Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
1 jam lagi


__ADS_3

...🍃🍃🍃...


Niat nya Pram kembali ke kamar Naira untuk memastikan Naira sudah tidur apa belum, tapi saat mendengar Naira tengah berbicara di ponsel dengan seseorang, Pram langsung mengaktifkan tombol aromaterapi yang tersambung dengan ponsel nya dengan kamar yang saat ini Naira tempati.


Aroma yang bisa membuat siapa saja yang menghirup nya akan merasa mengantuk. Tapi aromaterapi itu tidak berlaku untuk Pram, karena Pram sudah tahu cara untuk mengatasi agar tidak terpengaruh dengan obat bius atau apa pun itu.


Author : Halu mah bebas ya, suka suka 🤭


🍀🍀🍀


Samar samar Naira mendengar ada suara yang sangat ia kenal, suaranya sangat begitu dekat.


"Naira sayang, putri mama... bangun sayang." suara lembut Heni dengan tangan membelai lembut pipi Naira.


Dengan perlahan ke dua mata Naira mengerjap.


"Seperti nya kaka sebentar lagi akan bangun, mah." suara Dito.


Saat Naira membuka ke dua mata nya, itu seperti mimpi bagi nya, melihat mama yang duduk di pinggiran ranjang dan Dito berdiri di belakang mama nya.


"Apa aku sedang bermimpi? mana mungkin mama dan Dito ada di Tangerang, mereka kan ada di Bandung." gumam Naira dengan mengucek ke dua mata nya dengan ke dua tangan nya.


Gumaman Naira masih bisa di dengar oleh Heni dan juga Dito, membuat ke dua nya tersenyum menatap Naira.


"Ini bukan mimpi, ka... ini nyata." ujar Dito melihat tingkah lucu kaka nya Naira.


"Ini beneran bukan mimpi?" tanya Naira.


"Iya sayang ini bukan mimpi." Heni menarik tangan kanan Naira dan membawa nya menyentuh pipi Heni.


"Iya, benar ini bukan mimpi " Naira langsung bangun dari tidur nya dan memeluk Heni erat.


"Aku sangat merindukan mu, mah." ucap Naira.


Bohong rasa nya jika Naira bilang tidak rindu dengan mama nya, tinggal di kota yang berbeda dan hanya bertemu di akhir pekan, di tambah masalah yang saat ini ia hadapi demi keselamatan papa nya.


Demi usaha furniture yang sudah di rintis papa nya tetap berdiri kokoh, di tambah lagi dengan kedei yang sudah berjalan 1 tahun harus tetap berdiri karena di kedei itu lah ada beberapa nyawa yang menggantungkan hidupnya dari sana.

__ADS_1


Naira harus menukarnya dengan setuju menikah bersama dengan rubah tua model Pramana Sudiro tanoa rasa cinta yang ada malah rasa benci, kesel, sebel, gondok.


Tanpa terasa air mata nya mengalir dari sudut mata Naira


"Sama sayang, mama juga rindu sama kamu!" jangan pernah tinggalin mama ya!"


"Kenapa nangis, ka?" tanya Dito yang heran melihat kakanya yang menangis, setahu Dito ini Naira yang sekarang adalah Naira yang kuat dan tahan banting, berbeda dengan Naira yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang cengeng.


Heni mengurai pelukan nya dari Naira, ia menangkup wajah Naira dengan ke dua tangan nya.


"Jika kamu tidak setuju dengan pernikahan ini, jangan di lanjutkan sayang!" ucap Heni.


Jika saja mama tahu apa akibatnya jika aku menolak untuk menikah dengan Pram, aku takut mama tidak sanggup menerima nya... bukan hanya mama, aku sama saja menghancurkan mata pencaharian para karyawan papa dan karyawan kedei ku.


"Aku gak apa apa ko, mah." Naira menyapu air mata yang membasahi pipi nya, "Ini tangis bahagiah, aku bisa melihat mama ada di sini." ujar nya berbohong.


Naira memeluk Heni lagi, di ikuti Dito yang ikut memeluk ke dua nya.


"Aku gak nyangka loh, ka Naira ternyata udah lama punya hubungan sama pak Pram." celetuk Dito.


Kali ini Naira yang mengurai pelukan nya, punya hubungan lama dengan Pram? kenal deket aja gw gak mau Dito apa lagi punya hubungan. teriak batin Naira.


"Melepas rindu? maksud kamu apa pak Pram?" tanya Naira.


Bukan nya menjawab pertanyaan Naira, Pram justru memanggil Dev, "Dev."


Dev masuk dengan 3 orang wanita di belakang nya, ada yang membawa kotak rias wajah, ada yang menarik dan memperlihatkan beberapa kebaya yang tergantung dengan rapih.


"Untuk mempersingkat waktu, lebih baik nyonya Heni dan tuan Dito untuk meninggalkan kamar ini, karena nona Naira akan bersiap." ujar Dev.


"Bersiap untuk apa?" tanya Naira bingung.


"1 jam lagi nona Naira dan pak pram akan segera melangsungkan ijab." ucap Dev.


"Apa? 1 jam lagi? kau gila pak Pram? kaki ku saja sedang seperti ini!" ucap Naira menunjuk pada kakinya yang di gips.


"Itu tidak menjadi masalah untuk ku." ucap Pram cuek.

__ADS_1


Bagaimana bisa 1 jam lagi aku menikah dengan nya? rubah tua, pak Pram tua, pak Pram gila, sinting. makian yang terucap meski hanya dalam hati Naira.


"Menyebal kan." Naira mengerucutkan bibirnya.


"Udah ka, jangan gitu... yang ada kaka kaya gitu cuma buat mancing singa tidur." ledek Dito.


"Mama tunggu di luar ya, sayang." Heni mengusap pundak Naira sebelum meninggal kan Naira yang akan di rias.


Pram melihat Heni dan Dito meninggalkan kamar Naira, Dev yang mendapat tatapan tajam dari Pram pun langsung berjalan ke luar meninggalkan kamar.


"Untuk kalian bertiga, kerjakan tugas kalian dengan baik... jika tidak, kalian tahu sendiri akibat nya kan!" ancam Pram.


"Baik, tuan." ucap ke tiga nya dengan menundukkan kepalanya.


Pram menatap Naira di balas dengan Naira yang menjulurkan lidahnya ke arah Pram.


Saat Pram akan meningkatkan kamar, Naira memanggil nya dan membuat Pram kembali melihat ke arah Naira.


Naira melambaikan tangan nya pada Pram menyuruhnya untuk mendekat.


"Ada apa?" tanya Pram dingin.


"Papa ku, bagaimana? aku belum melihat nya."


"Papa mu baik, dia sedang berbicara dengan pak penghulu... ada lagi?"


"Apa harus sekarang?" tanya Naira.


Pram menyeringai, lalu berbisik di telinga Naira, "Berani kau menolak, maka aku akan memakan mu sekarang juga, di hadapan orang tua mu!" ancam Pram, yang membuat Naira susah untuk menelan saliva nya.


Pram membelai pipi Naira, "Patuh dan menurut lah demi keselamatan mu dan orang orang yang ada di sekitar mu!" lalu pergi meninggalkan Naira untuk bersiap dengan di bantu 3 orang wanita yang di datangkan khusus untuk menangani Naira.


Tanpa sepengetahuan Naira, bukan hanya Heni dan Dito yang di datangkan langsung dari Bandung untuk menyaksikan pernikahan Naira dan Pram tapi ada 2 orang terdekat Naira yang di datangkan langsung dengan di jemput oleh orang nya Pram.


Bersambung....


...💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit


__ADS_2