
"Karena gadis kecil ini cukup cantik aku akan mengampuni nyawanya. Tapi..." Zhang Ziyi menyipitkan matanya, "Kalau ingin anak ini selamat silakan tusuk lehermu sendiri di depanku. Pilih mana? Nyawa gadis kecil ini atau dirimu? Kuberi waktu satu menit untuk memutuskan."
Xiu Qiaofeng menggeleng kuat menyampaikan protesnya, gadis kecil itu tak bisa menarik napas dikarenakan tangan roh.
Saat kepala Xiu Qiaofeng mendongak ke atas dia dibuat aneh dengan bentuk bulan di atas langit. Terlihat sangat tidak biasa hingga sadar tak sadar kesadarannya kian menipis dalam waktu cepat.
"Nona Xiu, jangan lihat bulan itu!" peringat Wei Feng keras, percuma saja gadis itu tak mengindahkan apa katanya dan telah kehilangan kendali atas tubuhnya.
Situasi semakin menjadi gawat saat Xiu Juan mengambil kembali pedangnya, entah memang untuk menuruti perkataan Zhang Ziyi yaitu bunuh diri atau melawan balik. Wei Feng tak tahu harus berbuat bagaimana dalam situasi ini.
"Dapat."
"H-ha?" Zhang Ziyi melihat ke bawah di mana Xin Chen tergeletak bersimbah darah, tangannya memegang kaki Zhang Ziyi dengan erat.
"Apa-apaan–" pria itu berangsur panik dan tak lama kemudian petir mengalir dari kakinya. Menimbulkan kerusakan serius saat tubuhnya tidak berada dalam tubuh roh. Zhang Ziyi tak sempat mengubah wujudnya ke perubahan roh karena Xin Chen sudah lebih dulu menangkapnya.
Api membakar tubuh lelaki itu dengan suhu tinggi, di saat itu pula mata Xin Chen kembali memerah. Membuat Bunga Api terbakar sedemikian hebat di keningnya.
Siapapun terkejut melihat peristiwa tersebut. Tidak ada yang mengeluarkan suara di detik itu.
"Bunga Api miliknya... Dia menyerap energi alam dengan paksa." Rubah Petir hanya bisa menebak segala kemungkinan ini dalam hati, dulu Xin Fai pernah mengatakan saat kecil dia pernah dibunuh oleh seorang pendekar tepat di jantung namun dirinya masih tetap hidup.
Tampaknya kekuatan spesial dari tubuh Manusia Iblis ini masih berlaku untuk Xin Chen. Meski tak begitu hebat tapi jika Xin Chen terus memaksakan, Bunga Api tersebut bahkan bisa menyerap paksa energi alam dalam jumlah besar.
Pepohonan di sekitar menjadi layu, terserap oleh Xin Chen yang menjadikannya api petir untuk membakar Zhang Ziyi. Lelaki itu seperti meleleh dalam api tungku, ditambah sambaran petir dari langit turut merayakan penderitaannya. Penyiksaan yang cukup sempurna untuk menghabisi nyawa Zhang Ziyi. Sosok yang telah membantai massal ratusan jiwa tersebut.
Pedang di tangan Xiu Juan jatuh begitu saja, pemandangan yang menakutkan ini takkan pernah bisa dijumpainya seumur hidup. Saat petir langit mengamuk dan api berkobar besar untuk membunuh manusia.
__ADS_1
Kematian menyakitkan tiada banding ini terlalu sulit diterima, apalagi yang melakukannya adalah Xin Chen. Dia tahu betul siapa Xin Chen dan tak pernah menyangka kekuatannya akan berubah drastis seperti sekarang ini.
"Xin Chen... Sebenarnya neraka seperti apa yang sudah kau lalui hingga bisa seperti ini?"
Rubah Petir sedikit terbatuk, mengingat dia pernah menenggelamkan Xin Chen pada air laut berkekuatan listrik tinggi. Kalau saja tubuhnya tidak abadi mungkin dia sudah terbunuh ratusan kali.
Zhang Ziyi mencoba melindungi tubuhnya yang sudah terluka sangat parah, bahkan setiap kali dia memulihkan kekuatan Xin Chen malah semakin menekankan serangannya. Membuat lelaki itu
sama sekali tak memiliki kesempatan menyembuhkan diri.
Beberapa detik berlalu begitu saja, Xin Chen merangkak agar bisa bangkit. Mengambil kembali Pedang Baja Phoenix dan menyatukan dua perubahan energi petir dan api, membuat pedang tersebut mengubah warnanya mengikuti energi yang mengalir dalam bilah logam pedang.
Dalam satu tebasan terakhir Xin Chen berhasil mengakhiri nyawa Zhang Ziyi, pria itu jatuh berlutut ke tanah tanpa kepala. Sedangkan energi roh dalam tubuhnya menghilang dari sekitar hutan
bersama gelapnya malam.
"Kukira aku sudah mati tadi." Xiu Qiaofeng menengadah ke atas, melihat bulan yang cukup aneh tadi sudah kembali seperti sedia kala.
"Syukurlah... Kau harus berterimakasih pada Xin Chen, dia yang menyelamatkanmu." Xiu Juan berkata lega. Mengingat Xiu Qiaofeng berhasil selamat dari ilmu sihir hitam yang Pengendali Roh lakukan, kemungkinan besar para penduduk juga terlepas dari jurus terlarang itu.
Xiu Qiaofeng menautkan kedua alisnya heran, "Bibi, maksudmu apa? Aku berterima kasih padanya? Memangnya dia melakukan ap-" bibir merah Xiu Qiaofeng berhenti mengatakannya saat melihat Zhang Ziyi telah tumbang tanpa kepala di hadapan Xin Chen.
"H-hah?!" Refleks Xiu Qiaofeng berdiri tegap, mendekat ke arah Zhang Ziyi untuk memastikan apa yang dilihatnya benar atau tidak. Dia melirik ke arah Xin Chen cepat, matanya membulat. "Kau... Cih! Menyebalkan sekali!" Xiu Qiaofeng menendang tulang kering Xin Chen amat keras.
"Sial gorila betina ini! Kau mau mematahkan tulangku?"
"Menyebalkan sekali, Tuan Muda Xin kedua, aku sebagai Petarung dari Klan Xiu takkan membiarkanmu mengambil posisi Pilar Kekaisaran pertama! Jangan harap kau bisa mendapatkan gelar itu jika masih ada aku!"
__ADS_1
Xiu Qiaofeng berkata demikian karena memang sudah mimpinya untuk menjadi sang Pahlawan paling disegani. Untuk membanggakan nama klannya dan juga Xiu Juan. Xiu Qiaofeng rela berlatih siang malam.
Jika Xin Chen berdiri selangkah darinya, bukan tidak mungkin di saat turnamen nanti justru Xiu Qiaofeng pertama kali dikalahkan olehnya sebelum bisa mendapatkan posisi tersebut.
Xiu Juan akhirnya mendekati Xin Chen, memeriksa tubuhnya baik-baik saja atau tidak. Mengingat luka bekas tusukan masih menganga lebar di tubuhnya. Xiu Juan menggeleng pelan, tak mengerti mengapa Xin Chen tak meringis kesakitan dengan luka separah ini.
Satu hal yang menjadi jawabannya, mungkin Xin Chen sudah jauh merasakan kematian yang lebih parah daripada sekedar tusukan tombak.
"Lukamu harus segera dirawat. Kami akan merawat lukamu sebelum pergi dari Desa Pelarian untuk mengeksekusi Gu Long." Xiu Juan berkata pelan, tapi Xin Chen tak bergeming.
Dia justru membuka sebuah Kitab dengan bagian depan dilindungi dengan kertas hitam berkilat. Saat Zhang Ziyi sibuk meladeni Xiu Juan dan Xiu Qiaofeng tadi Xin Chen diam-diam mengambil kitab tersebut.
Kitab Pengendali Roh di tangannya ini adalah salah satu kitab terlarang yang sulit didapatkan, selain karena memang harus membunuh Zhang Ziyi untuk memilikinya, harga kitab itu jika dijual di pasar gelap Kekaisaran Wei akan menembus angka miliaran. Sebuah angka yang sangat-sangat tinggi dan tak masuk akal itu bahkan takkan sanggup dimiliki oleh orang sepertinya.
"Chen? Apa kau mendengarku?"
Xiu Juan berkata lagi, lantas Xin Chen menoleh ke arahnya. "Ya?"
"Kau harus merawat lukamu dulu."
"Baiklah." Xin Chen memasukkan kitab tersebut dalam cincin ruang, saat dia melihat ke kiri dan mendapatkan tatapan penuh kecaman dari Rubah Petir, Xin Chen sadar gurunya itu sangat melarang untuknya jika ingin mempelajari ilmu aliran hitam.
Ye Long melompat ke arah Xin Chen senang, beratnya naga hitam itu membuat tubuhnya hampir terjatuh. Sementara Xiu Qiaofeng yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa melihatnya dalam tatapan tak percaya. Entah dari mana Xin Chen menemukan binatang langka langka itu dan apa yang terjadi malam ini nyata atau tidak. Semua pertanyaan itu terasa berputar-putar di kepalanya.
Para penduduk Desa Pelarian sudah terlihat seperti biasa, meski terdapat beberapa kekacauan di beberapa tempat. Saat melihat Xiu Juan dan Xin Chen keluar dari hutan baru mereka bisa bernapas lega.
Xin Chen mengamati Jin Youji, pemuda itu tampaknya masih terpukul dengan keadaannya sekarang. Sebelum sempat menghampiri Jin Youji, Xiu Juan lebih dulu berucap.
__ADS_1
"Ayahmu mengirimkan surat, kuharap kau mau membacanya. Mungkin ada sesuatu yang ingin dia sampaikan."