah retak.


Monster Belut sempat menghindar namun serangan petir itu terlalu besar sehingga sejauh apapun dia menghindar masih tetap terkena serangan itu walau tidak secara langsung.


"A-apa aku sedang berada di arena permainan? Kau menendang kilat petir itu dengan kakimu? Dengan kakimu??" Raja Belut Listrik melihat Xin Chen mengangguk dengan wajah tak bersalah, seolah-olah serangan berdaya listrik tinggi tadi hanya permainan anak-anak baginya.


Xin Chen sendiri belajar banyak hal secara cepat dengan pertarungan di bawah laut ini, terutama dalam hal pertahanan diri. Ketika dia menyerap kekuatan dan mengetahui Bunga Api sangatlah berguna dalam situasi seperti sekarang ini, Xin Chen mencoba mengalirkan kekuatan petir yang diterimanya ke seluruh tubuh.


Kekuatan petir seolah menyatu dalam tulangnya dan membuat tubuhnya sangat tahan baik terhadap ledakan petir ataupun suhu panas sekalipun.


Hal seperti ini sebenarnya dia pelajari dari ketahanan para kelelawar api di gunung, mereka menyerap energi alam untuk mempertebal kulit mereka sehingga sulit ditembus oleh senjata tajam. Dan sekarang meskipun kakinya mendapatkan dampak kerusakan dari serangan tadi setidaknya dia masih menyimpan sedikit kekuatan untuk melakukan penyembuhan diri.

__ADS_1


Xin Chen sadar mereka belum sepenuhnya menang dari Monster Belut, selagi monster itu tidak berulah Xin Chen berenang cepat untuk mencari buih udara sekaligus menangkap Belut Listrik yang terkena ledakan tadi, mereka mati begitu saja. Sekarang Xin Chen sudah mengumpulkan lebih dari dua puluh dan dia berhasil menyelesaikan tugasnya.


"Kau sudah mengumpulkannya bukan? Kalau begitu saatnya kembali ke sarang!" Raja Belut Listrik berenang kembali dengan semangat, namun setelah berenang agak jauh dia menyadari Xin Chen tidak mengikutinya dan justru kembali pada Monster Belut yang kemungkinan akan mengamuk setelah mendapatkan serangan telak tadi.


"Apa lagi yang kau rencanakan manusia, sial, setidaknya jika kau dendam padanya jangan menyeretku juga," umpat Raja Belut Listrik tidak terima. Dia mengamati gerak-gerik tangan Xin Chen yang seolah mengusirnya pergi dari sana. Siluman itu langsung terbakar emosi, bagaimana bisa dia diusir seolah dirinya sangat lemah.


"Baiklah jika itu mau mu!" geram Raja Belut Listrik begitu kesalnya, di sisi lain Xin Chen telah bersiap menerima serangan petir dari Monster Belut tersebut. Dia yakin tingkat kekuatannya akan menjadi semakin besar dari yang sebelumnya, untuk situasi ini Xin Chen sepenuhnya bergantung pada waktu.


Tubuhnya masih bisa menahan kekuatan yang lebih besar, tapi hanya beberapa detik dan dia harus segera melepaskan kekuatan tersebut jika tak ingin tubuhnya terluka.


Raja Belut Listrik membuka matanya sadar dengan apa yang sedang terjadi di depan sana. Dia yakin Monster Belut sedang menggunakan kekuatan spesialnya yang secara tak langsung membuat detak jantungnya melemah dikarenakan panas yang luar biasa membakar kulitnya.


Xin Chen merasakan panas di sekitarnya semakin menggila, Monster Belut tak lagi melepaskan kekuatan petirnya seperti semula. Dia membunyikan sebuah suara misterius dan membuat para Belut Listrik berkumpul mengelilinginya.


Baik Xin Chen maupun Raja Belut Listrik sama-sama memasang sikap waspada. Serangan yang kali ini tampaknya jauh lebih berbahaya dari yang sebelumnya dan Xin Chen sendiri tak memiliki cukup kekuatan untuk menahan atau pun menyerang balik. Dia kembali memutar otak sebelum Monster Belut berhasil menyiapkan serangan, namun kelihatannya dengan situasi serba terpojok ini tidak ada lagi yang bisa diharapkan.

__ADS_1


Raja Belut Listrik lebih tahu bagaimana posisi mereka sekarang, dia berulang kali menatap Xin Chen dan Monster Belut bergantian. Berpikir seratus kali pun tak ada kesempatan menang dan yang paling besar kemungkinan adalah nyawa mereka takkan selamat.


Sumber panas yang sedari tadi membuat air laut mendidih adalah kemunculan api biru di dasar laut, api itu keluar dan membara di dalam air. Pemandangan yang sama sekali tidak pernah Xin Chen lihat itu terjadi dan benar-benar ada di hadapannya. Selain itu air laut dari atas permukaan berputar di satu titik di atas Monster Belut. Dengan Api yang tahan dengan air serta kepanasan yang sangat tinggi itu, Xin Chen yakin mendekat dua puluh meter saja dirinya akan direbus.


"Sekarang apa? Sebelumnya kau sangat percaya diri, ke mana semangat bertarung mu tadi?" tanya Raja Belut Listrik.


Raja Belut Listrik dibuat panas dingin, sejak melihat kegelisahan di wajah Xin Chen dia yakin manusia nekad itu sudah kehabisan akal menghadapi Monster Belut ini. Bagaimana pun membunuhnya adalah hal yang mustahil kecuali jika Rubah Petir yang melakukannya. Melawan monster langsung di sarangnya bukan lah hal yang bagus, seperti Monster Belut yang mereka hadapi sekarang.


Setiap kali Xin Chen berhasil melukainya maka dia akan mengumpulkan kembali kekuatan alam dan menyembuhkan luka dalam waktu yang lumayan cepat.


"Nah kalau begitu, ku katakan saja. Setelah kau mengusiknya dan berniat melarikan diri tindakan itu akan membahayakan nyawa para siluman di atas sana. Kalaupun kau tidak melarikan diri aku bisa menjamin seratus persen kau takkan selamat di tempat ini." Raja Belut menambahkan lagi, "Asal kau tahu sebentar lagi api biru itu akan mengamuk bersama ledakan petir. Dan–"


Xin Chen menyuruhnya diam, Raja Belut Listrik refleks membungkam mulutnya dan melihat Monster Belut. Api biru di bawah sana mengamuk semakin menjadi membakar apapun yang berada di sekitar, bahkan bebatuan yang seharusnya sangat keras meleleh begitu saja dengan api itu.


"Jangan bilang kau memiliki rencana gila lainnya?" Raja Belut Listrik mulai memiliki harapan, di posisi ini tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Nyawanya juga dipertaruhkan di sini. Jika benar Xin Chen bisa menyelamatkan nyawanya Raja Belut Listrik benar-benar bersyukur. Setidaknya Monster Belut di bawah laut itu takkan lagi mengganggu Belut Listrik di tempatnya dan juga membuat suhu air melonjak naik setiap kali dia mengamuk.

__ADS_1


***


__ADS_2