Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Di situ ada aku!


__ADS_3

...๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–...


"Sudah ku duga!" Tatapan tajam langsung di perlihatkan Pram, dengan tangan yang mengepal.


Haikal memperlambat laju mobilnya, saat bis rombongan dari sekolah Naira, memasuki pelataran parkir villa yang sudah di sewa oleh pihak sekolah.


Pram langsung turun dari mobil dengan berjalan cepat, memasuki villa yang sudah Dev beli atas perintahnya.


Haikal geleng geleng kepala melihat tingkah Pram, "Astaga bos Pram, pasti langsung tertuju pada balkon." Haikal melangkah santai mengikuti langkah bos nya, memasuki villa yang cukup besar, tapi kalah besar dengan villa yang sewa sekolah Naira.


Semua siswa langsung masuk ke dalam kamar mereka untuk istirahat, kamar yang di peruntuk kan untuk 4 siswa setiap satu kamarnya.


Novi langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dengan kaki menjuntai ke lantai, ke dua tangan merentang.


"Empuk banget ini kasur!" Novi berucap dengan ke dua mata yang terpejam.


"Wiiiih gw di bawah ya!" seru Sopur yang mendaratkan tubuhnya di kasur lain.


"Oke, biar gw sama Serli di atas." ucap Naira.


"Gw mau di atas apa di bawah, gak jadi masalah ko." terang Serli.


Kamar yang terdiri atas 2 ranjang kayu dengan bertingkat, terdapat 1 lemari kayu yang dapat di gunakan untuk menyimpan pakaian. Dengan fasilitas pendingin ruangan, satu kamar mandi dengan ukuran yang cukup luas dan terdapat wc duduk.


Naira mendudukan dirinya di lantai,


Mengeluarkan beberapa cemilan, dari tas yang di sediakan Pram khusus, untuk menyimpan semua cemilan untuk sang istri.


"Kalian mau pada ngemil gak? Gw bawa banyak cemilan nih!" ujar Naira.


"Gw mauuuuu!" Novi langsung membola dan menubruk punggung Naira.


"Ege, lo berat! Ini lo pilih cemilan yang lo mau!" Naira menggeprak lengan Novi.


Untuk beberapa saat mereka berada di dalam kamar untuk beristirahat, di lanjut dengan makan siang, dan acara permainan lainnya.


Sementara di balkon villa yang bersebrangan dengan villa yang di tempati Naira, Pram tengah gusar.


Dengan alat bantu teropong, ia mengintai Naira, mengamati wajah cantiknya, berbicara sendiri, serta marah sendiri.

__ADS_1


"Astaga bocah ini, bener bener membuat ku tidak bisa tenang, jika hanya memandangnya dari jauh. Ingin aku berlari ke pada mu." oceh Pram pada dirinya sendiri.


"Uuuhhhh kenapa lama sekali sih waktu berputar! Kapan malamnya!" Pram menggaruk kepalanya dengan frustasi.


Tok tok tok.


"Bos, waktunya makan siang. Mau di antar atau bos turun sendiri, untuk mencari makan di luar bersama dengan saya!" tanya Haikal yang masih berdiri di depan pintu, kamar yang di tempati bosnya, Pram.


"Kau antar saja makan siang ku ke kamar!" sungut Pram.


"Baik lah, kalo begitu saya ke luar dulu bos." Haikal melangkah meninggalkan kamar bosnya.


Pram yang melihat Naira beserta yang lain meninggalkan kamar, di buat kalang kabut.


"Naira, hai! Astaga mau kemana kau? Aku ingin melihat mu! Eeehhhh shittt!" Pram memukulll angin, saat ke dua matanya tidak lagi melihat Naira yang menghilang di balik pintu kamar.


Pram berjalan mondar mandir, melihat lagi dengan teropongnya, memastikan apa Naira sudah kembali ke kamarnya atau belum.


Hingga beberapa saat, entah sudah berapa kali Pram memantau Naira dari teropong, namun hasilnya masih sama. Naira belum juga kembali ke kamarnya.


Dreeet dreeet dreeet dreeet.


Hape Pram berdering.


"Ada apa, Dev?"


[ "Maaf Tuan, saya mengganggu." ] ucap Dev sebelum memberi tahu kan alasannya menghubungi Pram.


"Kata kan saja, Dev! Apa ada yang gawat, hingga kau harus mengganggu ku?" sungut Pram.


[ "Begini Tuan, ada calon investor dari Singapura yang ingin membuat janji dengan Tuan. Ia ingin langsung bertemu dengan Tuan sendiri." ]


"Kau atur saja waktunya, Dev!"


[ "Tapi Tuan, orang itu hanya berada di Jakarta selama 3 hari." ]


"Sudah ku katakan pada mu, Dev! Kau atur saja!"


[ "Maaf Tuan, bukan kah setelah 3 hari berada di puncak, Tuan akan berangkat ke Bandung... untuk liburan sekaligus bulan madu dengan Nona?" ] Dev mengatakan untuk mengingatkan Pram.

__ADS_1


Pram mengerutkan keningnya, benar juga apa yang di katakan Dev!


"Apa villa ini di lengkapi dengan heliped, Dev?" tanya Pram sebelum membuat keputusan.


[ "Sayangnya, tidak Tuan." ]


Pram diam untuk sejenak, "Atur meeting dengan pihak investor asing itu, setelah jam makan siang. Sebelum jam makan siang, aku akan tiba di sana."


[ "Beres Tuan, apa setelah itu Tuan akan kembali ke puncak? Atau akan tetap stay di Bintaro?" ]


"Yang pasti, aku akan kembali ke puncak. Di mana ada Naira, di situ ada aku, Dev! Ingat itu!" Pram menutup panggilan teleponnya.


...โ˜˜๏ธKe esokannyaโ˜˜๏ธ...


Sebelum matahari terbit, di saat langit masih nampak gelap, udara semakin dingin. Suasana yang sangat mendukung, untuk menarik selimut, kembali tidur.


Tapi tidak dengan Naira, di saat ke 3 temannya sedang terlelap tidak, ia justru sudah terjaga karena rasa yang tidak nyaman, perasaan rindu yang Naira rasa saat telinganya belum mendengar suara Pram.


Naira mencoba menghubungi Pram, setelah dari kemarin tidak juga bisa menghubungi sang suami. Akhirnya ia bisa bernafas dengan lega. Mana kala suaminya menjawab panggilan teleponnya darinya.


"Kaka dari mana saja? Kenapa dari kemarin nomor kaka tidak bisa di hubungi? Kaka tidak menjawab telpon ku!" oceh Naira dengan menatap langit langit kamar yang ia tempati.


Naira mendengar suara Pram, parau, ciri khas ia bangun tidur.


[ "Ada apa ini? Aku baru menjawab telepon mu, tapi kau sudah marah marah, apa begini cara mu berbicara dengan suami mu hem?" ] tanya Pram dengan ke dua matanya yang masih terpejam.


"Ihs kaka, sekarang kaka lagi apa? Di mana? Sama siapa? Kemaren kemana aja? Ayo jawab semua pertanyaan ku!" Naira mencecar Pram dengan berbagai pertanyaan, menumpahkan rasa yang ada di hatinya.


Tanpa sadar Pram mengatakan yang sejujurnya pada Naira.


[ "Aku di puncak, sayang! Menunggu mu membuka jendela kamar mu! Kemaren aku mengawasi mu, apa pun yang kau lakukan, aku tau itu!" ]


Naira membola, "Apa? Kaka di puncak? Kaka serius dengan apa yang kaka katakan?"


...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


......................


...๐Ÿ’– Bersambung ๐Ÿ’–...

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐Ÿ˜Š


__ADS_2