Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Gantian menggoda Pram


__ADS_3

...💖💖💖...


"Ahahaha emang enak, sukurin lo, ciummm tuh dinginnya laitai." Oceh Naira dengan mata yang masih terpejam.


Pram mengerutkan keningnya, kenapa ocehan bocah nakalll itu sama seperti dengan apa yang aku alami ini ya?


Pram menyeringai, beranjak dari duduknya dan membuka sepatu yang ia kenakan, melemparnya sembarang arah.


Kali ini ku pastikan kau menyesal telah mengerjai ku, istri nakalll.


Sedangkan Naira yang masih pura pura tidur, matanya mulai berkedutt, apa yang sedang di lakukan ka Pram sih, lama banget... apa tadi gw ngedorongnya terlalu kencang ya? Pasti sakit bokonggg ka Pram... kalo mata gw ngintip dikit, ketawan gak ya sama ka Pram.


Mau berapa lama lagi bocah nakalll ini akan berpura pura tidur heh, Pram melepas pakaian yang ia kenakan hingga polos.


Pram merangkak menaiki kasur dengan sekali tarikannn bawahann piama yang dikenakan Naira lepas dari tempatnya.


"Akh." Mata Naira membola saat Pram berhasil melepas celanaanya, seringai licik dan matanya Pram yang tajam mengarah pada wajah Naira yang pias.


"Ka- ka Pram, ma- mau apa?" Tanya Naira dengan menyeret tubuhnya ke atas hingga kepalanya membentur kepala ranjang.


Bugh.


"Awh."


"Dasarrr bodohhhh, sudah pasti aku mau menelannn mu, istri nakalll, suami pulang langsung di kerjai." Dumel Pram yang menatap tajam pada segitiga berenda Naira yang ada di depannya.


Naira mengikuti arah tatapan mata Pram yang menatap segitiga berendanya, aiiiih salah posisi nih gw.


Tangan kanan Pram menyibak di balik atasan piama Naira, memberikan belaian hangat pada perut yang masih rata.


Pram membatin, kapan perut ini akan menggelembung dengan adanya nyawa di dalamnya?


Naira menggeliat, "Ka, geli!"


Tanpa membuang waktu, tangan Pram melepasss piama atasan Naira dan melepasss kain berenda penutup si kembar yang padat.


Tangan kiri Pram melorotkan segitiga berenda Naira tampak di depan matanya ada kacang yang menggoda birahiiinya.


Seolah pandangan Pram, kacang itu menyerunya, ayo lumattt aku.

__ADS_1


Deg deg deg deg.


Jantung Naira berdebar dengan kencang.


Mampusss gw, astagaa Naira merapatkan ke dua pangkalll pahanya berusaha menutupi kacangnya dari pandangan Pram.


Pram mencondongkan tubuhnya memberi jarak pada pangkalll paha Naira hingga kacang yang Naira tutupi terlihat lagi dari pandangannya, kau tidak akan bisa kabur lagi, sayang.


Pram mendekatkan wajahnya pada benda kecil milik Naira, memberikanya sentuhan lewat lidahnya, lidah Pram bermain pada benda kecil itu dan menyesappp hingga Naira menggelenjing dengan tangan mencengrammm sprai.


Kini lidah Pram menerobos masuk pada goa Naira dan menari nari di dalam goa yang elastis itu dengan mata yang menatap tajam pada wajah Naira yang tampak bersemu menahan rasa geli, nikmattt, malu bercampur menjadi satu.


Dari mulut Naira ke luar erangannn, desahannn nakalll yang membuat Pram saat mendengarnya semakin memanasss ingin menghabisiii istri nakalllnya dengan nikmatttnya surga di atas ranjang.


Dengan susah payah Naira mengeluarkan kata katanya, "Kaaa, udah hentikan eeemh."


Pram mengeluarkan lidahnya dari goa Naira dan menggantinya dengan si otong yang sudah berdiri tegak minta untuk masuk ke rumahnya, goa Naira yang sudah ia rindukan.


Dengan perlahan otong menerobos memasuki rumahnya, goa Naira yang selalu memberikan ke puasannn Pram mulai memompaa Naira dengan otongnya, bermain main dengan ritme pelan dengan mulut Pram yang mengecap salah satu puncak kembar Naira yang membusung padat, sedangakan tangan satunya Pram gunakan untuk meremasss si kabar satunya, membuat Naira kelimpungannn mengimbangi permainan Pram yang super aktif.


"Aaaah, eemmh." Hanya suara desahannn dan erangannn yang memenuhi isi kamar yang kini tampak keringat membanjiri tubuh ke duanya, dinginnya ac seolah tidak ada gunanya mengalahkan rasa panasss yang ada pada diri Pram dan Naira yang diam diam semakin pandai untuk mengimbangi permainan Pram.


Bugh.


Mereka saling pandang melempar senyum.


Entah punya keberanian dari mana hingga Naira bisa mengeluarkan kalimat umpatan untuk Pram.


"Ka pram bodohhh!" Umpat Naira.


Pram mengerutkan keningnya, "Apa? Aku bodohhh?" Pram bertanya dengan suaranya yang hangat dan lembut, jauh dari kata dingin.


Bugh.


Naira menggulingkan tubuhnya dari yang terlentang kini menjadi tengkurap dengan kedua tangan di lipat dan menopang dadanya hingga wajah Naira menatap lekat wajah Pram, pria yang sudah membuatnya lemas dengan 3 ronde yang baru saja Pram mainkan.


Naira mengerutkan keningnya menatap bingung pada pram, "Aku tidak salah dengar ka? Kaka gak marah aku katain bodohhhh, suara kaka malah terkesan lembut!" Seru Naira.


Pram di buat gemas dengan tingkah nakall istrinya yang di anggap Pram tengah menggodamya kembali.

__ADS_1


"Apa kau ingin menggoda ku?" Tanya Pram dengan memainkan alisnya naik turun, menatap genit Naira.


"Ihs, nyebelin banget sih jadi orang." Sungut Naira dengan bibir mengerucut.


Pram bangkit dari tempat tidur dan membawa serta Naira dalam gendongannya, ke dua tangan Naira melingkar di leher Pram.


"Katanya kaka seminggu di Jepang, ini baru berapa hari masak udah balik ke Indonesia, kenapa ka? Pasti kangan ya sama aku? Jujur aja ka kalo kangen mah!" Oceh Naira dengan pe'denya memainkan alisnya, gantian menggoda Pram yang tengah menggendong tubuhnya yang polos dan masuk ke dalam bathroom.


"Jika aku bilang aku merindukan mu, aku dapat apa?" Tanya Pram dengan kakinya mendorong pintu bathroom.


"Apa yang bisa aku kasih, toh kaka sudah memiliki segalanya, uang kaka juga jauh lebih banyak dari uang ku " Oceh Naira yang kini berada dalam bathtub.


Pram menyalakan keran air hangat dengan memberikan aroma terapi pada bathtub.


"Apa pun hadiah yang kau berikan, akan aku terima."


Pram membiarkan Naira mandi di dalam bathtub sedang ia sendiri mandi di bawah guyuran shower dengan air dingin.


Kini Pram dan Naira sudah mengenakan piama dengan berdiri di depan tempat tidur yang berukuran besar dengan tangan yang menggendong tubuh Naira.


"Biar ku panggilkan maid untuk menggantikannya dengan sprai yang baru." Ujar Pram dengan membawa serta Naira menuju telpon yang ada di dinding dekat pintu.


"Tidak perlu ka, biar aku saja yang gantikan!" Seru Naira dengan menarik sudut bibirnya ke atas.


Pram mengerutkan keningnya, "Apa kau yakin? Sudah lah biar maid saja yang menggantinya dengan sprai yang baru." Pram tidak mau mengalah dengan Naira, tetap bersikeras untuk membangunkan maid dan memintanya untuk menggantikan sprai pada temoat tidurnya.


"Jangan ka, kasihan lo kita jadi bangunin maid yang lagi enak tidur, ini masih waktunya maid istirahat." Dumel Naira yang tidak mau kalah dengan Pram.


Pram merubah cara menggendong Naira dengan memanggul tubuh Naira di atas pundaknya.


"Astaga, ka! Kau bisa turunkan aku sebentar!" Seru Naira dengan memukul mukul punggung Pram dengan tangannya.


"Sssst, jangan banyak bicara!" Sungut Pram dengan tangannya yang menggenggam gagang telpon dan menempelkannya pada telinganya.


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2