Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Di landa rindu, Sita


__ADS_3

...💖💖💖...


Dega yang melihat ku pun hanya bisa membatin, yang sabar ya Nona, gegara pak Pram Nona jadi kaya gini.


Haikal yang melihat ku tersenyum sendiri pun membatin, astaga sampe sebegitunya Nona Naira, pasti nona Naira sedang merencanakan sesuatu buat bos Pram.


...🍂 Di tempat lain 🍂...


Setelah berdansa dengan Momo, Pram pergi ke toilet dengan di dampingi Dev.


Sesampainya di toilet Pram langsung mencuci ke dua tangannya, tangan yang ia gunakan untuk menyentuh punggung dan pinggang wanita lain.


Pram menatap wajahnya di cermin, kenapa ada rasa tidak nyaman ya saat aku menyentuh wanita lain selain Naira?


Pram memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Saat berada di persimpangan jalan, Pram memilih melangkah lurus.


"Maaf, pak! Anda kan harusnya ke kanan!" Seru Dev yang berjalan di belakangnya.


"Aku hanya ingin berganti pakaian, aku risih... tadi wanita itu menyentuh pakaian ku!" Seru Pram yang tidak ingin di bantah dengan terus melangkah.


Dev mengerutkan keningnya namun langkahnya tetap mengikuti kemana pun langkah Tuannya, ada apa dengan pak Pram? Tidak pernah pak Pram bersikap seperti ini.


Dev menunggu Pram yang berganti pakaian di dalam kamarnya. Dev melirik jam di pergelangan tangannya, "Apa Nona sudah kembali ya?"


Dev langsung menghubungi Haikal dengan benda pipih yang kini menempel di telinganya.


"Hei pria bodohhh, kenapa kau tidak mengabari ku jika Nona sudah kembali?" Dev langsung memarahi Haikal.


"Apa sih? Kami masih di jalan menuju rumah." Jawab Haikal dari sebrang sana.


Dev langsung mencecar Haikal dengan beberapa pertanyaan, "Apa? Baru kembali? Memang kalian dari mana saja?"


"Hanya dari kedei."


"Ya sudah, jangan biarkan Nona Naira keluar lagi saat sudah sampai rumah."


"Siap!"


Sambungan telepon langsung di putus saat Dev mendengar suara pintu kamar Pram di buka.


Ceklek.


"Ayo kembali!" Seru Pram yang lantas jalan duluan dengan di ikuti Dev yang berjalan di belakangnya.


Aku perlu memberi tahu pak Pram tidak ya jika Nona baru saja kembali ke kediaman Pramana.

__ADS_1


"Dev!"


"Iya, pak!"


"Ada yang sedang kau tutupi dari ku?"


"Tidak ada, pak."


"Aku mengenal mu, Dev!!!" Ucap Pram tegas dan menghentikan langkah kakinya.


Dengan ragu Dev pun mengatakannya, "Nona baru saja kembali ke rumah, pak!"


Pram membola, "Apa? Baru kembali?" Pram melihat jam di pergelangan tangannya, "Ini sudah larut, Dev! Apa dia mengatakan pada mu, mereka kemana saja?"


"Info yang saya dapat dari Haikal, Nona hanya berada di kedei setelah kembali dari sekolah, pak." Dev menundukkan wajahnya.


Pram pun kembali melangkah menuju bollrom untuk menghadiri acaranya yang belum selesai.


Pram dan Dev mendudukkan dirinya di sofa VVIP menikmati aksi panggung penyanyi papan atas yang di undangnya untuk menghibur para tamu undangan.


Pram mengeluarkan hapenya dari saku celananya, "Kenapa bocah itu tidak mengabari ku ya? Apa sesampainya di rumah, bocah nakal itu langsung pergi tidur? Apa bocah itu tidak merindukan ku? Harusnya bocah itu merindukan ku kan? Setidaknya dia bisa menelpon ku kan!" Pram bergumam dengan pelan.


Sita model internasional berparas cantik yang di undang Pram pun menghampiri Pram dengan sorot mata yang tidak lepas dari wajah rupawan Pram, gw harus bisa manfaatin kesempatan emas ini.


"Permisi, pak Pram! Bisa saya duduk di sini dan meminta waktu anda sebentar?" Ucap Sita ramah dengan senyum menghiasi bibirnya.


Dev mengerutkan keningnya, apa yang ingin di bicarakan Nona Sita pada pak Pram?


"Waktu mu hanya 5 menit untuk bicara, cepat katakan apa yang ingin kau katakan!" Ucap Pram dingin dengan wajah yang datar.


"Saya dengar bapak sedang ada kerja sama dengan Harumi Aina, investor asing yang sedang di sorit namanya." Ujar Sita.


"Itu bukan urusan, mu!" Seru Pram dingin dengan wajah datar.


"Ayo lah pak, saya rasa pak Pram mengerti dengan apa maksud saya, jika bapak pergi ke Jepang nanti, saya tidak keberatan untuk menemani bapak." Sita tersenyum manis pada Pram.


Cih, dia pikir aku kekurangan wanita untuk menemani ku?


Sita menatap tajam seorang reporter yang tengah berjalan ke arah mereka duduk, memang bisa di andalkan.


Seorang reporter yang berdiri di depan Pram pun berkata, "Maaf pak, boleh saya mengambil gambar bapak dan Nona Sita?" Tanya reporter itu.


"Tidak----"


"Tidak masalah!" Sita memotong perkataan Pram dan langsung membenarkan posisi duduknya agar lebih dekat lagi dengan Pram.


Jepret.

__ADS_1


Reporter itu melihat hasil jepretannya dan tersenyum puas, "Terima kasih, pak, Nona! Kalo begitu saya permisi." Report itu pun pergi setelah mengucapkan terima kasih pada Pram dan Sita dengan menundukkan kepalanya.


Kali ini dengan foto itu, nama gw pasti akan menyaingi nama Karin.


Dev melihat gelagat aneh dari Sita yang tampak senang setelah reporter itu pergi.


"Waktu mu sudah habis, silahkan kembali ke tempat mu!" Pram mengusir Sita dari tempatnya duduk.


"Oke, jangan lupa tawaran ku ya! Undang aku, aku pasti akan menemani mu ke Jepang, berapa lama pun, aku akan setia menemani mu selama di sana." Sita bangkit dari duduknya, "Dah sayang!" Sita melambaikan tangannya pada Pram yang tampak acuh padanya.


"Sampai jam berapa acaranya selesai, Dev?" Pram bertanya pada Dev setelah Dev duduk di sofa.


"Satu jam lagi acara penutupan pak."


Pram tampak tidak puas dengan jawaban Dev, "Lama sekali!" Apa anak itu baik baik saja? Pram memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana jins yang ia kenakan, hendak mengeluarkan hapenya, apa aku duluan yang menghubunginya lebih dulu? Pram meragu dan mengurungkan niatnya lalu ia menauitkan ke dua tangannya, tidak lah... nanti dia besar kepala, menuduh ku merindukan dirinya.


Dev memperhatikan Tuannya yang tampak tidak tenang dalam duduknya, berbeda dengan biasanya, saat opening hotel sebelumnya, Pram akan selalu senang nenemani para koleganya bicara tapi kali ini Pram kurang menikmati jalannya acara, seolah tubuhnya saja yang ada di Hotel Pelangi namun pikirannya entah kemana.


"Bapak baik baik saja!" Tanya Dev.


"Apa aku terlihat buruk?" Pram malah balik bertanya pada Dev dengan ketus.


"Saya pikir bapak butuh obat, bapak sakit ----"


Pram mengerutkan keningnya dan langsung memotong perkataan Dev yang belum selesai bicara, "Memang kau pikir aku sakit? Bicara sembarangan saja kau ini! Mau ku pecat kau, heh!" Ketus Pram dengan memangku satu kakinya pada kaki lain yang bertumpu.


Dev langsung diam meski hatinya berteriak keras, saya belum selesai bicara, pak... bapak sudah memotong perkataan saya, dasarrr bos gak punya akhlak. Bapak itu lagi di landa rindu sama Nona, tapi bapak saja yang gengsi untuk menghubungi Nona terlebih dahulu, huh dasarrr bos gak peka sama perasaan sendiri.


Rupanya Dev tahu jika Pram sedari tadi ingin mengeluarkan hapenya dan ingin menghubungi Naira, namun urung di lakukan Pram.


🍂 Di kediaman Pramana 🍂


Pak Dedi membukakan pintu mobil untuk Nona mudanya.


"Selamat malam, Nona... apa hari ini nona bersenang senang?" Tanyak Pak Dedi yang kini mengikuti langkah kaki Naira dengan tangannya yang membawakan tas Naira.


Dedi berfikir jika Naira bersenang senang di luaran sana apa lagi Nona Muda nya ini pulang larut hari.


Ku hentikan langkah kaki ku, mata ku menyorot tajam pak Dedi dengan bibir mengerucut, masih berani dia bertanya apa aku bersenang senang? Bos mu tuh yang bersenang-senang dengan wanita lain.


Pak Dedi menundukkan kepalanya, "Maaf jika saya salah bicara,, Nona!" Sepertinya saya ini benar benar salah bertanya pada Nona, saya harus menanyakan ini pada Haikal.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2