Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Mendadak otak ku blank


__ADS_3

...💖💖💖...


"Apa yang kau dengar saat aku dan Aji bicara?" Tanya ka Pram dengan menyelipkan anak rambut ke belakang telinga ku.


Kening ku mengkerut, "Ka Pram bilang almarhum ibu kaka di racun sama Widia, memang ada apa dengan Widia dan almarhum ibu kaka? Kenapa kaka bisa sangat membenci ayah kaka?"


Pram membuang nafasnya dengan kasar.


Aku menggeser geser posisi duduk ku, "Kalo ka Pram belum bisa cerita sekarang, aku gak masalah... kan masih bisa di bicarakan lain waktu, setidaknya tunggu hati kaka ini adem!" Tangan ku menowel dada ka Pram yang bidang.


Pram mengerutkan keningnya, menatap Naira dengan menarik sudut bibirnya ke atas, dasarrr bocah nakal, tidak tahu apa hanya dengan gerakan seperti itu sudah membuat otong ku mencari cari rumahnya!


Di saat itu pula ku rasakan ada yang mengeras yang sedang aku duduki, ko kaya ada yang mengeras, gerak gerak, apaan ya?


Aku bertanya pada ka Pram, "Ka, ngerasa gak sih ada yang gerak gerak?" Tanya ku dengan polosnya, mendadak otak ku blank.


"Kau sendiri yang membangunkannya!" Seru ka Pram.


"Aku?" Aku menunjuk ke arah diri ku sendiri dengan jari telunjuk kanan, "Aku melakukan apa ka? Aku kan hanya duduk, nowel nowel dada kaka."


"Dari tadi kau itu terus bergeser, kau sudah membuatnya bangun, sayang!" Seru ka Pram yang lantas menggendong ku dan membawa ku ke luar dari ruang kerjanya.


"Ka lepas! Memang apa yang salah kalo aku bergeser terus? Itu kan salah kaka sendiri yang memangku ku!" Bibir ku mengerucut dengan terus menggerutu.


"Sudah lah, nikmatiii saja permainan ku! Aku yang akan memuaskan mu!" Ka Pram memainkan alisnya naik turun.


Mata ku membola, baru mengerti arah pembicaraan ka Pram setelah kalimat nikmati saja permainan ku muncur bebas dari mulut peda manis ka Pram.


Tangan ku melingkar di leher ka Pram, dengan kaki kanan bergerak gerak minta di turun kan.


"Aku gak mau ka, aku mau pergi aja deh, ka cepet ih... aku mau pergi aja, abis aku kalo di rumah terus, ka! Aku mau ke kedei aja, turunin!" Rengek ku pada ka Pram.


"Ckckckck, percuma mau kau mengatakan apa saja, aku tidak perduli." Ujar ka Pram dengan acuh dan membawa ku ke kamar, menidurkankan ku di atas kasur.

__ADS_1


Tangan ku melipat di depan dada, "Aku gak mau ya ka! Awas aja lu ka!" Seru ku dengan berusaha mempertahankan diri biar ka Pram tidak menyentuh ku. Gila banget sih ka Pram, kalo udah gitu aja maunya terus terusan di kata aku robot apa, tulang ku masih rentek ini kalo kata baut sama mur, bautnya pada copot kali mah.


Pram membuka baju dan celananya, hingga tersisa segitiga pengamannya dengan bertelanjang dada.


Dengan bantuan ke dua tangan ku, aku beringsut dari kasur menuju tepian ranjang, "Ka, awas lu ya ka!" Harus lari ini mah kalo pengen aman.


Ka Pram menyeringai membuka segitiga pengamannya, mau lari ya!


Aku berhasil menurukan kaki kanan ku dari ranjang. Yeh! di saat kaki kiri ku akan menyentuh lantai.


Dengan gerakan cepat Pram merangkak naik ke kasur dan menangkap pergelangan tangan kanan Naira.


Hap.


Sreek.


Pram menarik Naira ke tengah kasur dengan sekali tarikan dress mini yang Naira kenakan robek.


"Hahahah kau ini lucu ya! Baju masih bisa di beli tapi hasrattt ku, tidak bisa di tahan lagi jika sudah berhubungan dengan mu, Nai!" ka Pram membuka tali segitiga pengaman dan melemparnya ke sembarang arah.


"Tau gitu kenapa juga pake beli baju yang mahal? Kalo ujung ujungnya di sobek kaya gitu!" Ucap ku ketus.


"Sudah lah jangan berdebat soal harga baju, jika kau mau... tokonya ku beli untuk mu!" Otong Pram yang berada di bawah sana langsung mencari rumahnya dan menerobosss masuk.


"Tapi aaaaah" Mata ku terpejam saat ada yang menghunusss area sensitifff ku, ada rasa nikmattt tapi sakit, perih itu kembali ku rasakan.


Pram menarik sudut bibirnya menatap istri nakalnya yang selalu berbuat ulah kini merasakan sensasiii nikmattt dan perih di saat yang bersamaan mana kala otong yang berdiri tegak ia mainkan di dalam sana, Pram memainkan dengan perlahan.


"Eeeeeh." Lenguhan dari bibir ku terdengar jelas di telinga ka Pram.


Pram melihat Naira yang menggigit bibir bawahnya.


Ka Pram mendekatkan wajahnya dan berbisik di teling ku, "Ke luarkan suara mu, tidak perlu di tahan." Bibir ka Pram mendarat sempurna di leher putih ku, memberinya hisapannn dan dengan sendirinya bibir itu menjalar hingga berada di antara si kembar, memberinya hisapannn yang lama.

__ADS_1


Lenguhannn, desahann terus ke luar dari bibir ku mana kala ka Pram mempercepat ritme permainannya, dada ku membusung ke atas astaga gila ya gw, masih bisa mikir ini nikmattt bangettt hahaha, sakit tapi aku geli pada diri ku sendiri, tidak menampik permainan ka Pram yang membuat ku gila di atas ranjang.


Ka Pram pasti akan menganggap ku gila jika aku juga menikmati permainannya.


Hingga ronde demi rode di lakukan Pram untuk meluapkan hasratttnya pada istri nakalnya.


Bruk.


Pram menjatuhkan dirinya di sisi Naira di saat ia sudah mengeluarkan hasrattttnya melirik wajah Naira yang tampak lelah.


"Apa kau puas, sayang?" Tanya ka Pram.


Aku menoleh ke arah suara ka Pram, "Apa kaka waras? Masih berani menanyakan aku puas?" Sungut ku dengan kesal.


Ka Pram memiringkan tubuhnya ke arah ku, menarik selimut dengan satu kakinya, "Tidur lah, aku tahu kau pasti lelah." Ujar ka Pram.


Plak.


Ku teplak tangan ka Pram, namun tidak ada keluhan dari bibir ka Pram, rintihannya pun tidak aku dengar.


"Enak banget kalo ngomong! Bersih bersih dulu ka! Aku tidak nyaman, itu basahhh." Mata ku menatap ke arah area sensitifff ku yang ada di balik selimut.


Ka Pram kini bangkit dari tidurnya, "Baik lah, sebagai laki laki dewasa sekaligus suami yang bertanggung jawab, aku akan membantu mu bersih bersih." Ka Pram menggendong ku dan membawa ku ke bathroom.


Berakhir di bathtub dengan mandi bersama, "Kenapa gak aku duluan sih ka yang mandi!" Aku risih dengan tatapan ka Pram yang terus mengarah pada perut ku yang berada di bawah air, belum lagi tangannya yang selalu mengelus elusss perut ku yang rata.


"Aku suka mandi bersama dengan mu!" Aku berharap perut rata ini segera berisi.


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2