Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 111 - Perjanjian Langit


__ADS_3

Saat Xin Chen membuka mata satu hal yang pertama kali dilihatnya adalah sebuah goa yang ditumbuhi oleh dedaunan liar, tempat tersebut terletak sangat tersembunyi dan hanya bisa dilalui dengan memasuki sebuah lubang kecil karena letaknya yang berada di bawah tanah.


Dinding langit yang terbuat dari bebatuan mineral meneteskan air dan masuk ke mata Xin Chen, dia segera bangun tiba-tiba sembari mengingat hal yang sebelumnya dia lakukan. Ingatan saat Petir Kutukan yang sangat besar muncul di kepalanya, Xin Chen meringis kesakitan. Antara terbayang dengan rasa sakit saat petir itu menyambar dan memang kondisi tubuhnya yang kini terluka parah.


"Hm? Sudah bangun saja, aku tak mengira kau akan bangun secepat itu." Katak Daun selesai meracik sebuah obat yang dibuat dari tanaman herbal, memang sejak tadi dia membantu memulihkan luka di tubuh Xin Chen. Katak Daun pun cukup ahli dalam membuat penawar luka seperti ini. Dia memberikannya pada Xin Chen dan menyuruhnya untuk meminumnya.


Xin Chen memperhatikan Katak Daun agak lama, meskipun kepalanya terasa pusing berputar-putar tapi entah mengapa di saat-saat seperti ini dia teringat kejadian saat Rubah Petir memberinya sebuah minuman yang merupakan kencing katak ketika mereka hendak pergi ke Telaga Hijau. Xin Chen langsung mual membayangkan kencing itu mungkin saja milik Katak Daun.


"Hei, kau kenapa?" Katak Daun khawatir melihat wajah Xin Chen pucat pasi. Tentu saja dia tak tahu dengan apa yang dipikirkan Xin Chen sekarang.


"Omong-omong Rubah Pertapa sudah mengatakan bagaimana situasi mu saat ini dan aku cukup prihatin mendengarnya.." Katak Daun memulai obrolan sementara Xin Chen hanya mengangkat kepalanya, menunggu siluman itu meneruskan kalimat.


"Aku kurang lebih tahu tentang Siluman Kegelapan yang dimaksud Rubah Pertapa." Dia terlihat sedikit ragu-ragu dengan katanya barusan, "Maksudku hanya sedikit tahu, aku tidak benar-benar bisa mengatakannya dengan jelas."


"Kau mengetahui di mana Siluman Kegelapan, wujudnya atau dari mana dia mendapatkan kekuatan kegelapan? Kurasa elemen itu sangat berbahaya..." Katak Daun bertanya, "Ya, kira-kira kekuatannya jauh di atas Naga Es dan saat itu aku pernah merasakan seberapa besar kekuatannya meskipun aku berdiri cukup jauh dari Siluman Kegelapan itu. Menurutmu sendiri apakah menurutmu kekuatan elemen kegelapan benar-benar hebat?"


Xin Chen mengangguk.


"Di dunia manusia teknik dan ilmu bela diri para pendekar aliran hitam jauh lebih mengerikan, mereka sering mengandalkan iblis dalam bertarung dan unggul dalam kekuatan. Apa kau tahu Kitab Terlarang dan Kitab Tujuh Kunci? Dua kitab itu masing-masing adalah kekuatan aliran hitam dan putih dan di antara keduanya, Kitab Terlarang jauh lebih hebat. Kau paham artinya bukan?"

__ADS_1


"Tentu saja. Apa karena alasan itu kau ingin mempelajari ilmu aliran hitam pula?" Katak Daun menyipitkan matanya, tanpa sadar pembicaraan yang sebelumnya terkait Siluman Kegelapan beralih ke arah lain.


Xin Chen tahu menyembunyikannya dari Katak Daun percuma saja, dia sudah pernah mempelajari Irama Kematian dan kekuatan jahat telah menyatu dalam dirinya. "Tidak perlu khawatir. Aku bisa mengendalikan diriku sendiri."


"Xin Chen, kau tidak tahu, sekarang mungkin kau akan mengatakan yang seperti itu. Tapi setelah kau mendapatkan kekuatan yang kau inginkan... Kau takkan pernah berhenti, semakin kau gunakan kekuatan itu untuk membunuh maka kemanusiaanmu akan terenggut. Aku tidak mengatakan omong kosong, Xin Chen. Sudah terlalu banyak ku lihat hal ini terjadi."


"Jika aku berada di jalan yang salah kau boleh menghukum atau membunuhku," jawab Xin Chen lantang.


"Dan jika aku sama sekali tak memiliki kekuatan untuk membunuhmu?" Katak Daun bertanya lagi. "Dan jika Rubah Petir pun tak sanggup menghentikanmu, bagaimana? Temanku itu, dia sudah mempercayakan kau yang mengambil jalan ini. Mungkin sampai saat ini kau tak mengetahui pengorbanan apa yang dilakukannya demi dirimu, Xin Chen."


Sontak alis Xin Chen bertemu. Dia menatap penuh tanda tanya, "Pengorbanan apa maksudmu?"


"Tu-tunggu melanggar perjanjian langit? Memberikan sebagian kekuatan? Dia tak pernah mengatakan sesuatu seperti itu padaku!" Xin Chen terkejut, tak pernah disangkanya hal ini terjadi.


Terdengar helaan napas berat dari Katak Daun, dia berjalan sedikit dan duduk di atas sebuah batu besar sambil menatap Xin Chen lurus. "Rubah pernah mengatakan, saat dia berikan kekuatan elemen, sang Roh Elemen memberikan perjanjian padanya. Jika dia melanggar salah satu saja, entah apa yang akan terjadi..."


Xin Chen terdiam dalam penuh tanda tanya, dia memaksa bangun agar bisa langsung menemui Rubah Petir namun Katak Daun mencegalnya. "Dia sedang bermeditasi untuk memulihkan kekuatannya yang hilang. Ku sarankan kau tunggu saja sampai dia kembali ke sini."


"Katamu dia bermeditasi setiap hari untuk memulihkan kekuatannya, sedangkan hanya sekali dua kali kulihat dia bertarung... Apa ini semua ada hubungannya dengan perjanjian langit itu?"

__ADS_1


"Entahlah," tanggap Katak Daun seadanya. Dia menggelengkan kepalanya karena tidak tahu banyak persoalan ini, selebih dari itu kini perhatiannya tertuju ke tempat lain.


"Aku ingin bertanya sekali lagi, apa kau yakin ingin memakai dua kekuatan yang saling bertolakbelakang? Aliran hitam dan aliran putih... Bukan sesuatu yang bisa kau campur seperti itu, ada saatnya energi jahat datang dan menyeretmu ke jalan yang salah."


Xin Chen merenung untuk sementara, terlalu banyak hal masuk dalam pikirannya. Dia menarik napas dalam sembari memikirkan jawaban yang tepat untuk meyakinkan Katak Daun, dia sadar siluman itu sudah membaca kekuatannya dan merasa dirinya berbahaya jika dibiarkan.


"Sejatinya para pendekar aliran hitam menggunakan kekuatannya untuk membunuh secara keji. Aku akan mengikuti jalan itu," ucapnya dengan serius. Jawaban tersebut membuat Katak Daun kontan terkejut, kemudian Xin Chen berbicara kembali.


"Namun aku hanya akan membunuh orang-orang yang melakukan kejahatan. Aku akan mengikuti jalan yang Ayahku tempuh dulu." Terjadi hening sebentar sebelum akhirnya lawan bicaranya berbicara.


"Hah..." Katak Daun tak bisa berkata apa-apa lagi, "Baiklah aku mengerti. Maaf jika terkesan mencurigaimu tapi ini sangat penting, untuk memastikan kau tetap berpihak di kubu yang benar. Mau mengucapkan sumpah denganku?"


Xin Chen tertawa kecil, "Kau terlalu mengkhawatirkan masalah ini. Baiklah... Jika itu mau mu."


"Lakukan sumpahmu, dan apa yang akan terjadi jika kau melanggarnya."


"Aku bersumpah untuk berjalan di jalan yang benar, membela kebajikan dan menciptakan kedamaian di dunia ini dengan kedua tanganku. Jika aku melanggarnya, aku akan termakan oleh sumpahku sendiri."


Katak Daun hanya tersenyum, dia terlihat lebih lega dri sebelumnya dan Xin Chen pun ikut tersenyum. Siluman itu menepuk pundaknya pelan, "Aku akan melihat semua pencapaian mu di masa depan. Dan satu hal lagi..."

__ADS_1


__ADS_2