Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 357 - Hukuman Mati


__ADS_3

Wei feng terlihat begitu panik, tak beda dengan Yu Xiong yang mulai menggeleng-gelengkan kepala tak yakin. Keduanya tak berani menatap Jenderal-1 yang kini mengarah ke arah mereka berdua, langkah kakinya pelan menyusuri debu kuning yang berterbangan disapu angin.


Sahutan pertama ditujukan pada Wei Feng, laki-laki itu kelihatan tengah menggeram saat membentaknya. "Katakan siapa kalian sebenarnya?!"


Semua orang dapat mendengar suara keras tersebut, Wei Feng sampai terlonjak di tempatnya. "Jawab aku atau kubakar kalian semua di sini!"


Wei Feng membuka mulut tergagap-gagap, dia tak sempat meneruskan kalimatnya sebab salah seorang prajurit datang dan memberikan laporan kepada jenderal-1. Laki-laki itu tak menjawab apa-apa selain terus menatap Wei Feng dengan mata kalap.


"Kami menemukan ini di kamar mereka."


Dia menyerahkan selembar kain lusuh dengan sebuah lambang tua, Yu Xiong melebarkan mata dan hendak mengejar kain tersebut. Ketakutannya menjadi semakin nyata saat prajurit yang membawa kain tersebut meliriknya sambil berbisik-bisik.


Awalnya jenderal-1 hendak memeriksa Wei Feng terlebih dulu karena selama ini laki-laki itu yang paling gencar menyembunyikan temannya. Langkah kaki beratnya bergerak ke arah Yu Xiong yang tak seberapa jauh. Dia mengeluarkan suara berat yang terdengar mengecam.


"Ini milikmu?"


Yu Xiong tidak berani menjawab tidak, karena jika dia mengelak otomatis temannya yang akan menjadi sasaran berikutnya, Yu Xiong mengangguk kaku. "Lambang klan ini ...."


Tulisan dan simbol itu asing bagi orang kekaisaran Qing.


Dia tidak mempermasalahkan klan yang dibawa Yu Xiong, tetapi yang menjadi perhatiannya adalah lambang tersebut memiliki simbol dan ukiran khas. Ibu Yu Xiong memberikan benda itu sebagai warisan leluhur yang harus diwariskan ke anak cucu. Karena walau hanya selembar kain, di atasnya diukir sebuah lambang kuno dan dibuat menggunakan emas.


Kecurigaan terhadap mereka semakin membesar sementara Xin Chen maupun Wei Feng tidak diperbolehkan berbicara. Masing-masing di depan leher mereka persis sebilah pedang sudah siap memenggal kepala keduanya.


Kini Yu Xiong yang dikelilingi oleh Jenderal-1, ibarat dikelilingi oleh kobaran api yang siap kapan saja membunuhnya, Yu Xiong bahkan tak berani mengambil napas. Wajahnya pucat seperti mayat, hingga akhirnya jenderal-1 berteriak kembali. Memecahkan keheningan di lapangan luas yang diisi banyak orang. Tak ada yang berani bersuara jika itu adalah jenderal-1, karena selama dilatih di distrik mereka sudah diperingati tentang sosok penguasa distrik-1 yang merupakan distrik terbesar di Kekaisaran Qing.

__ADS_1


"Berikan semua informasi yang kalian punya! Keluarkan semua dan bongkar identitas penyusup yang beraninya memasuki kawasan kita ini!"


Teriakannya ibarat ledakan yang seketika membuat semua orang kacau. Seluruh prajurit berpencar dan hanya menyisakan beberapa yang berjaga di dekat para prajurit baru. Xin Chen belum mengambil tindakan apa-apa, dia bergerak maka lehernya dan leher Wei Feng langsung dipenggal. Sementara situasi Yu Xiong di depan sana lebih gawat lagi. Mungkin saat itu dia berpikir hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka.


"Bagaimana ini?" Keringat bercucuran di wajah Wei Feng di samping Xin Chen, napasnya terputus-putus serta wajahnya menjadi semakin panik saat tak lama kemudian seseorang dibawa menuju mereka.


Youji di seret oleh dua prajurit berbadan besar, dia terkejut saat melihat ketiga temannya tengah berada di depan. Menjadi bahan tontonan di mana semua orang diam beribu bahasa, hanya tutup mata pasang telinga. tak ingin mencampuri urusan Jenderal-1 yang sedang mengamuk.


Youji dilemparkan begitu saja di atas tanah, dia melihat dengan jelas dua temannya Wei Feng dan Xin Chen tengah ditahan, sementara Yu Xiong berhadapan dengan seseorang yang memiliki pembawaan sadis. Meski belum tahu siapa laki-laki itu, Youji dapat tahu seberapa mengerikannya dia dari tatapan semua orang.


"Kalian masih hidup?" Youji bernapas lega. Xin Chen membalas dengan waspada.


"Apa maksudmu masih hidup?"


"Mereka mengatakan padaku jika aku tidak menjawab jujur maka kalian bertiga akan dibunuh."


Youji tidak mengerti apa yang baru saja Wei Feng ucapkan, di asrama tadi dia diancam menggunakan senjata untuk mengatakan dari mana mereka berasal. Youji tidak masalah jika dengan menutup mulut, nyawanya akan direnggut. Tapi saat prajurit mengatakan bahwa ketiga temannya sudah berada di lapangan untuk hukuman mati, Youji langsung mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakannya.


"Orang ini sudah mengakui bahwa mereka berasal dari Kekaisaran Shang, Tuanku." Laki-laki itu bertekuk lutut memberikan hormat besar pada jenderal-1. namun sosok yang diseganinya itu justru lewat begitu saja dan sampai menginjak telapak tangannya di atas tanah.


"Benar dugaanku ... justru aku sudah menunggu waktu ini tiba, musuh yang mendatangi kandang musuhnya sendiri ..."


Laki-laki itu bergerak ke arah Xin Chen yang diam beribu bahasa, "Aku menemukanmu. Dan hari ini juga aku akan melenyapkanmu."


"Kami bisa membuktikan bahwa kami adalah orang kekaisaran ini-!" potong Wei Feng yang segera mendapatkan peringatan di sebelahnya. Laki-laki itu tak berani meneruskan, dia tahu satu huruf lagi keluar dari mulutnya, lehernya akan tembus oleh pedang.

__ADS_1


"Lakukan sesuatu, Chen. Atau kita tamat hari ini." bisik Wei Feng gelagapan. Seolah-olah tak memedulikan Wei Feng, Jenderal-1 terus mendekati Xin Chen.


"Siapa kau?"


Tak keluar satu jawaban pun dari Xin Chen.


"Jangan katakan kau adalah anaknya Sang Pedang Iblis?"


Tepat sasaran. Dugaannya benar-benar tidak meleset. Namun Xin Chen terus membungkam mulutnya, sebagus apa pun dia merangkai kata-kata, semua itu hanya akan menjebak mereka dalam masalah yang semakin melebar.


"Aku tak melihat darah keturunan Kekaisaran Qing mengalir dalam nadimu."


Andai Wei Feng bisa melihat wajah Jenderal-1, dia dipastikan akan pingsan. Hawa pembunuh seketika membuat lutut Wei Feng dan lainnya lemas. Bahkan mereka yang berjarak lebih dari sepuluh meter masih terkena dampaknya.


"Kau katakan kau bisa membuktikan bahwa kau bukanlah penyusup?"


Seketika jenderal-1 menoleh pada Wei Feng, laki-laki itu terkejut. Dia ingin mengeluarkan suara untuk membela dirinya dan teman-temannya. Tetapi sebuah kekuatan menahannya dan itu berasal dari Jenderal-1. Mulutnya tak bisa mengeluarkan suara apa pun.


"Kau lihat, kau tidak memiliki pembelaan apa-apa dan hanya menghabiskan waktu."


Mereka berempat menjadi bahan tontonan yang mengerikan bagi semua orang. Tidak ada yang tidak tahu siapa laki-laki itu. Banyak orang yang mengatakan bahwa harus berhati-hati jika beradu argumen dengannya. 'Satu jawaban akan melemparkanmu ke jurang neraka'. Meskipun Xin Chen tidak mengetahui hal itu tetapi dari caranya berbicara dia sudah tahu apa yang akan membuat mereka semakin dalam bahaya.


"Diammu hanya akan membuat kita terbunuh." Wei Feng seakan tahu mengapa Xin Chen terus membungkam mulut. Dia benar-benar memohon kali ini.


"Ingat, ratusan ribu nyawa bergantung pada keputusanmu hari ini."

__ADS_1


Dan sampai detik di mana Jenderal-1 mengumumkan hukuman mati bagi mereka, Xin Chen tetap tak membela dirinya.


__ADS_2