Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Dokter Embun


__ADS_3

...💖💖💖...


"Au dari mana." Ku palingkan wajah tidak mau menatap Pram, sialll tau gitu gak usah pake mesummm dulu tadi.


Ke dua tangan Pram ada di kiri dan kanan tubuh ku, menumpukan bobot tubuhnya.


Nafasnya sudah kembali seperti sedia kala, tapi degup jantungnya begitu cepat, apa saat ini ada masalah dengan jantungnya?


"Tatap mata ku, sayang!" Pinta Pram.


Ku dorong dadanya, "Tidak mau, kau menyingkir dulu."


Pram menatap wajah Naira, anak ini membuat ku gemes.


Dengan tangan kanannya, Pram menyentuh dagu ku dan membawanya untuk menghadap wajahnya yang tampan bak artis hongkong.


Pram menyatukan bibir ku dengan bibirnya, mulai menyesappp bibir bawah ku, menerobos masuk lidahnya dan memilinnn lidah ku dengan lidahnya.


"Emmmm."


Brak.


Pintu ruang rawat di dorong dengan kasar oleh seseorang dari depan.


Dokter Samuel terpaku di depan pintu mendapati Pram yang sedang mencium Naira, sialll sepertinya aku datang di waktu yang salah.


Pram yang tidak tahu malu tidak menghiraukan seseorang yang membuka pintu dan wajah ku semakin di buat malu saat apa yang sedang Pram lakukan pada ku, di saksikan oleh orang lain.


"Ada apa?" Suara seseorang wanita bicara pada dokter Samuel.


Dokter Samuel mencegah wanita itu untuk masuk ke dalam.


"Kalian lanjutkan lah!" Dokter Samuel kembali menutup pintu dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Dada ku naik turun, menghirup udara sebanyak banyaknya di saat Pram melepaskan tautan bibirnya.


"Dasarrr rubah tidak tahu mau!" Dumel ku dan memalingkan wajah darinya, mau di taruh kemana ini muka ku!


"Kau itu tidak perlu malu, bersikap lah seperti biasa." Ujar Pram yang kini duduk bersandar di sofa dengan menumpukan satu kakinya.


Ku tatap wajahnya yang tanpa rasa bersalah, "Enak banget kalo ngomong! Jangan samain aku sama situ yang gak punya urat mau!" Ucap ku dengan mengerucutkan bibirnya.


Pram berdecih.


Tok tok tok.


Pintu di ketuk dari luar.


"Masuk!" Seru Pram tegas.


Dokter Samuel masuk ke dalam ruang rawat dengan di ikuti dokter muda yang berjalan di belakangnya.


Ku tatap wanita muda itu, cantik sekali, anggun lagi.


Tanpa sengaja aku melihat tatapan Pram untuk wanita itu dengan tatapan tidak suka dan bibir yang tersenyum sinis.


Sedangkan wanita yang ikut serta dengan dokter Samuel menatap dengan penuh damba pada Pram.


"Sorry nih, gw bawa dokter Embun, nanti dia yang akan meneriksa Naira." Ujar dokter Samuel.


"Hai, Pram... apa kabar?" Dokter Embun menyapa Pram.


Namun di acuhkan oleh Pram.


Dokter Samuel membawa Dokter Embun bersamanya, itu pun karena dokter Embun yang memaksa. Dokter Samuel mana bisa menolaknya jika sudah berhubungan dengan dokter Embun, dokter spesialis jantung.


"Oh iya, jadi kau meminta ku datang secepat mungkin hanya untuk menjadikan ku sebagai penonton?" Tanya dokter Samuel ketus.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara, cepat periksa!" Pram memberi arahan lewat tatapan matanya pada dokter Samuel.


"Dasar kau!" dokter Samuel mempersilahkan dokter Embun untuk memeriksakan kondisi Naira.


"Maaf ya, saya periksa duku!" Seru Embun dengan suaranya yang lemah lembut, jadi ini istri kecilnya Pram. Apa kelebihannya dari ku?


Aku hanya menganggukkan kepala ku dan membiarkan dokter Embun memeriksa kondisi ku.


"Kau apakan lagi istri mu?" Tanya dokter Samuel dengan tatapan tajam pada Pram.


"Tidak penting pertanyaan mu untuk ku jawab! Tadi aku mendengar degup jantungnya begitu cepat, apa ada masalah ya sekarang dengan jantungnya?" Ujar Pram memberitahu kan dokter Samuel kecurigaannya pada kondisi jantung Naira.


"Kapan kau mendengarnya?" Tanya dokter Samuel.


"Di saat aku menyentuh dada kirinya." Celetuk Pram dengan polosnya.


Dokter Embun yang sudah selesai memeriksa keadaan Naira di buat terpaku mendengar perkataan Pram.


Ku tatap mata dokter wanita yang memeriksan kondisi ku, ada apa dengannya? kenapa raut wajahnya berubah seakan menahan marah? Siapa wanita ini? Apa dia ada hubungan dengan ka Pram?


Dokter Embun berdiri di samping dokter Samuel.


Aku meraih bantal yang di jadikan bantalan kepala ku dan menariknya lalu ke lempar ke wajah Pram.


Bugh.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


Makasih banyak udah mau baca.


__ADS_2