
...💖💖💖...
...Lu gak usah pancing pancing buat Nai buka berita online. Biar aja dia anteng sama novel halunya....
Novi pun penasaran dan langsung melihat berita online dari hapenya, sama dengan Serli, Novi pun tampak syok dengan apa yang ia lihat di tambah dengan judulnya.
Hingga jam pelajaran di sekolah berakhir, aku pikir Pram ada di dalam mobil namun saat Haikal membukakan pintu mobil untuk ku, baru aku tahu ternyata Pram tidak ikut serta.
Ah paling ka Pram lagi sibuk kerja, ngarep banget aku di jemput sama dia, rubah mesum tapi ngapain juga ya gw ngarepin dia yang jemput.
"Kita mau kemana, Nona?" Tanya Haikal dari belakang kemudi.
Mata ku menatap tajam pada ke duanya, takut ya sudah pasti, aku kan belum mengenal seperti apa Haikal dan entah siapa yang duduk di sebelahnya, mereka berdua sama sama memiliki tubuh tinggi dan kekar, jika mereka macam macam pada ku, untuk aku melawannya sudah pasti kalah, "Kalian tidak akan menculik ku, kan?"
Haikal menatap ku dari kaca spion mobil, "Nyali saya tidak seberani itu pada anda Nona Muda."
"Kami masih sayang pada nyawa, Nona!" Seru pria yang berada di sebelah Haikal.
Emmm sepertinya mereka takut pada ku, ku lihat Novi yang tengah menunggu kang ojek langganannya di pinggir jalan tidak jauh mobil ini terparkir.
"Jadi apa kita langsung pulang saja, Nona?" Tanya Haikal lagi mengingatkan.
"Tidak, tolong jalan dan berhenti di depan anak itu." Ucap ku dengan tegas menunjuk Novi yang berdiri di depan.
"Baik lah, perkataan Nona adalah perintah untuk saya." Ujar Haikal yang lantas melajukan mobil yang ia kemudikan dan berhenti di depan Novi.
Ku turunkan kaca mobil, "Ayo masuk!" Seru ku meminta Novi untuk masuk ke dalam mobil.
"Sialannn lu, gw kira siapa! Tapi kan gw mau ke kedei, Nai!" Seru Novi.
"Iya, ayo bareng sama gw."
Novi pun langsung masuk ke dalam mobil duduk bersama ku di bangku belakang.
"Mereka siapa, Nai?" Novi menatap curiga pada ke dua pria yang duduk di bangku depan.
"Antar aku ke kedei start!" Perintah ku.
"Baik, Nona." Haikal melajukan mobil menuju tempat yang Naira mau, bukan lagi rumah tapi kedei start.
"Mereka? Supir." Jawab ku asal.
Haikal geleng geleng kepala, saking aja istri bos, kalo bukan... enak banget gw di kata supir, malu ini sama sabuk hitam gw.
Sedangkan Dega, sosok pria yang duduk di samping Haikal menahan tawa melihat wajah Haikal yang menahan malu dengan perkataan Nona mudanya, harga dirinya sebagai seorang bodyguard seakan runtuh.
Novi mengerutkan keningnya, mencoba mengingat ingat sosok pria yang sedang mengemudi, gw kaya pernah liet ini cowok, tapi di mana ya? Apa emang muka ini cowok yang pasaran?
__ADS_1
Sampai di kedei, Haikal dan Dega langsung turun, Haikal langsung membukakan pintu untuk Naira sedangkan Novi membuka pintu mobilnya sendiri. Dega hanya memperhatikan sekitar.
Novi cemberut dengan tingkah Dega yang tidak membukakannya pintu mobil. Ia pun langsung masuk ke kedei setelah pamit pada Naira.
"Ya sudah gih, sana pulang!" Seru ku pada Haikal yang masih membuntuti ku di belakang.
"Kami berdua akan menunggu anda di sini, Nona!" Seru Haikal.
Hadeeeh, yang ada anak anak pada gagal fokus liet tampang Haikal sama itu temennya, "Kalian tunggu di mobil aja atau pergi kemana kek gitu, nanti saya kabari kalo mau pulang!" Seru ku meminta ke duanya untuk pergi dari kedei.
Haikal menundukkan kepalanya, "Maaf, kami tidak berani membantah perintah bos besar, Nona!"
"Kalian di perintahkan ka Pram untuk mengikuti ku terus?" Mata ku membulat mendengar perkataan Haikal.
"Untuk saat ini, Nona."
"Huuuuh." ku buang nafas kasar, Terserah kalian lah kalo gitu."
"Kami bisa menunggu anda di mobil, Nona!" Seru Dega.
"Terserah." Aku lantas masuk ke dalam kedei.
Menyibukkan diri biar pun hanya duduk di belakang kasir tapi aku naik dulu ke lantai atas dan mengganti baju seragam ku dengan bluse putih tanpa lengan dan bawahan rok di atas lutut, memakai rok pendek lebih mudah saat di kenakan dan mempermudah untuk aku bergerak.
"Anak lu udah baikan, ka Ayu?" Tanya ku saat melihat Ayu memasuki kedei dengan tangan menenteng kantung belanjaan.
"Sama orangnya ka Pram." Ucap ku.
Angga ke luar dari pentri dengan membawakan aku ice cappucino lalu meletakkannya di atas meja kasir.
Angga menarik sebuah kursi dan meletakkannya tidak jauh dari mesin kasir, ia berfikir jika Naira sudah tahu dengan acara yang sedang berlangsung, Opening Hotel Pelangi yang di gelar oleh Pram.
"Keren ya Nai, opening Hotel Pelangi nya pak Pram, gilaaa di liput sama media, apa lagi tamu tamunya, keren abis." Ukar Angga antusias.
Dengan wajah bingungnya Naira menyeruput ice cappucino nya, acara opening hotel?
"Jangan bilang kalo lu gak tau ya, Nai!" Tanya Mega saat berdiri di samping meja kasir.
Ke dua tangan ku bertumpu di atas meja menatap ke arah Mega, "Hahahaha, apaan sih Mega... suka ngaur deh... gw tau lah." Ucap ku berusaha bersikap biasa saja dengan seutas senyum di bibir.
"Lu juga gak marah Nai, saat suami---"
Mega menghentikan perkataannya saat ada pengunjung yang maju ke meja kasir hendak membayar makanannya.
Naira pun melayani pengunjungnya dengan ramah dan membuatkan bil-nya.
__ADS_1
"Selamat datang kembali!" Seru ku melihat pengunjung itu meninggalkan kedei.
Aku baru ingat jika ke dua orang yang ada di dalam mobil, belum aku buatkan minum. "Bang, tolong buatin minum ya buat 2 orang sekalian buatin cemilan atau makan gitu, langsung di anter ke mobil itu ya, bang!" Ku menunjuk mobil Honda jazz hitam yang terparkir di depan kedei.
"Jadi itu mobil lu, Nai?" Tanya Mega.
"Buka, gw cuma jadi penumpang." Celetuk ku.
"Ok, biar gw buatin." Angga berjalan ke kitchen dan membuat apa yang di minta Naira bersama dengan Juni dan Rion.
Yang lain sibuk kembali dengan aktivitasnya, sedang aku hanya bisa mengawasi mereka, hanya ingin cepat pulih biar kaki ini bisa berjalan dan bergerak dengan leluasa tanpa adanya gips.
Pikiran ku melalang buana, apa iya ka Pram lagi ada acara opening hotel? Ko aku gak di kasih tau ya? Apa aku ini hanya selingan atau emang gak penting buat dia?
Kalo itu acara di liput media, pasti masuk berita online, ku rogoh saku rok ku dan ku cari di pencarian untuk memastikan berita yang aku dengar dari bang Angga dan Mega.
Cukup membuat hati ku panas, darah ku mendidih membaca judul teks dari artikel yang ada di pemberitaan online.
Pramana Sudiro mengahadiri opening Hotel Pelangi dengan di dampingi artis muda.
Pemilik hotel tampak serasi dengan wanita seksi.
Pemilik hotel bintang 5 akan mengakhiri masa lajang.
Model cantik yang di gadang gadang labuhan terakhir Pramana Sudiro.
Tanpa sadar tangan ku menggenggam erat benda pipih yang ada di tangan ku.
Oooh begini cara mu ka Pram, bibir ku tersenyum getir, entah apa ini yang aku rasa, sakit hati ku membaca dan lihat beberapa foto mereka yang duduk berdua, bagai mana Pram menggandeng tangan wanita itu dengan mesra.
Ingin marah, apa aku pantas untuk marah? Iangin berteriak, malu lah ini kan lagi di kedei. Tunggu kau pulang ka Pram. awas aja!
Tidak berselang lama Elsa dan Novi membawakan minum dan makanan yang akan ia antar ke mobil Honda jazz hitam yang terparkir di depan kedei.
Di saat pengunjung kedei tidak terlalu ramai, Novi menghampiri ku di meja kasir.
"Nai!" Novi berdiri di samping mrja kasir dengan satu tangannya bertanggar di meja kasir.
"Apa, Novi!" Tanya ku dengan menyingkirkan anak rambut ke belakang telinga ku.
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut.
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
__ADS_1